Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 44


__ADS_3

Saat pintu mobil sudah di buka, Aleena ingin menengok ke arah supir matanya membulat "Kau lagi" Ucap Aleena bersamaan dengan laki-laki itu.


"Kalian saling kenal? " Tanya Elin.


"Tidak, siapa yang ingin kenal dengan nona pencuri seperti dia" Ucap Erlan membuat Elin tertawa


"Tunggu nona pencuri, Ah jadi wanita yang meninggalkan kopernya di apartemen mu adalah Aleena? " Tanya Elin, Elin pernah berkunjung ke apartemen kakaknya dan melihat ada koper dan menanyakannya kepada kakaknya, sekarang Elin sudah tau dengan jelas siapa pemiliknya.


"Kau dasar tuan penad.. " Erlan segera membungkam mulut Aleena membuat Aleena melotot ke arah Erlan.


"Apa yang kau katakan Aleena, kakak lepaskan Aleena jangan membungkamnya seperti itu nanti dia kehabisan nafas. " Ucap Elin yang khawatir pada Aleena.


Erlan menarik Aleena "Jangan katakan apapun padanya! " Bisik lirih Erlan, Aleena menatap Erlan sekilas terlihat wajah Erlan yang serius.


Aleena mengangguk dan melepaskan tangan Erlan "Apa kau ingin membunuhku sialan! " Ucap Aleena pura-pura kesal dia hanya tidak ingin membuat Elin mengingat hal yang tidak jadi dia katakan.


"Aleena maafkan kakak ku ya dia memang suka begitu, kakak minta maaf pada Aleena" Perintah Elin.


"Baiklah, maaf" Ucap Erlan.


"Berikan tanganmu, cepat" Ucap Elin lagi, Erlan kemudian mengulurkan tangannya membuat Aleena menahan tawanya, kemudian menjabat tangan Erlan.


Meski Erlan tidak lagi satu rumah dengan Elin, tapi kedekatan mereka tidak pernah lekang oleh jarak, karena Elin selalu mengunjungi kakaknya itu di apartemen begitupun dengan kakaknya tidak pernah menolak permintaan adiknya seperti menjemput atau sekedar menemaninya jalan-jalan, meski sampai sekarang Elin tidak tau alasan sebenarnya kakaknya keluar dari rumah tapi mereka tetap dekat satu sama lain.


"Tuan penadah sangat penurut" ledek Aleena tanpa bersuara, membuat Erlan mempererat jabatan tangannya, begitupula dengan Aleena ikut melakukan hal yang sama.


"Kalian terlihat sangat cocok , bagaimana jika kalian berpacaran saja" Ucap Elin dengan mudahnya tanpa berfikir, dia malah tersenyum dan memainkan alisnya.


"Tidak mau! " Ucap mereka berdua bersamaan.


"Tuhkan ngomong aja bareng," Ledek Elin lagi.

__ADS_1


"Dia yang ikut-ikutan" Lagi-lagi mereka mengatakan hal yang sama, membuat Elin bertepuk tangan dan tertawa.


"Hahaha kalian benar-benar jodoh, bagaimana jika di resmikan saja" Goda Elin lagi.


"Elin berhenti bercanda atau kau akan kehilangan teman jutek mu ini" Melirik ke arah Aleena.


Aleena hanya diam saja tidak ingin salah bicara lagi, dan membuat Elin ingin menjodohkan nya dengan Erlan.


"Tidak akan, dia sangat menyayangiku, benarkan Aleena, Aleena kakak ku tidak buruk kau bisa mempertimbangkan nya"


"Tidak terimakasih ambil saja untuk mu" Ucap Aleena langsung menghadap ke depan "cepat lajukan mobilnya. " Ucap Aleena memerintah Erlan.


"Nyalimu sangat besar berani memerintah ku" Ucap Erlan yang segera melajukan mobilnya, Elin yang berada di kursi belakang menatap mereka tersenyum


'Hanya Aleena wanita yang berani memerintah kakak selain aku, semoga mereka berjodoh' Ucap elin dalam hati.


'Selalu saja tidak bisa menolaknya, Ada apa denganku' Ucap Erlan dalam hati dan mencuri pandang ke arah Aleena.


Aleena melihat jam di hpnya, yang menunjukkan masih jam 10 malam, dia juga belum mengantuk jika pulang ke apartemen sekarang juga terasa sepi, karena Rocky bekerja. "Ada, memangnya kenapa? " Tanya Aleena.


"Bagaimana jika ke apartemen kakak ku? " Pertanyaan Elin itu membuat Aleena dan Erlan sama terkejutnya, Erlan bahkan menginjak rem karena terkejut.


"Au, kenapa menginjak rem mendadak kak" Elin mengusap kepalanya yang terbentur.


Erlan tidak mendengarkan Elin mengaduh "Apa yang kau katakan Elin, kenapa mengundang Nona pencuri ini ke apartemen ku, untuk apa? biarkan saja kita antar dia pulang" Ucapan Erlan yang malah mengkhawatirkan perkataan Elin bukan keselamatan Elin, Erlan terlihat gugup.


"Benar, aku jadi ada acara lebih baik antar aku pulang" Ucap bodoh Aleena itu membuat Erlan tertawa "Kenapa kau tertawa? " Aleena menggembungkan pipinya.


"Karena kau sangat bodoh" Ucap Erlan dengan menjulurkan lidah nya meledek Aleena.


"Kalian berdua bodoh, apa yang kalian berdua pikirkan, aku mengajak Aleena ke apartemen kakak untuk mengambil kopernya yang dia tinggalkan, kalian berdua jujur apa yang kalian berdua pikirkan hahaha " Ucapan Elin itu membuat keduanya merasa malu, untuk apa mereka gugup tiba-tiba.

__ADS_1


"Ah kau benar Elin, aku melupakan koperku baiklah kalau begitu aku akan ke apartemen tuan penadah ini"


Erlan kembali mengemudikan mobilnya 'Ada apa denganku' Perasaan senang tiba-tiba mencuat di dada Erlan karena Aleena akan masuk kembali ke apartemen nya.


"Tunggu kenapa kai memanggil kakak ku tuan penadah? " Ucap Elin.


Erlan langsung memberikan isyrat pada Aleena menggelengkan kepala dan menatap Aleena tajam, Erlan tidak menyangka Aleena masih menyebutkan panggilan itu meski dia sudah membungkamnya tadi.


"Benar penadah koperku hehe" Ucap Aleena tersenyum, ucapan Aleena itu membuat Erlan lega.


'Dasar beraninya mempermainkan ku, menarik ' Gumam Erlan yang tiba-tiba tersenyum sendiri karena tingkah Aleena.


"Ah, aku pikir penadah barang curian" Ucap Elin yang membuat Erlan tersedak ludahnya sendiri.


"Ukhuk ukhuk.. " Kak kau tidak apa-apa tanya Elin khawatir.


"Tenang aku tidak apa-apa " Ucap Erlan, Elin merasa lega.


Mereka sudah sampai di apartemen Erlan, Erlan kemudian mengambil koper Aleena yang dia simpan dengan baik.


"Aleena duduk dulu, bagaimana jika kita minum sesuatu, kakak ku punya minuman yang sangat enak" Ucap Elin yang pergi ke arah dapur.


Elin kemudian membawa satu botol minuman tua yang harganya sangat mahal dengan membawa dua gelas kecil. "Tara" Ucap Elin menaruh minuman itu.


"Bukankah anggur ini begitu mahal?, apakah tidak masalah? " Tanya Aleena.


"Tidak, apa kau mau mencobanya ini sangat enak, jangan minum terlalu banyak jika kau tidak punya toleransi pada alkohol seperti ku ok" Ucap Elin yang langsung membuka dan menuangkannya di gelasnya dan Aleena.


Mereka bersulang dan meminum anggur yang kadar alkohol nya begitu tinggi, Elin pernah meminum merek alkohol itu tapi tahunya berbeda jadi tingkat alkoholnya yang Elin minum sekarang lebih tinggi dari sebelumnya.


"Kenapa Kepala ku pusing? ah benar-benar" Baru sekali teguk Elin sudah tertidur, sedangkan Aleena merasa sedikit pusing bagaimanapun di negaranya harus menunggu usia 21 tahun untuk minum alkohol jadi ini pertama kalinya Aleena minum alkohol dan langsung dengan kadar yang tinggi tapi Aleena hanya merasa pusing saja mungkin ketahanan alkoholnya menurun dari papanya.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan? 'Tanya Erlan yang membuat Aleena menatap Erlan wajahnya terlihat samar-samar.


__ADS_2