
Pagi menyapa hari ini adalah hari di mana Aleena akan kembali berkuliah begitupun dengan Elin.
Aleena bersiap untuk membuat sarapan dia bangun sangat pagi dia tidak mau terlambat namun dia juga ingin menyiapkan makanan untuk Rocky.
Saat ini mereka masih tinggal di rumah yang di beli Rocky membuat mereka seperti pasangan pengantin baru.
Aleena masih memotong sayuran Rocky baru saja bangun dan mengambil air minum "Om kau sudah bangun" Ucap Aleena.
Rocky tidak menjawab pertanyaan Aleena melainkan langsung memeluk Aleena dari belakang "Hari ini bar akan terasa sepi" Ucap Rocky dengan suara khas bangun tidur yang begitu menggoda.
"Bagaimana bisa om, bar yang kau jalankan selalu ramai bagaimana bisa terasa sepi" Ucap Aleena.
"Karena kau tidak ada lagi di sana" Ucap Rocky manja sembari menyenderkan kepalanya di bahu Aleena dan menggosokkannya pelan.
"Ja, haruskah aku membantu sepulang kuliah" Ucap Aleena yang membuat Rocky menggelengkan kepalanya.
"Tidak mau" Ucap Rocky
"Kenapa bukankah kau yang bilang ingin aku di sana"
"Tidak aku tidak mengatakan itu" Ucap Rocky yang berusaha mengelak.
"Jadi apa mau mu om" Ucap Aleena.
"Aku mau kau cepat menyelesaikan kuliahmu dan menikah dengan ku" Ucap Rocky
"Tanpa kau perintah pun akan aku lakukan om" Ucap Aleena yang sedang menahan geli karena nafas hangat Rocky yang terasa di leher Aleena.
"Hmm Aleena aku ingin segera menjadikan mu istriku akhir benar-benar tua untuk tetap bertahan dan terus menahan" Ucap Rocky yang terdengar sangat putus asa.
__ADS_1
"Jadi kau merasa dirimu tua om" Ledek Aleena.
"Bahkan jika aku seusia mu aku juga tidak akan sanggup menahannya apa kau mengerti" Rocky memiringkan kepala Aleena membuat wajah mereka semakin dekat Rocky segera mencium bibir Aleena dengan lembut tanpa di beri aba-aba tubuh Aleena sendiri langsung berubah arah tangan Aleena tanpa sadar langsung melingkar ke leher Rocky pagi dingin itu berubah menjadi ciuman panas.
Rocky tidak berhenti mencicipi manisnya bibir Aleena Aleena pun mulai terhanyut dengan permainan Rocky yang begitu panas.
Suara yang tertahan dari mulut Aleena menambah panas pagi itu, ciuman itu berlangsung sangat lama tanpa sadar menggiring mereka ke sofa Rocky membaringkan Aleena dengan pelan tangan Rocky mulai bergerilya dengan indahnya membuat baju tidur Aleena menjadi terbuka memperlihatkan bawah leher putih nan mulus milik Aleena.
Namun saat mereka mulai asik terbuai dengan indahnya permainan pagi mereka Rocky tiba-tiba menghentikan aktivitas nya dan memilih duduk dan mengacak rambutnya, Aleena kemudian bangun dengan menutupi bawah lehernya "Ada apa om? " Tanya Aleena.
"Ini benar-benar sulit untuk ku, apakah aku benar-benar bisa menahannya " Ucapan Rocky membuat Aleena tersadar dirinya juga hampir terbuai dengan kenikmatan yang mereka ciptakan tanpa sadar.
"Haruskah aku mengizinkan nya, sekarang" Ucapan Aleena membuat Rocky menatap Aleena dengan wajah yang serius.
"Ap.. apa yang kau katakan Aleena jangan mengatakan hal seperti itu aku bisa hilang kendali" Ucap Rocky
"Tentu saja tidak boleh om, kau harus menahannya" Ucap Aleena merapikan dirinya dan mulai beranjak dari duduknya namun dia kemudian mendekat ke arah Rocky "Tapi percayalah om jika kau mampu menahannya saat hari itu tiba kenikmatan itu tiada tandingannya" Bisik Aleena yang membuat Rocky menutupi wajahnya dan mulai mengatur nafasnya sedangkan Aleena langsung kabur begitu saja setelah mengatakan nya karena dia sendiri malu dengan ucapannya.
"Aku hanya berkata saja" Ucap Aleena yang kembali ke dapur untuk melanjutkan memasaknya.
Setelah adegan panas dingin itu akhirnya masakan Aleena selesai di buat mereka berdua sarapan bersama setelah selesai Aleena bersiap untuk ke kampus begitupun dengan Rocky yang bersiap untuk mengantarkan Aleena.
Kali ini mobil yang di pakai Rocky bukan mobil tua namun mobil keluaran terbaru mau bagaimana lagi bartender itu telah menghasilkan hampir ratusan ribu dolar dalam satu hari, usaha yang di kembangkan Rocky benar-benar menjadi booming banyak para penghabis uang yang mampir ke sana hanya untuk bermain dan membuang uang.
Tuan Rayyan bahkan mengatakan kagum dengan Rocky meskipun dia tidak mengatakannya secara langsung.
Aleena sudah masuk ke dalam mobil "Kau sudah siap" Tanya Rocky
"Tentu saja" Ucap Aleena.
__ADS_1
Rocky pun segera mengemudikan mobilnya ke kampus Aleena.
****
Natan baru selesai latihan tanding dengan Robby kemampuan Natan semakin meningkat drastis Natan cepat mempelajari banyak hal hanya dengan setengah tahun lebih dia sudah bisa menumbangkan puluhan lawan dalam latihannya.
"Natan kau hampir bisa menyamai ku" Ucap Paman Robby.
"Paman berhenti mengejek ku" Ucap Natan yang tengah mengusap keringat nya.
"Tidak aku tidak sedang mengejek mu, hanya perlu meningkatkan kemampuan mu menjadi asisten tuan kenzo kau akan segera bisa berada di sisi tuan Alister dan kembali pulang" Ucap Robby menyemangati Natan yang terlihat seperti sedih akhir akhir ini.
"Hmm aku akan berusaha paman, kalau begitu aku akan mandi dan bersiap ke kantor bersama tuan Kenzo" Ucap Natan.
"Baiklah segera bersiap jangan sampai membuat tuan Kenzo menunggu sarapan bersama" Ucap paman Robby.
"Ya aku mengerti paman" Ucap Natan.
"Natan laporan kemarin sudah kau selesai kan" Tanya paman Robby
"Sudah aku sudah menyelesaikan nya" Ucap Natan yang langsung berlalu ke kamarnya.
Di kamarnya dia segera mengambil ponselnya hal pertama yang dia lakukan adalah menyapa Letty, mereka susah sangat jarang berbicara panjang lebar mungkin hanya pesan singkat saling menyapa saja yang bisa Natan lakukan, Natan terlalu sibuk dengan latihan dan belajar hal baru sulit baginya untuk senantiasa membuka handphone nya apa lagi jika dia sedang bersama Kenzo.
[Sayang aku merindukan mu] pesan yang di tulis oleh Natan sebelum dia mandi.
Letty menerima pesan yang sama setiap paginya dan saat dia membalas beberapa kali, dia akan mendapatkan balasannya lagi siang atau sore hari namun Letty tak pernah tidak membalas atau tidak menceritakan apa yang terjadi pada harinya begitupun natan.
[Aku juga] Jawab singkat Letty, perasaan lelah mulai terasa pada keduanya tapi mereka memiliki kesamaan.
__ADS_1
Setelah mandi dan berganti pakaian Natan menyempatkan melihat pesan dari Letty, dan membalas dengan menceritakan kegiatan yang akan dia lakukan hari ini dan sebelum pergi hal yang di lakukan Natan adalah memandang dan memeluk foto mereka yang ada di ponselnya hal itu adalah kesamaan yang mereka miliki karena Letty juga melakukan hal sama sebelum memulai dan mengakhiri aktivitas nya, mereka berdua meski berada di jarak yang jauh dan keadaan yang lelah namun mereka tidak pernah melupakan rasa yang mereka rasakan saat bersama jadi mereka masih setia meski dalam keadaan yang sulit, jarak tidak bisa mengubah rasa yang membekas di jiwa.