
Robby telah tiba dengan anak buah Alister "Beraninya menyentuh calon nyonya muda keluarga Wijaya!" Ucap Robby tanpa sadar.
"Ha apa yang kau katakan? " Ucap Erlan yang mendengar ucapan Robby membuatnya melirik ke arah Alister.
Alister masih bertarung tapi ekspresi nya terlihat bahagia saat mendengar ucapan Robby.
"Kenapa kau terlihat bahagia, apa yang sedang kau pikirkan sialan!! " Ucap Erlan yang semakin membabi buta setalah melihat gerak gerik Alister yang seperti nya tertarik pada adiknya, namun sebagai seorang kakak tentunya tidak mudah untuk menyerahkan adiknya begitu saja, apa lagi Alister adalah orang yang dari awal papanya incar untuk menikah dengan Elin.
"Biasa saja! " Ucap Alister yang tidak mengindahkan ucapan Erlan.
Bugh.. bagh.. bugh.. bagh.. Erlan semakin cepat menyerang dia ingin segera membawa adiknya pergi dari situ jangan sampai di dulu Alister.
Alister pun tak kalah ganas nya dia semakin menggila menghajar layaknya keluarga Wijaya begitu brutal dan tak kenal ampun, apalagi dengan dua pisau di tangannya, gerakannya bak sedang menari pedang dengan ketepatan yang hakiki.
Alister segera menumbangkan musuhnya begitu pula dengan Erlan " Robby aku serahkan sisanya padamu" Ucap Alister berlari segera menghampiri Elin dan mencoba membawanya pergi, dengan anak buahnya dan Robby memberikan jalan untuknya.
Melihat Alister sudah menggendong adeknya Erlan semakin kesal "Sialan sialan sialan kalian sialan!! " Ucap Erlan yang tadinya biasa saja melihat kedekatan Alister namun memikirkan ucapan Robby membuat Erlan benar-benar marah.
Erlan dan anak buah Alister beserta Robby membantai habis anak buah Maira, sedangkan Natan sudah mengikuti jejak Alister membawa pergi Letty dari tempat ini.
Tersisa Disa yang masih tergeletak tak berdaya membuat Erlan yang sudah selesai bertarung merasa iba dan membawa Disa pergi.
***
__ADS_1
"Ha ingin memaksaku menyerah kau pengecut aku akan mengirim mu ke neraka! " Ucapan Maira yang mengambil pisau dan menusukkannya ke perut Rocky.
"Om Rocky tidak!! " Teriak Aleena
"Lihatlah Aleena dia laki-laki bodoh lemah dan ceroboh dia benar-benar tidak pantas untuk mu, dia sudah mati dia sudah mati!! " Tawa Maira terdengar begitu renyahnya membuat Aleena menangis sejadi-jadinya.
"Bercanda! Ingin membunuh ku? tidak semudah itu! " Rocky menatap Maira tatapan begitu sadis, sepertinya Rocky yang dulu telah bangkit lagi.
Rocky mengarahkan pistolnya tepat di leher Maira, satu tangannya menarik pisau yang menancap di pinggir perutnya.
"Ayo yo pisau mu cukup tajam, ingin mati dengan apa? kau yang berani menyentuh wanitaku! " Rocky menaruh satu pistol di leher Maira sedangkan pisau di arahkan di leher Maira.
"Aku tidak akan mati semudah itu aku bukan pengecut seperti mu! " Maira mendorong Rocky dengan kekuatan nya.
Rocky melempar pisaunya, dia menarik berdiri Maira "Berani menyentuh wanitaku aku tidak akan melepaskan mu!! " Ucap Rocky yang mengangkat tangan Maira mematahkannya bagai ranting pohon.
Aaaaaaaaaaaahhhkkkhhhhhh teriak Maira kesakitan "Sayang sekali, aku masih belum puas!! " Ucap Rocky.
"Om berhenti jangan bunuh dia! " Ucap Aleena yang membuat Rocky mengernyitkan dahinya.
"Aleena kau.. kau mengkhawatirkan ku, aku sangat senang kau memang yang paling mencintai ku" Ucapan Maira itu membuat Rocky muak.
"Diam kau bodoh! " Rocky mencekik Maira ran melemparkan nya ke sembarangan dengan kekuatan kemarahannya tentu lemparan itu sangat menyakitkan. "Kenapa harus melepaskan nya? "
__ADS_1
"Ada hal yang ingin aku tanyakan om" Aleena menatap ke arah Rocky dengan tubuh yang masih belum bisa di gerakan.
Rocky melihat ke arah Aleena, Aleena tersenyum lega Rocky baik-baik saja " Maira pertemanan kita di mulai saat kita masih kecil aku menemukan mu yang di bully di sekolah, aku pikir kau adalah gadis yang lemah tapi kenapa kau menjadi seperti ini? " Ucap Aleena yang tidak bisa menerima kenyataan pahit tentang wanita yang dia anggap sahabat pertamanya itu.
"Aku tumbuh bersamamu aku ingin menjagamu, aku ingin menjadi pantas untuk mu Aleena, selamanya aku akan mencinta mu Aleena, lihatlah aku Aleena lihat aku, aku yang dulu tidak pantas tapi sekarang aku sangat pantas Aleena,lihat aku dan cintai aku Aleena" Ucap Maira yang masih tidak Terima dan berusaha bangkit untuk menyerang Rocky lagi.
"Maira bertobatlah aku akan memaafkan mu" Seperti mya Aleena masih berharap untuk keadaan Maira agar seperti semula
"Bertobat apa yang harus di tobatkan, tidak ada yang salah! aku mencintaimu bukan kesalahan Aleena, kau kau bodoh Aleena kau yang harus bertobat dia sepupu mu, kau tidak bisa memilikinya kau hanya bisa memiliki ku Aleena"
"Cukup Maira kau benar-benar tidak ingin berubah! " Ucap Aleena sebenarnya Aleena ingin percaya sekali lagi kalau Maira akan berubah menjadi seperti dulu, sebelum dia menjadi se posesif dan segila ini.
"Berubah tidak akan pernah, aku menyukaiku yang mencintaimu sepenuh nya ini, buka matamu Aleena buka hanya aku yang pantas untuk mu Aleena buka matamu!" Maira benar-benar sudah tidak terselamatkan lagi pikiran nya sudah sangat terobsesi dengan Aleena
Rocky melihat keadaan Aleena dan menggelengkan kepalanya memberikan tanda kalau Maira memang sudah tidak bisa menjadi sahabat Aleena lagi, saat memberikan kode mata Rocky tak sengaja menatap leher Aleena yang terdapat tanda dari Maira, kemarahan Rocky sudah di puncaknya " Aleena aku akan membunuhnya" Rocky tidak lagi meminta persetujuan Aleena, Rocky sangat marah.
Maira yang mengambil pistol di jasad orang yang di bawa Rocky tadi "Matilah kau Rocky!! " Maura berteriak sembari membidik ke arah Rocky dengan satu tangan yang belum di parah kan oleh Rocky.
"Berisik, akulah yang akan membunuhmu! " Rocky menarik pelatuknya membunuh Maira dengan sekali tembak memang mudah, namun Rocky tidak melakukan nya dia membidik beberapa kali ke arah Maira tepatnya dia ingin Maira merasakan sakit dulu sebelum kematian nya, karena dia hidup dengan menyiksa orang lain.
Dor.. satu tembakan tepat mengenai tangan Maira membuat Maira kesulitan mngangkat pistolnya, Dor.. satu tembakan mengenai kaki bagian kanan membuat Aleena terjatuh dengan kaki kiri masih menopang, kali ini Dor... satu tembakan di kaki kiri membuat Maira terjatuh terduduk.
Aaakkk kk kkhhkkk teriakan itu berkali-kali keluar dari mulut Maira dan Rocky bersiap membidik kepala Maira Dor.... tembakan terakhir di kepala Maira membuat Maira mati di tempat.
__ADS_1
Rocky berjalan ke arah Aleena, dia menatap Aleena yang juga menatap nya. "Apa kau menyalahkan ku telah membunuh nya? " Pertanyaan Rocky itu membuat Aleena terdiam namun air matanya tidak bisa berhenti membuat Aleena merasa aneh untuk apa dan siapa dia menangis.