
"Rocky menatap Aleena tatapan mereka saling bertemu " Beri aku waktu" Ucap Rocky menatap Aleena.
"Apa maksud perkataan om Rocky aku tidak mengerti, jelaskan dengan jelas apa arti beri aku waktu" Aleena ingin mendengar jelas maksud Rocky dan tidak ambigu seperti ini.
"Aleena aku.. " Rocky ingin berbicara tiba-tiba telepon nya berbunyi.
Rocky melihat layar handphone nya nama Natan tertulis di sana. Rocky terpaksa menjawab teleponnya "Rocky tolong aku seka-" Suara panik Natan dan ketakutan itu Serta perkataan yang tidak selesai itu membuat Rocky panik, Natan adalah teman pertamanya di negara ini.
"Halo Natan! " suara Rocky meninggi membuat Aleena menatap Rocky
"Ada apa dengan Natan om? " Dari nada bicaranya Rocky Aleena tau seperti nya Natan dalam masalah.
"Aleena, cari lokasi terakhir Natan aku serahkan padamu" Rocky memberikan Handphone nya pada Aleena dan segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Aku mengerti" Sebagai putri satu-satunya keturunan Aditama dia tentu tau situasi apa yang tengah terjadi sekarang, Aleena langsung mencari lokasi terkahir Natan dari riwayat panggilan memang benar putri kandung keluarga aditama, tak perlu lama-lama ubah mencari Aleena sudah menemukan lokasi terkahir dari Natan.
"Dia berada di jalan dekat stasiun kereta" Ucap Aleena yang segera menunjukan lokasinya dengan menyodorkan handphone nya pada Rocky.
"Aku tau tempat itu" Ucap Rocky yang segera mengemudikan mobilnya memecah kemacetan dia bahkan melalui jalan-jalan sempit agar mereka segara sampai di lokasi itu, mau bagaimana ini jam sore tentu banyak kendaraan akan lewat di jam sibuk.
Aleena menatap Rocky yang sangat serius, tanpa sadar dia tersenyum sisi lama Rocky sang tangan kanan penguasa sombong seakan kembali hadir seperti saat dulu.
__ADS_1
Di sisi lain, Natan terus menahan pukulan dari dua orang yang ingin mencelakai Letty ternyata tadi Natan diam-diam menelpon ketika dia melihat mobil Letty di kepung bersamaan dengan bodyguard Letty yang sudah di hajar babak belur tak berdaya.
Namun sialnya seseorang dari mereka melihat Natan yang sedang menelepon dan alhasil dirinya di seret dan di pukuli.
Letty terkejut saat melihat Natan di seret dia ingin keluar dari mobil namun tidak jadi karena Natan mencegahnya.
Tapi saat ini Letty tidak bisa terus di dalam mobil melihat kondisi Natan yang terlihat sudah penuh dengan luka pukulan meskipun Natan terus melarang Letty keluar.
Satu orang terus mengguncang mobil Letty bahkan ingin menghancurkan kacanya "Hei nona apa kau tidak kasihan dengan laki-laki itu, keluarlah jika kau keluar aku akan mengampuni laki-laki sok pahlawan itu" Ucap laki-laki bertubuh paling besar itu yang mencoba memecahkan kaca mobil Letty.
Letty ingin ke luar "Tidak, berhenti Bos jangan keluar sebentar lagi bantuan akan data-" Kalimat Natan tidak selesai karena tendangan dan pukulan sudah mendarat di tubuh Natan.
Meskipun Natan sudah babak belur begitu dia tetap bertahan dan tidak membiarkan Letty untuk turun.
"Jangan perdulikan aku bos, tetaplah di situ aku mohon jangan biarkan usahaku melindungi mu itu sia-sia. Aaaaa" Natan berteriak ketika satu tusukan menancap sempurna di lengan Natan untung saja tidak pada jantungnya.
"Natan! " Teriak Letty sejadi-jadinya saat dia melihat Natan tertusuk di depan matanya dia tidak tahan lagi melihat lengan Natan mulai bersimbah darah.
Letty ingin membuka pintu mobilnya namun Natan tidak menyerah dia masih bertahan untuk tetap terjaga dengan kondisi yang begitu menyedihkan. "Tidak bos jangan keluar! " Teriak Natan yang langsung mendapatkan tendangan bergantian dari ruang orang di depannya itu.
Letty tidak bisa lagi melihat pemandangan ini "Natan terimakasih jangan berkorban lagi" Letty tidak bisa melihat Natan begitu kesakitan dan menahan semuanya hanya demi dia yang pengecut, Letty akhirnya membuka pintu dan keluar.
__ADS_1
Natan terus menggelengkan kepalanya seperti nya dia tak sanggup lagi berteriak karena lemah dan kesakitan.
"Bagus, Nona kau harusnya tidak usah keluar biar aku bisa membunuhnya di depan matamu aku lihat kalian seperti nya dekat, jika aku membunuh rival bos aku pasti akan mendapatkan upah yang besar" Ucap laki-laki kedua yang bertubuh besar.
"Kenapa tidak membunuh nya sekarang" Ucap laki-laki berbadan besar yang menangkap Letty.
"Ide yang bagus" Laki-laki bertubuh besar kedua itu mengambil pisau rekannya yang bertubuh paling kecil dan ingin menusuk Natan lagi namun tiba-tiba batu terlempar tepat mengenai lengan laki-laki itu membuat pisau itu terbuang.
"Siapa yang berani membunuh orang ku! " Ucap Rocky dengan lantang matanya menatap tajam ketiga laki-laki yang mencelakai Natan dan Letty itu.
Ketiga laki-laki itu melihat ke arah Rocky, begitupula dengan Natan yang tersenyum lege milih kedatangan Rocky " syukurlah kau datang" ucapnya lirih dan mulai kehilangan kesadaran.
"Natan" Ucap Aleena yang melihat Natan membaringkan Kepala nya dan menutup matanya.
Amarah Rocky memuncak melihat sahabat nya begitu lemah dan tak berdaya "Aleena bawa Rocky ke rumah sakit terdekat, di sini biar aku yang urus" Ucap Rocky kepada Aleena yang mendapatkan anggukan dari Aleena.
Rocky segera berlari dan mulai berkelahi secara membabi buta, dia sudah lama tidak berolahraga sekaligus dia ingin melampiaskan amarahnya karena melihat teman terbaiknya di buat bersimbah darah.
Rocky menyerang laki-laki bertubuh besar kedua, sedangkan Aleena yng mendekati tubuh Natan di cegat oleh laki-laki yang badannya lebih kecil dari yang lain "Nona kecil kau lebih baik pulang dan basuh kakimu! jangan mengganggu pekerjaanku" Ucap sombong laki-laki di depan Aleena itu.
Aleena selesai mengikat rambutnya, Aleena mengantarkan ujung bibirnya Seringai yang merek ini terlihat "Siapa nona kecil! kau itu yang bayi besar masuklah ke dalam neraka" Aleena menendang dengan kuat laki-laki itu hingga terpental, Aleena mode Badas sudah diaktifkan.
__ADS_1
Laki-laki itu tidak Terima di tendang oleh Aleena dia bangkit dan berlari untuk membalas tendangan dari Aleena, Aleena segera menghindar dan menangkap kaki yang ingin menendangnya itu "Ingin menendang ku mimpi saja" Aleena dengan kuat mematahkan kaki laki-laki itu, dia tidak meneruskan menghajarnya dia mendorong jatuh badan laki-laki itu. "Aku ingin membunuhmu tapi aku serahkan tugas itu padanya" Melirik Rocky.
Aleena segera berjalan ke arah Natan dan membawa Natan pergi dari sana, tubuh Natan tidak sebesar Rocky tentu saja Aleena bisa memanah dengan mudah, Aleena melihat lawan Rocky yang mengambil pisau lipat dan mengarahkan nya pada Rocky, "Om jangan biarkan terjadi apa-apa padamu" Ucap Aleena lirih saat dia harus membawa Natan ke rumah sakit meski dia khawatir pada Rocky tapi dia percaya Rocky tidak akan terjadi apa-apa pada Rocky.