Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 45


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan? 'Tanya Erlan yang membuat Aleena menatap Erlan wajahnya terlihat samar-samar.


Aleena mencoba berdiri dan berjalan ke arah Erlan, "Om? " Panggil Aleena yang berjalan semakin dekat ke arah Erlan, dan meraih wajah Erlan.


Aleena perlahan meraba pipi Erlan, membuat Erlan tidak nyaman dan ingin melepaskan tangan Aleena dari pipinya, namun Erlan baru sadar dari dekat Aleena benar-benar sangat cantik. Membuat Erlan tiba-tiba enggan melepaskan tangan Aleena dia malah menggenggam tangan Aleena yang sedang meraba wajahnya. Pesona Aleena yang sedikit mabuk membuat Erlan tidak bisa menghentikan dirinya sendiri.


Tapi saat Erlan terlena tanpa sadar tiba-tiba Aleena menghempaskan tangannya, membuat tangan Erlan ikut terhempas Aleena mundur dengan sendirinya, hampir terjatuh namun tidak jadi "Awas " Ucap Erlan ingin menangkap Aleena namun Aleena tidak jadi terjatuh Alhasil Erlan memeluk Aleena.


"Lepaskan aku kau bukan Om" Ucap Aleena yang sudah semakin meracau "Lepas, lepas aku mau Om" Ucap Aleena lagi.


Ada rasa tidak nyaman di hati Erlan perasaan sesak dan seakan dadanya merasa sakit "Laki-laki itu kah yang dia panggil, apakah benar-benar sepupu? " Erlan jadi melakukan status Rocky dan Aleena apakah benar-benar kerabat atau bukan, melihat ekspresi Aleena yang seperti itu.


Erlan dengan pelan mendudukkan Aleena ke sofa dan memberikan minum pada Aleena, agar dia bisa tetap terjaga. Sedangkan untuk Elin, Erlan membawanya ke kamar dan membaringkannya, sebelum pergi Erlan menyelimuti tubuh adiknya itu.


Erlan kembali melihat keadaan Aleena, Terlihat Aleena masih duduk menyender di sofa, Erlan mencoba mencari obat pereda mabuk di laci miliknya tapi ternyata sudah habis "Haruskah membelinya" Ucap Erlan.


Erlan ingin melangkah keluar namun terlihat Aleena memegangi kepalanya dan berjalan "Aku ingin pulang" Ucapan yang lagi-lagi membuat Erlan merasa sesak untuk sekian kali.


Erlan menuntun Aleena kembali ke sofanya "Tunggu sebentar" Ucap Erlan yang langsung berlari membawa keluar koper Aleena menaruhnya di mobil, kemudian Erlan kembali ke apartemen nya, baru saja membuka pintu terlihat Aleena yang berjalan sempoyongan menuju pintu apartemen nya


Erlan berjalan menghampiri Aleena yang berjalan hampir terjatuh "Bahaya" Teriak Erlan yang memegangi Aleena, karena melihat Aleena yang semakin tidak sadar Erlan menggendong Aleena dan membawanya Naik lift.


Erlan sudah sampai di dalam mobilnya dan melajukan mobilnya namun sampai separuh jalan Erlan berhenti "Di mana tempat tinggalnya? " Erlan bertanya pada diri sendiri yang sok ingin jadi pahlawan mengantarkan Aleena pulang tapi dia lupa dia tidak tau alamat rumah Aleena "Sudahlah lebih baik beli obat saja" Erlan bergegas ke toko obat untuk membeli obat pereda mabuk dan kemudian kembali ke apartemen nya lagi.


Erlan turun membeli obat sekaligus membeli air, Erlan kemudian mencoba meminumkan obat pada Aleena yang masih sedikit terjaga, Erlan sedikit kesulitan memberikan obat pada Aleena, Erlan kemudian menghancurkan obat itu dan meminumkan nya pada Aleena.

__ADS_1


Erlan kini sudah berada di apartemen lagi, dan membaringkan Aleena di kamar yang sama dengan Elin, dan menaruh obat pereda mabuk di meja.


Elin tipe orang yang akan langsung tidur jika mabuk dan mual setelahnya, jadi elin tidur tanpa meracau apapun.


Sedangkan Aleena juga sudah terlelap seperti nya efek obat pereda yang Erlan minuman padanya.


Rocky sudah selesai bekerja, sia terlihat lelah video yang baru sore tadi di upload oleh disa sudah di lihat ratusan ribu dan membuat orang yang berada di kota A segera datang untuk melihat bartender dingin yang menggoda di video itu, alhasil lelah melanda Rocky.


Rocky sudah mengganti pakaiannya dia melihat handphonenya dan melihat tidak ada pesan sama sekali, membuatnya sedikit terlihat kecewa.


"Door apa yang sedang kau lakukan Rocky" Ucap Natan yang mengagetkan Rocky.


"Tidak ada" Rocky segera mengantungi handphone nya lagi, dan segera pergi meninggalkan Natan yang baru ingin menaruh pakaian nya di lokernya.


"Tunggu aku Rocky" Ucap Natan yang tidak di gubris oleh Rocky.


"Ada apa? " Tanya Rocky yang melihat ke arah Letty.


"Ak.. aku tadi membeli terlalu banyak cake, aku ingin berterimakasih untuk waktu itu" Ucap Letty tersenyum.


"Kau sudah berterimakasih kemarin" Jawab cuek Rocky yang membuat Letty sedikit kesal


"Bukan itu maksudku ak.. aku ingin berterimakasih dengan benar Rocky, sudahlah ambil ini, jangan bertanya lagi" Ucap Letty memberikan cake itu pada Rocky, Rocky hanya menerimanya saja agar kue itu tidak jatuh percuma, dan dalam bayangan Rocky kini ada Aleena yang senang memakan kue yang di berikan Letty.


"Bos bagaimana denganku? jika bukan Disa menelepon ku Rocky tidak akan datang, jadi di mana bagianku" Ucap Natan penuh harap dengan menjulurkan tangannya.

__ADS_1


"Tidak ada! " Udah Letty langsung pergi meninggalkan Rocky dan Natan. "Rocky jangan lupa kunci barnya" Ucap Letty lagi sembari berjalan menjauh.


"Rocky kau tidak suka yang manis-manis, berikan saja padaku ya, aku lapar" Ucap Natan dengan mata berbinar berharap untuk mendapatkan kue gratis.


"Tidak" Rocky langsung saja berjalan tanpa melihat ke arah Natan.


"Ayolah kau ini bukanlah biasanya juga berakhir pada kenapa sekarang-" Ucap Natan terhenti teringat sesuatu yang penting kemudian dia mengangguk-angguk "Ah aku tau kau ingin memberikan ini kepada Adik Aleena kan" Ucap Natan sedikit menggoda.


"Sejak kapan dia menjadi Adikmu? " Tanya Rocky yang seketika berhenti dan menatap tajam ke arah Natan.


Natan kesulitan menelan ludahnya karena tatapan tajam bak silet yang melihat ke arahnya itu. "Ak.. aku hanya bercanda, jangan marah kau terlihat seperti sister complex, apa jangan-jangan kau menyukai Aleena" Ucapan Natan itu membuat tatapan Rocky semakin tajam membuat Natan merasa ketakutan.


"Jaga ucapan mu" Ucap Rocky sebelum pergi membuat Natan tak bisa bernafas saat di tatap nya.


Rocky ingin mengunci pintu tanpa menunggu Natan "Rocky tunggu kau ingin mengunci ku, karena candaan ku tadi, ayolah aku hanya bercanda" Ucap Natan yang segera berlari sebelum Rocky benar-benar mengunci pintunya.


Natan berhasil lolos dan akhirnya berjalan pulang bersama-sama "Rocky apakah aku-"


"Tidak! pulang sana" Jawaban Rocky sangat tepat, Natan memang ingin izin menginap di rumahnya tapi seperti cenayang Rocky sudah tau sebelum Natan menyelesaikan kalimatnya.


Rocky segera mempercepat langkahnya "Rocky ayolah" Natan merengek.


"Taksi" Rocky berteriak saat melihat taksi melaju, hari sudah menjelang subuh masih ada taksi di sana. Natan ikut menarik taksinya.


Taksi itu berhenti ke apartemen Rocky, namun Natan tidak berani turun karena Rocky sudah membayarkan lebih untuk sekalian dia pulang ke rumah nya yang sedikit lebih jauh dari Rocky.

__ADS_1


Rocky bergegas masuk ke dalam apartemen untuk segera memberikan kue pada Aleena, namun saat Rocky masuk ada perasaan tidak enak di hatinya, membuat dia segera melihat ke kamar Aleena dan benar saja dia tidak menemukan Aleena "Aleena di mana kamu? "


__ADS_2