Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 105


__ADS_3

"Kau yang membuat ku jadi tidak masuk akal" Ucapan Rocky itu di akhiri dengan ciuman yang mendarat di bibir Aleena, Rocky benar-benar sudah kecanduan akan manisnya bibir Aleena.


Setelah Rocky melepaskan ciumannya "Apa yang kau lakukan om" Aleena menggembungkan pipinya karena kesal Rocky selalu saja tiba-tiba menciumnya.


"Masih bertanya? apa aku perlu mengulanginya lagi? "


"He! om kau ini benar-benar mesum" Aleena dengan kesal mencubit tepat di perut Rocky.


"Apa kau sedang mengundangku" Ucapan Rocky itu membuat Aleena bingung.


"Mengundang apa? " Tanya Aleena bingung kemudian Rocky melihat ke arah tangan Aleena yang ternyata mencubit di dekat area pusaka salah seinci saja Aleena akan salah mencubit.


"Ya dasar om om mesum, menyebalkan" Aleena segera berlari meninggalkan Rocky sendiri, wajah Aleena yang begitu merah membuat Rocky tersenyum.


"Dia benar-benar imut" Ucap Rocky tanpa rasa bersalah telah memainkan gadis polos itu.


"Om Rocky ini, semakin hari semakin mesum menyebalkan! " Gerutu Aleena yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


Tak di sangka saat dia masuk dua pasang mata melihat ke arah Aleena yang tengah asik menggerutu "Ada apa Aleena kenapa wajahmu sangat merah? " Tanya Disa yang baru saja bersiap untuk masuk kamar mandi karena baru Letty yang selesai mandi.


"Ti.. tidak apa-apa hanya panas saja iya panas" Jawab Aleena sekenanya.


"Panas? ini masih pagi sekali aku bahkan masih merasa kedinginan" jawab polos Disa yang membuat suasana sangat canggung.


"Sudahlah Disa kau mandi sana" Ucap Letty yang mencoba mencairkan kecanggungan di dalam kamar itu.


"Baiklah aku akan mandi" Ucap Disa yang segera masuk ke dalam kamar mandi.


Aleena kemudian duduk di tepi ranjang "Aku tidak pernah melihat sifat Rocky yang seperti itu, sepertinya dia benar-benar jatuh cinta padamu" Ucap Letty yang membuat Aleena menatap Letty.


"Sebenarnya om Rocky sejak dulu memiliki sifat seperti itu dia itu bahkan dulunya sangat periang" Ucapan Aleena itu membuat Letty menggeleng tidak percaya.


"Hahaha mana mungkin, sejak aku bertemu dengannya dia sudah sangat dingin" Ucap Letty.

__ADS_1


"Banyak yang sudah terjadi kak Letty itu sebabnya dia berubah jadi sedingin es" Ucap Aleena.


"Tapi kini es itu sudah mencair karena mu"


"Aku harap saja begitu, kak Letty bolehkan aku bertanya sesuatu yang pribadi? " Tanya Aleena dengan sopan.


"Hmm boleh saja" Ucap Letty sembari menyisir rambutnya.


"Apakah kak Letty menyukai kak natan? " pertanyaan itu membuat Letty menghentikan aktivitas nya


"Ke.. kenapa kau bertanya begitu? apa terlihat jelas"


"Tidak bukan begitu, aku hanya penasaran saja, tunggu dulu terlihat dengan jelas tunggu jadi kakak benar-benar menyukainya kenapa kalian tidak jadian saja aku lihat kak natan juga menyukaimu" Jawab polos Aleena.


"Natan menyukaiku? tidak itu tidak mungkin dia seperti nya lebih perhatian pada Disa" Jawaban Letty itu malah membuat Aleena terkejut.


"He apa kakak merasa begitu? " Letty dengan cepat mengangguk-kan kepalanya. 'Kak natan seperti nya kau harus berjuang lebih keras' Ucap Aleena dalam hati.


"Mereka sangat akrab, di rumah sakit dia selalu tertawa dengan Disa, ah sudahlah jangan bahas lagi tentang cintaku seperti nya aku hanya bisa menyerahkan pada waktu" Ucap Letty yang membuat Aleena menghentikan pembicaraan itu dan mengangguk saja.


"Kau menyuruh kami bersiap sebenarnya kau ingin mengajak kami kemana? " Tanya Disa pada Rocky.


"Ikut saja, kalau tidak mau tinggal saja! " Jawab dingin Rocky, Rocky hanya bersikap manis dengan Aleena


Rocky segera berjalan keluar di ikuti dengan Aleena dan Disa "Aleena apa kau tau om Rocky mu akan mengajak kita kemana? " tanya Disa dengan suara lirih.


Aleena menggelengkan kepalanya "Aku tidak tau kak" Jawab Aleena yang membuat Disa diam.


Sebenarnya Aleena juga bertanya-tanya kemana Om tersayang nya itu akan membawa mereka tapi Aleena hanya diam saja tidak ingin dekat-dekat dulu dengan Rocky atau jantungnya akan semakin tidak baik-baik saja karena Rocky benar-benar selalu menggoda imannya.


Mereka semua kini sudah berada di dalam mobil, Rocky mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar.


Cukup jauh mobil itu berjalan sampai akhirnya mobil itu berhenti di tempat yang cukup terpencil ,saat mereka turun sudah ada Alister dan anak buahnya yang menunggu kedatangan mereka semua.

__ADS_1


"Kak Alister, apa ini tempat mu? " Tanya Aleena.


"Baru saja aku membelinya untuk kalian" Ucap Alister namun pandangan nya mengarah pada Rocky.


"Wah, hebat memang keluarga Wijaya yang kaya" Ucap Aleena mengejek Alister.


"Sudah jangan banyak bicara! kalian masuklah ikut dengan asisten ku, Robby bawa mereka semua masuk" Ucapan Alister.


"Baik tuan" Ucap Robby yang mengikuti instruksi tuannya "Silahkan nona" Robby mempersilahkan Aleena.


Aleena tersenyum dan mengajak Letty dan Disa masuk di ikuti dengan Natan yang berjalan mengikuti di belakang.


Sedangkan Rocky masih berada di belakang di tahan oleh Alister.


"Aleena tempat apa ini? " Bisik Disa kepada Aleena.


"Aku juga tidak tau" Ucap Aleena mengangkat kedua bahunya.


"Tempat ini berada di pinggiran kota, untuk apa kita kesini? " Tanya Letty yang merasa asing dengan tempat yang mereka datangi itu.


"Sudahlah kak, jangan khawatir om Rocky pasti sudah punya rencana nya sendiri, percayalah padanya" Ucap Aleena tersenyum mencoba menenangkan para gadis yang tidak terbiasa berada di tempat Asing. Disa dan Letty hanya mengangguk mendengar ucapan Aleena dan mencoba untuk mempercayai Rocky, karena bagaimanapun mereka yang meminta Rocky menolong.


"Rocky tunggu" Ucap Alister


"Kenapa? "


Alister menggosok tengkuk nya yang tak gatal "Anu, bisakah kau jelaskan pada kak Arion, aku tidak bermaksud menyerahkan Aleena pada laki-laki lain dan Soal mabuk itu memang kelalaian ku tapi Rocky aku baru melakukan kesalahan satu kali, ayolah bicara pada kak Arion agar dia tidak mengatakan pada kak Fiona, akan jadi masalah besar kalau dia tau" Ucap Alister yang teringat isi pesan masuk waktu itu yang ternyata ancaman dari Arion karena Alister malah membiarkan Aleena mabuk dengan laki-laki lain


"Tidak mau! itu kesalahan mu sendiri"


"Ayolah Rocky, aku akan memberikan apa saja yang kau minta"


"Heh, akan aku pikirkan" Rocky segera masuk dan meninggalkan Alister yang terpuruk dengan jawaban Rocky. "Bisa jadi melebar masalahnya jika kak fiona sampai tahu" Alister menepuk jidat nya. karena jika kakak perempuan nya itu tau berita itu pasti akan sampai di telinga papi dan paman Rayyan nya dan itu akan menjadi akhir dari dirinya.

__ADS_1


Rocky masuk di ikuti dengan Alister mata mereka semua tertuju pada Rocky "Rocky apa yang akan kita lakukan di sini? " Tanya Disa yang mendapat senyuman menyeringai yang penuh arti dari Rocky.


'Rocky sudah tersenyum seperti itu, aku takut ini tidak akan berakhir baik' Ucap Natan dalam hati.


__ADS_2