
Aleena seperti nya sudah pasrah saat Rocky melepaskan ciuman mereka, Aleena dan Rocky saling bertatapan.
Rocky menyentil pelan kepala Aleena "Apakah kau berfikir aku akan benar-benar memakan mu, simpan pikiran itu di malam pertama kita" Ucap Rocky tersenyum dan mengakhiri godaan paginya itu.
"Si.. siapa yang berfikir untuk itu, dasar om mesum" Ucap Aleena sembari menggembungkan pipinya kesal dengan godaan Rocky itu.
"Heh mesum? apakah perlu aku tunjukkan seberapa mesumnya aku? " Rocky mulai mendekat lagi dan meniup telinga Aleena, wajah Aleena mulai memerah, teringat lagi hal mesum yang dia sendiri sudah pikirkan.
"Om Hen.. hentikan kau menyebalkan" Aleena berbalik dan mencoba mendorong Rocky.
"Auu, sakit sakit" Ucap Rocky saat Aleena dengan pelan mendorong mundur Rocky.
Aleena langsung sadar Rocky terluka di bagian perut, meskipun dia mendorong di area dada "Om ka.. kau tidak apa-apa? " Tanya Aleena panik dia ketakutan jika luka Rocky terbuka.
Namun tiba-tiba Rocky memeluk Aleena "Hehe aku akan baik-baik saja jika kau memeluk ku" Ucap Rocky dengan manja, membuat Aleena kesal sembari gemas.
"Ck benar-benar om usia lima tahun" Ucap Aleena membalas pelukan Rocky.
"Apakah lima tahun bisa membuat mu berkeringat" Goda Rocky lagi yang kini menjilat leher Aleena.
"Ya! jangan lakukan itu om, berhenti berhenti aku hanya bercanda om sayang" Aleena mencium pipi Rocky, sekarang giliran Rocky yang di buat malu-malu oleh Aleena.
"Huh sudahlah lebih baik kita bersiapp mencari sarapan, jika begini terus bisa-bisa aku benar-benar memakan mu" Ucap Rocky yang melepaskan pelukannya pada Aleena begitupun dengan Aleena, jika terus di tempel dan menempel pada Rocky dia khawatir akan seperti tadi.
Rocky menggandeng tangan Aleena mereka berjalan ke kamar masing-masing, mereka saling melepaskan tangan mereka saat sudah berada di depan pintu kamar masing-masing, namun itupun di sertai drama dari bartender dingin itu.
"Om lepaskan kita sudah sampai kamar masing-masing" Ucap Aleena tapi seperti anak kecil Rocky menggelengkan kepalanya membuat Aleena tersenyum kecil benar-benar di buat gemas dengan om kesayangan nya itu. "Om sayang ayo kita bersiap untuk cari sarapan ok" Aleena mencium cepat bibir Rocky membuat Rocky melepaskan genggaman tangannya namun beralih dengan cepat menghentikan kepala Aleena, Aleena terperangkap dia tidak bisa melepaskan ciumannya.
Sekian lama berciuman di depan pintu akhirnya Rocky mengakhiri ciuman itu "Dasar om mesum, menyebalkan" Aleena langsung pergi masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang begitu memerah.
__ADS_1
Rocky tersenyum puas melihat Aleena yang bergegas masuk itu "So cute" Gumam Rocky yang ikut masuk namun ke dalam kamar nya sendiri.
Beberapa menit berlalu mereka sudah berganti pakaian, Rocky sudah selesai terlebih dulu dan menunggu di sofa di depan televisi. "Sudah? " Rocky melihat ke arah Aleena, yang memakai baju Crop Top sedikit memperlihatkan perut rata Aleena dengan lekuk tubuh Aleena yang sangat ideal di padu dengan menggunakan celana putih panjang membuatnya simple namun terkesan seksi.
"Ganti, pakai baju yang sedikit panjang" Ucap Rocky dengan tatapan tajam.
"Em? apa ini tidak terlihat cocok om? " Ucap Aleena yang tidak mengerti kalau kekasihnya itu enggan memperlihatkan bentuk tubuh nya yang bagus itu pada orang lain.
Rocky berdiri dan berjalan ke arah Aleena, dia memasukan tangannya dan mengusap perut Aleena, "Ganti atau kita tidak jadi sarapan! " Ucap. Rocky sembari mengusap perut Aleena membuat Aleena geli sekaligus merinding di buatnya.
"Baiklah baiklah aku ganti om, dasar om mesum" Aleena langsung berlalu pergi masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti bajunya.
Rocky kembali duduk ke sofa dan memijat kepalanya "Kalau seperti ini terus aku benar-benar tidak akan bisa menahannya lagi, Aleena kau benar-benar membuatku ingin memakan mu" Rocky menatap sesuatu yang sudah berkedut di bawah "Kau pasti sangat menderita" Gumamnya.
Tak lama Aleena keluar dari kamarnya menggunakan kaus oblong tidak ketakutan sama sekali tidak menunjukan bentuk tubuhnya "Bagaimana dengan ini" Ucap Aleena.
Rocky tidak bisa mengatakan apapun sebenarnya sekarang Aleena terlihat sangat imut di mata Rocky dan enggan membawanya keluar namun di banding baju pertama ini lebih aman untuk laki-laki di luar sana yang akan melihat Aleena. "Boleh "
"Kau tetap cantik menggunakan apapun" Ucap Rocky yang langsung menggandeng Aleena untuk keluar dari apartemen.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil menuju ke sebuah restoran "Apa yang ingin kau makan? " Tanya Rocky.
"Daging, daging, daging" Ucapan Aleena itu mengingatkan nya pada dia yang dulu yang sangat menyukai daging.
"Baiklah kita akan mengembalikan darah yang hilang dengan banyak daging" Ucap Rocky yang mengikuti semua keinginan calon istri masa depannya itu.
"Hore" Aleena terlihat senang seperti anak kecil yang baru di belikan balon.
Rocky hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Om tentang Maira, bagaimana dengan keluarga nya? " Tanya Aleena.
"Jangan di pikirkan aku sudah merekayasa semuanya, tenang saja kau sebaiknya berdoa untuk kebaikan nya di nirwana" Ucap Rocky menenangkan Aleena.
"Sebenarnya aku penasaran kenapa dia bisa begitu tau tempat dan orang yang sedang dekat denganku, bahkan meski dia bisa menemukan lokasi ku tidak akan sehat dan akurat itu kan om" Ucapan Aleena memang sama persis dengan pemikiran Rocky, Rocky juga sedang menganalisis itu bagaimana orang beda negara bisa begitu detail tau kecuali di hacker profesional seperti dirinya dan para tuan muda aditama berserta sahabat sahabat nya.
"Tentang itu serahkan saja padaku, jangan banyak berfikir jika ada tangan kanannya akan segera aku temukan jangan khawatir" Ucap Rocky mengusap kepala Aleena.
"Tentu saja aku akan menyerahkan semuanya padamu om hehe" Aleena berusaha untuk tidak terus berlarut-larut pada masalah Maira, karena dia sendiri sudah banyak meninggalkan kelas nya.
"Bagus" Rocky akhirnya membelokkan mobilnya dan memarkirkan nya ke restoran daging yang pernah dia kunjungi
Mereka berdua masuk dan duduk seorang pelayanan sigap menghampiri mereka memberikan daftar menu, mata Aleena terlihat berbinar saat membaca menu yang serba daging itu.
Rocky tersenyum sekilas "Aku harus pesan yang mana om, semuanya terlihat enak" Ucap Aleena.
"Kalau begitu beli semua yang kau mau" Ucap Rocky
"Benarkah? kalau begitu beri satu porsi per-menu " Ucap Aleena yang membuat pelayan di depannya terkejut bahkan dia tidak berani menulis pesanan itu.
"Beri menu favorit saja di sini" Ucap Rocky yang membuat pelayan itu mengangguk.
"Om kenapa hanya menu favorit"
"Kau tidak mungkin akan menghabiskan semuanya, lagi pula masih ada makan siang dan makan malam" Ucapan Rocky itu membuat aleena kesal namun benar yang di ucapkan Rocky.
"Baiklah, kalau begitu minumnya ini saja" Aleena menunjuk satu nama minuman yang belum pernah dia minum.
"Tidak ini beralkohol tinggi, Lemon ice saja" Ucap Rocky yang membuat pelayan itu mengangguk.
__ADS_1
"Baik tuan dan Nona pesanan anda segera di antar" Ucapan pelayan itu sebelum pergi.
Saat Aleena dan Rocky sedang menunggu tiba-tiba ada orang yang berteriak saat melihat Aleena membuat Rocky dan Aleena menatapnya bingung.