Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 37


__ADS_3

Aleena sudah berkumpul di gedung di mana mahasiswa baru di kumpulkan, Aleena melihat semuanya terlihat wajah lokal, hanya beberapa yang seperti nya mahasiswa luar negeri.


Semua ketentuan ospek telah di beritahukan, Aleena akan menjalankan 'introduction week’. Jadi, selama seminggu, para mahasiswa baru akan diajak berjalan-jalan menuju tempat bersejarah di lingkungan kampus. Malamnya, mereka diajak makan malam di rumah senior sesuai kelompoknya masing-masing. Bagi mahasiswa asing, mereka akan diajak untuk mengenal kebudayaan, seperti nya Aleena akan pergi untuk mengenal budaya di negara yang akan dia tinggali selama dia menimba ilmu.


Aleena sudah berkumpul dengan kelompok nya dan mendapatkan satu senior yang baru saja berjalan dengan nya, ya benar senior yang akan membimbing nya adalah Mia karena dia satu fakultas dengannya, tidak hanya itu masih ada beberapa senior lagi yang akan menemani kelompok nya.


Aleena selesai dengan diskusi kelompok nya, masa orientasi siswa di sini di isi dengan senior yang memberikan informasi tentang Universitas nya, tentang lingkungan keadaan dan banyak lagi.


Tidak ada senioritas yang signifikan di sini, bahkan semua pertanyaan yang di tanyakan oleh maba dengan senang hati senior menjawabnya.


Hampir jam makan siang, bahkan para senior mengajak makan bersama para maba yang mereka bimbing, setelah makan mereka semua berdiskusi untuk acara besok.


Siang mulai menarik senja, akhirnya mereka menyudahi diskusi nya para senior belum mengajak makan malam bersama untuk malam ini, jadi mereka di pulangkan lebih awal.


"Aleena" Panggil Mia yang berjalan ke arah Aleena.


"Iya kak" Aleena harus sopan bagaimanapun Mia adalah seniornya.


"Hari ini apakah kau senggang, aku akan membawamu bertemu dengan sahabat ku dia ada di gedung sebelah hanya beda fakultas dengan kita, ayo" Mia menggandeng tangan Aleena, Aleena terlihat tidak nyaman dan ingin menolak.


"Maaf kak, tapi ak-" Belum selesai Aleena berbicara tiba-tiba tangan Aleena yang satunya di gandeng maba cantik yang satu kelompok dengannya.


"Maafkan Aleena sudah ada janji bersama ku, ya kan Aleena" Ucap maba cantik itu.


"Benarkah? " Wajah Mia terlihat tidak suka, karena rencananya membantu Silvia untuk dekat dengan Aleena menjadi gagal.

__ADS_1


"Hmm, benar sekali kak maaf ya, aku harus pergi" Aleena melepaskan tangan Mia dan pergi bersama dengan Maba cantik itu.


Mia melihat punggung Aleena pergi dan merasa kesal "Tenanglah Mia masih ada jalan panjang, Silvia pasti akan senang jika aku mengenalkannya dengan kerabat tuan Rocky, semoga saja itu bisa mempererat hubungan mereka, dan aku jadi makcomblang yang sukses" Sepertinya Mia benar-benar ingin membantu Silvia mendapatkan Rocky.


Setelah Aleena berada jauh dari Mia, Aleena berhenti "Terimakasih sudah menolong ku" Ucap Aleena tersenyum manis.


"Sama-sama, kau Aleena kan, aku Elin" Elin memberikan tangan nya.


Aleena dengan senang hati menyambut jabatan tangan Elin, sebenarnya Aleena sudah memperhatikan Elin saat berdiskusi tadi "Aleena" Aleena menyebut namanya.


"Nama mu sangat mudah di ingat apalagi wajahmu kau sangat cantik" Ucap Elin tersenyum.


"Terimakasih, kau juga sangat cantik wajahmu sangat kecil sangat mudah di ingat" Ucap Aleena.


"Mari kita berteman" Ucap Elin yang mendapatkan anggukan dari Aleena. "Aleena apakah kau mau pulang bersamaku" Tawar Elin


Rocky turun dari mobil dan membuat semua mata wanita tertuju padanya tak terkecuali Elin yang memperhatikan Aleena yang berjalan mendekat ke arah laki-laki berkarisma itu.


"Om cepat masuk" Ucap Aleena yang segera menyuruh Rocky masuk bahkan dia yang membukakan pintu untuk Rocky, setelah Rocky masuk Aleena juga segera masuk. "Huh! tidak bisakah kau menjemput di dalam mobil saja! " Gerutu Aleena.


"Kenapa jika turun? " Tanya Rocky sembari menghidupkan mesin mobilnya.


Aleena tidak mungkin menjawab jika dia tidak mau Rocky menjadi incaran banyak wanita, jika Aleena mengatakan itu Rocky akan menjadi besar kepala, alhasil Aleena mencari topik pembicaraan lain "Di mana Natan kenapa dia tidak ikut? " Tanya Aleena berhasil mencari topik pembicaraan baru.


"Untuk apa menanyakan dia! " Jawab ketus Rocky yang membuat Aleena menatap Rocky.

__ADS_1


"Biasa aja om jawabnya! lagi dapet ya sensitif amat" Gerutu Aleena yang belum sadar kalau Rocky seperti nya tidak suka Aleena menanyakan pria lain.


"Sudah biasa! " Rocky tidak mengubah ekspresi wajahnya.


Rocky tidak langsung pulang ke apartemen Rocky malah memarkirkan mobilnya di restoran yang cukup bagus, Aleena melihat ke arah Rocky "Untuk apa kota ke sini om? "


"Mandi! " Jawab Rocky yang meninggalkan Aleena berjalan lebih dulu.


"Hahaha wajahmu itu tidak cocok untuk bercanda om! " Ucap Aleena yang berjalan terus mengikuti di belakang Rocky, hingga tiba-tiba Rocky berhenti dan Aleena menabrak punggung Rocky "Au kalau berhenti bilang-bilang do-" Tiba-tiba Rocky berbalik membuat Aleena berada di depan dada Rocky, Rocky kemudian memeluk Aleena, Membuat jantung Aleena berdetak sangat kencang.


"Kita pulang saja" Rocky memeluk kepala Aleena yang menyender di dadanya dan membawa Aleena berjalan kembali di mobil.


"Om ki..kita tidak jadi makan? " Tanya Aleena terbata-bata karena merasakan gugup jantung nya tidak baik-baik saja.


"Cari tempat yang lain" Jawab Rocky


"Memangnya ada apa dengan tempat ini? " Tanya Aleena.


"Ada orang merepotkan" Rocky melihat Erick ada di dalam, dia malas jika harus berurusan dengan Erick lagi, apalagi setelah dia tau Erick ingin merekrutnya.


"Siapa?" Tanya Aleena


Mereka berjalan dengan posisi seperti itu sampai tempat parkir "Tidak perlu tau" Rocky membukakan pintu mobil untuk Aleena, Rocky sudah melepaskan tangannya tapi kepala Aleena masih bersandar di dada Rocky "Tidak ingin masuk! " Rocky melihat ke Arah Aleena, Aleena mendongak menatap. wajah Rocky.


"Lepaskan dulu kepalaku" Rocky mengernyitkan dahinya dan menoyor kepala Aleena menjauh dari dadanya "Aku sudah melepaskan nya dari tadi! apa kau mencoba mencari keuntungan dariku? "

__ADS_1


"Si.. siapa yang mencari keuntungan dari om, tidak ada untungnya" Aleena buru-buru masuk ke dalam mobil menahan malu 'Apa yang kau lakukan Ale kau terbuai dengan dada bidang itu, tapi benar-benar nyaman, ah apa yang kau pikirkan Ale " Aleena berdialog pada dirinya sendiri, dia sebenarnya sangat menikmati momen tadi sampai tidak merasakan bahwa tangan Rocky sudah melepaskan pelukannya.


Rocky tersenyum tapi senyumnya di tutupi oleh tangannya 'Dia seperti itu sangat lucu' Ucap Rocky dalam hati.


__ADS_2