
Namun tak di sangka rocky malah menjawab setelah menatap Natan "Membawanya kembali" Jawaban Rocky dengan wajah dingin itu membuat Natan tidak tau harus senang atau takut akan terjadi apa-apa dengan Aleena.
"Kau tidak akan menyakitinya setelah menamparmu bukan? " Tanya Natan yang tidak segera di jawab oleh Rocky membuat Natan sangat penasaran.
Rocky menaruh mangkuk mie yang sudah habis kemudian dia berdiri "Aku akan menghukum nya " Rocky menyeringai.
Natan menggelengkan kepalanya dia seperti melihat Rocky yang berbeda saat ini, hawa dingin masih ada namun ada tersirat sifat licik yang Natan rasakan. "Menghukum nya, dengan cara apa? " Natan penasaran
"Kau tidak perlu tau" Rocky menyeringai kembali dan segera pergi
"Sudahlah terserah kau saja" Ucap Natan yang tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Rocky.
Rocky sudah bersiap akan pergi, Natan juga sudah mengikuti Rocky dari belakang, saat mereka sampai di parkiran, Natan ingin naik "Kau mau kemana? " Tanya Rocky
"Tentu saja ikut dengan mu" Ucap Natan dengan penuh percaya diri.
"Aku tidak ingin bertemu Letty, jadi kau cari taksi" Sindir Rocky yang membuat Natan terkejut, bagaimana Rocky tau kalau dirinya membelikan cake untuk Letty, cakenya masih selamat tidak seperti cake Rocky yang berakhir di makan jalanan karena terjatuh dan tidak di pungut lagi meski masih dalam kotak.
"Si.. siapa yang ingin bertemu bos" Elak Natan yang membawa cake di tangan nya.
"Orang buta juga tau! " Jawab Rocky yang membuat Natan tambah bingung ternyata teman dinginnya itu bisa sepeka ini dia merasa aneh.
"Hmm sudahlah antar aku ke apartemen ku aku ingin istirahat! kalau aku tidak boleh ikut denganmu! " Ucap Natan memelas.
"Tidak! pergi cari taksi! " Rocky memberikan uang kepada Natan dan menendang Natan dari mobilnya.
"Rocky kau kejam sekali, habis manis sepah di buang kau ini benar-benar kulit lupa isinya! " Gerutu Natan saat mobil Rocky sudah melenggang menjauh meninggalkannya.
Natan akhirnya pergi mencari taksi di pinggir jalan, dan untung saja dia tidak lama mendapatkan taksi, awalnya dia berencana pulang ke apartemen nya.
Namun seperti nya dia berubah pikiran, setelah keluar dari rumah sakit dan bekerja dia belum sempat mengunjungi keluarga nya. "Apa aku pergi menemui ibu? tapi jika begitu ak.. aku harus mencari bos, tapi" Natan terus berdialog dengan dirinya sendiri dia ragu untuk menemui bosnya, entah mengapa sekarang tidak seperti dulu, dia dulu sangat cuek jika ingin bertemu dengan Letty namun sekarang tersakiti berbeda.
"Akkhh apa aku ke rumah Disa saja ya, baiklah begitu saja" Ucap Natan dengan dirinya sendiri, Natan akhirnya menyuruh supir taksi untuk mengubah tujuannya yang awalnya ke apartemen nya kini brubah ke rumah Disa.
__ADS_1
Cukup lama dia berada di taksi, akhirnya dia sampai di rumah Disa yang rumah tepat berada di sebelah rumah Letty.
Sialnya saat Natan menekan belum rumah Disa, yang keluar adalah Letty, Letty menatap Natan dan melihat cake di tangan Natan.
Melihat Letty menatapnya dia tanpa sadar menyembunyikan cake di tangannya, Natan takut Letty salah paham tentang dia yang datang dengan membawa buah tangan.
"Siapa yang datang Letty? " Tanya Disa yang melihat Letty mematung setelah membuka pintu, Disa pun berjalan mendekat dan melihat Natan berdiri di depan pintu. "Natan untuk apa dia kesini?" Ucap Disa
Natan dan Letty hanya terdiam, sampai pertanyaan Disa itu membangunkan Natan dari lamunannya "A.. ah aku ingin bertemu denganmu" Jawaban Natan yang spontan itu membuat Letty segera masuk dan meninggalkan Natan dengan Letty.
"Bertemu denganku? " Tanya Disa
Letty masuk dengan wajah yang kecewa perasaan sedih tidak bisa di sembunyikan nya 'Benar dia datang untuk menemui Disa, buka aku apa yang aku harapkan ini kan rumah Disa, tentu saja dia ingin bertemu dengannya' Ucap Letty dalam hati.
"It.. itu maksud ku aku ingin bertemu denganmu untuk minta tolong antar aku bertemu ibuku" Ucap Natan yang sengaja sedikit di keras-kan agar Letty mendengarnya dan tidak salah paham dengan kata-kata nya.
"Oh begitu, aku dan Letty bisa mengantarmu, iyakan letty
"Baiklah kalau begitu, kau masuklah dulu aku akan bersiap dulu" Ucap Disa yang memang baru selesai sarapan bersama Letty dan belum membersihkan diri.
Natan duduk di samping Letty suasananya sangat canggung apa lagi di tinggal oleh Disa.
Letty melirik cake yang di bawa Natan sedari tadi, Letty melihat itu kue kesukaan nya dia penasaran cake itu apakah akan di berikan untuk Disa atau untuk keluarga nya, "Untuk disa? " Tanya Letty untuk memecahkan kecanggungan.
"Bukan" Ucap Natan, yang membuat Letty tanpa sadar lega karena cake itu pasti untuk keluarga nya.
"Untuk adikmu? dia pasti menyukainya, itu cake yang enak" Ucap Letty
"Bu.. bukan untuk adik ku? " Jawaban Natan itu membuat Letty penasaran.
"Lalu untuk siapa? " Tanya Letty.
Natan dengan malu-malu memberikan cake itu pada Letty "U.. untuk mu bos, se.. sebagai ucapan terimakasih sudah merawat ku di rumah sakit, a.. awalnya ingin meminta disa memberikannya padamu" Jawaban Natan itu tentu membuat Letty tanpa sadar mengembangkan senyum nya begitu lebar.
__ADS_1
'Aaa itu cake untuk ku' Letty bergembira dalam diamnya., hatinya saat ini di penuhi banyak bunga.
****
Aleena baru menyadari wajah Alister memiliki lebam "Semua ingatan itu benar-benar terjadi? " Tanya Aleena lagi untuk memastikan nya.
"Benar, itu benar-benar terjadi" ucap Alister
Aleena melihat ke arah telapak tangannya "Tidak mungkin"
"Mungkin, dan semuanya terjadi! sekarang tamatlah riwayat ku Aleena, kau membuatku dalam masalah! jika Rocky mengatakan kepada kak Arion dan kak Aric kau mabuk tamatlah aku, aku akan berakhir di gantungan" Ucap Aliater mengiba.
"Ma.. maf kak, aku juga tidak sengaja mabuk, aku hanya kesal karena satu minggu ini dia tidak menghubungi atau mencari ku! itu.. itu membuatku sangat kesal" Ucap Aleena keceplosan, bagaimanapun dia sendiri yang mengatakan akan melupakan Rocky dan Rocky hanya akan menjadi masa lalu namun kenyataan nya tidak, Aleena tidak bisa begitu saja membuang orang yang sejak dia kecil menempati hatinya.
"Hmm, aku juga bersalah tidak bisa benar-benar menjagamu" Ucap Alister kelihatan sangat menyesal membiarkan Aleena mabuk, namun sebenarnya dia juga sudah berusaha melarang Aleena minum banyak namun tak berhasil.
"Akkk hhh hhh, bagaimana aku bisa menghadapi nya, dia pasti akan sangat membenciku" Ucap Aleena mengacak-acak rambutnya
Alister menghela nafasnya "Tidak akan, jika Rocky benar-benar mencintaimu dia tidak akan membenci mu Aleena jangan khawatir" Ucap Asisten mencoba menenangkan tapi sebenarnya dia juga mengalami kekhawatiran yang lumayan membuat hatinya gelisah. "Sudah lah lupakan yang semalam dulu, mandi lah aku sudah membuat sup untuk menghilangkan pusing mu setelah mabuk, aku tunggu kau di ruang makan" Alister beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan kamar Aleena.
Aleena menghela nafasnya dia menatap laki telapak tangannya, dia menggelengkan kepala nya "Aku benar-benar kacau" Ucap Aleena.
Cukup lama Aleena menatap telapak tangannya dan akhirnya dia memutuskan untuk membersihkan dirinya yang berbau alkohol itu.
Setelah selesai membersihkan diri Aleena segera keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan.
"Kau sudah selesai?, Ayo segera sarapan" Ucap Alister kepada Aleena.
"Hmm" Aleena segera menarik kursinya dan duduk, Sudah banyak makanan yang tersaji di atas meja.
Baru saja Aleena menyeruput mangkuk Sup di depannya tiba-tiba bel apartemen Alister berbunyi, membuat keduanya saling menatap.
"Siapa yang bertamu sepagi ini? " Tanya Alister yang membuat Aleena mengangkat bahunya.
__ADS_1