Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 8


__ADS_3

Rocky membawa Silvia masuk ke dalam mobil teman Silvia "Tuan bisakah kau membawa mobilnya seperti nya aku juga sedikit mabuk" Teman Silvia tadi sempat menghentikan Silvia minum dengan dia ikut meminum wiski yang Silvia pesan.


"Kau terlihat baik-baik saja, aku tidak bisa maaf" Rocky segera pergi setelah membantu Silvia masuk ke dalam mobil.


Setelah Rocky pergi "Silvia apakah dia adalah laki-laki yang akan mampu membuatmu melupakan kesedihan mu, jika dia benar-benar orang nya aku akan membantu mu sebisa ku" Ucap teman Silvia yang seperti nya benar tidak mabuk seperti yang Rocky bilang.


Hari menjelang pagi, sudah waktunya bar untuk tutup, karena Letty juga sudah bersiap untuk pulang


"Rocky hari ini apakah ingin aku mengantarkan mu?" Tanya Letty


"Aku ikut" Ucap Natan yang tiba-tiba saja datang entah dari mana.


"Kau ini selalu muncul saat ada tumpangan gratis" Keluh Letty.


"Kenapa kau marah?, apakah mama Letty ingin berdua saja dengan bartender dingin ini? "


"Ka.. kau benar-benar menyebalkan jangan panggil aku mama, bahkan usiaku ini lebih muda darimu! "


"Tapi kau pemilik dari bar bukannya kau harus ku panggil mama"


"Natan kau benar-benar membuatku kesal, kau ingin aku memotong gajimu! "


"Tidak.. tidak ayolah bos aku hanya bercanda, bos Letty yang cantik" Natan segera memuji Letty saat dirinya akan kehilangan separuh gajinya "Rocky bantu aku bicara"


"Tidak! "


"Rocky kau begitu dingin tolonglah sahabat mu ini"


"Tidak mau! " Rocky kemudian pergi untuk menukar bajunya.


Tanpa sadar Letty melihat Rocky hingga punggung nya menghilang, membuat Natan menganggukkan kepalanya.


"He.. apakah dugaan ku benar, bos aku tidak jadi menumpang" Ucap Natan yang wajahnya terlihat ceria namun seperti nya suaranya terdengar sedikit sedih.


"Kenapa tiba-tiba! " Tanya Letty


"Aku baru ingat aku ada janji dengan seorang pelanggan di hotel dekat sini" Natan memainkan alisnya.


"Kau jangan terus bermain-main dengan wanita yang minum di bar kita, jika terjadi sesuatu bar ku juga akan rugi"

__ADS_1


"Tidak akan bos, aku ini pro" Ucap Natan yang kemudian pergi, dari jauh Natan menoleh dan Letty sama sekali tidak melihat nya pergi seperti tadi Letty melihat Rocky 'Benar-benar tidak ada kesempatan untuk mu Natan' Gumam Natan yang kemudian melangkah pergi dan menghilang dari pintu bar itu.


Rocky telah selesai menukar bajunya "Di mana Natan? "


"Dia sudah pergi, menemui wanita nya " Ucap Letty


"Oh" Rocky mengangguk dan kemudian berjalan.


"Kau yang setir ya, aku lelah" Ucap Letty.


"Hah sudah ku duga, memberikan ku tumpangan tidak pernah gratis" Ucap Rocky


"Haha kau memang mengerti aku Rocky" Letty tersenyum dan memainkan matanya, Rocky tidak memberikan reaksi wajahnya hanya datar meski wanita secantik Letty mengedipkan matanya untuk nya.


"Harusnya aku jalan kaki saja" Gerutu Rocky


"Jangan katakan seperti itu, kau membuatku terlihat seperti orang yang memanfaatkan seseorang"


"Itu benar"


"Rocky kau ini dingin sekali"


"Aku sangat hangat, jika aku dingin aku sudah mati"


"Tidak ada tempat yang buka di jam 5 pagi! " Ucap Rocky


"Cih kita berkeliling sebentar sambil menunggu nya buka" Letty memohon dengan senyumnya.


"Merepotkan! " Keluh Rocky


Rocky mau tidak mau menuruti Letty, mereka akhirnya berkeliling untuk menunggu matahari berada di atas.


"Sudah buka" Ucap Letty saat keluar dan melihat toko yang di tuju sudah buka toko kue yang terkenal hari ini sedang mengadakan promo, Letty yang menyukai hal manis tidak akan melewatkan nya.


"Kau membuatku berkeliling selama 3 jam hanya untuk ini! " Keluh Rocky


"Jangan marah, tenang saja aku juga akan membelikan nya untuk mu " Ucap Letty sebelum di pergi ikut mengantri.


Rocky menggelengkan kepala nya harusnya mereka tidak usah berkeliling jika melihat antraian sepanjang itu, tapi Letty sengaja melakukan nya mungkin Letty ingin bersama Rocky lebih lama.

__ADS_1


Rocky terlihat bosan, dan memilih keluar dan melihat sekeliling, Rocky mulai berjalan melihat sekeliling komplek pertokoan itu.


Sampai akhirnya dia kembali dengan satu buah paperbag, Letty juga sudah berhasil mendapatkan apa yang dia mau, seperti nya Letty membeli untuk persediaan satu minggu.


"Ah aku mendapatkan semuanya, mereka semua terlihat cantik dan enak, Rocky kau hanya membawa nya dengan pelan jangan sampai membuat mereka kehilangan kecantikan nya" Ucap Letty memperingatkan


Letty terus memeluk cake yang dia dapat, sesampainya di apartemen Rocky, Rocky membawa paperbag nya.


"Apa itu yang kau bawa? " Tanya Letty saat melihat Rocky keluar dari mobilnya membawa paperbag.


"Bukan urusan mu"


"Kau ini benar-benar selain dingin kau bersikap begitu misterius, ambil ini untuk mu" Letty memberikan satu cakenya.


"Ok thank" Rocky segera kembali ke kamarnya.


Rocky masuk ke dalam apartemen dan melihat Aleena yang sedang makan sendirian "Kau sedang makan? " Tanya Rocky


Aleena tidak menjawab, Aleena terus melanjutkan makannya.


Membuat Rocky agak bingung karena dari kemarin Aleena banyak bicara kenapa tiba-tiba dia diam "Ini untuk mu" Rocky duduk dan menaruh cake dan paperbag yang dia bawa di depan Aleena.


Aleena tiba-tiba menghentikan aktivitas makannya dan membawa piring kotor nya untuk di cuci.


Rocky semakin tidak mengerti kenapa Aleena tiba-tiba mendiamkan nya "Apa kau marah karena aku pulang terlalu pagi? " Tanya Rocky yang membuat sudut bibir Aleena tertarik.


"Itu terserah Om, kenapa aku harus marah" Jawab jutek Aleena.


"Kau sangat mudah di baca, apa kau ketakutan sendirian di apartemen? "


"Tidak sama sekali! " Aleena segera berjalan menuju kamarnya.


"Kau mau kemana, bawa ini aku membelikan nya untuk mu" Ucap Rocky


"Tidak mau! paling-paling kue sisa wanita lain, sudahlah Om tidak perlu repot mengurusi ku! " Ucap Aleena yang langsung berjalan ke kamarnya.


"Sisa wanita lain? dia ini berbicara apa? " Rocky sama sekali tadi mengerti maksud Aleena.


"Aleena kenapa kau harus marah? dia punya pacar bukankah baik, tapi melihat nya pulang sepagi ini aku benar-benar ingin marah, ada apa dengan ku sebenarnya ahhhhh" Aleena berbicara sendiri sembari mengajak rambutnya.

__ADS_1


"Apakah dia dan pacarnya bersenang-senang sampai pagi, benar-benar aku pikir dia tidak bisa melepaskan belenggu hatinya Tapi ternyata dia biasa saja dan malah melakukan ahhh, negara bebas memang mengerikan " Aleena sedang berfikir tentang Rocky yang pulang sepagi ini karena berbuat mesum semalam dengan wanita yang Rocky gendong.


"Sudahlah terserah dia saja! ahh menyebalkan" Aleena benar-benar kepikiran hal macam-macam tentang Rocky dan wanita itu.


__ADS_2