
"Sialan, aku bukan kucing kecil huh menyebalkan! " Aleena menarik tangan Erlan yang menunjuknya, karena kesal dia ingin menggigit jari telunjuk Erlan namun tiba-tiba tubuhnya langsung di tarik mundur dengan Aleena yang masih menggenggam jari telunjuk Erlan.
Aleena mendongak ke atas melihat siapa yang memeluknya dan menariknya, mata Aleena saling bertemu dengan sang penarik, penarik itu bukan lain adalah orang yang Aleena sayang, "O.. om? " Ucap Aleena terkejut dia tidak menyangka Rocky akan mengejarnya karena dia tau tadi Rocky memilih untuk bersama dengan Silvia bukan bersamanya.
"Lepaskan jarinya! " Tatapan tajam Rocky membuat Aleena langsung menunduk dan reflek melepaskan genggaman tangannya pada jari Erlan yang sebenarnya Aleena sendiri tidak menyadari nya.
Saat jari di lepas Erlan menatap Rocky seolah Rocky adalah pengganggu "Dari mana saja tuan Rocky aku pikir kau sudah mencampakkan keponakan mu"
"Bicara sembarangan apa kau? " Ucap Rocky kesal, mendengar ucapan Erlan Aleena segera melepaskan tangan Rocky dari pundak nya, dia teringat saat Rocky hanya menatapnya dan memilih Silvia.
Rocky melihat Aleena sedikit maju dan menjaga jarak darinya, Aleena malah lebih dekat dengan Natan, pemandangan itu membuat dada Rocky sesak, perasaan akan di tinggalkan membuatnya ingin mendekap Aleena.
Erlan melihat Rocky dan Aleena tidak baik-baik saja, membuatnya sedikit senang dia merasa ini saatnya dia masuk ke dalam hati Aleena. "Tidak, jika memang sudah mencampakkan nya, aku siap menampung nya" Ucapan Erlan itu membuat Aleena menatap Erlan, Aleena pikir Erlan berencana memungutnya sebagai koki gratis, sedangkan di pikiran Rocky Erlan mendeklarasikan perang untuk merebut Aleena darinya.
"Apa yang kau katakan?! mencampakkan tidak akan pernah" Ucapan Rocky itu membuat Aleena tersenyum, tiba-tiba tangannya di tarik Oleh Rocky "Ayo pulang" Ucap Rocky.
Namun tiba-tiba satu tangan Aleena di tahan oleh Erlan "Bukankah kau tadi ingin menggigit ku, gigit saja" Erlan memberikan jarinya pada Aleena.
"Apa kau pikir Aleena anjing?, jangan gigit dia! " Rocky menarik tangan Aleena begitupun Erlan dia menahan tangan Aleena untuk tidak pergi dan melepaskan tangannya.
Adegan tarik menarik itu terjadi cukup lama, sampai Aleena berteriak untuk menghentikan kedua orang yang menyakiti tangan dan lengannya itu "Hentikan! apa yang kalian lakukan ini sakit! " Teriak Aleena membuat mereka berdua berhenti menarik tangan Aleena.
"Aleena ayo pulang" Ucap Rocky berbarengan dengan Erlan.
"Aku bisa mengantarkan mu kemana saja" Ucap Erlan berbarengan dengan Rocky.
Aleena terdiam sejenak dia memang merasa kesal dengan Rocky dan ingin pergi menenangkan diri, tapi dia juga tidak ingin terlibat dengan Erlan, yang notabene memiliki banyak rahasia itu yang Aleena pikirkan.
__ADS_1
"Ayo" Ucap Erlan dan Rocky bersamaan.
"Om ak-" Rocky tidak membiarkan Aleena memilih dan meneruskan ucapannya dia langsung saja menarik tangan Aleena sedikit berjongkok dan membawa Aleena pergi dari dana dengan memikulnya "Hei om, tu.. turunkan aku apa yang kau lakukan om" Teriak Aleena.
Erlan tidak bisa mengejar atau menghentikan tindakan Rocky itu, jika dia melakukan nya dia bisa membuat Aleena terjatuh "Aku tidak akan menyerah" Gumam Erlan.
Erlan menekan dadanya dia merasakan perasaan yang tidak pernah dia rasakan kepada wanita, Erlan dulu terlalu takut membuka hati karena ketakutan akan ibunya yang meninggalkan nya dengan kematian yang tiba-tiba.
Selama ini Erlan merasa semua wanita lemah dan akan cepat pergi meninggal kan nya jadi itu alasan dia tidak pernah serius membuka hati, tapi entah mengapa mengingat pertemuan pertamanya dengan Aleena dia selalu mengingat Aleena yang menurutnya bukan seperti wanita kebanyakan.
"Hah! " Erlan menghela nafasnya dan terus melihat ke arah Aleena yang di bawa pergi oleh Rocky.
Sedangkan Aleena terus memberontak karena malu, di bawa seperti itu di bahu Rocky. "Om turunkan aku om! om! " Teriak Aleena terus bergerak.
"Diam atau kau ingin jatuh! " Jawaban Rocky itu seketika membuat Aleena diam tak berani berkutik.
Rocky segera melajukan mobilnya, mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, Aleena diam-diam melirik ke arah Rocky, terlihat wajah Rocky yang serius atau lebih tepatnya terlihat marah, Aleena tidak bisa memastikan nya dia memilih diam.
Hanya sunyi yang menemani laju mobil itu sampai akhirnya Mereka sampai di apartemen, Rocky menyuruh Aleena turun, namun Aleena masih diam saja tak bergerak "Apa kau ingin aku menggendong mu? " Tanya Rocky yang membuat Aleena segera turun dari mobil dan berjalan meninggalkan Rocky.
Aleena dan Rocky kini sampai di lift tanpa ada penghuni lain di lift apartemen itu, Rocky tiba-tiba mendorong Aleena menyandarkan tembok "O.. om apa yang kau lakukan? " Tanya Aleena yang kesulitan menelan ludahnya sendiri karena jarak mereka sangat dekat.
Rocky mengangkat dagu Aleena karena Aleena ingin menunduk, kini tatapan mereka saling bertemu bahkan nafas Rocky bisa Aleena rasakan.
"Kau harus di hukum! " Ucap Rocky yang semakin mendekatkan wajahnya, Aleena reflek memejamkan mata, namun cukup lama Aleena memejamkan mata dia tidak merasakan apapun di bibirnya namun.
"Au, apa yang kau lakukan om? " Aleena segera berteriak setelah membuka matanya.
__ADS_1
"Menghukum mu! " Ucap Rocky dengan santai memegang jari Aleena yang sudah dia gigit "Lain kali kau tidak boleh menggigit orang sembarangan! " Ucapan Rocky dengan tatapan serius.
Aleena menggembungkan pipinya "Dia bukan orang sembarangan " Gumam Aleena yang membuat Rocky tidak puas.
"Masih membantah! " Rocky menggigit jari Aleena lagi.
"Aduh, sakit om! " Aleena ingin menarik jarinya namun di tahan oleh Rocky.
Cup, Rocky mengecup jari Aleena dengan lembut membuat Aleena tersipu malu. "Om kau in-" Aleena tidak lagi bisa berbicara saat pintu lift terbuka.
Rocky menarik tangan Aleena dan membawa Aleena masuk ke dalam apartemen mereka.
Rocky menutup pintu apartemen mereka, Aleena menghempas tangan Rocky namun Rocky masih menggenggam erat tangan Aleena "Lepaskan aku om"
"Aku akan melepaskan mu jika kau berjanji padaku"
"Berjanji apa? " Tanya Aleena menatap Rocky.
"Berhenti dekat dengan laki-laki itu, apapun alasannya" Rocky menatap balik Aleena.
"Kalau begitu bisakah kau melakukan hal sama? " Aleena tidak mengalihkan pandangan nya pada Rocky, mata mereka benar-benar saling bertemu satu sama lain.
"Hal yang sama apa maksud mu? " Tanya Rocky yang tidak mengerti dengan ucapan Aleena.
"Om juga harus berjanji" Ucap Aleena.
"Berjanji? untuk apa? " Tanya Rocky yang masih saling tatap dengan Aleena.
__ADS_1
"Untuk melupakan semua tentang masa lalu mu, jika kau melakukan nya aku akan melakukan apa yang kau mau om, apakah kau bersedia om? "