Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 36


__ADS_3

Natan dan Rocky masuk ke dalam kamar itu dan terkejut melihat kamar yang sudah berantakan "Disa ada apa ini? " Tanya Natan yang membuat Disa menggerakkan matanya mengisyaratkan untuk Natan dan Rocky melihat ke arah jendela.


"Siapa dia? " Tanya Natan yang melihat Letty sedang di Sandra laki-laki dengan pakaian serba hitam bertopeng menutupi wajahnya.


"Aku tidak tau,tiba-tiba orang itu menyeran-" Ucapan Disa terpotong oleh Rocky.


"Jelaskan nanti! " Rocky menggulung lengan bajunya, dan menghela nafas, dia tidak menyangka akan berolahraga lagi setelah sekian lama. "Lepaskan dia! lawan mu adalah aku! " Ucap Rocky yang mulai berjalan ke arah laki-laki berjubah dan bertopeng itu yang sedang menyandera Letty


Rocky salah perhitungan laki-laki itu ternyata menarik Letty ke luar di menuju ke Balkon. "Kau melangkah ke sini aku kanan terjun" Ancam laki-laki bertopeng itu.


"Rocky jangan gegabah dia tidak mungkin akan loncat dari balkon" Teriak Natan yang melihat Rocky tidak berhenti namun seperti nya mempercepat langkahnya, dan benar saja laki-laki itu menarik Letty untuk meloncat kebawah untung saja Rocky cepat bertindak dia berhasil menarik tangan Letty.


Letty berhasil di selamatkan tapi laki-laki itu berhasil kabur karena di bawah sudah ada beberapa orang yang menunggu nya.


"Letty kau tidak apa-apa? " Tanya Disa yang berlari memeluk Letty, dia takut Letty kenapa-kenapa.


Letty terlihat masih sedikit sok dia hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


"Disa bawa Letty masuk dulu" Ucap Natan yang berjalan ke arah Rocky. Disa langsung membawa Letty turun dari kamarnya dan membawanya ke ruang keluarga karena kamar Letty yang sudah berantakan.


"Rocky kau tidak apa-apa? " Tanya Natan yang merasa Rocky bukanlah bartender biasa, kemampuannya menatap Letty dengan tangan kosong dengan ketepatan dan kecepatan yang pas itu tidak mungkin bisa di lakukan orang biasa.


"Seperti yang kau lihat" Rocky terlihat baik-baik saja, dia hanya melihat ke bawah, sebenarnya dia bisa mengejar orang bodoh yang mengincar nyawa Letty itu, tapi Rocky tidak mau terlalu ikut campur.


"Baiklah kalau begitu ayo kita turun? " Natan mengajak Rocky turun ke bawah melihat kondisi Letty.

__ADS_1


Letty terlihat masih shock dengan kejadian yang menimpanya, Disa berusaha membuat Letty tenang namun Letty masih terlihat ketakutan. "Apa kau mengenali laki-laki itu? " Tanya Rocky. Letty hanya menggelengkan kepalanya seperti nya dia benar-benar sok.


"Bagaimana laki-laki itu bisa masuk? " Tanya Natan yang penasaran.


"Sepertinya dia lewat balkon kamar Letty, untung saja aku tidak langsung masuk ketika ada suara di kamar Letty, aku berhasil mengintip dan menelepon Natan tapi belum sempat aku berbicara Letty berteriak membuatku panik dan langsung berlari masuk, aku ingin menolong Letty tapi aku malah membuatnya semakin terpojok " Jelas Disa yang sangat masuk akal.


"Apa kau punya musuh? " Menatap Letty, Rocky menilai laki-laki bertopeng itu hanya orang suruhan kemampuan nya sangat di bawah rata-rata anak buah kepercayaan nya dulu.


Letty menggelengkan kepalanya "Tidak aku rasa" Jawab Letty lirih yang sudah mulai tenang.


"Apa mungkin saingan bisnis Letty" Disa menjawab apa yang dia pikirkan.


"Itu bisa jadi" Ucapan Natan yang mengangguk-anggukkan kepalanya namun Rocky terlihat diam.


"Maksudmu bukan saingan bisnis Letty" Tanya Disa yang sekarang ragu dengan jawaban nya tadi.


"Jika aku saingan bisnis Letty, aku tidak akan menculiknya cukup langsung bunuh saja! kecuali dia memiliki dendam pribadi atau keuntungan lain" Jawaban Rocky itu sangat masuk akal namun Letty belum. terfikir orang yang memiliki dendam pribadi atau keuntungan lain jika menangkapnya.


"Rocky apa kau bartender sungguhan kau sekarang lebih terlihat seperti anggota Mafia" Disa asal ucap karena melihat aura dan penjelasan Rocky sangat detail seakan dia benar-benar dari dunia mafia yang membunuh bagaikan menepuk nyamuk.


"Kebetulan aku kemari untuk menanyakan hal itu, apa aku benar-benar di pecat" Ucap Rocky yang ternyata dia datang untuk menanyakan hal ini.


"Kapan aku memecat mu! apa kau bercanda apakah kau ingin aku mati di terkam para wanita yang sudah terjerat oleh mu" Letty langsung menatap Rocky seperti nya doa tidak mengingat kejadian saat dia mabuk waktu itu.


"Tadi malam kau mengatakannya" Jawab Rocky tentu saja dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Letty melihat ke arah Disa dan Natan bergantian seakan mencari kepastian akan hal yang Rocky katakan, Disa dan Natan pun mengangguk pertanda ucapan Rocky benar adanya "Serius, apa aku benar-benar mengatakan nya? " Disa dan Natan mengangguk lagi. "Baiklah ini salahku aku sedang mabuk dan tidak berfikir panjang aku tidak jadi memecat mu" Ucap Letty serius.


"Berikan aku gaji dua kali lipat" Rocky tidak mau rugi dia mengambil keuntungan setelah apa yang terjadi.


"Ha! Apa kau bercanda Rocky gajimu sudah melebihi semua rekan mu" Letty tidak percaya Rocky bisa-bisanya mengambil keuntungan dari kecerobohan nya.


"Dua kali lipat atau aku berhenti" Rocky sudah belajar banyak dengan Arion tentang mencari keuntungan dalam kesempitan dan dia menggunakan trik Arion kali ini.


"Hah baiklah kau menang dua kali lipat tapi kau juga harus banyak mengundang tamu yang datang" Ucap Letty yang juga tak kalah pandai dia tidak mau menaikan gaji secara cuma-cuma.


"Hais, bos bagaimana denganku? " Tanya Natan yang berharap juga mendapat gaji dua kali lipat.


"Tidak ada kenaikan gaji untuk mu" Ucap Letty yang membuat Natan merunduk kecewa "Bos kau kejam sekali" Ucap Natan memperlihatkan wajah yang kasihan.


Di sisi lain


Mia dan Aleena sudah hampir sampai ke gedung tempat ospek di laksanakan "Oh iya Aleena, kai dan tuan Rocky apakah berpacaran? " Tanya Mia yang sedari tadi penasaran karena Aleena terlihat begitu akrab dengan Rocky.


"Ah tidak.. tidak Om Rocky dia bukan pacar ku" Ucapan Aleena yang baru sahabat keluar dari mulutnya sendiri tiba-tiba membuatnya merasakan perasaan menyesal amat dalam.


"Ah ya aku tadi juga mendengar kau memanggilnya om, apa kau wanita peliharaan tuan Rocky" Ucapan Mia itu sedikit menyinggung Aleena, seperti merendahkan Aleena adalah ayam kampus yang di pelihara om om.


"Bukan itu, dia adalah kerabat ku" Jawab Aleena yang langsung kehilangan respect kepada Mia.


"Oh kerabat kalau begitu kau bisa membantu ku bukan, temanku menyukai om mu apakah bisa menjodohkan mereka? aku akan mengenalkannya kepadamu nanti" Mendengar ucapan Mia itu Aleena hanya diam dan memilih berjalan cepat meninggalkan Mia 'Haruskah aku membantunya? bukankah ini baik juga bagi Om untuk melepaskan belenggu hatinya? tapi kenapa dada ini' Aleena menekan dadanya yang entah mengapa merasa sesak saat memikirkan permintaan Mia.

__ADS_1


__ADS_2