Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 142


__ADS_3

"Rocky kau sudah meracuni adik ku yang polos" Ucapan Arion membuat Aleena tersipu malu.


"Hentikan kak, jangan menggoda ku lagi aku lebih baik pergi mandi kalian berdua bereskan makanan nya" Ucap Aleena kesal karena di buat terpojok dan mengatakan kata-kata melakukan seperti itu.


" Haaah Kau sudah membuat adikmu marah " Ucap Rocky.


"Aku kau yang membuatnya marah" Jawab Arion tak mau kalah.


"Ha! kenapa aku kau yang mulai"


"Kau, enak saja" Ucap Arion tak mau kalah.


Beberapa menit setelah mereka saling menyalahkan satu sama lain akhirnya mereka tertawa bersamaan.


"Kau sudah semakin menjadi manusia Arion aku senang dengan kau yang sekarang" Ucap Rocky.


"Aku juga, kau sudah kembali seperti dulu " Arion menenggak minuman di gelasnya.


"Nah Arion menurutmu apakah paman akan menerimaku? Bagaimana pun aku ini masih keponakan nya bisakah aku menikah dengan Aleena" Ucap Rocky mengeluarkan kekhawatiran nya selama ini.


"Bukankah kau sudah pernah mengatakan ini"


"Hah benarkah? "


"Tidak tau" Jawaban Arion itu membuat Rocky tambah khawatir dan Arion melihat kekhawatiran itu dalam raut wajah Rocky. "Terus berjalan dengan kakimu" Jawaban Arion itu seakan mengatakan untuk Rocky terus melangkah apapun yang terjadi.


Rocky mengangguk "Pasti " Jawab Rocky, Rocky mulai merapikan sisa sarapan mereka dan kemudian membersihkan diri.


Kini mereka bertiga sudah rapi dan bersih sudah siap untuk pergi ke hotel tempat Andreas dan nenek menginap.


Rocky mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang mereka bertiga bergantian berbicara meski Arion tidak hentinya berbicara tentang keluarga kecilnya yang sekarang kecantikan anak perempuan nya dan ketampanan anak kembarnya.


Membuat Rocky ingin melihat ketiga keponakannya itu "Mereka pasti sudah sangat besar" Ucap Rocky.


"Tentu saja, mereka tumbuh secantik Olivia, setampan aku dan juga sepintar aku" Ucap Arion sombong.


"Bukankah sepintar kakak ipar" Ledek Aleena


"Aku setuju dengan itu" Ucap Rocky menambahi.

__ADS_1


"Kalian buta " Jawab singkat Arion namun menusuk.


Mereka sudah sampai di tempat parkir hotel, baru saja keluar dari mobil mereka sudah melihat Andreas dan nenek angel berjalan menuju mobil lain dengan Alister di belakang nya.


Melihat Alister Aleena jadi menemukan siapa orang yang meminta neneknya datang, Aleena tersenyum dia jadi tenang jika neneknya orang yang akan merawat sahabatnya itu Aleena bahkan tidak terpikir ubah memanggil neneknya tapi Alister seperti nya benar-benar peduli terhadap Elin itu membuat Aleena sangat senang 'Elin kau menemukan laki-laki yang tepat' Ucap Aleena dalam hati.


Saat Aleena menatap ke arah Alister tiba-tiba matanya di tutup oleh Rocky "Om apa yang kau lakukan lepaskan tanganmu dari mataku" Ucap Aleena.


"Sudah selesai melihat nya , kau ingin aku menghukum mu lagi hah" Bisik Rocky membuat Aleena menggelengkan kepalanya.


"Om kau ini, cemburu juga harus lihat orang nya, minimal dia harus lebih tampan dari mu" Ucapan Aleena itu mampu membuat Rocky melepaskan tangannya dari mata Aleena dan juga wajah Rocky mulai memerah seperti nya dia sangat senang di puji Aleena.


"Hentikan kemesraan kalian" Ucap Arion yang mulai kesal dan merindukan istrinya.


"Nenek" Teriak Aleena yang berlari menghampiri nenek angel.


"Kalian sudah datang" Ucap nenek Angel yang mendapatkan anggukan dari ketiga cucunya.


"Kalian sudah datang langsung pergi ke rumah sakit saja, aku dengar Letty juga akan keluar hari ini" Ucap Alister.


"Wah benarkah kalau begitu ayo ke rumah sakit" Ucap Aleena bersemangat dan mendapatkan anggukan dari semuanya kecuali Arion.


"Kau tumben mau ikut campur dengan urusan orang lain" Ucap Andreas yang curiga kenapa Arion mau pergi ke rumah sakit meskipun tidak ada hubungan dengannya.


"He aku hanya menghabiskan waktu luang" Jawaban Arion itu tidak lantas membuat Andreas percaya.


"Kau mencurigakan" Ucap Andreas yang sudah sangat mengenal sahabatnya , dia tentu tidak mau melakukan sesuatu tanpa ada keuntungan baginya.


"So" Ucap singkat Arion sembari mengakatan pundaknya.


"Andreas ayo masuk" Ucap nenek Angel Andreas mengikuti langkah nenek angel yang mengikuti langkah Alister.


Di ruangan sudah ada dokter yang menangani Elin dan juga Erlan yang tidak pulang menunggu Elin.


Alister memperkenalkan Andreas dan nenek Angel dokter itu pun seperti nya sudah banyak mendengar tentang kehebatan Angel membuat dokter itu terlihat sangat menghormati nenek Angel.


Elin menatap Alister, Alister tersenyum seakan mengatakan percayalah padaku Elin pun seakan mengerti akan ucapan yang tak terucap itu.


Ketiga dokter tengah bertukar informasi di ruangan dokter.

__ADS_1


Sedangkan Elin dan Erlan menatap ke arah Arion yang aura nya memang sangat kuat tidak bisa di pungkiri sekali lihat saja orang sudah tau jika Arion itu sangat hebat.


Alister yang menyadari pandangan kedua adik kakak itu lantas memperkenalkan mereka "Ekhemm ini kak Arion dia kakaknya Aleena" Ucap Alister yang memperkenalkan Arion.


"Salam kenal tuan, saya Elin teman Aleena dan ini kakak saya" Ucap Elin sopan.


"Senang bertemu dengan kalian" Jawab singkat Arion jawaban Arion itu tidak singkron dengan mimik wajahnya yang datar.


Erlan semakin takjub dengan negara lain yang memiliki banyak orang hebat membuat nya ingin melihat dunia luar tidak hanya negaranya saja. "Ah dia juga bisa di bilang mantan bos nya Rocky" Ucapan Alister itu membuat Erlan tidak heran kenapa Rocky bisa sahabat itu.


Setelah pembicaraan itu Arion tiba-tiba mengeluarkan handphone nya dan memasukkan nya kembali.


Membuat elin merasa kakaknya Aleena sedikit berbeda dengan Aleena sangat dingin .


"Aku keluar" Ucap Arion pada Alister yang mendapat anggukan dari Alister.


Arion duduk di kursi yang ada di depan ruangan Elin wajah Arion tersenyum licik daat mengeluarkan handphone nya, Arion segera mengirimkan pesan pada saudara kembarnya yaitu Arick dengan kalimat (Jangan lupa bar di sisi barat milik ku).


Andreas yang sedari tadi di belakang Arion mengangguk-angguk "Sudah ku duga" Ucapan Andreas itu mengagetkan nya.


"Untung aku tidak menghajar mu" Ucap Arion sangat terkejut.


"Kau ini benar-benar hanya bisnis dan tidak mau rugi di otakmu, apakah Fiona yang menyuruhmu memberikan foto calon adik iparnya"


"Sudah tau jangan banyak bicara" Jawab Arion santai.


"Kau ini hanya sebuah foto saja kau menukarnya dengan sebuah bar apa kau tidak keterlaluan dia itu juga termasuk calon adik ipar mu"


"Berisik kado pernikahan juga butuh uang"


"Uangmu bahkan tidak habis sampai sepuluh turunan"


"Ya begitulah


" Hah sudahlah tidak ada artinya berbicara dengan penguasa sombong yang tidak punya hati" Ucap Andreas yang melihat angel sudah masuk ke dalam ruangan Elin.


"Nenek bagaimana, apakah bisa menyembuhkan luka Elin tanpa operasi? " Tanya Alister saat melihat nenek Angel.


"Soal itu..

__ADS_1


__ADS_2