Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 109


__ADS_3

Letty melangkah pergi kemudian berhenti lalu menengok sebentar dia melihat semuanya, di akhir dia menengok ke arah Natan ' Aku harap kalian semua akan baik-baik saja' ucap Letty dalam hati "Rocky aku percaya padamu" Ucap lirih Letty.


Letty terlihat sudah masuk ke dalam mobil, mata Natan masih mengawasi meski mobil Itu sudah melaju "Rocky apa ini tidak terlalu jauh?, bagaimana kita bisa menjaganya" Ucapan Natan yang merasa tempat mereka bersembunyi ini terlalu jauh dari tempat di mana Disa akan bertemu laki-laki itu.


"Bodoh! bersembunyi terlalu dekat kau ingin Letty langsung mati! setelah Letty sampai kita akan menyusulnya"


"Apakah tidak sekarang saja kita berangkat" Natan sepertinya sangat khawatir dengan Letty "


"Tenang saja kak Natan di sana sudah ada anak buah kak Alister, dan lagi sepertinya orang ini belum berniat membunuh kak Letty" Jawab Aleena


"Belum berniat apa maksud nya? " Tanya Disa dan natan bersamaan.


"Orang itu menyuruh kak Letty datang sendiri itu berarti dia masih ingin bernegosiasi dengan kak Letty, jika dia ingin membunuh kak Letty terang-terangan dia tidak akan meminta bertemu, lalu aku mengatakan belum berniat membunuh karena saat ini dia belum mendapatkan penolakan dari kak Letty kalau permintaannya di tolak aku pikir dia baru akan membunuh kak Letty. " Jawab Aleena dengan sangat detail.


Natan dan Disa mengangguk bersamaan mereka benar-benar kagum dengan tiga orang di hadapannya itu.


"Alister apakah Letty sudah tiba di sana? " Tanya Rocky pada Alister yang masih berkomunikasi dengan anak buahnya.


"Ya mereka seperti nya sudah sampai, sudah saatnya kita untuk pergi" Ucap Alister yang mendapat anggukan dari Rocky.


"Aku mengerti" Ucap Rocky mereka segera ketempat di mana Letty berada.


Di sisi Letty, Letty baru saja sampai ke tempat yang di tulis di Surat yang dia Terima, tak bisa di pungkiri tangan dan kaki Letty terasa bergetar dan dingin.


"Nona jangan khawatir, kita turun sekarang" Ucap Robby asisten Alister.

__ADS_1


"Aku mengerti pak" Ucap Letty, Letty terlihat menarik nafasnya menenangkan dirinya dan kemudian turun dari mobil.


Gelap tempatnya cukup gelap membuat Letty cukup merinding di buatnya, baru saja turun 4 orang berbaju hitam mendekat ke arahnya.


"Nona ambil ini" Satu orang dengan badan yang paling kecil memberikan handphone pada Letty.


Letty menerima nya terdengar suara seseorang dari seberang "Beraninya kau membawa orang ke mari! apa kau ingin mati! " Ucap laki-laki yang berbicara dari telepon itu


"Ak.. aku tidak ingin mati, tapi kau ingin aku datang ke tempat seperti ini apa kah pikir aku bisa datang tanpa supir" Jawab Letty dengan mengumpulkan keberanian untuk menjawab.


"Baiklah tinggalkan supir mu, dan ikuti anak buah ku masuk" Ucap laki-laki itu.


Letty melihat ke arah Robby, Robby memberikan isyarat mata yang artinya ya, Letty sebenarnya ragu itu isyarat atau bukan yang jelas dia harus mengikuti arahan laki-laki itu "Baiklah aku mengerti" Ucap Letty yang kemudian mengembalikan ponsel itu.


Letty kemudian mengikuti dua orang yang mengantarnya, sedangkan dua orang tetap tinggal untuk menjaga pak Robby.


"Siap bos" Ucap serentak dua orang yang mengantarkan Letty masuk ke ruangan itu.


Tak..bunyi itu mengiringi lampu yang mulai terang dan memperlihatkan wajah orang yang berdiri di depan Letty. "Kau" Ucapan Letty membuat orang itu tertawa.


"Senang kau masih bisa mengenali ku hahaha, si cantik yang jual mahal" Laki-laki itu menyentuh dagu Letty, Letty mencoba untuk menghindar tapi cengkraman di dagunya sangat kuat.


"Lepaskan aku! apa yang kau inginkan dariku? " Letty menatap orang yang ada di depannya.


Orang di depan Letty itu tersenyum dan menatap balik Letty "Menikah denganku! "

__ADS_1


"Tidak aku tidak mau" Ucap Letty.


"Heh! kalau begitu serahkan semua aset yang orang tuamu punya, dan biarkan mereka hidup susah di hari tuanya" Ucapan laki-laki itu membuat Letty diam tak berdaya, dia tentu saja tidak mau itu terjadi.


"Tidak! kau gila atas dasar apa aku harus memberikan mu itu! " Teriak Letty.


Suara keras Letty itu membuat laki-laki itu kesal "Atas dasar penolakan darimu! kau wanita sialan beraninya membatalkan perjodohan mu denganku! apa kau tau papamu sudah berutang banyak dengan mendiang orang tuaku! dan sebagai gantinya mereka berjanji menjodohkan kita! lalu kau kabur papamu hanya memberikan ku beberapa persen saham saja itu tidak cukup! " Dia mencengkram keras pipi Letty hingga Letty merasa kesakitan. "Kau wanita sialan! siapa kau berani menolak ku, jika kau tidak menjadi istriku maka aku akan meminta semuanya untuk balas budi orang tuamu pada orang tuaku! "


Letty memberontak kesakitan saat cengkraman Laki-laki itu semakin kuat dan menyakiti Letty, Letty memukul mukul tangan orang itu. "Wanita sialan! " Letty di lempar nya sampai terjatuh di lantai, Letty memegangi pipinya yang masih terasa sakit.


Laki-laki itu mengambil sesuatu di balik jas nya "Ambil dan tanda tangani ini! besok kau akan resmi menjadi istriku" Laki-laki itu berjongkok dan memberikan pena pada Letty.


Karena ancaman laki-laki itu Letty ingin mengambil pena itu dan menandatangani nya namun tiba-tiba.. Brak.... suara benda menabrak sesuatu.


"Bos gawat ada penyerangan" Ucap anak buah laki-laki itu setelah membuka pintu.


"Sialan siapa yang berani menggangguku, apa jangan-jangan kau menyewa orang! hah beraninya kau dasar gadis sialan!, suruh semua anak buah bayaran kita mengepung markas ini! hancurkan orang yang ikut campur urusan ku! " Teriak laki-laki itu


"Baik bos" Ucap laki-laki itu bersiap menghubungi bala bantuan.


Sedangkan laki-laki itu menjambak rambut Letty dan menyeret Letty ke sebuah tiang yang berada di bangunan itu, "Auu lepaskan sakit lepaskan" Letty memegangi rambutnya yang terasa sakit, namun laki-laki itu tidak menggubris teriakan Letty dia langsung mengikat Letty di tiang tersebut.


"Berisik! ini balasannya karena kau sudah tidak patuh padaku! lihat bagaimana caranya aku menyiksamu! " Setelah mengikat Letty laki-laki itu dengan sengaja menyumpal mulut Letty dengan kain.


Dalam tangisnya Letty berdoa agar Natan dan yang lainnya selamat dan mampu membantunya kabur.

__ADS_1


"Kau diam di sini! aku pastikan akan menyeret kepala-kepala pengganggu Itu dan melemparkan nya padamu" Ucap laki-laki yang mulai melangkah pergi meninggalkan Letty, Letty berusaha memberontak seakan mengatakan berhenti jangan sakiti mereka.


Laki-laki itu keluar dan melihat beberapa orang yang bertarung dengan bawahannya, dia bertepuk tangan dengan kencang membuat Natan dan Rocky melirik ke arah laki-laki itu dan mereka berdua terkejut "Kau" Ucap Natan dan Rocky


__ADS_2