
Rocky kini yang terdiam perasaan nya bergejolak, dia tengah berperang dengan perasaan nya sendiri "Hentikan candaan ini" Ucap Rocky yang teringat kalung Kraken yang Aleena berikan pada Erlan.
"Om ini buk-" Aleena terdiam dia ingin meneruskan kalimat nya namun ada keraguan di hatinya ketakutan jika dia mengatakan semua yang ada di pikiran nya dia tidak bisa sedekat ini lagi dengan Rocky, Aleena dengan perlahan melepaskan lingkaran tangannya dari leher Rocky.
Saat tangan Aleena turun dan tatapan Aleena berpindah perlahan hal itu tiba-tiba membuat hati Rocky tidak tenang sepenuhnya "Lanjutkan kalimat mu! " Rocky menatap. Aleena yang masih berpaling tidak melihat ke arahnya.
"Tidak ad-" Ucapan Aleena itu terhenti bukan karena kata-kata yang keluar dari mulut Rocky, namun Rocky tiba-tiba mencium bibir mungil Aleena membuat Aleena terkejut bukan kepalang, setelah mencium Aleena Rocky tersadar dengan perbuatan nya itu, dia duduk dan diam sejenak "Maaf" Ucapnya yang membuat Aleena merasa kecewa.
"Bukan itu yang ingin aku dengar! " Ucap Aleena yang berharap ciuman mereka akan menjadi awal hubungan baru, namin Rocky malah meminta maaf seakan ciuman tadi adalah sebuah kesalahan, itu membuatnya sakit dan terluka.
"Maaf aku tidak sengaja" Ucapan Rocky itu bertambah membuat marah Aleena, Aleena menarik ujung bibirnya dan menatap sinis Rocky.
"Apa kau terbiasa mencium semua wanita dan mengatakan maaf tidak sengaja! kau pikir aku wanita seperti apa? " Aleena tidak habis pikir dia langsung berlari keluar dari kamar Rocky.
__ADS_1
Rocky menatap punggung Aleena yang berlari, dia berteriak dan mengacak rambutnya, Rocky belum menyadari kenapa dia tiba-tiba mencium Aleena setelah melihat Aleena enggan menatapnya. "Bodoh kau Rocky apa yang kau lakukan pada gadis kecil keluarga aditama , apa kau ingin mereka membunuhmu! Aaaaa aaa" Rocky berteriak sekencang nya dan menarik rambutnya kuat.
Aleena kini sudah berada di kamarnya, air matanya ingin menerobos keluar dari pelupuk matanya namun Aleena berusaha kuat untuk menahan nya "Jangan menangis Aleena jangan" Aleena menarik nafasnya berusaha untuk tidak menangis.
Aleena meraba bibirnya dia merasa sedikit bahagia saat ciuman pertama nya dia serahkan pada cinta pertamanya tapi di sisi lain dia sangat marah dengan jawaban Rocky saat Aleena meminta penjelasan "Maaf, tidak sengaja jangan bercanda! dia mencium ku bukankah berarti dia memiliki perasaan padaku? atau apakah dia melakukan semua itu pada setiap wanita yang membuatnya tertarik, Rocky bodoh dasar om Rocky bodoh! " Ucap Aleena berteriak
Rocky berusaha menenangkan dirinya, adegan di mana dia mencium Aleena melintas lagi di pikiran nya, membuatnya tidak tau harus berkata apa, tapi jantungnya tidak bisa berbohong perlahan dia mengingat perasaan itu "Apakah aku menyukai Aleena? mungkinkah itu? " Pertanyaan itu terus terpikirkan di pikiran nya, sampai akhirnya dia ingin memastikan dengan jelas apakah dia benar-benar bisa membuka hati lagi.
Rocky akhirnya keluar dari kamar dan ingin mengetuk pintu kamar Aleena dia ingin berbicara dengan Aleena dengan serius, namun tiba-tiba perasaan kehilangan Silvia kembali lagi menghantuinya membuatnya mengurungkan niatnya dan memilih duduk di sofa "Apa boleh aku jatuh cinta lagi? kali ini jika aku mengatakan nya akankah aku tidak kehilangan? " Rocky bergumam sendiri
"Apa yang harus aku lakukan Silvia? " Rocky tidak tau lagi dia benar-benar tidak tau lagi, belenggu masa lalu terlalu menjeratnya sangat dalam, membuat nya tidak sanggup berdiri dan bangkit menatap matahari yang cerah.
Aleena menghela nafasnya dia memilih untuk menyegarkan dirinya dan keluar untuk menghirup udara segar, dia tidak berpamitan dengan Rocky.
__ADS_1
Aleena turun dari lift dia memilih pergi ke kanal dan berlayar dengan kapal untuk menikmati indahnya kota yang dia tempati, meski banyak pemandangan indah dia tetap terdiam mengusap bibir mungil nya, "Tunggu dulu, bukankah aku masih memiliki satu permintaan? tapi jika aku memaksa om Rocky untuk bersamaku apakah dia benar-benar bisa melupakan belenggu masa lalunya, tunggu kenapa aku begitu Agresif, tapi jika aku diam saja apakah dia akan bergerak maju, tunggu Aleena dia sudah meremehkan mu apa kau lupa, Aaaaa ini benar-benar membuatku frustasi, om Rocky kenapa kau begitu bodoh sekarang, mana om Rocky ku yang peka dan pengertian om Rocky bodoh" Aleena tanpa sadar berbicara sangat keras membuat orang orang melihat ke arahnya.
Setelah turun dari kapal Aleena memilih untuk pergi ke museum tempat di mana dia bisa menenangkan dirinya menatap berbagai seni yang menenangkan jiwa.
Setelah dia menenangkan dirinya, Aleena memilih untuk makan siang di cafe yang terlihat sangat indah dekorasinya.
Aleena masuk dan memesan makanan yang manis untuk mengembalikan moodnya tanpa sadar Aleena sudah menghabiskan waktunya sampai menjelang senja.
Aleena berjalan-jalan terus tanpa tujuan.
Rocky bersiap untuk bekerja dia melihat kamar Aleena masih tertutup membuatnya merasa sangat bersalah, dia terus merenungkan pikiran nya namun bayangan Silvia sangat erat di kepalanya bayangan di khianati orang yang dia percaya juga kerap melintas di pikiran nya membuatnya tidak percaya akan adanya cinta dan kasih sayang sesungguhnya sesungguhnya.
Namun tatapan kecewa Aleena kini memenuhi pikiran nya membuatnya merasa bersalah, dia memang merenungkan perkataan nya tadi "Baiklah aku akan meminta maaf dan menjelaskan semuanya" Ucap Rocky yang kemudian mengetuk pintu kamar Aleena, namun tidak ada jawabnya dari dalam kamarnya itu membuat Rocky khawatir "Aleena buka pintu aku ingin bicara denganmu" Ucap Rocky yang terus mengetik pintu, karena ketakutan pintu Rocky terus tidak di jawab membuat Rocky khawatir, Rocky mencoba membukanya dan terbuka dengan mudah, Aleena tidak ada perasaan takut kehilangan langsung mencuat di pikiran dan hatinya "Aleena kau di mana? " Kali ini Rocky sedikit tenang dia mencoba menelepon Aleena.
__ADS_1
Aleena sedang duduk di taman dan menatap malam yang mulai datang di temani lampu taman yang megah, handphone nya berbunyi memecah keheningan hatinya, dia melihat handphone nya dan nama Rocky muncul di layar handphone, dia enggan mengangkat nya.
"Aleena angkat! " Rocky berbicara dengan handphone nya dan terus mencoba menelpon Aleena, namun hasilnya sama tidak di angkat.