Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 112


__ADS_3

"Bos apa kau yakin tidak ingin membunuhnya? " Tanya Mode kepada bosnya yang sudah berjalan pergi "


"Tidak perlu, itu sudah cukup selain itu" Ucapan Erlan terhenti.


"Bos kau masih memikirkan persahabatan kalian? " Tanya mode


"Bagaimanapun dia tidak seperti itu, tidak membunuhnya, anggap saja balasan atas kebaikannya di masa lalu" Ucapan Erlan itu membuat Mode diam, dia tau perjuangan Erlan dan Erick karena dialah orang yang mengikuti mereka berdua dari masih berandalan sampai menjadi bos dunia bawah.


Erlan duduk di mobil dia menutup matanya, Dia teringat kenangan lamanya dengan Erick namun dia segera menghela nafas dan membuang semua itu.


"Bos kita kemana? " Tanya Mode.


"Kembali ke markas" Erlan tidak mau langsung pulang ke apartemen karena tidak mau membawa tangan berdarah dan membasuh nya di sana.


Di sisi lain


"Apakah tidak apa kami tidur di apartemen tuan? " Tanya Natan pada Alister.


"Tidak masalah, kalian juga tidak bisa tidur di apartemen Rocky atau kalian bisa menjadi daging cincang" Ucapan Alister langsung mendapatkan anggukan dari Natan.


"Apakah tidak merepotkan tuan Alister, haruskah kita kembali ke apartemen Natan saja? " Tanya Disa yang di ikuti anggukan dari Letty tanda dia setuju.


"Malam ini kalian menginap di sini untuk Jaga-jaga jika Erick itu memiliki rencana lain, toh apartemen ku cukup luas untuk menampung kalian" Ucap Alister


"Terimakasih tuan" Ucap Letty dan Disa bersamaan.


"Kalian bisa membersihkan diri, di kamar itu ada beberapa baju yang aku siapakan untuk Aleena kalian bisa memakai nya" Ucap Alister


"Terimakasih taun Alister" Ucap Letty.


Letty dan Disa segera berjalan ke kamar yang di tunjuk Alister tentu saja untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Tinggal-lah Alister dan Natan, Natan memberanikan diri untuk bertanya "Tuan? " Tanya Natan hati-hati.


"Ada apa? apa kau ingin menanyakan soal tawaran ku? " Tanya Alister yang menebak dengan tepat apa yang Natan pikirkan.


"Kau menebaknya dengan benar tuan, soal itu apa aku akan bekerja di kantor di tempat kan di kantor negara ini? "


"Tidak, kau akan menggantikan Robby berarti kau harus mengikuti-ku kemana aku pergi, dan lagi ini semua tidak hanya urusan kantor ada hal lain yang akan kau urus, kau juga harus berlatih fisik kecepatan dan otak" Ucapan Alister itu terdengar berat di telinga Natan.


"Itu seperti nya sangat sulit, apakah tuan yakin aku mampu melakukan nya? "


"Bagaimana denganmu apa kau yakin? "


"Aku tidak yakin aku bisa"


"Jika kau tidak yakin kau tidak akan bisa semua di mulai dari nol apa kau pikir Rocky dan aku sehebat ini hanya dengan satu malam, kami berjuang dari kecil berlatih tanpa henti untuk mendapatkan ini semua, apa kau pikir pada awalnya kami yakin? kau salah kamu penuh dengan kekhawatiran namun tekat dan usaha menjawab semuanya, Natan berfikir-lah ke depan! " jawaban Alister itu menjadi tamparan bagus Natan.


Natan terdiam memikirkan apa yang di katakan oleh Alister "Tapi ak-" Ucapan Natan langsung di potong lelah Alister.


"Tapi jika aku pergi akankah Letty akan menunggu ku? "


"Pertanyaan itu harusnya kau tanyakan pada dia bukan padaku! aku tertarik pada orang itu adalah hal langka jika kau menyia-nyiakan tawaran ku mungkin kau akan menyesalinya seumur hidup" Ucap Alister yang berlalu pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri tentunya.


Alister membersihkan dirinya kemudian keluar untuk menemui Robby di apartemen sebelah ada hal yang perlu Alister bahas dengan Robby.


Sedangkan Natan setelah membersihkan diri memilih duduk di dapur untuk menikmati air putih yang sedari tadi hanya dia pandang saja, sepertinya hanya raganya yang berada di sana pikiran nya entah sedang melayang kemana.


Disa memilih untuk tidur begitupun dengan Letty namun Letty tidak bisa tidur dan memilih untuk mengambil minum di dapur.


Letty berjalan ke arah dapur dan melihat Natan yang seperti nya sedang melamun, Letty duduk di samping Natan "Apa yang sedang kau pikirkan? " Suara Letty itu mengagetkan Natan.


"Bo.. bos apa yang kau lakukan di sini? "

__ADS_1


"Aku ingin minum " Ucap Letty kecewa meski berdua Natan bahkan enggan memanggil namanya.


"Begitu" jawabnya singkat Natan itu membuat suasana menjadi canggung.


Letty akhirnya memilih pergi karena tidak tau harus bagaimana meluluhkan suasana canggung itu namun saat Letty ingus pergi tangannya di tahan oleh Natan "Le.. Letty bisakah temani aku sebentar"


Deg.. deg.. deg... Rasanya jantung Letty ingin keluar dari jalurnya saat nama dan tangannya di genggam oleh Natan.


"O.. ok" Ucap Letty gugup bercampur dengan senang.


"Letty bisakah aku mendengar pendapat mu" tanya Natan suaranya terdengar sangat serius


"Tentu saja pendapat tentang apa? " Tanya Letty yang penasaran karena Natan tidak pernah terlihat seserius ini.


"Tentang aku, bagaimana jika aku mengikuti tuan Alister" Natan melihat ke arah Letty.


Raut wajah Letty langsung berubah yang tadinya malu-malu memerah kini berubah menjadi masam karena ucapan Natan itu "Apa kau akan pergi bersama tuan Alister itu"


"Mungkin seperti itu, sepertinya mengikutinya adalah hal menjanjikan mungkin saja aku bisa merubah nasib ku" Ucap Natan.


"Kalau begitu pergilah" Jawab Letty lesu dia terlihat sedih, apalagi saat tangannya di lepas oleh Natan, Letty merasa hubungan yang belum di mulai itu akan berakhir.


Namun tak di sangka Natan bangun dan memeluk Letty "Maukah kau menunggu ku?, meski itu akan menunggu waktu lama, bisakah kau tetap sendiri sampai aku kembali? "Pertanyaan Natan itu membuat Letty terkejut sekaligus senang


Natan membalikan tubuh Letty, mereka kini saling bertatapan "Maukah kau menunggu ku? Letty" Natan menatap Letty tatapan lembut nan dalam.


"Tentu, aku mau" Letty memeluk tubuh Natan, Natan mengecup pucuk kepala Letty.


"Terimakasih, aku akan kembali dan menjadi layak untuk mu Letty, sampai saat itu tiba jangan biarkan ada laki-laki mencuri hatimu" Letty mengangguk mendengar ucapan Natan yang membuat jantung nya seakan ingin melompat dari tempat nya.


Letty melihat Natan, Natan menaruh tangan nya di bawah telinga Letty dan membimbing Letty perlahan dua bibir kini saling bertaut lembut.

__ADS_1


__ADS_2