
Elin semakin membaik lukanya juga semakin memudar hampir tak terlihat lagi.
"Elin mungkin tinggal beberapa perawatan lagi kau bisa kembali" Ucap nenek angel.
"Benarkah nek? " Tanya Alister.
"Ya seperti nya sudah bisa hanya memberikan obat oles saja bekasnya akan menghilangkan tanpa jejak" Ucap nenek angel tersenyum.
"Tentu saja ini semua karena usaha nenek dan dokter Andreas kalian benar-benar menciptakan obat yang sangat bagus "
"Tentu saja, aku bahkan tidak tidur beberapa minggu, tapi berkat kasus Elin ini mungkin kami juga bisa mulai memproduksi obat ini untuk di jual ke rumah sakit atau apotik lain dan menyelamatkan banyak wanita seperti elin yang akan insecure dengan bekas lukanya" Ucap Andreas yang tiba-tiba masuk ke ruangan Angel.
"Itu ide bagus, jika kalian membutuhkan modal atau sponsor perusahaan aku siap membantu" Ucap Alister.
"Hahaha kau lupa siapa orang di belakang nenek dia sudah menelepon ku beberapa kali, tentu saja obat ini akan jatuh ke tangannya" Ucap Andreas yang membuat Alister terlihat kecewa karena dia tau siapa yang di maksud Andreas itu.
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba handphone Elin berbunyi, Elin meliat layar handphone nya "Hmm nenek, dokter Andreas bisakah aku mengangkat telepon sebentar" Tanya Elin.
"Lama juga tidak masalah Elin, perawatan mu sudah selesai di lakukan jadi tidak masalah" Ucap nenek Angel.
"Ah baiklah kalau begitu terimakasih nenek, aku permisi dulu" Ucap Elin yang segera keluar untuk mengangkat telepon sedangkan Alister merasa penasaran dengan siapa yang menelepon Elin.
"Apa kau khawatir ada laki-laki lain menelepon nya" Ledek dokter Andreas.
"Tidak mungkin paling-paling kakaknya yang protektif itu yang menelepon" Jawab Alister santai namun tidak dengan sikapnya dia segera membuka pintu dan mengikuti Elin keluar.
[Hallo kak, ada apa menelepon] Ucap Elin
[Bisakah kita melakukan videocall]
[Emm, tentu] Ucap Elin sembari menghidupkan panggilan video nya.
Elin merasa terkejut saat gambar di layarnya muncul [Ini kenapa? ] Elin tidak bisa berkata-kata melihat kakaknya duduk bersama dengan wanita bahkan merangkulnya apa lagi Elin tau siapa wanita itu.
[Elin biar ku perkenalkan ini Disa, kau pasti sudah mengenalnya bukan, saat ini kakak dan dia sedang menjalin hubungan bagaimana menurut mu apa kau merestui nya] Elin terkejut bukan main dan hampir menjatuhkan handphone nya membuat Disa merasa Elin mungkin tidak menerimanya.
__ADS_1
"Ada apa sayang kau hampir menjatuhkan handphone mu" Tanya Alister yang berhasil menangkap handphone Elin.
"Tidak apa-apa aku hanya terkejut" Jawab Elin.
Disa nampak khawatir dengan reaksi Elin yang sampai menjatuhkan handphone nya dia merasa bersalah "Mungkinkah adikmu tidak menerimaku" Ucap Disa kepada Erlan yang di dengar Elin di seberang telepon.
"Itu tidak mungkin" Ucap Erlan menenangkan Disa yang terlihat sedih dan masih berusaha tersenyum.
"Tidak kak Disa kau salah paham, aku hanya terkejut karena kakak ku bisa menemukan wanita pilihan hatinya secepat ini aku hanya terkejut tidak menyangka si batu bisa terpecah juga, jadi jangan salah paham" Ucap Elin segera memberikan penjelasan kepada Disa dengan suara yang lantang saat videocall membuat semua orang merasa lucu dengan sikap Elin
Disa pun tersenyum dan berani menatap Elin dari layar ponsel "Apakah yang ku dengar benar" Ucap Disa dengan suara ragu-ragu
"Tentu saja, kak Disa mewakili orang tuaku aku berterimakasih kau sudah mau menerima kakak ku, semoga kalian langgeng hingga sah dan maut yang memisahkan" Ucap Elin bersungguh-sungguh.
"Terimakasih, aku juga berterimakasih karena kau sudah mempercayakan kakak mu yang hebat padaku" Ucap Disa.
"Tapi kalian jangan menikah dulu tunggu aku kembali ya" Ucap Elin tersenyum manis.
"Tentu saja, aku akan menikah saat adik ku sudah sembuh dan kembali "
"Baiklah aku jadi tidak sabar ingin sembuh dan menyaksikan kalian menikah" Ucap Elin.
"Kakak ipar kau harus menunggu ku, kita akan melangsungkan pernikahan bersama" Ucap Alister.
"Tidak Terimakasih aku akan menikah lebih dulu, kau harus menunggu elin selesai kuliah baru menikah, apa kau mengerti"
"Bisakah menikah dulu sembari kuliah"
"Tidak! " Ucap Erlan sembari menutup telepon.
*****
Satu bulan telah berlalu kali ini Rocky sudah siap dengan pembukaan Kasino berkedok bar milik calon mertua yang dia kelola itu.
Rocky sebelumnya sudah membuat banyak isu untuk menaikan retting tempatnya itu hanya dari mulut ke mulut saja pembukaannya sangat ramai dan padat tidak ada orang kelas rendah yang datang para kelas atas telah tiba untuk menghabiskan uangnya di tempat Rocky, Rocky telah mengatur banyak startegi untuk menarik para bos bos besar untuk datang.
__ADS_1
Rocky sudah melakukan sambutan dan banyak orang yang bertepuk tangan, kali ini Rafael dan Dion yang bertugas untuk memanipulasi tempat hiburannya.
Sedangkan Rocky kembali bertugas menjadi bartender, Aleena awalnya ingin membantu menjadi pramusaji di sana namun tentu saja sangat pawang tidak mengijinkannya aleena hanya bisa menjadi asisten bartender membantu Rocky di belakangnya.
Hari pertama pembukaan bar itu berlangsung sangat meriah dan Rocky meraih keuntungan yang tidak main-main dalam satu hari.
"Rocky kau benar-benar membuka bisnis yang bagus" Ucap letty yang ikut datang menjadi tamu undangan pembukaan bar itu.
"Tentu saja, kau tidak perlu meragukan kemampuan ku" Ucap Sombong Rocky.
"Baru di puji saja sudah besar kepala, sebenarnya kemana perginya bartender dingin yang acuh itu" Ucap Letty menikmati minumannya di meja bar.
"Benar kak Letty seperti nya sekarang sifat dinginnya sudah menguap" Ucap Aleena yang membawakan makanan ringan yang biasa di sandingkan dengan minuman pesanan Letty
"Hahaha kau yang berhasil menguapkan nya Aleena kau memang pawang sejatinya" Ucap Letty.
"Hmm tapi aku tidak bisa benar-benar menghilangkan pesonanya kak, masih banyak wanita yang menatapnya tanpa berkedip" Ucap Aleena yang sedari tadi mengawasi.
"Apakah calon istri merasa cemburu? lalu bagaimana denganku semua laki-laki muda ataupun tua tidak henti memandang mu haruskah aku mengurung mu hanya untuk ku" Ucap Rocky yang ternyata sedari tadi sudah membunuh ribuan musuh dengan tatapan tajamnya.
"Hah, kalian berdua bisakah tidak saling menebar cinta di depanku apakah kalian tidak mengasihani aku hah" Ucap Letty yang diam-diam tidak berhenti merindukan Natan.
"Kak Letty bersabarlah kak Natan pasti akan segera kembali bersama denganmu kak, jangan khawatir " Ucap Aleena menyemangati Letty.
"Aku tau itu, hanya saja semakin hari kami semakin sulit berkomunikasi itu membuatku sedikit takut" Ucap Letty.
"Takut, takut untuk apa? " Tanya Rocky sembari membersihkan gelas di tangan nya.
"Aku takut dia melupakan ku dan menemukan yang baru di sana, aku dengar di sana tidak hanya laki-laki aku takut ada wanita hebat yang mampu memikat hatinya" Udah Letty sembari menenggak habis minuman di gelasnya.
"Bukankah kak Natan sudah menemukan wanita hebatnya yaitu kak Letty wanita hebat yang mampu menerimanya dari nol, kak Letty wanita yang sangat hebat hebat dalam bersabar dan menunggu nya, jadi kak Letty jangan berhenti percaya pada kak Natan dia sedang berjuang untuk mu" Ucap Aleena menguatkan Letty kembali.
"Kau jangan khawatir jika nanti dia macam-macam aku yang akan membunuhnya" Ucap Rocky sembari menyodorkan minuman baru kepada Letty.
"Hahaha baiklah aku akan tunggu ucapan mu itu" Ucap Letty.
__ADS_1
"Tentu saja aku juga tidak akan diam saja kak Letty jadi jangan khawatir" Ucap Aleena
Setelah minum Letty kembali untuk pulang dia menatap layar ponselnya yang masih masa tidak ada bekas panggilan atupun pesan masuk dari Natan, Letty kemudian membuka fotonya bersama Natan dia mengusap lembut layar ponselnya kemudian memeluknya "Aku merindukan mu" Ucap Letty.