
Rocky duduk dan memikirkan ucapan Aleena, Rocky merasa dirinya telah menyinggung Aleena, "Bagaimanapun dia adalah anak seorang penguasa kaya, menerima makanan gratisan mungkin menyakiti harga dirinya" Rocky sangat yakin Aleena marah karena hal itu.
Rocky tidak tau cara apa yang bisa membuat Aleena tidak marah, Rocky juga tidak pandai membujuk, Alhasil Rocky memasak sarapan untuk mereka berdua, Rocky yang terbiasa hidup mandiri belasan tahun ini tentu nya memasak hal mudah untuk nya, tapi tahun-tahun terakhir dia tidak memasak lagi karena membuang waktu tidurnya dan sedikit repot.
Rocky meneruskan apa yang akan Aleena buat, Rocky tau Aleena ingin membuat Omurice makanan Jepang berupa nasi putih yang digoreng bersama saus tomat dan dibungkus oleh telur goreng omelet. Melihat dari beberapa sayuran yang Aleena potong kecil berbentuk dadu.
Rocky akhirnya menyelesaikan masakan yang Aleena tinggal kan begitu saja.
Setelah selesai memasak Rocky sedikit ragu untuk mengetuk pintu kamar Aleena, dia takut Aleena masih marah karena Rocky merasa dirinya telah melukai harga diri Aleena.
Sedangkan Aleena sedang mondar-mandir di kamarnya merutuki perbuatannya yang marah-marah tidak jelas, dan juga sedang memikirkan perasaan nya yang sebenarnya pada Rocky.
Akhirnya Rocky mengetuk pintu kamar Aleena, mendengar pintunya di ketuk, Aleena berhenti dari aktivitas nya mondar-mandir itu.
Aleena terdiam sejenak namanya tidak kunjung di panggil membuat nya merasa sedikit parno, Aleena akhirnya mendudukkan dirinya di tepi ranjang dan menatap pintu kamarnya, dia ingin memastikan bahwa telinga nya tidak salah kalau tadi pintunya benar-benar di ketuk.
Cukup Lama Aleena melihat ke arah Pintu namun tidak terdengar lagi suara ketukan pintu, Aleena dengan susah payah menelan ludahnya "Apakah tempat ini berhantu? " Aleena tiba-tiba bergidik ngeri sendiri memikirkan itu.
Aleena yang merasa parno itu alhasil membuka pintu dan berjalan tanpa melihat ke depan karena Aleena bergegas sembari menutup pintu.
BRuuukk..... Aleena menabrak Rocky hingga Rocky terjatuh tepat di bawah Aleena, Karena saat Aleena berjalan tanpa melihat itu ada Rocky yang sudah selesai menetapkan hati untuk mengetuk pintu lagi, alhasil posisi mereka kini berada di atas dan di bawah.
Mereka berdua saling pandang, di sini yang jantungnya sangat sangat tidak aman adalah Aleena, mungkin kali ini Rocky bisa mendengar suara jantung Aleena.
Rocky yang melihat Aleena dari. dekat dia semakin sadar gadis kecil yang dulu sudah tidak ada sekarang yang ada wanita cantik yang begitu mempesona, namun saat Rocky hampir terjerat oleh kecantikan Aleena Rocky segera menyadarkan dirinya, dan mendorong Aleena hingga terduduk. "Kau berat! " Rocky berusaha tetap tenang meskipun seperti nya jantung nya mulai tidak patuh padanya.
"Berat, enak saja kau itu yang berat" Perkataan Dejavu yang Aleena ucapkan itu mampu membuat sudah bibir Rocky terangkat, Rocky tersenyum karena Rocky sudah menebak kata apa yang di ucapkan wanita cantik di hadapan nya itu.
Setelah mereka berdiri kembali, Rocky mengajak Aleena untuk sarapan karena Rocky mendengar dengan jelas kalau perut Aleena berbunyi "Kau lapar ayo sarapan"
__ADS_1
"Aku belum selesai memasak, tapi aku tidak mau makan kue itu lagi" Aleena sudah menegaskan dia tidak mau makan kue itu lagi.
"Tidak perlu aku sudah membuangnya" Ucapan Rocky itu membuat Aleena terkejut, karena Aleena tidak berfikir Rocky akan melakukan hal itu.
"Apa kau serius om? " Wajah Aleena terlihat kembali, membuat Rocky semakin yakin Aleena marah karena harga-dirinya terinjak-injak.
"Hmm, ayo sarapan sebelum rumah ini hancur karena suara perutmu" Ucapan Rocky yang tidak semuanya salah, karena suara perut Aleena memang sudah terdengar.
Mereka menuju meja makan, dan Aleena melihat masakan yang tidak jadi dia selesaikan itu sudah jadi dengan sangat sempurna "Kau yang masak om? " Pertanyaan Aleena tidak di jawab oleh Rocky. "Bolehkah aku memakannya? " Pertanyaan Aleena tidak perlu di jawab karena Aleena sudah memasukkan satu suap pertama ke mulutnya "Emm enak".
Rocky diam-diam tersebut karena ekspresi Aleena yang seperti nya sangat menyukai makanan yang dia buat.
Aleena menghabiskan makanan nya dengan cepat lebih cepat dari Rocky, setelah selesai sarapan Aleena berinisiatif untuk mencuci piring kotor.
Sedangkan Rocky bergeser untuk menonton TV, selama ini Rocky tidak pernah menyalakan TV nya, namun entah kenapa Rocky akhir akhir ini tidak rela jika harus tidur pagi seperti dulu.
Mereka berdua menonton film kartun tom anda Jerry " Kenapa menonton kartun Om apa kau anak kecil? coba lihat yang lain, yang lebih menantang" Aleena mengatakan itu tapi dia terus saja memakan cemilannya tanpa mengalihkan pandangannya pada kartun tersebut, Aleena bahkan bisa tertawa saat Tom di kerjai oleh Jerry.
"Hmm otak dan mulutmu tidak singkron" Ucapan savage Rocky itu membuat Aleena menatap Rocky.
"Om kau menyebalkan! "
"Tidak semenyebalkan kamu"
"Dari mananya aku menyebalkan, aku ini sangat baik tidak menyebalkan sama sekali" Aleena mengatakan itu dengan ekspresi sombong terlukis jelas di wajahnya.
"Terserahlah, Em Aleena kapan hari pertama mu kuliah di mulai? " Tanya Rocky
"Kenapa tiba-tiba bertanya tentang itu? " Aleena melihat ke arah Rocky menatap dengan seksama.
__ADS_1
"Apa tidak boleh? " Rocky mencoba untuk tidak melihat kearah Aleena dia berpura-pura fokus pada acara kartun yang dia tonton.
"Tentu saja boleh, lusa aku akan mulai kuliah" Aleena yang melihat Rocky serius menonton akhirnya mengalihkan pandangannya.
"Oh lusa" perkataan itu menutup pembicaraan antara keduanya. Karena Aleena memilih kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya dan juga Rocky melakukan hal yang sama.
Setelah selesai membersihkan diri, Aleena mengambil handphone lamanya, dia mencoba menghidupkan nya setelah mengecasnya, seperti nya keberuntungan ada di tangan Aleena, pencurinya hanya mematikan handphone nya dan menjualnya dengan SIMcard nya masih terpasang. "Untung saja aku sendiri yang membeli handphone ini" Ucapan Aleena
Baru sebentar Aleena mengaktifkan handphone nya puluhan pesan bergantian mulai membanjiri layar handphone nya, seperti nya banyak yang khawatir karena sudah tiga hari ini handphone Aleena tidak bisa di hubungi.
"Ah aku harus segera menelepon mama" Ucap Aleena saat matanya melihat nama Mama nya berada di salah satu pesan yang masuk.
Aleena kemudian menelepon mamanya, teriakan Mama nya membuat Aleena merasa bersalah, seperti nya Mama nya benar-benar mengkhawatirkan nya
[Aleena kemana saja kamu sayang, kenapa handphone mu tidak bisa di hubungi]. Ucap Mama Tiara di seberang telepon.
[Maaf ma, Aleena lupa mengecam handphone Aleena] Aleena memilih tidak berkata jujur pada mamanya karena dia takut mamanya semakin khawatir.
[Hampir saja papamu berangkat kesana, untuk menjemput mu pulang, papa khawatir dengamu Aleena] jelas sang Mama.
[Mama, papa ada di situkan bilang padanya aku baik-baik saja, aku sudah memutuskan aku akan kuliah di sini, jadi papa mama tidak perlu khawatir ok]
[Baiklah, tapi jangan lupa menghubungi kakak kakak mu mereka semua khawatir padamu]. Tiara mengingatkan Aleena
[Baik ma, aku mengerti]
Setelah melepaskan rindu Aleena akhirnya menutup telepon nya, dan mulai membuka puluhan pesan, terlihat nama kakak kembarnya di sana, dia segera membalas pesan mereka dengan kata "Kakak aku menemukan nya, Aku berjanji akan membawa kak Rocky kembali" Aleena mengetik ucapan nya itu dan mengirimnya kepada Arion dan Aric.
Aleena membalas satu persatu pesan, dan ada satu pesan yang membuat nya tanpa sadar melepaskan handphone hingga jatuh, untung saja tidak pecah. "Dia kenapa menghubungi ku"
__ADS_1