
Aleena menatap handphone lamanya, sampai dia tidak mendengar beberapa kali ponsel yang di belikan Rocky berbunyi.
Handphone itu terus berbunyi sampai membuat Aleena tersadar dan segera mengangkat telepon nya tanpa melihat siapa yang menelepon.
"Hal-" Aleena belum sempat menyapa di telepon namun seseorang di seberang sudah berbicara.
[Hallo Aleena, apakah kau tau di mana Elin? Aku tidak menemukannya di kampus apa dia bersamamu? ] Suara itu adalah Erlan.
[Aku tidak tau, mungkin di rumahnya?]
[Dia tidak ada di rumah, papanya tadi menelpon ku menanyakan tentang Elin, semalam dia keluar dan tidak kembali, dia pikir Elin menginap di rumahku dan memintanya untuk mengantarkan nya ke rumah nya]
[Aku akan bertanya pada temanku yang lain]
[Aku mengerti, aku juga akan mencarinya] Erlan menutup telepon nya.
Aleena segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian.
*****
Namun tak selang lama setelah Alister mengirim pesan handphone nya berbunyi matanya terlihat malas setelah melihat nama yang ada di handphone nya, namun dia terpaksa mengangkat nya "Selamat pag-" Alister tidak menyelesaikan kalimatnya saat suara di seberang mulai terdengar di telinganya, Alister terdiam sejenak "Jangan bercanda! " Ucap Alister
Alister menutup telepon nya setelah mendengar semua ucapan seseorang di seberang itu, wajah Alister berubah menjadi panik ketika mematikan telepon nya.
Rocky melihat raut wajah Alister yang berbeda itu "Ada apa? " Tanya Rocky kepada Alister.
Alister baru mengambil nafas namun terdengar suara pintu di tutup, Aleena keluar dia sudah berpakaian rapi, Alister langsung berlari ke arah Aleena.
"Apa kau tau di mana Elin? " Tanya Alister yang mendapat gelengan kepala dari Aleena dan raut bingung dari Rocky.
"tunggu dulu, ada apa ini! " Ucap Rocky meminta penjelasan.
"Elin seperti nya di culik" Ucap Alister yang akhirnya membuat Rocky mengerti ya meski Rocky sudah menebak itu.
"Aku akan pergi mencarinya" Ucap Aleena
"Kami ikut" Ucap Rocky yang mendapatkan anggukan dari Alister tanda dia setuju dengan ucapan Rocky.
__ADS_1
"Tapi-" Rocky tidak memberikan waktu Aleena untuk bicara dia langsung menggandeng tangan Aleena dan menuntun nya berjalan dengannya.
"Elin aku akan menemukan mu" Ucap Alister dalam hati.
Mereka menggunakan mobil Alister untuk mencari keberadaan Elin "Bagaimana jika mencarinya di Universitas" Ucap Rocky.
"Dia tidak ada di sana, kakaknya sudah mencarinya tapi tidak ada" Mendengar jawaban itu Rocky menatap tajam Aleena, Aleena merasa hawa panas menyelimuti tubuhnya dengan refleks dia menjelaskan nya "Jangan salah paham, dia yang memberitahu ku Elin menghilang" Ucap Aleena, ucapan itu sedikit membuat Rocky terlihat lebih tenang namun sialnya hawa cemburu masih terlihat dari tatapan Rocky.
"Heh, dia menelepon mu? lalu kapan aku bisa menelepon mu? " Pertanyaan konyol itu benar-benar di ucapkan oleh bartender yang terkenal dingin itu.
"Pffft konyol" Mendengar pertanyaan itu Alister tidak bisa menahan tawa nya.
"Om kita selalu bersama untuk apa kau menelepon ku bukankah kau harusnya selalu berbicara denganku"
"Lalu bicarakan tentang siapa yang mengirimkan mu paket itu? apa kau mengenalnya kenapa tidak memberitahu ku" Rocky terus bertanya dan mendesak Aleena.
"Aleena bicaralah, kami akan membantu mu menyelesaikan nya jangan kau pendam sendiri" Ucap Alister mendukung ucapan Rocky.
"Kak ini bukan masalah sepele" Ucap Aleena yang menundukkan kepalanya.
Aleena hanya bisa diam dengan air mata yang tiba-tiba keluar menetes membasahi pipinya, Rocky tidak bisa melihat Aleena menangis dia memilih berhenti dan tidak bertanya lagi Rocky kemudian memeluk Aleena membawa Aleena dalam dekapan nya.
Alister hanya bisa melihat dia sejoli itu dari kaca mobilnya.
Saat semuanya tenang Alister mulai bertanya " Aleena adalah tempat yang sering kalian kunjungi? " Tanya Alister
"Cafe, ada cafe yang sering kami kunjungi namun itu tidak pada malam hari " Ucap Aleena.
"Benar dia menghilang tadi malam, tapi apa yang membuatnya bisa keluar larut malam dia terlihat anak rumahan " Ucapan Alister itu membuat Aleena bertanya juga, apa alasan Elin untuk keluar rumah pada malam hari.
"Menemui kakaknya mungkin, namun jika ingin menemui kakaknya dia akan datang sore hari atau menyuruh kakaknya menjemputnya" Aleena bertanya dan menjawab sendiri.
"Bagaimana jika ada orang yang memintanya untuk keluar? " Ucapan Rocky itu membuat Aleena dan Alister mengangguk.
"Apakah ini siasat papanya agar dia menghilang dan aku mencarinya? " Jawaban Alister itu terdengar sangat percaya diri membuat Rocky mengeluarkan raut wajah meremehkan.
"Untuk apa dia melakukan itu" Ucap Rocky dengan wajah mengejek
__ADS_1
"Wajahmu membuatku kesal! asal kau tau papanya seperti nya sangat ingin menjodohkan Elin dengan ku"
"Lalu apa hubungannya dengan menculik Elin! Sekejam-kejamnya singa dia tidak akan memakan anaknya sendiri! dari pada menculiknya dan membuatmu jadi pahlawan lebih baik langsung melemparkan nya di ranjang mu! bodoh sekali kau! " Ucapan Rocky itu terdengar menusuk di telinga Alister namun itu adalah pandangan yang benar.
"Lalu siapa? apakah Elin selama ini ada musuh? " Tanya Alister pada Aleena yang mendapatkan gelengan kepala
"Tidak ada, Elin gadis yang baik setahuku dia tidak memiliki musuh" Ucap Aleena.
"Jadi kita keluar dengan sia-sia? mencari tidak tentu arah" Pertanyaan Rocky itu membuat Aleena dan Alister diam.
"Tidak, bagaimana jika mencarinya di taman" Ucap Aleena.
"Taman? "
"Belum tentu dia di culik, bisa saja dia keluar malam karena kesal pada papanya, yang jelas hanya taman tempat yang bisa di kunjungi saat malam hari.
" Aku mengerti " Ucap Alister yang langsung melajukan mobilnya ke taman sesuai dengan deduksi yang Aleena pikirkan.
Mereka segera turun dan mencarinya di taman itu tak di sangka Mode dan Erlan juga berada di taman itu.
"Tuan Erlan kau juga di sini? " Tanya Alister.
"Aku pikir dia akan berada di sini jika bertengkar dengan pak tua itu" Ucap Erlan
"Kalian punya pemikiran yang sam-" Alister tanpa sengaja mengucapkan kalimat bencana yang bisa membuat badai.
"Heh! " Rocky menatap tajam tatapan yang siap merobek mulut Alister.
"Om" Aleena mencoba menenangkan Rocky "Ayo fokus mencari Elin aku takut dia kenapa-napa " Ucap Aleena.
Rocky menghela nafas "Huh baiklah hentikan pencarian tidak berguna ini, berikan aku perangkat komputer lengkap! "
"Baiklah ke kantorku" Ucap Alister
"Terlalu jauh ke markas ku lebih dekat di sana ada apa yang kau butuhkan" Ucap Erlan.
Semua orang bergerak menuju mobil masing-masing namun Rocky menepuk pundak Erlan "Aku membantumu tidak geratis jika aku menemukan adikmu aku punya syarat yang harus kau penuhi" Ucap Rocky.
__ADS_1