
Alister, Aleena dan Rocky keluar mereka melihat pemimpin itu mereka terkejut bersamaan "Tuan penadah apa yang kau lakukan di sini? " Ucap Aleena saat mengetahui siapa pria yang ada di depannya.
"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kalian lakukan di sini? " Ucap Erlan.
"Ekhm, apa kau di sini untuk membantu Erick? " Tanya Alister yang mengetahui nama Erick dari percakapan yang samar-samar dia dengar.
"Hah kenapa aku harus membant-" Ucapan Erlan belum selesai namun Rocky tiba-tiba menendang mudur Erlan yang tidak siap karena tengah berbicara dengan Aleena dan Alister.
Semua anak buah Erlan terkejut mode bersiap untuk memberi aba-aba untuk menyerang "Serang! " Ucap mode namun tangan Erlan mengangkat keatas artinya dia tidak setuju dengan mode.
"Tunggu mode, Kita pastikan dulu mereka musuh atau orang yang berada di kapal yang sama" Ucap Erlan.
"Tapi tuan dia menyerang mu! " Ucap mode tak Terima.
"Orang itu bukan pro tidak bisa membedakan masalah" Sindiran Erlan itu membuat Rocky kesal ingin sekali Rocky memberikan pukulan lagi pada Erlan.
Rocky mengepalkan tangan bersiap untuk menyerang lagi namun "Om bisakah berhenti! " Ucap Aleena yang membuat Rocky mengurungkan niatnya.
"Aku mengerti" Ucap Rocky kecewa dia ingin sekali menghajar rivalnya itu agar dia tau siapa pemilik Aleena sebenarnya.
"The? apa yang membuatmu datang kemari? " Tanya Aleena lagi kepada Erlan.
"Untuk memberi hukuman pada Erick! dia telah membunuh rekan ku tanpa belas kasih. Aku ingin menagih hutang ini" Ucap Erlan yang membuat Aleena mengangguk mengerti.
"Dia mangsa-ku! " Ucap Rocky menatap tajam Erlan.
"Rocky dia berada di kapal yang sama dengan kita, biarkan dia yang mengakhiri nya" Ucap Alister.
"Aku setuju, serahkan Erick pada Tuan penadah saja" Tambah Aleena
Mendengar Aleena seakan membela Erlan membuat Rocky mengeratkan giginya "Dia mangsa-ku! " Ucap Rocky lagi dia seperti nya masih bersikukuh akan mengakhiri dengan tangannya sendiri.
"Rocky kau dan Aleena terluka biarkan saja orang ini yang mengurus nya" Bisik Alister.
Rocky terdiam dengan ucapan Alister karena cemburu nya dia hampir lupa kalau Aleena tengah terluka.
"Terserah! " Ucap Rocky yang langsung menggendong Aleena dengan tangannya yang terluka, membuat Aleena terkejut.
__ADS_1
"Om apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Aleena.
"Kau sedang terluka akau sedang membantu mu" Ucap Rocky.
"Ha! aku terluka di bagian lengan turunkan aku, aku masih sanggup berjalan lagi pula tanganmu terluka" Erlan mendengar itu langsung melihat lengan Aleena, Erlan terlihat khawatir.
Rocky dengan sengaja mengecup kening Aleena di depan Erlan seakan menunjukan dialah pemenang di hati Aleena "Terimakasih sayang kau ternyata mengkhawatirkan ku, tapi tenanglah laki-laki mu ini sangat kuat" Ucap Rocky langsung berjalan melewati Erlan. Mendengar ucapan Rocky tangan Erlan menggenggam erat ingin sekali dia merebut Aleena dari tangan Rocky.
Pada akhirnya "Kau terluka" Erlan menahan lengan Aleena yang membuat Rocky menghentikan langkah nya.
"Lepas! " Ucap Rocky dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Ak.. aku tidak apa-apa, tidak perlu khawatir" Ucap Aleena membuat Erlan melepaskan tangannya dari Aleena.
"Bukan ranah-mu untuk khawatir! " Rocky mengangkat ujung bibirnya dan melangkah pergi meninggalkan Erlan yang menatap punggung Rocky yang membawa Aleena semakin jauh.
Alister menepuk pundak Erlan "Mereka sudah di takdir kan bersama menyerahlah" Alister berjalan masuk terlebih dahulu menuntun masuk Erlan.
"Aku tidak akan menyerah, sampai akhir" Gumam Erlan yang membuat Alister menggelengkan kepalanya dia mengingat dirinya di masa lalu.
"Terlalu memaksa itu tidak akan berakhir baik" Ucap Alister yang masih di dengar oleh Erlan.
"Kau! " Erick mengeratkan giginya melihat Erlan masuk bersama Alister
"Natan, Robby ayo keluar serahkan Erick padanya" Ucap Alister.
"Tunggu kenapa harus menyerahkan bajingan ini padanya, dia yang mencelakai Letty bukanlah kita harus membalasnya sendiri" Ucap Disa yang tidak Terima setelah mereka bekerja keras kenapa menyerahkan akhirnya pada orang lain.
"Nona Disa, ini keputusan yang tepat toh dia di kapal yang sama dengan kita" Ucap Alister
"Tenang saja nona aku tidak akan melepaskan nya, walau aku tidak akan membunuhnya aku juga tidak akan membiarkan dia tetap sempurna" Ucap Erlan dengan wajah menyeringai nya.
"Berisik! aku tidak akan kalah darimu Erlan kau bajing*n" Teriak Erick memberontak saat melihat Erlan.
"Kau bisa apa?! " Menatap meremehkan Erick.
"Sudahlah Disa biarkan saja, aku percaya dengan tuan ini" Ucap Letty.
__ADS_1
"Benar lebih baik keluar secepatnya dan mengobati mereka yang terluka" Ucap Natan menambahi.
"Aku mengerti, huh" Disa menatap Erlan kesal sepertinya Disa sudah menandai Erlan sebagai musuhnya sekarang.
"Nona itu seperti nya akan membencimu" Bisik Alister pada Erlan.
"Memangnya kenapa? yang aku pedulikan hanya Aleena" Gumam pelan Erlan.
Mereka semua meninggalkan Erlan dengan orang-orang nya. Sepanjang jalan Disa masih menggerutu dia ingin sekali menginjak orang yang menyakiti sahabat nya namun dia tidak bisa dan harus diam saja. "Laki-laki menyebalkan! " Ucap Disa kesal.
"Sudah sudah kau menggerutu terus nanti cepat tua, lagi pula kau tidak membantu banyak untuk apa semarah itu" Ucap Natan.
"Kau sama menyebalkan dengan dia! " Keluh Disa.
"Sudahlah disa kita atau dia yang membalas sama saja itu akan jadi hukuman setimpal untuk Erick" Ucap Letty yang mendapat anggukan dari Natan.
Erlan tersenyum "Ck! kau masih belum. berubah! masih terlihat seperti pecundang" Ucap Erlan.
"Berisik lepaskan aku! lihat siapa yang pecundang! ayo kita bertarung lagi dan kembalikan kekuasaan-ku yang kau rebut" Ucap Erick tidak Terima terlihat sekali dia ingin menantang Erlan.
"Kekuasaan mu? pada dasarnya kita membangun ini bersama tapi karena kau yang selalu licik dan menggelapkan banyak uang membangun perusahaan tanpa sepengetahuan kami semua kau tidak pantas menjadi pemimpin! kau mengorbankan banyak orang untuk keegoisan mu sendiri keuntungan kau makan sendiri! kau tidak pantas di sebut dengan pemimpin"
"Berisik berisik berisik kau mengerti apa? kau pemimpin bodoh! menganggap mereka semua rekan! kau akan di injak jika tidak menunjukan kuasa mu"
"Keserakahan mu itu yang akan menginjak dan menghancurkan mu, mode lepaskan dia! " Ucap Erlan.
Erick tertawa "Kau masih sama sok baik! tapi karena sudah melepaskan ku aku akan merebut kembali posisiku! " Erick segera menyerang Erlan , Erlan menangkis dan memukul balik Erick, Erlan tidak menggunakan kekuatan nya sepenuhnya karena melihat Kondisi Erick.
Erick mengambil pisau yang masih di simpannya, dia ingin menusuk Erlan namun Erlan dengan cepat menjatuhkan pisau lipat itu mengambilnya dan menggoreskan ke tangan Erick, mematahkan satu tangan Erick mematahkan kedua kaki Erick "Ini hukuman yang pantas untuk mu! aku tidak membunuhmu berterimakasihlah pada Tuhan! " Ucap Erlan yang meninggalkan Erick tergeletak begitu saja tanpa ada yang menolong.
Di sisi lain
Rocky dan Aleena kembali ke apartemen setelah mendapat perawatan atas luka mereka.
Aleena membantu Rocky mengganti perbannya "Kak kau harus ingat untuk mengganti perban mu setelah di oleskan obat, tusukan nya lumayan dalam" Ucap Aleena.
"Tidak masalah kan ada istri ku yang akan mengurusnya"
__ADS_1
"I.. istri? siapa istrimu? huh" Ucap Aleena malu-malu dia menyelesaikan dengan cepat perban Rocky, dia ingin berlari pergunakan namun Rocky menarik Aleena.
"Apakah tidak mau menjadi istriku? " Rocky menyenderkan kepalanya di bahu Aleena yang duduk di pangkuannya.