Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 133


__ADS_3

Erlan dan Elin berbincang cukup lama sampai Erlan membantu Elin untuk makan dan minum obat, saat ini Elin sudah tertidur karena efek samping dari obatnya.


Erlan memilih keluar sebentar saat Elin sedang tertidur, siapa sangka Alister masih setia menunggu di tempat duduk di depan ruangan itu.


Alister sepertinya sedikit kelelahan dan hampir tertidur namun dia tersadar kembali saat mendengar pintu di tutup yaitu saat Erlan keluar.


Erlan menatap Alister "Om tua kau lebih baik pulang dan istirahat" Ucap Erlan mengingatkan Alister.


"Berhenti memanggilku om tua, aku ini calon adik ipar mu otomatis aku ini akan jauh lebih muda darimu kakak" Ucapan Alister itu berhasil membalas ucapan dari Erlan membuat Erlan kesal mendengar kebenaran itu.


"Menyebalkan! kau ini seperti nya salah paham aku ini belum memberikan restu untuk mu jadi untuk menjadi adik ipar ku, itu masih dalam. angan-angan mu saja" Ucap erlan untuk membalas kata-kata Alister


"Aku yakin kau akan memberikan restu mu padaku, lagi pula kau sangat menyayangi adikmu kami saling mencintai kau tentu tidak mau membuat adikmu bersedih bukan"


"Ha! om tua kau seperti nya terlalu percaya diri, adik ku itu bahkan masih ragu untuk menerima mu, kau tau alasannya bukan" Setelah memainkan banyak kata Erlan akhirnya pada topik yang sebenarnya ingin dia bahas.


"Soal itu aku tau, tapi luka Elin juga bukan tidak bisa hilang, ka.. kau jangan salah sangka aku mengatakan ini bukan karena aku hanya mencintai wajah Elin, aku tidak sedikit pun bermasalah dengan bekas lukanya. "Alister sangat tau apa maksud dari ucapan Erlan kepadanya tapi dia langsung menjelaskan agar Erlan yang sulit di tangani itu salah paham


" Aku tidak bodoh aku tau itu, tapi aku sudah mendiskusikan nya dengan dokter, seperti nya hanya bisa dengan jalur operasi plastik baru bisa menghilangkan bekas lukanya, tapi aku tidak yakin Elin mau melakukan itu" Ucap Erlan yang sangat tau betapa polos dan apa adanya adiknya itu.


"Jangan khawatir soal itu, aku memiliki kenalan dokter yang luar biasa hebat dengan gurunya yang sangat handal, mereka pasti bisa menghilangkan luka Elin tanpa harus melakukan operasi plastik itu, lagi pulang memotong bagian tubuh lain untuk membuat wajah baru adikmu pasti akan menentangnya"


Jawaban Alister itu membuat Erlan sedikit berharap "Kalau ucapan mu itu benar, jadikan itu syarat untuk kau menikahi nya, kau harus mengembalikan wajah Elin kembali itu syarat egois ku yang pertama sebagai seorang kakak" Ucap Erlan yang membuat Alister paham Erlan benar-benar menyayangi adiknya itu.


"Hmm aku berjanji apapun akan aku lakukan untuk membuatnya kembali percaya diri" Jawab Alister tegas.

__ADS_1


"Tapi tidak hanya satu syarat, itu hanya salah satu syarat yang aku berikan untuk kau bisa bersama adik ku om tua"


"Seberapa pun banyaknya syarat mu tidak akan menghalangi ku mendapatkan adikmu" Jawaban Alister itu membuat Erlan semakin yakin kalau Alister adalah kandidat yang paling cocok untuk adiknya.


"Kau terlalu percaya diri om tua, tapi aku akan pegang janjimu itu"


"Hentikan panggilan om tua mu itu, biasakanlah dirimu memanggilku adik ipar"


"Berisik! aku tidak akan melakukannya sampai kau berhasil melaksanakan semua syarat yang aku berikan.


"Lalu apa syarat mu yang lain itu? "


"Itu akan aku beritahu kau pada waktunya jadi sampai waktu itu tiba kau tetap jadi om-om tua di mataku" Erlan kemudian pergi meninggalkan Alister begitu saja namun di pertengahan langkahnya dia berhenti dan berbalik "Jaga adik ku, ada yang harus aku urus" Ucap Erlan.


Alister tersenyum senyumannya membuat Erlan curiga "Jangan berbuat macam-macam pada adik ku sebelum kalian resmi mengerti"


Erlan hanya bisa menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan Alister yang masih berada di depan ruangan Elin.


Namun saat Erlan sudah tak terlihat Alister segara bergegas masuk ke dalam ruangan Elin.


****


Rocky membawa Aleena masuk ke dalam Bandara, Rocky seperti melihat sekeliling membuat Aleena mengernyitkan dahinya bingung.


"Di sana" Rocky menarik lagi tangan Aleena, Aleena tentu mengikuti Rocky saat Rocky berhenti wajah Aleena memperlihatkan ekspresi terkejut dan menatap Rocky.

__ADS_1


"Kakak"Aleena berlari menuju seseorang yang terlihat sudah lelah menunggu dengan wajah yang begitu kesal " Kakak kenapa kau ada di sini? " Tanya Aleena.


Bugch... Satu pukulan di layangkan ke wajah Rocky membuat Aleena terkejut "Kak apa yang kau lakukan? " Tanya Aleena panik melihat Arion kakaknya memukul Rocky.


"Harusnya aku memukulnya seratus kali! dia tidak bisa menjagamu! dia juga membuat kita semua menunggu dan yang paling fatal dia membuatku datang dan meninggalkan istri ku " Ucapan Ario yang terakhir mampu membuat Aleena dan Rocky menghela nafas.


"Kakak kau benar-benar sudah menjadi budak cinta kak Olivia" Ucap Aleena menggelengkan kepalanya.


"Berisik! " Ucap Arion.


Rocky tersenyum namun tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja mungkin sebenarnya Rocky sudah merindukan sosok bos, sahabat dan juga kakak.


"Akhirnya kau kembali" Ucap Arion yang segera memeluk Rocky. Air mata Rocky semakin deras mengalir


"Ya aku kembali, terimakasih sudah menunggu" Ucap Rocky menyambut pelukan hangat orang yang tumbuh bersama dengannya sejak kecil.


Aleena ikut menangis terharu dengan perjumpaan mereka berdua. Aleena diam-diam mengambil foto Rocky dan Arion lalu mengirimkan nya kepada Olivia. Di seberang handphone Olivia yang mendapatkan pesan Aleena ikut tersenyum terharu melihat Rocky akhirnya bisa membuka hatinya kembali pada keluarganya.


Arion melepaskan pelukan nya dari Rocky dan dengan cepat mengubah ekspresi nya "Kau menyuruhku ke sini dengan membawa anak buah ku berani sekali kau! " Ucap Arion yang membuat Rocky langsung ikut mengubah Ekspresi nya.


"Aku ingin kembali bersama nenek tapi aku harus menyelesaikan urusan ku di sini dan aku membutuhkan anak buah ku" Ucap Rocky yang tentu saja tidak bisa bergerak dengan anak buah Alister.


Aleena terkejut mendengar ucapan Rocky sekaligus bahagia, dia senang Rocky akan kembali ke negara nya namun itu membuat Aleena berfikir apakah mereka akan LDR karena dirinya masih menempuh pendidikan di negara saat ini.


"Jadi apa yang akan kau berikan untuk ku sebagai imbalan aku harus meninggalkan istriku selama tiga hari! " Menatap Rocky tajam dan serius membuat Rocky kesulitan menelan ludahnya.

__ADS_1


Akhirnya perasaan di intimidasi kembali di rasakan Rocky setelah sekian lama dia hanya membuat ekspresi datar tanpa ketakutan di negara sekarang ini.


"Aku akan memberikan kau keponakan yang lucu" Jawaban Rocky itu membuat Aleena menatap Rocky begitupun dengan Arion melotot ke arah Rocky.


__ADS_2