Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 163


__ADS_3

Mereka semua kini berada dalam pesawat Rocky tentu saja duduk bersebelahan dengan Aleena dan Natan bersebelahan dengan Arion.


Natan merasakan tekanan hanya duduk di samping Arion saja, Arion memilih memejamkan matanya dan tidak ingin berbicara sedikitpun itu membuat Natan yang tadinya ingin menyapa nya terlihat menciut dan memilih untuk ikut memejamkan matanya.


"Perjalanannya sangat lama, kau bisa tidur terlebih dulu sayang" Ucap Rocky sembari menepuk bahunya.


"Om apa kau ini minibus " Senyum Aleena yang memilih menyenderkan tubuhnya dengan nyaman di kursi.


Rocky tentu saja tidak Terima dan menarik pelan Aleena dan menempatkan kepala Aleena di bahunya "Aku tidak perduli" Balas Rocky dengan senyum jahilnya.


"Om kau benar-benar" Aleena ingin kembali bersandar di kursi namun apa daya kepalanya telah di tahan oleh tangan Rocky.


Namun lama kelamaan Aleena akhirnya pun tertidur karena tidak bisa berbuat apapun selain menuruti kekasihnya itu.


****


Erlan dan Elin kini sudah berada di kediaman orang tuanya.


Ibu Elin terkejut saat melihat elin yang mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah "Elin " Teriak ibunya yang segera memeluk sang putri.


"Di mana orang tua itu" Ucap Erlan yang enggak menyebut Papanya.


" Ada apa kau mencariku apa kau sudah kehabisan uang" Ucap Papa Elin dengan nada begitu sombong berjalan mendekat ke arah Elin dan Erlan.


"Cih! Aku tidak akan mungkin kehabisan uang" Ucap Erlan tegas "Hanya ingin melihat apa kau masih bisa hidup" Ucap Erlan lagi.


"Anak kurang ajar! " Papa Elin mengeratkan rahangnya merasa kesal dan ingin menampar Erlan namun Erlan dengan mudah menampiknya.


"Terlalu cepat seratus tahun untuk mu menamparku! " Ucap Erlan dengan mata yang penuh dendam.


"Erlan kau terlalu memandang remeh aku" Ucap papa Elin dengan tegas.


"Memang apa yang pantas aku banggakan darimu! suami yang membuat istrinya meninggal dan menikahi adiknya! " Tatap Erlan tajam, Elin mencengkram dadanya dia menyadari betapa kejamnya kedua orang tuanya merasa bersalah pada kakaknya itu.


"Kau bicara apa! aku tidak membunuh ibumu"


"Heh tak perlu berkelit aku akan pastikan kau menerima balasan yang setimpal"

__ADS_1


"Kau anak durhaka cepat pergi dari sini! " Ucap papa Elin dengan nada begitu marah.


"Aku tidak akan pergi sebelum semuanya selesai pak tua, kau ingat kau sudah menelantarkan adik ku dan saat ini aku kemari untuk membawanya pergi dan kau tidak ada urusan lagi dengannya"


"Apa yang kau katakan Erlan dia putriku aku tidak akan rela dia bersama dengan mu. " Ucap ibu Elin dengan nada marah.


"Ha! kau menyebut Elin anak mu, di mana kau Saat dia membutuhkan mu hah! lagi pula suamimu sudah tidak mengakuinya bukan" Ucap Erlan. Mendengar ucapan Erlan ibu Elin menatap Elin.


"Elin katakan sesuatu kau tidak mungkin akan meninggalkan mama bukan" Ucap ibu Elin menatap anaknya.


Elin hanya menunduk ibu Elin mengguncang badan Elin dengan kuat "Katakan kau tidak mungkin membuang ibumu bukan".


" Ma, papa telah membuangku lalu apa mama mau ikut denganku" Tanya Elin dengan tatapan bersungguh-sungguh.


Mama Elin perlahan melepaskan tangannya di pundak Elin, bagaimanapun mama Elin tidak akan bisa hidup tanpa ke elitan miliknya.


"Elin kau sudah menemukan jawabannya bukan" Ucap Erlan yang mendapat anggukan dari Elin.


"Kalau begitu tanda tangan ni ini aku akan mengambil hak asuh sepenuhnya tentang Elin, aku yang akan membesarkan nya"


"Apa yang akan kau lakukan dengan gadis dengan luka sebesar itu di wajahnya" Ucap Papa elin dengan menggunjingkan anaknya sendiri.


"Kak tenanglah kita di sini hanya meminta tanda tangannya" Ucap Elin dengan bibir bergetar menahan tangis, bagaimanapun hatinya merasa sangat sakit melihat penolakan papa kandungnya yang begitu besar hanya karena luka di wajah nya bahkan mamanya lebih memilih harta ketimbang dirinya.


Erlan melepaskan cengkraman nya dan mengambil berkas yang sudah Erlan siapkan melemparkan nya di atas meja "Cepat tanda tangani sebelum aku membunuhmu"


"Tidak perlu sampai membunuh aku juga akan memberikan boneka yang sudah rusak ini untuk mu! " Ucap papa Elin.


Namun saat papa Elin akan menandatangani berkas itu tiba-tiba handphone nya berbunyi dia tidak kuasa langsung mengangkatnya, terlihat nomor dari asisten nya "Ada apa jika tidak ada masalah penting jangan menelepon ku" Ucap papa Elin dengan angkuh.


Asisten itu menjelaskan semuanya pada papa Elin bahwa Alister mencabut kerjasamanya dan juga semua pemegang saham telah menjualnya pada Alister.


"Apa tidak mungkin! " Papa Elin melepaskan teleponnya hingga jatuh di lantai dia kemudian mengambil berkas itu dan merobeknya membuat Elin dan Erlan terkejut.


"Pak tua apa yang kau lakukan! " Teriak Erlan yang kalah cepat menarik berkas yang akhirnya terobek itu.


"Aku tidak akan menandatangani nya, penjaga kemari tangkap mereka berdua" Ucap papa Elin.

__ADS_1


Semua penjaga datang dan menangkap Elin dengan mudah sedangkan Erlan tidak mau tinggal diam dan terus menyerang.


Tapi papa Elin yang sudah di butakan dengan ketakutan akan kemiskinan rela menjadikan putrinya menjadi sandera. "Jika kau masih melawan aku pasti akan membunuhnya! " Teriak papa elin yang sudah berada di depan Elin dengan mencekik lehernya.


"Lepaskan dia pak tua! " Teriak Erlan


"Kau harus menyerah! kalau tidak aku tidak segan membunuhnya" Papa elin mencekik Elin dengan kuat elin berusaha memberontak namun itu malah membuatnya kehabisan nafas dengan cepat.


"Papa apa yang kau lakukan Elin adalah putri kita"


"Diam kau tidak tau apa-apa, kau sudah cacat begini tapi tuan alister masih mau denganmu kau memang hebat"


Elin terus memukul tangan papanya namun papanya tidak melepaskan nya bahkan cekikkannya lebih kuat.


"Sial lepaskan dia pak tua aku menyerah" Erlan terpaksa pasrah dan di tangkap oleh anak buah papanya.


Sedangkan elin di jatuhkan oleh papanya dan memegang lehernya yang sangat sakit.


"Kau si cacat ternyata masih berguna, sekarang telepon tuan Alister minta dia untuk mengembalikan semua saham dan investasi nya" Ucap papa Elin mencengkram pipi Elin.


Elin menggelengkan kepalanya "Beraninya kau! "


"Lepaskan pak tua sialan beraninya kau menyentuh wanitaku" Teriak Alister yang baru saja masuk dengan anak buahnya.


"Tu.. tuan Alister kau salah paham" Ucap panik papa Elin.


"Salah paham! kau pikir aku bodoh! " Alister tanpa pikir panjang langsung memukul papa Elin dengan kuat membuatnya terpental "Maaf Elin aku terlambat " Alister membantu Elin berdiri dan membawa dia dalam pelukannya.


Tak lama polisi datang mengepung rumah Papa elin "Tuan Arkan anda di tangkap atas tuduhan pembunuhan dan juga penggelapan uang" Ucap polisi itu.


"Tidak tidak saya tidak bersalah" Ucap arkan yang di tangkap polisi sebelum sempat melarikan diri.


Begitupun mama Elin yang ternyata bekerjasama dengan arkan dan ikut di tangkap.


"Lepaskan aku, aku tidak bersalah" Arkan terus memberontak.


"Elin tolong mama, mama tidak bersalah" Ucap mama elin.

__ADS_1


Namun Elin hanya bisa menangis di pelukan Alister "Maafkan aku, aku terlambat" Ucap Alister memeluk Elin lembut dan mengusap pucuk kepala Elin.


__ADS_2