
Benar saja, sampai di lantai dua Rocky terkejut "Letty hentikan! " Teriak Rocky membuat Disa menengok ke Arah Rocky. Disa akhirnya bisa tenang.
Letty melepaskan botol yang ada di tangannya yang hampir melayang pada wanita di hadapan nya.
"Apa yang kau lakukan? " Menatap Letty dengan tatapan tajam "Kalian semua keluar klub di tutup! " Suara Rocky yang begitu penuh tekanan membuat semua orang keluar tak terkecuali wanita yang hampir mati di tangan Letty.
Wanita itu di bawa oleh teman-teman nya yang tidak berani menatap langsung Rocky.
Rocky menatap Letty " Kau belum menjawab" Tanya Rocky lagi, Rocky tidak habis pikir kenapa Letty yang sangat menyayangi pekerjaan nya itu bisa dengan ceroboh bertengkar dengan pelanggannya sendiri.
"Bukan urusan mu! " Letty ingin pergi namun langkah nya terhenti, karena teringat akan Rocky yang pergi tanpa kabar.
"Kenapa kau memukuli pelanggan"
"Apa kau perduli kenapa aku memukul pelanggan, kau saja tidak perduli dengan Bar ini, dua malam ini kau kemana pergi saja tidak ada kabar hanya karena seorang wanita benarkan, kau tidak perduli lagi pada Bar ini" Teriak Letty dengan marahnya kepada Rocky
"Aku peduli! " Jawab singkat Rocky itu hanya mendapatkan tawa mengejek dari Letty.
"Kau tidak perduli!! Kau di pecat" Ucap Letty lagi yang membuat Natan dan Disa terkejut.
"Letty" Ucap Disa yang tau Letty sedang mabuk dan setengah sadar dia juga masih di landa kecewa dan asal bicara. "Jangan dengarkan dia" Ucap Disa yang menahan kepergian Letty.
"Aku keluar" Ucap Rocky yang tau dia akan di pecat tapi tidak dalam kondisi seperti ini, Rocky yang tengah malam datang hanya untuk menyaksikan keributan di tempat yang bisa di bilang di bangun bersama.
Awal mula bar itu hadir karena Letty yang kehilangan dukungan keluarganya karena mengabaikan calon tunangan nya, alhasil Letty membuka bar di sinilah Rocky dan Natan hadir membantu meramaikan Bar Letty, sehingga bisa membuat klub di lantai dua.
__ADS_1
Bisa di bilang mereka mulai dari titik rendah bersama-sama, Rocky sedikit kecewa karena sikap Letty yang memecatnya dalam kondisi setengah mabuk.
"Rocky jangan dengarkan Letty dia sedang mabuk" Ucap Disa mencoba mencegah Rocky pergi
"Biarkan saja dia Disa, laki-laki yang hanya perduli dengan dunianya dan tidak bisa menghargai pekerjaan nya untuk apa kau pertahankan! kau laki-laki bodoh bodoh pecundang bodoh" Letty mulai meracau dan hampir kehilangan kesadaran nya.
Disa mencoba membawa Letty sendiri tapi tubuh Letty terasa berat karena sedang mabuk, Natan akhirnya membantu " Rocky kau tunggu di sini, aku akan antarkan bos dulu" Ucap Natan yang tidak ingin Rocky pergi dulu dari Bar, sepertinya ada yang ingin Natan bicarakan.
Natan membantu Disa membawa Letty ke mobilnya, Disa yang masih sadar karena tidak minum banyak akhirnya mengemudikan mobilnya.
Natan segera bergegas masuk sebelum Rocky berubah pikiran dan pergi sebelum mereka berbicara, saat Natan masuk Rocky terlihat sudah berada di bar nya, Rocky sedang meracik minuman untuk nya dan Natan.
Wajah Rocky saat mencampur minuman itu di luar tampak tenang namun ada kebahagiaan yang tersembunyi di balik wajah dingin Itu, ekspresi itu hanya bisa Natan lihat saat Rocky mulai bermain dengan Shaker nya. (SHAKER. Alat ini gunanya untuk mengocok minuman).
Natan duduk dan menunggu Rocky menuangkan minumannya kedalam gelas, Rocky menyuguhkan minuman yang baru saja selesai dia buat.
" Anggap saja minuman terakhir yang aku buat di bar ini" Jawab Rocky yang ikut menenggak minuman yang dia buat sendiri.
"Jangan katakan itu Rocky, bos hanya sedang mabuk dia terbawa emosi"
"Mabuk atau tidak dia mengucapkan nya! dia bos nya"
"Rocky apa kau tau kenapa bos bertengkar dengan pelanggan? " Tanya Natan
"Bukan urusan ku untuk tau" Jawab dingin Rocky yang membuat Natan menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Rocky, bos sudah dua hari ini mencari mu, dia juga sudah lelah menjawab ribuan pertanyaan tentang kemana dirimu, Bos berada dalam tekanan para wanita yang terjerat olehmu, apa kau tau sulitnya menangani mereka"
"Aku memang salah, tapi sebelumnya aku sudah bilang akan mengambil libur"
"Jangan egois Rocky, mengambil libur dan pergi tanpa kabar itu berbeda. Kau tau bagaimana bos kebingungan"
"Baiklah ini semua salahku, dan aku sudah menerima hukuman nya" Rocky keluar dari tempatnya dan melewati Natan, Rocky ini pulang segera.
"Tunggu dulu, kau benar tidak ingin tau kenapa bos bertengkar dengan pelanggan nya? bukankah tadi kau bertanya pada bos, biar aku yang memberitahu mu"
"Tidak perlu"
"Rocky kau ini begitu egois, kau hanya mementingkan dirimu sendiri asal kau tau bos itu bertengkar dengan pelanggan itu karena dia menghinamu, mengkritik mu dengan tajam mengatakan kau adalah laki-laki dengan penyakit menular, pelanggan itu mencoba memfitnah mu saat kau tidak ada, dan bos hanya membelamu dan meminta wanita itu mengatakan untuk menarik kembali kata-katanya, tapi apa kau tau apa yang terjadi wanita itu memukulkan botol ke arah bos, untung dia segera membalikkan tubuhnya dan melindungi kepalanya aku rasa lengan nya terluka, Apa kau masih akan bersikap egois! "
Rocky terdiam mendengar penjelasan Natan, dia tidak tau masalahnya terjadi karena dirinya, Rocky tidak jadi pergi dia mengambil minuman dan minum bersama Natan.
"Jadi apa yang harus aku lakukan? " Ucapan Rocky menatap Natan, Natan menghela nafasnya.
"Rocky aku lihat IQ mu baik, tapi di mana letak EQ mu, haruskah aku memikirkan solusinya untuk mu" Ucap Natan.
"Aku tidak mengerti wanita" Ucap Rocky dan meminum lagi minuman yang ada di gelasnya.
Setelah selesai minum mereka berdua berjalan ke arah apartemen Rocky, Rocky meninggalkan mobilnya begitu saja karena mereka berdua setengah mabuk, tidak ingin membahayakan dirinya dan penggunaan jalan lain jadi Rocky terpaksa meninggalkan mobilnya.
Rocky dan Natan kini sudah berada di apartemen Rocky, Natan sudah tidak tahan matanya sudah sangat berat akhirnya Natan tertidur di sofa.
__ADS_1
Sedangkan Rocky karena sudah mengantuk dan juga sedikit mabuk Rocky segera masuk ke dalam kamar, Rocky akhirnya langsung membaringkan tubuhnya, namun berapa detik dia merasa asing dengan rasa kasurnya, namun karena Rocky sudah sangat lelah dan mengantuk di tambah pusing karena mabuk akhirnya Rocky memejamkan matanya dan tertidur.