Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Ekstra part 5


__ADS_3

Pagi menyapa Aleena tengah di bantu oleh Letty untuk mempercantik diri untuk menghadiri wisudanya, Aleena berhasil menjadi dokter di usia mudanya begitupun dengan Elin.


Aleena merasa sangat bahagia atas apa yang dia capai dengan godaannya yang begitu banyak.


Seluruh anggota keluarga Aditama pun datang untuk menghadiri acara Wisuda Aleena , Aleena telah bersiap dengan make-up sederhana pun Aleena sudah terluka cantik.


"Sayang selamat sudah menjadi dokter, semoga ilmu mu dapat bermanfaat dengan baik " Ucap Tiara sembari memeluk putrinya itu.


"Terimakasih ma, tentu saja aku akan menjadi dokter hebat seperti nenek" Sembari memeluk sang mama.


"Harusnya jadi dokter yang lebih hebat" Celetuk Arion.


"Itu pasti kak, jangan khawatir" Ucap Aleena menanggapi ucapan sombong kakaknya.


"Kalian berdua benar-benar seperti papa kalian, kenapa tidak ada yang mirip seperti mama" Ucap Tiara


"Dalam arti positif apa negatif ini ma"Ucap Aleena yang tau betul maksud ucapan mamanya menuju kemana.


" Kau pasti mengerti sayang" Ucap Tiara.


"Apa kalian akan terus membicarakan ku, ayo segera pergi atau acaranya akan berakhir tanpa kau di sana Ale" Ucap sang papa.


"Siap pa" Ucap Aleena.


Mereka semua berangkat ke sana, sesampainya di kampus Aleena baru saja menyadari bahwa sedari tadi orang yang menemaninya setiap hari tidak kelihatan sama sekali.


"Kak apa kau lihat om Rocky? " Tanya Aleena.


"Tidak setelah menjemput kami dari bandara dia tidak terlihat" Jawaban Olivia membuat Aleena cemas dan terus melihat ke sekeliling tapi tidak menemukan Rocky.


"Sudahlah, cepat ke sana kau harus duduk di tempatmu! " Ucap Arion yang membuat Aleena harus segera ke tempatnya.


Waktu wisuda pun telah usai kali ini mereka tengah berfoto bersama di area kampus, Aleena terus memperhatikan sekeliling dia benar-benar tidak bisa menemukan Rocky dari tadi itu membuatnya khawatir, dia mencoba menelepon Rocky tapi nomornya tidak aktif.


Aleena terlihat gelisah saat di foto membuat mamanya "Ada apa Aleena kenapa kau terlihat tidak senang" Ucap sang mama.

__ADS_1


"Ma sehari ini aku tidak melihat om Rocky, apa mama melihat nya? " Tanya Aleena pada sang mama.


"Setelah dia berbicara dengan papa mu mama juga tidak melihat nya lagi" Ucap Tiara.


"Papa? " Tanya Aleena untuk memastikan apa yang dia dengar itu benar atau salah, mamanya mengangguk mendengar ucapan Aleena.


Aleena melihat papanya yang sedang berbincang dengan Arion, Aleena ingin berjalan ke sana namun tiba-tiba dia di panggil "Aleena tunggu kami belum berfoto dengan mu" Teriak Fiona yang berjalan di ikuti Elin, Alister dan Aric.


"Kita foto ya" Ucap Elin yang membuat Aleena menahan untuk mendekati papanya tapi mata Aleena terus tertuju pada papanya.


"Baiklah " Ucap Aleena yang menahan rasa penasaran nya.


Mereka bergantian berfoto setelah selesai Aleena ingin segera menghampiri sang papa namun Rayyan sendiri sudah berjalan mendekati ke Aleena.


"Papa dan Arion juga ingin fot.. " Ucapan Rayyan di sela oleh Aleena membuat Rayyan menatap heran pada putri cantiknya itu.


"Pa, apa yang papa bicarakan dengan om Rocky kenapa dia sama sekali tidak muncul hari ini, apa papa memberikan tugas aneh lain? Pa om Rocky sudah menjalankan bisnis mu dengan baik apa itu masih kurang" Ucap Aleena terus bicara tanpa henti membuat papanya merasa bingung atas tuduhan Aleena.


"Tunggu apa maksud mu, papa tidak menyuruh Rocky apa pun" Ucap Rayyan menjawab dengan santai membuat Aleena merasa ragu telah menyalahkan papanya.


"Jangan tanya papa, tanya pada dia saja" Ucap Rayyan.


"Aku tidak bisa menghubungi nya" Ucap Aleena yang terlihat sedih.


"Mungkin dia sedang sibuk" Celetuk Arion.


"Apakah sesibuk itu sampai menghilang di hari wisuda ku" Ucap Aleena yang terlihat jelas sangat kecewa.


Namun tak lama deretan mobil mobil mewah menyimpan perhatian yang langsung saja masuk dan mengitari keluarga Aditama. Aleena sudah berharap itu adalah Rocky yang datang namun ternyata Natan yang keluar dari mobil itu "Aleena ikut aku " Ucap Natan membuat Aleena menatap Natan "Rocky dia" Ucapan Natan tidak terselesaikan saat Aleena mendengar nama Rocky di sebut dia segera naik ke mobil yang di kemudian Natan, Natan juga menyuruh seluruh anggota keluarga untuk mengambil alih mobil-mobil mewah berwarna merah seragam itu.


"Apa yang dia rencanakan " Ucap Arion yang menebak ada hal terselubung dari kegaduhan itu.


Deretan mobil mewah itu satu persatu keluar dengan membawa seluruh anggota Aditama yang datang tak terkecuali Aliser dan Elin yang sudah masuk ke dalam mobil mewah itu.


Mereka semua di giring ke sebuah lapangan golf yang luas, Natan menghentikan mobilnya.

__ADS_1


Aleena bertanya-tanya kenapa Natan membawanya ke hamparan rumput hijau itu "Di mana om Rocky, ada apa dengannya kenapa dia berada di sini" Pikiran Aleena kini mulai melayang ada ketakutan di antara pikiran itu.


"Apa kau tidak melihat nya? " Tanya Natan yang langsung menggelengkan kepalanya.


"Kak Natan jangan bercanda di mana dia? " Ucap Aleena yang mendapatkan tangan Natan yang menunjuk ke atas, banyak parasut yang terbang dengan tulisan selamat atas kelulusan Aleena dan di antaranya ada parasut bertuliskan Aleena will you merry me


parasut yang di naiki laki-laki tampan dengan jas hitam mulai turun tak jauh dari Aleena dan keluarga, air mata bahagia Aleena tak bisa di sembunyikan dia berlari ke arah Rocky, Rocky dengan sigap melepaskan parasutnya dan ikut berlari menyambut kekasihnya, mereka berpelukan.


"Aleena maukah kau menikah denganku? " Tanya Rocky lagi dengan suara bukan dengan tulisan


"Tentu" Ucap Aleena dengan air mata bahagia yang mengalir di wajahnya, setelah jawaban Aleena itu satu persatu orang mulai muncul dengan membawa lampion yang siap untuk di terbangkan.


Dengan bersamaan mereka semua menerbangkan lampion membuat langit senja itu mulai di hiasi indahnya lampion.


"Apa kau menyukainya? sayang" Ucap Rocky berbisik pada Aleena.


"Sangat aku sangat menyukainya " Ucap Aleena yang terus menatap lampion tanpa sadar Rocky sudah menyematkan cincin bertahtakan berlian di jarinya.


Arion menarik ujung bibirnya "Lumayan " Rayyan pun melakukan hal yang sama dengan putranya benar-benar buah tak jauh jatuh dari pohon nya.


Setelah adegan romantis itu Mereka di giring ke gedung terdekat Aleena baru sadar tangannya sudah terisi cincin berlian itu "Om ini" Tanya Aleena.


"Sangat cocok untuk mu" Ucap Rocky.


Di gedung itu semua sudah di dekor rapi dengan ribuan lampion tergantung di sana, Rocky kemudian mendekati Rayyan dan menatap Rayyan tanpa Canggung dengan menggandeng Aleena kehadapan Rayyan dan tiara.


"Om Rayyan izinkan aku menikahi putri mu dengan hidupku aku berjanji untuk membahagiakan nya selalu, jika sampai aku mengingkari ucapan ku, kau boleh mengambil nyawaku dengan senang hati aku akan memberikannya karena bagiku nyawaku tidak pantas lagi berada di ragaku saat aku sudah menyakiti putrimu" Ucap Rocky dengan lantang membuat Rayyan menarik ujung bibir nya.


"Kau berani sekali membuat perjanjian seperti itu dengan ku"


"Tentu saja aku berani, aku tidak akan kehilangan nyawaku karena aku tidak akan menyakiti Aleena seumur hidupku" Ucap Rocky mantap.


"Aku pegang ucapan mu" Ucap Rayyan.


"Dan kami merestui kalian" Ucap Tiara tersenyum dan memeluk putrinya.

__ADS_1


Semua orang bertepuk tangan saat Rayyan merengkuh tubuh Rocky dan memeluknya.


__ADS_2