
Natan terlihat terdiam dan berfikir sangat keras, hatinya merasa gundah dia di terpaksa gejolak yang besar dia ingin merubah nasib namun tidak ingin meninggalkan Letty 'Apa yang harus aku pilih' Ucap Natan dalam hati.
Rocky dan Alister terlihat berjalan kembali ke arah meja Rocky melihat Aleena yang menatap Natan.
Aleena melihat Natan yang terlihat tengah kebingungan dan tidak memperhatikan Rocky yang sudah kembali "Kak Natan tidak perlu terburu-buru, kak Alister juga mengatakan nya bukan" Ucap Aleena yang membuat Natan melihat ke arah Aleena tanpa tau sebab dia sudah di tatap tajam oleh Rocky.
"Huh, ayo pulang " Ucap Rocky meniup telinga Aleena membuat Aleena terkejut karena Rocky sudah ada di belakang nya.
"O.. om kau sudah kembali" Tanya Aleena yang menyembunyikan keterkejutan nya.
"Menatap laki-laki lain sampai tidak tau laki-laki nya sudah kembali, Kira-kira hukuman apa yang harus aku berikan" Bisikan Rocky membuat Aleena seakan kesulitan bernafas. "Sudahlah" Rocky menarik Aleena untuk mengikuti nya tentu saja untuk masuk ke dalam mobil.
Sedangkan yang lainnya tentu saja berada di mobil Alister.
Mereka berdua sudah berada dalam mobil Aleena baru selesai memakai sabuk pengaman nya namun tiba-tiba Rocky mendekatkan wajahnya ke wajah Aleena.
Aleena tanpa sadar dia memejamkan matanya, membuat Rocky sedikit tersenyum, namun Aleena tidak merasakan ciuman di bibirnya melainkan Rocky mencium ke-dua mata Aleena yang tengah tertutup itu.
Aleena membuka matanya saat tidak terasa lagi bibir di matanya "Om.. om apa yang kau lakukan? " Ucap Aleena
"Kenapa apa kau kecewa aku tidak mencium bibirmu? "
"Ti.. tidak apa yang kau katakan mana mungkin seperti itu"
Rocky meletakkan dahinya di dahi Aleena "Aku sedang merilekskan matamu yang terlalu lama memandangi laki-laki lain! " Jawaban Rocky itu membuat hati Aleena benar-benar di buat tak karuan laki-laki yang beberapa waktu lalu masih sedingin air beku kenapa kini seperti coklat manis yang meleleh benar-benar tidak di sangka.
"Ak.. aku hanya kasihan pada kak Natan dia terlihat sangat kebingungan" Ucap Aleena.
"He, kasihan tidak perlu menatapnya begitu lama! " Ucap Rocky.
"Ah apakah om tersayang ku ini sedang cemburu? " Aleena melingkarkan tangannya di leher Rocky kini giliran Aleena yang menggoda Rocky.
"Cemburu dengan Natan? apakah pantas" Jawab Rocky yang berusaha tetap cool.
"Jadi kalau dengan yang lain bagaimana, haruskah aku mencoba menatap yang lainnya" Tak di sangka godaan Aleena itu membuat malapetaka untuk dirinya sendiri, namun malapetaka enak tentunya.
__ADS_1
"Tidak masalah asal kau mampu menerima hukuman ku sayang" Ucap Rocky yang langsung melahap habis bibir Aleena tak tersisa tenggelam dalam kehangatan yang tak bisa di jelaskan, perasaan hangat nan bergejolak terus mengalir di seluruh tubuh mereka.
"Emmm" Aleena hanya bisa memejamkan matanya dan menerima tuntunan dalam permainan Rocky yang begitu intens.
Ciuman itu berjalan cukup lama sampai akhirnya pintu kaca mobil itu di ketuk untuk beberapa kali, benar-benar ketukan yang sangat lama.
Aleena berusaha melepaskan ciuman itu karena tau seseorang sedang menunggu mereka. Rocky segera melepaskan ciuman nya karena Aleena sudah memukul-mukul dan mendorong dadanya.
Wajah Rocky terlihat tidak senang, dia membuka kaca mobilnya dengan di ikuti aura Hitam di belakang nya dia benar-benar terlihat sangat marah.
Alister yang mengetuk mobil itu seakan kini menyesal telah memaksa mengetuk nya tatapan membunuh yang begitu kuat membuat Alister bergidik ngeri.
"Apa yang kau lakukan di sini! " Tatapan Rocky benar-benar ingin menikam Alister sekarang juga.
"Ka..kau tidak mengatakan kemana kita akan pergi jadi aku hanya ingin bertanya"
"Cari tempat terdekat dari tempat perjanjian bertemu! " Ucap Rocky
"Aku mengerti" Alister segera berlari kembali ke mobilnya "Bodohnya aku hampir saja aku mati dalam keadaan perjaka" Ucap Alister dalam hati, meskipun dia tidak pernah menyentuh wanita tapi dia juga masih sangat normal.
"Tuan kau terlihat sangat pucat, kenapa? apa kau melihat hantu?" Tanya Disa yang duduk di depan di samping Alister yang mengemudi.
"Hah benarkah ini masih senja apa raja iblis berkeliaran di jam seperti ini" Ucap Disa polos.
"Aku rasa raja iblis itu Rocky" Ucap lirih Natan
"Aku juga berfikir sama" Ucap Letty yang menanggapi ucapan Natan, membuat keduanya saling menatap.
Alister menenangkan dirinya dan kemudian langsung mengikuti mobil Rocky yang sudah mulai berjalan.
"Em Natan apa kau akan mengikuti tuan Alister? "
Natan menggelengkan kepalanya "Aku tidak tau, aku masih berfikir untuk itu"
"Seperti itu" Letty mengangguk-angguk kecil dan keduanya mulai diam tenggelam dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
Sedangkan Alister mulai memasang handsfree, dan mulai berkomunikasi dengan anak buahnya agar bersiap ke lokasi yang sudah di tentukan oleh Rocky.
Disa menatap kagum Alister dia yang juga penggemar dari novel Kontrak nikah tuan mafia dia seakan melihat Alister sebagai kenzo pemeran utama di novel itu. "Dia benar-benar keren" Gumam Disa sangat lirih
"Kau mengatakan sesuatu? " Tanya Alister yang membuat Disa terkejut dia tidak menyangka kalau Alister masih mendengarkan suaranya, meski dia sedang berkomunikasi dengan anak buahnya.
Disa segera menggelengkan kepalanya dan tersenyum "Ti.. tidak ada tuan" Ucap Disa gugup tiba-tiba detak jantung nya terasa tidak karuan.
"Oh aku kira kau sedang berbicara denganku" Ucap Alister yang dengan cepat mendapatkan gelengan kepala dari Disa.
Mereka sudah sampai ke tempat yang di tentukan, Anak buah Alister juga sudah berada di tempat yang seharusnya.
Malam sudah semakin gelap "Kau akan pergi dengan Robby" Ucap Rocky kepada Letty.
"Ta.. tapi dia memintaku datang sendiri"
"Ck! tidak akan menjadi masalah Robby akan menyamar menjadi supir pribadi mu, lagi pula dia sudah siap dengan kostumnya, dia terlihat tua orang itu tidak akan curiga"
"Apa kau yakin? " Letty sangat takut dia tidak bisa menyembunyikan tangannya yang bergetar
Aleena menyadari itu dan menggenggam tangan Letty "Percayalah dengan om Rocky kak"
"Ya percayalah padanya" Ucap Alister menimpali.
"Aku percaya pada kalian semua, kalian pasti akan menolongku" Ucap Letty dan membalas genggaman tangan Aleena, Disa memeluk Letty.
"Kenapa tidak biarkan aku saja yang menjadi supir pribadi nya" Ucap Disa dia tidak tega dengan Letty yang sendirian.
"Tidak, kau akan menjadi tambahan beban jika ikut! " Jawaban Rocky itu begitu menusuk namun itu adalah kebenaran nya.
"Rocky bisakah memilih kata-kata yang lebih baik"
"Tidak"
Aleena tersenyum kaku "Sudahlah kak disa ikuti saran kak Rocky ok" Ucap Aleena yang mendapat anggukan dari Disa.
__ADS_1
"Robby ikuti rencana" Ucap Rocky yang mendapat anggukan dari Robby "Berangkat lah" Ucap Rocky pada Letty.
Letty melangkah pergi kemudian berhenti lalu menengok sebentar dia melihat semuanya, di akhir dia menengok ke arah Natan ' Aku harap kalian semua akan baik-baik saja' ucap Letty dalam hati "Rocky aku percaya padamu" Ucap lirih Letty.