
Tiga bulan berlalu Alister dan Elin melangsungkan pernikahan bersamaan dengan Letty dan Natan, Tuan Kenzo yang menyiapkan acara itu, Acara yang begitu meriah membuat dunia bawah di guncang kebahagiaan.
"Selamat ya Elin" Ucap Aleena memeluk sahabatnya itu.
"Selamat juga, Om Rocky mu benar-benar bekerja keras" Ucap Elin sambil mengelus perut rata Aleena.
"Hahaha apa kalian lembur setiap hari" Sambung Letty yang membuat Aleena tersipu malu.
"Kak letty, aku rasa kak Natan akan lebih bekerja keras lihat caranya menatapmu" Goda Aleena yang melihat Natan tidak lepas pandangannya dari letty.
"Hentikan Aleena jangan menggodaku" Ucap Letty.
"Ah aku memiliki kado untuk kalian jangan lupa untuk di pakai" Ucap Aleena menyeringai.
"Bumil seperti nya aku tau maksud mu" Ucap Elin mencubit hidung Aleena.
"Apa sudah memberikan kadonya" Ucap Rocky memeluk Aleena dari belakang.
"Hmm sudah" Ucap Aleena.
"Baiklah ayo kita pulang" Ucap Rocky.
"Tidak tunggu kenapa kita harus cepat-cepat pulang" Protes Aleena.
"Bagaimanapun kau harus istirahat sayang" Ucap Rocky sembari menggendong Aleena.
"Om lepaskan aku bisa jalan sendiri" Ucap Aleena.
"Tidak mau, Letty Elin selamat menikah dengan laki-laki seperti mereka, kami pulang dulu" Ucap Rocky
"Ha maksud mu laki-laki seperti apa hah" Ucap Alister.
"Mereka akan tau sendiri nanti" Ucap Rocky sembari kabur membawa istrinya.
"Sialan kau" Ucap Alister.
Di tengah perjalan pulang Aleena melihat pohon mangga yang rimbun di sebuah rumah "Om om berhenti" Ucap Aleena.
"Ada apa sayang? " Tanya Rocky.
"Om aku mau itu" Aleena menunjuk pohon mangga yang ada di rumah orang itu.
"Kau mau apa sayang? " Melihat hal yang di tunjuk Aleena "Kau mau rumah seperti itu? " Aleena menggelengkan kepalanya "Lalu, kau mau membeli rumah itu? " Tanya Rocky.
__ADS_1
"Tidak om, aku mau yang ada di depan rumahnya" Ucap Aleena.
"Ah kau mau mangga, biar aku belikan ya" Ucap Rocky.
"Tidak mau om, aku mau mangga itu dari pohonnya" Ucap Aleena.
"Hah tu.. tunggu dulu apa maksudnya Aleena ini sudah malam apa kau ingin aku membangunkan pemilik rumah itu? " Tanya Rocky namun Aleena menggelengkan kepalanya. "Lalu? " Rocky menatap curiga pada istrinya.
Aleena tersenyum "Aku mau om mengambilnya untuk ku" Ucapan Aleena membuat Rocky terkejut.
"Kau mau aku mencurinya sayang? " Tanya Rocky yang mendapat anggukan dari Aleena.
"Tu.. tunggu dulu permintaan aneh macam apa itu, tidak mungkin kita mencuri kita beli saja ya" Aleena menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba air matanya mengalir di pipinya.
"Ak.. aku mau mangga itu " Ucap Aleena sembari menangis.
"Ok.. ok jangan menangis ya biar aku ambilkan ok, tapi biar kita parkir sedikit lebih jauh ya" Ucap Rocky yang khawatir jika dia tertangkap mencuri itu akan membuat Aleena terseret.
"Tidak mau, aku mau di sini melihat langsung om Rocky memetiknya" Ucap Aleena.
"Oh sayang kau benar-benar ingin makan mangga itu, bisakah kita ganti dengan mangga di supermarket yang mahal sekalipun tidak masalah apa kau tidak mau" Rocky mencoba berdiskusi dengan Rocky junior di dalam perut namun hasilnya malah Aleena menangis lebih kencang. "Baiklah-baiklah papa akan ambilkan ya sayang" Rocky menghela nafasnya dan mencium perut Aleena dan juga kening Aleena. "Papa berangkat sekarang ya" Ucap Rocky yang benar-benar bingung dengan permintaan aneh istrinya.
Rocky turun dari mobil dia kemudian memanjat pagar yang cukup tinggi itu dan masuk perlahan menuju pohon mangga yang berbuat rimbun itu, untung saja ada buah yang tidak terlalu tinggi Rocky berusaha loncat dan mendapatkan nya namun siapanya penjaga rumah melihat nya dan berteriak "Maling! maling! maling! " Teriaknya yang membuat penghuni rumah keluar beruntung Rocky segera memanjat dinding dan berlari masuk ke dalam mobilnya, namun saat penjaga itu mengejar dia melihat uang berserakan di bawah pohon mangga.
"Malingnya sudah kabur membawa mobil tuan, tapi ini" Ucap penjaga itu yang memberitahu tentang uang yang dia temukan membuat pemilik rumah yang usianya setengah baya itu tertawa.
"Hahaha, benar-benar" Ucap pemilik rumah itu yang paham dengan apa yang terjadi.
"Bagaimana tuan haruskah kita melacak nya" Ucap penjaga itu.
"Tidak perlu, uangnya sudah di berikan untuk mu saja" Ucapan pemilik rumah itu membuat penjaga itu bingung dan tidak paham.
Di sisi lain Aleena langsung mencuci mangga itu dengan air di botolnya dan langsung memakannya membuat Rocky terus menelan ludahnya "Apa kau puas sayang" Tanya Rocky
"Sangat puas sayang terimakasih" Ucap Aleena mencium pipi Rocky.
Tujuh bulan berlalu
Rocky berada di ruangan bersalin dia hendak mengabadikan momen kelahiran putra pertamanya namun saat Rocky melihat perjuangan Aleena mengejan Rocky tiba-tiba merasa sakit melihat nya, membuat Rocky membuang kameranya dan berlari ke samping Aleena dan menggenggam tangan Aleena dan saat bayi mereka lahir Rocky tak lagi bisa menahan tangis nya "Terimakasih sayang terimakasih" Ucapan Rocky sembari menangis mencium kening istrinya yang membuat Aleena mengangguk lemah sembari haru mendengar tangisan putranya.
Rocky tak henti berterimakasih pada Aleena dan terus mencium Aleena sampai putranya yang sudah di bersihkan di berikan pada Aleena untuk mendapatkan pelukan pertamanya, Rocky tidak bisa menyembunyikan tangis bahagianya melihat istri dan anaknya dalam keadaan sehat.
"Terimakasih untuk kalian berdua sudah melengkapi hidupku" Ucap Rocky yang mencium istrinya kemudian mengambil putranya menggendongnya dan menciumnya "Terimakasih sayang sudah lahir ke dunia ini untuk melengkapi kebahagiaan papa dan mama" Ucap Rocky.
__ADS_1
Aleena selesai di tangani Rayyan dan Tiara segera masuk untuk melihat cucu ke empat mereka "Wah dia tampan seperti ku" Ucap Rayyan.
"Papa apa kau salah dia tampan seperti ku" Ucap Rocky tak Terima.
"Ha dari mananya kau tampan, dia tentu mengikuti garis keturunan ku " Ucap Rayya yang tak mau kalah dari Rocky membuat Tiara dan Aleena tersenyum melihat Rayyan dan Rocky saling berebut garis keturunan.
"Biar aku gendong" Ucap Rayyan yang membuat Rocky sebenarnya tidak rela memberikan putranya tapi dia tidak bisa melawan mertuanya.
"Pelan-pelan ya pa" Ucap Rocky.
"Aku ini sudah berpengalaman jangan mengejek ku" Ucap Rayyan yang terlihat begitu senang menggendong cucunya.
"Selamat ya sayang" Ucap Tiara yang baru bisa memeluk leluasa putrinya setelah drama keturunan berakhir.
"Terimakasih ya ma, aku sekarang sudah tau betapa sulitnya mama mengandung dan melahirkan ku, mama jika Aleena selama ini bersalah pada mama Aleena minta maaf ya ma" Ucap Aleena yang setelah melahirkan semakin sadar sulitnya menjadi seorang ibu.
Tiara menggelengkan kepalanya "Kau selalu menjadi anak baik mama, mama akan selalu memaafkan mu" Ucap Tiara.
"Nah Rocky apa kau sudah memberikan nama untuk putramu" Ucap Rayyan.
"Tentu saja" Ucap Rocky
"Siapa namanya"
"Namanya ORIAGRA ADITAMA MARS"
"Nama yang cukup bagus " Ucap Rayyan yang di ikuti anggukan dari Aleena dan Tiara.
Setelah kepulangan baby ori semua orang menjenguk dan memberikan hadiah yang begitu banyak.
Selang 9 bulan Letty melahirkan putra pertamanya selang dua hari Elin juga melahirkan putri pertama mereka.
Lima tahun berlalu Aleena melahirkan anak keduanya bersamaan dengan Disa yang juga melahirkan anak keduanya.
Aleena dan Rocky hidup bahagia dengan kedua anak mereka yang akan selalu menghiasi indahnya hari mereka sampai masa tua dan menutup mata.
...TAMAT...
#Sampai bertemu ke cerita aku selanjutnya
KONTRAK PERNIKAHAN PENGUASA KEMBAR
TERIMAKASIH
__ADS_1