Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 178


__ADS_3

Rocky menghentikan langkahnya membuat Aleena menengok ke arah Rocky "Ada apa om? " Tanya Aleena


"Tidak ada apa-apa Aleena, kita jalan lagi" Ucap Rocky yang akhirnya menentukan hasil akhirnya dia tidak boleh melihat Aleena sekarang atau akan terjadi hal yang tidak di inginkan dan membuat nya tidak bisa menikahi Aleena karena di bunuh oleh kakaknya "Aleena aku akan menunggu mu di taman aku ingin bicara" Ucap Rocky sebelum Aleena menutup pintu karena Rocky sudah sampai di luar.


"Baiklah aku mengerti" Aleena segera menutup pintu, Aleena bersandar di pintu dan menghela nafasnya saat ini wajahnya tengah merah merekah karena malu di lihat dengan kondisi sangat terbuka "Apakah aku tambah gemuk kenapa handuk ini menjadi sangat kecil" Ucap Aleena kesal pada handuk yang dia pakai.


Hal yang sama terjadi dengannya Rocky dia bersandar di tembok sembari mengatur nafasnya "Junior jangan bangun, apa kau mengerti" Ucap Rocky sambil menunduk entah berbicara dengan apa.


Rocky segera menggelengkan kepalanya dan menuju kamarnya dia benar-benar harus mandi air dingin karena junior nya mulai bergerak karena tadi Rocky tidak sepenuhnya tidak melihat.


Rocky dan Aleena kini sudah berada di taman kali ini mereka sarapan roti bakar buatan Aleena di taman karena papanya berangkat ke kantor sangat pagi jadi mereka ketinggalan untuk sarapan bersama.


"Sayang maaf soal tad.. " Aleena segera menutup mulut Rocky.


"Berhenti membahas itu sangat memalukan " Ucap Aleena yang wajahnya tiba-tiba merah lagi karena mengingat kejadian tadi.


"Baik-baik sayang lepaskan tanganmu ok" Rocky melepaskan tangan Aleena perlahan dari mulutnya dan mengecup punggung tangan Aleena membuat Aleena terkejut sekaligus tersipu.


"Om kau sekarang sangat pandai merayu ya, di mana bartender dingin itu" Ledek Aleena.


"Sedang beristirahat karena bartender yang seperti ini hanya bisa saat bersamamu" Ucap Rocky semakin membuat Aleena mabuk kepayang.


"Dasar gombal! benar-benar sudah pandai berbicara manis ya"


"Kakakmu yang mengajarinya" Canda Rocky.


"Hmmm jadi apa yang ingin kau bicarakan om? " Tanya Aleena yang kembali duduk di samping Rocky.

__ADS_1


"Tentang semalam aku tidak pulang apa kau marah? "Tanya Rocky.


" Ha, untuk apa aku marah om" Ucap Aleena bingung.


"Tapi kau tidak mengangkat telepon ku setelah aku telepon balik"


"Hahaha soal itu bukankah itu karena aku sedang mandi jadi tidak bisa mengangkat telepon aku tentu saja tidak marah om, kau juga harus bertemu dengan teman lama mu banyak hal yang ingin kalian bicarakan bukan," Ucap Aleena tersenyum.


"Terimakasih sayang kau benar-benar sangat pengertian aku beruntung memiliki calon istri seperti mu" Ucap Rocky menggenggam tangan Aleena.


"Aku juga beruntung mendapatkan cinta pertamaku" Ucap Aleena tanpa sadar membuat Rocky terkejut mendengar nya


"Tunggu apa? kau mengatakan apa sayang" Tanya Rocky yang pura-pura tidak dengar.


"Tidak ada aku tidak mengatakan apa pun"


"Tidak kau mengatakannya cepat katakan sekali lagi aku tidak mendengar nya dengan ba.. " Rocky tidak meneruskan ucapannya karena sudah ada roti yang masuk ke dalam mulutnya.


*****


Baru saja orang tuanya pergi meninggalkan nya tiba-tiba ada suara memanggil namanya "Disa" Suara itu membuat Disa menengok.


Wajah Disa langsung terlihat masam saat melihat orang yang memanggil namanya itu "Hai" Jawab Disa basa-basi.


"Sudah lama kami tidak melihat mu Disa apa kabar" Ucap wanita berbaju biru basa-basi dengan Disa.


"Aku baik, kalian juga terlihat baik jadi aku rasa aku akan ke sana" Ucap Disa yang tidak mau meladeni dua orang wanita yang ada di depannya.

__ADS_1


"Kau mau kemana Disa, kau bukannya belum memberikan ucapan pada kakakmu hadiah mu juga masih di tenteng di paperbag itu" Ucap wanita berbaju merah itu sembari meraih tangan Disa.


"Ayo kita bawa dia bertemu dengan kakaknya sekarang dia pasti belum menemukannya dari tadi benar bukan" Ucap wanita bergaun biru itu yang mendorong Disa pergi.


Disa di dorong pergi bersama mereka untuk menemui kakaknya, kakaknya sedang minum dengan sahabatnya di pinggir kolam yang berada sedikit jauh dari kerumunan.


"Nah Disa itu kakakmu cepat-cepat berikan hadiah mu padanya" Ucap wanita berbaju merah itu.


"Vano liat siapa yang datang" Ucap wanita berbaju biru itu membuat Disa dan Vano saling melihat namun Disa segera mengalihkan pandangannya.


Mereka bertiga berjalan semakin dekat dengan Vano "Ne ne Disa cepat berikan kado mu dan peluk kakakmu seperti waktu SMA" Ucap wanita berbaju merah Itu.


"Hei hei hentikan apa kau tidak ingat saat itu Vano mendorong nya bukanlah akan lucu jika Vano melakukan nya lagi, Disa jangan lakukan ingat dia kakakmu kau tidak pantas untuk menyukainya bukan" Ucap wanita berbaju biru.


"Hei tidak apa menyukainya toh sekarang dia kakakmu hanya menyukai sebagai seorang kakak tidak masalah" Ucap wanita berbaju merah itu.


"Hahaha aku tidak yakin jika dia sudah move-on dari Vano lihat dia masih saja jomblo buka kah itu tanda dia masih mengharapkan Vano benar-benar tidak tau cinta terlarang itu apa, benar-benar menjijikan" Udah wanita berbaju merah itu.


Disa menggenggam erat tangannya dia ingin membalas mereka tapi kenangan masa lalu mulai berputar di kepalanya membuat Disa tidak bisa berbicara apapun.


"Sudah-sudah Disa lebih baik kau berikan kado mu dan peluk kakak mu itu bukankah itu momen yang selalu kau tunggu-tunggu bukan" Ucap wanita berbaju biru.


"Ayo lakukan ini adalah kesempatan atau kau ingin kami mencarikan laki-laki lain untuk kau peluk" Ledek wanita berbaju merah.


Disa hanya bisa diam tak bergerak air mata mulai menggenang di pelupuk matanya saat ini yang ada di benaknya hanya kenangan yang pahit yang di berikan Vano luka yang benar-benar membekas dalam ingatan Disa membuat Disa tak berani mendekat ke arah Vano.


"Disa apakah kau akan menyia-nyiakan kesempatan ini bukankah kau dulu sangat menyukainya benar-benar menjijikan" Ucap wanita berbaju merah itu lagi.

__ADS_1


"Apa kau ingin aku mendorong mu agar jatuh dalam pelukan Vano Ha" Ucap wanita berbaju biru.


Letty melihat perlakuan dua wanita itu dari jauh yang mengejek dan men dorong-dorongan disa, Letty berjalan cepat untuk menolong Disa namun tak di sangka ada sosok yang berjalan mendahuluinya "Dia tidak perlu jatuh ke pelukan kakaknya kalau sudah ada aku" Seseorang memeluk Disa dari belakang.


__ADS_2