
"Aku akan pulang setelah makan malam, om juga harus bekerja kan, jadi om tidak perlu menjemput ku" Ucapan Aleena itu membuat Rocky bingung memilih antara pekerjaan dan Aleena.
"Baiklah aku mengerti kau berhati-hati lah" Jawaban Rocky sebenarnya tidak sesuai dengan harapan yang Aleena inginkan, entah kenapa Aleena ingin bersikap sedikit egois Rocky memilih untuk datang menjemput nya.
"Hmm aku tau" Muka Aleena terlihat sedikit masam. Tapi apa boleh buat pilihan Rocky adalah pekerjaan nya bukan Aleena.
Akhirnya Rocky dan Aleena sudah sampai di Apartemen, Aleena dan Rocky memutuskan untuk membersihkan diri dan pergi tidur karena malam juga sudah semakin larut.
Letty malam ini tidak membuka bar nya karena kejadian kemarin,Letty, Disa, Natan dan jajarannya harus membereskan keributan yang terjadi kemarin malam dan juga harus meredakan gempuran gosip yang beredar, Natan dan rekannya membersihkan lantai dua yang menjadi tempat kejadian, sedangkan Disa dan Letty membersihkan gosip yang beredar.
Natan dan rekan-rekannya sudah selesai membersihkan semuanya bahkan mereka menata ulang semua tempat nya, setelah semua selesai akhirnya Letty menyuruh mereka pergi tersisa Natan yang masih tinggal.
"Kenapa kau tidak ikut pulang? " Tanya Disa kepada Natan yang malah ikut duduk bersama dengan Letty dan Disa di lantai satu tempat Rocky bekerja.
"Tidak ada, hanya berjaga-jaga agar kalian tidak terkena masalah seperti kemarin" Jawab Natan seolah dirinyalah yang telah menyelamatkan mereka berdua.
"Tidak akan terjad-" Disa belum sempat menyelesaikan kalimat nya dia melihat Letty tangannya gemetar dan sedikit menggebrak mejanya. Letty mungkin kejadian yang hampir membuatnya jatuh dari balkon kamarnya "Letty tenanglah tidak akan terjadi apa-apa kita disini" Disa mengusap punggung Letty untuk menenangkan nya, Letty mengangguk.
"Oh ya masalah yang sudah tersebar bagaimana, apakah bar kita akan sepi pengunjung? " Tanya Natan, Natan tidak ingin kehilangan pekerjaan nya.
"Itu pasti terjadi, seorang pemilik bar menyerang pelanggan nya sudah tersebar di mana-mana, sepertinya kita harus memilih metode promosi yang bisa menarik pelanggan ke bar kita ini" Letty terus memikirkan hal apa yang harus dia lakukan untuk menarik pelanggan.
Natan dan Disa juga terlihat diam mereka juga sedang berfikir promosi seperti apa yang bisa menarik pelanggan "Aha, sepertinya aku punya ide yang bagus" Ucap Disa dengan senyuman yang begitu percaya diri.
"Katakan apa idenya? " Letty menatap Disa dengan penasaran.
__ADS_1
"Bagaimana jika meminta Rocky untuk melakukan promosi" Ucap Disa dengan memainkan alisnya.
"Rocky? " Ucap Letty dan Natan bersama-sama.
"Benar, Rocky adalah salah satu aset yang kita punya di bar ini, dia juga diam-diam memiliki banyak penggemar, kita bisa memanfaatkan itu" Ide Disa mendapatkan anggukan dari Natan dan Letty.
"Tapi caranya gimana? " Tanya Letty.
"Benar Rocky pasti tidak akan mau" Ucap Natan yang tau Rocky tidak akan mau melakukan hal seperti promosi.
"Tenang aku sudah punya rencana untuk itu hehehe" Disa tertawa dengan lepas seperti nya dia benar-benar sudah memiliki rencana untuk membuat Rocky mau melakukan promosi.
Pagi menyapa
Aleena bangun dan segera mencuci mukanya, dia ingin pergi memasak di dapur, namun saat di dapur mata Aleena terbelalak karena melihat sudah ada makanan yang tersaji di atas meja dan juga Rocky yang sedang menggunakan celemek bunga-bunga membuat Aleena tertawa terbahak-bahak "Apa yang kau kenakan itu om? cocok sekali denganmu hahaha" Kalimat Aleena itu terdengar mengejek, bagaimana orang yang dingin bisa cocok dengan bunga yang melambangkan kebahagiaan dan keceriaan.
"Wow Om kau seharusnya tidak jadi bartender kau harusnya menjadi chef internasional" Ucap Aleena yang sudah beberapa kali terpaku dengan makanan buatan Rocky yang memang sangat enak dan penampilan yang menggoda. "Jika kau memasakkan ku seperti ini aku bisa jadi gemuk Om" Aleena mengatakan takut gemuk namun dia sudah mulai menyantap Omurice dan beberapa lauk yang Rocky siapkan.
"Gemuk tidak masalah" Jawab Rocky dengan suara lembut membuat Aleena tersedak.
"Ukhuk.. ukhuk. " Aleena tersedak karena jawaban Rocky yang membuat Aleena sudah berfikir jauh.
"Pelan-pelan" Rocky menuangkan minum dan memberikan nya pada Aleena.
"Apa maksud mu om, jika aku gemuk dan tidak ada yang menikahi ku bagaimana? " Aleena mengatakan itu seperti berharap mendapat jawaban yang sesuai dengan keinginan hati kecilnya.
__ADS_1
"Tidak usah menikah" Jawab Rocky dengan santainya.
"Enak saja aku tidak mau jadi perawan tua" Aleena kembali memakan makanan yang ada di piringnya.
Setelah selesai makan Aleena kembali ke kamar dan bersiap ke kampus, Rocky pun sudah siap untuk mengantarkan Aleena "Kau sudah siap? " Tanya Rocky yang sudah sedari tadi menunggu Aleena.
"Sudah, tapi om kau tidak perlu mengantarkan ku, kau lebih baik membereskan bekas makan kita" Ucapan Aleena membuat Rocky bingung. Rocky belum sempat membersihkan piring dan bekas makanan di atas meja, karena melihat Aleena masuk kamu Rocky bergegas juga karena dia ingin mengantarkan Aleena tidak ingin Aleena menunggu tapi ternyata Aleena tidak mau di antar Rocky.
"Kenapa? " Tanya Rocky menunggu jawaban.
"Aku mau naik kendaraan umum saja, agar terbiasa ok, bye om" Aleena bergegas keluar dan segera menutup pintu apartemen itu, Alasan sebenarnya tentu saja Aleena tidak mau Rocky semakin terkenal di kalangan nya seperti waktu kecil dulu, setelah Rocky menjemputnya, banyak teman nya yang menitip surat atau kado untuk Rocky, tapi tentu saja Aleena tidak memberikan nya pada Rocky.
Setelah Aleena keluar Rocky segera berjalan ke arah pintu dan ingin mengikuti Aleena tapi dari pintu Rocky melihat Aleena yang semakin jauh. "Dasar, sudahlah mungkin dia ingin menikmati perjuangan masa orientasi nya.
Rocky akhirnya memilih merebahkan dirinya di sofa di ruang TV, sudah lama dia tidak merasakan sesantai ini, dia sedikit terlelap sampai melupakan piring kotor dan sisa makanan yang masih di atas meja.
Baru sebentar Rocky terlelap tiba-tiba suara bel apartemen nya berbunyi berkali-kali namun Rocky belum sadar sampai ada bunyi belum di ikuti suara gedoran yang membangunkan nya, Rocky mengerjapkan mata dan dengan jelas dia mendengar pintu di ketuk dan belum di bunyikan bergantian.
Rocky segera bangkit dan meregangkan tubuhnya sebelum berjalan membuka pintu, Rocky sudah mulai sepenuhnya sadar dan berjalan untuk melihat siapa yang ada di depan pintu apartemen nya " Untuk apa mereka kesini" Rocky mengusap matanya dan membukakan pintu.
"Yo bro, kau baru bangun ck ck" Ucap Natan yang sudah menyelonong masuk.
"Berisik, untuk apa kalian ke sini pagi-pagi, menganggu saja" Ucap Rocky sembari memberikan jalan, Disa dan Letty masuk
"Menganggu apa? apa menganggu jadwal mu denga-"Rocky membungkam mulut Natan sebelum berbicara panjang lebar tentang Aleena.
__ADS_1
"jadwal dengan siapa? " Tanya Disa
Letty melihat lihat apartemen Rocky yang entah mengapa terasa berbeda dari terakhir dia berkunjung dengan Disa mengantarkan Rocky pulang. "Aku mau minum" Letty berjalan ke meja makan dan matanya melihat sisa makanan dan dua piring sisa makan "Rocky apa kau tinggal dengan seseorang? " Tanya Letty yang membuat Rocky terdiam