Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 72


__ADS_3

Elin bahkan tak berani melihat, dia membuat matanya menjadi sipit dia ingin menutup matanya sepenuhnya tapi dia juga penasaran, sekertaris itu sudah berjalan duluan dan perlahan sosok laki-laki di belakang sekertaris itu terlihat 'Apa? tidak mau, apa papa sudah gila aku di jodohkan dengan orang yang seharusnya pantas sebagai adik papa' Elin segera menarik nafasnya dan bergeleng ke arah sang papa mengisyaratkan Elin tidak mau di jodohkan, namun papanya tidak menghiraukan Elin, dia langsung berjalan menjabat tangan laki-laki yang berada di belakang sekertaris nya itu.


"Kakak tolong aku' Gumam Elin yang langsung terpikir tentang kakaknya.


" Senang bertemu dengan tuan " Ucap papa Elin dengan senang "Tuan terlihat sangat muda seperti rumornya" Ucap papa Elin menjilat.


Elin membulatkan matanya, dia mengucek matanya memastikan apakah dia yang memiliki penglihatan buruk atau papanya, Elin menggelengkan kepala nya, dan dengan cepat melihat dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas 'Apakah mata papa sudah rabun' Gumam Elin dalam hati sekilas melihat ke Arah papanya.


"Tuan anda sangat pandai memuji, tapi saya hany-" Laki-laki itu tidak bisa melanjutkan kata-kata nya karena papa Elin sudah beralih pandangan.


Pas sekali papanya langsung menengok ke arah Elin "Kemari nak, tuan perkenalkan ini putri saya" Ucap Papa Elin yang melepaskan jabatan tangannya dan memanggil Elin.


Elin enggan sekali melangkahkan kakinya, dia ingin sekali kabur, dia tidak mau di jodohkan dengan laki-laki yang mungkin umurnya hanya beda sepuluh tahun dengan ayahnya itu. "Elin kemarilah! " Ucap Papanya sedikit memaksa.


Elin dengan berat hati melangkahkan kaki mendekat ke arah laki-laki dan papanya itu, Elin dengan ragu namun dia tetap mengulurkan tangannya Elin merasa tidak enak dan tidak sopan jika dia mengabaikan orang yang akan menjadi rekan bisnis papanya itu. "Senang bertemu dengan anda pak" Ucap Elin kaku dan sangat formal.


"Elin, kau bisa memanggilnya om, dia tidak terlihat setua papa" Ucap Papanya yang membuat Elin bergidik sendiri melihat papanya yang berusaha menjilat koleganya itu.


Jelas-jelas di mata Elin, orang yang ada di hadapan nya memang pantas di panggil bapak ketimbang Om, apalagi elin teringat Aleena yang memanggil Rocky om, om om di benak Elin sekarang harusnya semuda Rocky.


"Tidak apa Tuan, Nona silahkan panggil saya bapak, karena memang saya lebih tua dari nona"


"Tuan Alister jangan bicara seperti itu, saya jadi merasa tidak enak kepada tuan, Sebagai tanda maaf dari putri saya biarkan dia menemani anda jalan-jalan di kota ini, saya dengar anda baru sampai tadi malam anda pasti belum sempat jalan-jalan" Ucap papa Elin.


"Pa Elin tidak mau" Bisik Elin yang masih terdengar.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang masuk dan tertawa, dia ternyata sedari tadi mengamati ekspresi Elin yang menurutnya lucu, gadis yang berusaha sopan namun sebenarnya tidak merasa nyaman dengan dorongan papanya, meskipun dia tersenyum tapi seseorang itu bisa tau senyuman Elin hanya terpaksa karena tidak enak saja.


"Kau siapa? kenapa masuk begitu saja? " Ucap papa Elin, Elin melihat ke arah laki-laki yang masuk begitu saja itu


"Tuan Arkan, anda seharusnya mencari tahu dulu wajah orang yang akan menjadi rekan bisnis anda, jadi anda tidak akan salah mengenali orang" Ucap laki-laki tampan yang tadi di tabrak oleh Elin


'Dia' Elin bergumam dalam hati.


"Tuan Arkan perkenalkan dia adalah Tuan Alister pemilik AW grup yang ingin anda ajak kerja sama" Ucap Asisten Alister, asisten Alister adalah mantan orang kepercayaan Nick paman Alister, yang di berikan kepada Alister.


Tuan Arkan merasa malu karena telah salah paham, bagaimana mungkin dia tidak salah paham, dia bahkan kesulitan mencari informasi tentang Alister ini, jadi siapa sangka kalau yang dia sambut tadi hanyalah tangan kanannya. "Maaf atas kesalahan ini tuan Alister, anda terlampau hebat sehingga membuat saya kesulitan untuk mengenal anda"


"Jika seperti itu apakah anda layak bekerja sama dengan AW grup? " Alister menarik satu ujung bibirnya tatapannya seakan meremehkan.


Elin bahkan tidak berkedip saat Alister menunjukkan ekspresi itu, membuat Alister terlihat semakin tampan.


Alister tersenyum meremehkan "Apakah tuan ingin menjual putri tuan Arkan untuk mendapatkan proyek ini" Sindir Alister.


Elin melihat ke arah Alister laki-laki yang sangat to the poin, sangat berani kesan pertama Elin malah sangat bagus terhadap Alister meski dia meremehkan papanya, tapi apa yang Alister katakan bukan hal yang salah, jadi Elin malah terlihat sangat kagum pada Alister.


"Tu.. tuan Alister sangat pandai bercanda, saya hanya menawarkan hal baik saja, apakah ketulusan saya di salah pahami" Ucap Tuan Arkan papanya Elin.


"Kalau begitu aku seperti nya tidak bisa menolak ketulusan dari tuan Arkan" Jawab Alister.


"Baiklah Elin bawa tuan Alister berkeliling di negara kita, beritahu seberapa layak kita untuk bekerja sama dengan nya" Ucap Arkan tanpa malu-malu.

__ADS_1


Sedangkan Elin tidak tau sama sekali tentang kinerja perusahaan papanya itu. "Tapi pa, ak-"


"Sudah sana cepat! " papanya mendorong Elin untuk berjalan memandu Alister. Elin terpaksa berjalan keluar dan di ikuti oleh Alister.


"Selamat bersenang-senang tuan Alister" Ucap Arkan papa Elin.


Asisten Alister terus mengikuti mereka, namun Alister menyuruh asisten nya kembali ke hotel dan menunggu kabar darinya.


*****


Sampai akhirnya Aleena mulai duduk dan mencicipi puluhan roti dan cake yang sudah berada di atas mejanya. Aleena cukup lahap memakannya sampai tidak terasa ada krim yang menempel di pipinya, Erlan menggelengkan kepalanya dan segera mengambil tisu yang ada dan mengusap pipi Aleena.


Pemandangan itu di lihat seseorang yang langsung mengepalkan tangan menatap tajam mereka berdua.'Lucu sekali aku pikir dia masih tidur tapi ternyata sepagi ini di sudah berkencan' Ucap Rocky.


Rocky segera masuk dan menarik tangan Erlan yang sedang mengusap pipi Aleena, Erlan dan Aleena terkejut saat mendapati Rocky berada di sana "Lepaskan tanganmu dari nya" Rocky mengunci erat tangan Erlan.


Erlan berusaha melepaskan nya, Erlan ingin melepaskan tangannya dengan menggunakan cara sedikit keras namun dia tidak ingin ada keributan di toko roti yang tak terlalu besar itu.


"Om apa yang kau lakukan! lepaskan tangan Erlan! " Ucap Aleena yang dengan tegas memanggil nama Erlan, Erlan cukup senang di buatnya.


"Dia berani menyentuhmu! akan ku potong tangannya! " Ucap Rocky dengan penuh emosi.


"Lepaskan tangan Erlan! " Suara Aleena meninggi "Apa hubungannya jika dia menyentuh ku! kau hanya sepupu ku! kau bahkan tidak berani mengucap janji atau menepati permintaan ku! kau tidak berhak! " Ucap Aleena dengan penuh kekesalan.


mendengar ucapan Aleena itu Rocky melepaskan kuncian tangannya pada Erlan , Aleena kemudian menarik Erlan pergi "Ayo kita pergi" Ucap Aleena

__ADS_1


Rocky hanya diam menatap Aleena yang meninggalkan nya, hatinya merasa sakit saat Aleena pergi menggandeng pria lain di hadapan nya.


__ADS_2