Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 54


__ADS_3

"Aleena angkat! " Rocky berbicara dengan handphone nya dan terus mencoba menelpon Aleena, namun hasilnya sama tidak di angkat.


Rocky tentu tidak menyerah dia tetap menekan nomor yang sama dan berharap Aleena akan mengangkat nya, ternyata harapan tinggal harapan Aleena tidak mengangkat panggilan dari Rocky.


Aleena yang mendengar handphone nya berbunyi terus merasa kesal dan memilih untuk mematikannya. " Biarkan kita merenung satu sama lain om" Ucap Aleena setelah mematikan handphone nya.


Rocky tidak tinggal diam ketika tiba-tiba handphone Aleena di matikan "Kau di mana? apa terjadi sesuatu padamu? " Rocky bergegas keluar dari apartemen.


Aleena yang mulai bosan menatap langit bersama terangnya lampu taman, akhirnya memilih untuk pergi "Haruskah aku mengambil handphone ku, apa mungkin sudah selesai di perbaiki, aku merindukan kak Olivia" Ucap Aleena pada dirinya sendiri, dia memeng dekat dengan kedua orang tuanya, tapi dia lebih dekat Lagi dengan kakak iparnya itu, selama dia tumbuh dia tidak pernah lepas bercerita dengan kakak iparnya itu, meski mereka berbeda negara.


Di sisi lain.


Mia sudah berada di depan apartemen Silvia menunggu Silvia membukakan pintu untuk nya. "Kau datang, Mia? " Ucap Silvia ketika kepalanya mulai muncul dari balik pintu.


"Silvia kau belum mengganti pakaian mu? apa kau melupakan sesuatu. " Ucap Mia menatap sahabat nya itu.


"Melupakan apa? " Tanya Silvia


"Bukankah kita sudah membahas nya, hari ini kita akan ke bar untuk melihat bartender dingin nan sksi pujaan hatimu itu" Mia terlihat antusias dan semangat, setelah video promosi Rocky menyebar banyak perempuan yang menunggu malam datang.


"Kenapa aku tidak ingat? dan lagi Mia kenapa kau terlalu bersemangat ingin bertemu tuan Rocky, apakah kau menyukainya? " Silvia menatap sahabat nya itu untuk mendengar apa yang akan di katakan sahabat nya itu.

__ADS_1


"Ap.. apa yang kau katakan, aku tidak mungkin menyukainya, aku melakukan ini semua untuk mu Silvia bukankah kau sangat menggilai bartender dingin itu" Ucap Mia yang terlihat sedikit gugup atau terkejut dengan pertanyaan sahabat nya itu.


Awalnya Mia sedikit menentang tentang Silvia yang menyukai Rocky namun kenapa tiba-tiba Mia begitu bersemangat dengan urusan Silvia dan Rocky, itu membuat Silvia sedikit curiga tentang perasaan Mia, namun setelah mendengar jawaban Mia Silvia berusaha untuk percaya dan menghilangkan keraguan nya "Maaf aku telah berkata menuduh seperti itu, kalau begitu ayo masuk aku akan berganti baju dulu" Ucap Silvia di ikuti Mia yang masuk ke dalam apartemen Silvia.


Kali ini Silvia memilih gaun yang agak terbuka, membuat Mia tersenyum "Kau sangat cantik Silvia aku yakin Rocky akan terjerat oleh kecantikan mu malam ini" Ucap Mia


"Berhenti menggodaku, aku yakin sekarang ada puluhan hingga ratusan wanita cantik di kota ini yang datang ke bar hanya untuk melihat tuan Rocky. " Silvia menghela nafasnya.


Mia merangkul sahabat nya itu "Tenang saja tidak ada yang secantik kau, ayo" Mia merangkul Silvia membawa dia keluar dari apartemen untuk menuju bar.


Di bar


Letty terlihat mondar-mandir, bar hampir buka dan Rocky belum terlihat batang hidungnya "Natan apa kau sudah menghubungi Rocky" Tanya letty saat melihat Natan.


Letty mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi nomor Rocky, "Dia tidak menjawa-, halo kau di mana? " Ucap Letty saat nomor yang dia hubungi tersambung.


[Aku sedang di jalan] Ucap Rocky dengan nada gelisah.


[Apa ada yang terjadi, suaramu tidak terdengar baik] Letty cukup mengenal Rocky dia tentu saja tau suara Rocky agak berbeda karena bagaimanapun wanita yang jatuh cinta mengetahui setiap detail orang yang di cintainya.


[Tidak] jawab singkat Rocky yang membenarkan ada yang terjadi.

__ADS_1


[Apapun yang terjadi sekarang ingat kau harus berada di bar malam ini, jangan mengecewakan semua pelanggan yang ingin mencicipi minuman yang kau buat] Letty mematikan telepon nya, dan melihat Natan yang sudah menatap nya.


"Bos apa maksud perkataan mu tadi, apa Rocky sedang dalam masalah? " Tanya Natan yang sedari tadi menguping pembicaraan Letty.


"Entahlah aku hanya mendengar suaranya yang terlihat gelisah" Ucapan Letty itu membuat Natan curiga apakah terjadi sesuatu pada Aleena, karena menurut Natan Rocky tidak mungkin terlibat dalam masalah.


"Baiklah bos aku akan kebelakang sebentar" Ucap Natan yang langsung kabur begitu saja, Natan kembali ke ruang ganti dan mengambil handphone nya.


Dia menghubungi nomor Rocky untuk memastikan apa yang terjadi, namun Rocky tidak mengangkat teleponnya. Natan tidak pantang menyerah dan terus menghubungi Rocky, sampai Rocky bosan dan mengangkatnya [Ada apa? ]


[Apakah terjadi sesuatu pada Aleena? ] pertanyaan itu membuat Rocky tidak senang semakin tidak senang.


[Bukan urusan mu! ] Rocky mematikan dengN cepat panggilan Natan itu, membuat Natan yakin kalau sedang terjadi sesuatu kepada Aleena.


"Apakah aku harus membolos untuk mencari Rocky, tunggu aku tidak mungkin bisa pergi begitu , jika aku pergi terjadi sesuatu di bar di mana aku harus berkerja nanti, sudahlah Rocky aku serahkan Aleena padamu" Natan seperti nya mulai tertarik dengan Aleena terlihat dari kecemasan yang dia perlihatkan.


Rocky mengacak-acak rambutnya "Apa-apaan tidak Natan tidak penadah itu, kenapa semuanya ingin mendekati Aleena" Ucap Rocky tanpa sadar mengeratkan giginya dan mengepalkan satu tangannya.


Rocky sampai di tempat di mana dia menemukan lokasi terakhir sebelum hp Aleena di matikan, Rocky berlari ke setiap sudut taman namun tidak menemukan Aleena "Di mana kau Aleena, berhenti menguji kesabaran ku" Ucap Rocky yang masih berusaha mencari Aleena di sekitar taman, dan pada akhirnya dia mengemudikan mobilnya lagi perlahan menelusuri jalan.


Aleena sudah sampai di area tempatnya memperbaiki handphone nya, Aleena melihat toko kue yang tidak terlalu ramai karena tidak ada promosi, "Itu merek kue yang di berikan oleh bos om waktu itu, haruskah aku ikut mengantri di sana? " Aleena seperti nya berubah haluan dia ingin mencicipi kue yang manis untuk merubah suasana hatinya.

__ADS_1


Aleena mulai berjalan dan masuk ke toko kue itu, yang terlihat sepi dari luar tapi lumayan ramai di dalam, Aleena menunjuk beberapa kue untuk nya, dan di bungkus oleh karyawan toko "Terimakasih nona silahkan datang kembali" Ucap karyawan toko itu.


Aleena berhenti sebentar setelah keluar dari toko itu "Aku pikir kenapa tidak ramai, kue ini enak namun harganya sangat mahal" keluh Aleena "Tidak masalah Aleena, setelah kau memiliki handphone lamamu kembali kau akan kembali jadi nona kaya keluarga aditama hehehe" Aleena menghibur dirinya sendiri dan mulai berjalan menyebrang namun saat ingin melangkah tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang


__ADS_2