Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 92


__ADS_3

Natan dengan malu-malu memberikan cake itu pada Letty "U.. untuk mu bos, se.. sebagai ucapan terimakasih sudah merawat ku di rumah sakit, a.. awalnya ingin meminta disa memberikannya padamu" Jawaban Natan itu tentu membuat Letty tanpa sadar mengembangkan senyum nya begitu lebar.


'Aaa itu cake untuk ku' Letty bergembira dalam diamnya., hatinya saat ini di penuhi banyak bunga.


"Ka.. kalau begitu aku boleh memakannya?" Tanya Letty yang mendapatkan anggukan dari Natan.


"Te.. tentu saja" Jawab Natan.


Letty dengan semangat membuka cake yang Natan bawa dan berlari seperti anak kecil mencari sendok, Natan tanpa sadar tertawa kecil melihat bos yang selalu terlihat elegan dan anggun itu bersikap seperti anak kecil.


Setelah mendapatkan sendok, Letty segera memakan cake nya dan tersenyum puas "Ini sangat enak" Ucap Letty.


"Wah itu terlihat sangat enak beri aku satu suap" Ucap Disa yang membuat Natan dan Letty terkejut karena dia tiba-tiba veranda di belakang Letty.


Natan dan Letty tidak menyadari kedatangan Disa karena asik dengan dunia meraka sendiri.


Dengan refleks Letty menggelengkan kepalanya dan menyelamatkan cake nya dari Disa "Tidak boleh, ini semua punyaku" Letty tiba-tiba bersikap pelit terhadap disa membuat disa merasa aneh.


"Hanya sebuah cake saja, ayolah Letty satu suap saja"


"Tidak" Ucap Letty yang bersikukuh, itu memang hanya sebuah cake tapi orang yang memberikan nya adalah orang yang spesial jadi Letty enggan membaginya dengan siapapun


"Natan kau sangat pilih kasih" Ucap Disa.


"Kau banyak uang kenapa tidak memberinya sendiri" Ucap Natan.


"Huh baiklah aku akan beli sendiri" Ucap Disa.


Mereka akhirnya harus menunggu Letty menghabiskan cake nya sebelum mereka pergi untuk menjenguk ibu dan adik Natan.


Disa, Letty dan Natan keluar dari rumah disa, tidak menyangka ada bingkisan di depan rumah Disa.


"Apa ini? " Tanya disa yang mengambil bingkisan itu.


Disa sangat penasaran dan membuka kotak yang berada di tangannya itu, Letty dan Natan juga terlihat penasaran.


Disa membuka kotak itu, dan ada tulisan di atas kotak yang berada di dalam kotak itu.


Note

__ADS_1


Letty, jangan kabur lagi mari bertemu besok malam, jika kau tidak datang sendirian semuanya akan hancur. ini hanya permulaan aku serius.


Disa selesai membacanya "Letty bagaimana ini? " Tanya Disa.


"Lihat isi kotak di dalamnya" Ucap Natan yang mendapat anggukan dari Disa.


Disa membuka kotaknya dan terkejut sampai melemparnya ke bawah "Bo.. bom itu bom" Ucap Disa yang membuat Natan dan Letty terkejut.


Natan melihatnya dan benar saja itu bom menitan yang tersisa tinggal berapa detik "Ini gila" Ucap Natan yang segera melempar nya menjauh dia menutupi kedua tubuh wanita di depannya dengan tubuhnya yang membelakangi bom dan benar saja Booooouuuummm. suara ledakan terdengar untung saja halaman Disa sangat luas dan Boomnya hanya memiliki daya ledak kecil, jadi tidak ada korban jiwa.


****


Baru saja Aleena menyeruput mangkuk Sup di depannya tiba-tiba bel apartemen Alister berbunyi, membuat keduanya saling menatap.


"Siapa yang bertamu sepagi ini? " Tanya Alister yang membuat Aleena mengangkat bahunya.


"Aku akan buka" Ucap Aleena ingin berdiri dari duduknya, namun di tahan oleh Alister.


"Biar aku saja, kau semalam. sudah mabuk habiskan sup mu dan makananmu lalu minum obat pereda mabuk yang aku siapkan di depanmu itu" Jawab Alister yang mendapat anggukan pasrah dari Aleena.


Alister berjalan membuka pintu apartemen nya dan melihat Erlan berada di depan pintu "Kau? untuk apa kemari? " Tanya Alister.


"Oh bertemu dengan Aleena?" Alister merasa ada yang ganjil "Tunggu dulu bagian kau bisa tau aku dan Aleena tinggal di sini? " Tanya Alister serius menatap Erlan curiga.


Erlan terlihat gugup sejenak namun gugupnya itu langsung menghilang dengan santai dia menjawab "Aku tau alamat mu, a..adik ku yang memberitahuku" Ucapan Erlan itu membuat Alister sedikit berfikir, apakah dia yang memberitahu alamatnya pada Elin, dia terus berusaha mengingat namun dia tidak bisa mengingat nya


"Tuan Alister bisakah aku bertemu dengan Aleena? " Tanya Erlan.


Alister sedikit berfikir apakah baik membiarkan Erlan bertemu dengan Aleena terus, bagaimana jika nanti Aleena malah jatuh hati pada Erlan karena terbiasa bertemu, Alister tenggelam dalam pikiran nya, sampai Erlan memanggil namanya berulang.


"Tuan Alister, tuan" panggil Erlan berulang.


"Ah iya, baiklah masuk sebentar saja Aleena harus kuliah setelah ini" Jawab Alister dia tidak tega untuk mengusir Erlan yang sudah datang bahkan membawa sesuatu untuk Aleena.


Erlan di persilahkan masuk oleh Alister "Aleena ada, Tuan Erlan"


"Tuan penadah, kau kenapa kemari? " Tanya Aleena saat melihat Erlan berjalan ke meja makan bersama Alister.


"Aku membawakan mu sesuatu, kau pasti menyukainya" Erlan membuka kotak yang dia bawa, cake yang terlihat enak ada di balik kotak itu.

__ADS_1


"Wah cakenya terlihat sangat enak" Ucap Aleena


"Di dalamnya tersimpan obat untuk meringankan efek mabuk mu, aku juga memberikannya pada Elin" Ucap Erlan.


"Ah iya, apa Elin baik-baik saja? " Tanya Aleena khawatir bagaimana juga dia yang mengajak Elin untuk minum-minum bersamanya.


"Tentu, dia baik-baik saja" Erlan hanya mengantar cake saja dia tidak mau masuk dan bertemu dengan papa nya yang sangat dia benci.


"Oh syukur lah, ini semua salahku, aku minta maaf telah mengajak adik mu minum-minum" Ucap Aleena merasa bersalah.


"Tidak masalah asal tidak di ulangi lagi, mengerti nona pencuri" Erlan mengacak rambut Aleena dan duduk di dekat Aleena.


"Aah aku sudah menyisir nya rapi, dasar tuan penadah kau memang menyebalkan" Ucap Aleena.


Melihat kedekatan Aleena dan Erlan membuat Alister ketar-ketir 'Rocky cepatlah sadar atau kau akan kehilangan Aleena selamanya, rival mu terlalu kuat' Ucap Alister dalam hati, dia melihat Erlan ini tidak sederhana yang terlihat, sedikit banyak Alister sudah mengetahui cerita dari Aleena tentang cara mereka bertemu.


"Tidak, kau sangat cocok dengan rambut berantakan"


"Sialan kau itu yang cocok dengan rambut berantakan, kemari kan rambutmu aku akan mengacak-acak nya! "Ucap Aleena dengan pipi nya yang menggembung.


" Boleh" Ucap Erlan yang memberikan kepalanya begitu saja kearah Aleena yang terlihat bingung dan yak menyangka Erlan akan begitu saja menerima jika dia mengacak-acak rambutnya.


"Baiklah! " Aleena bersiap mengacak rambut Erlan namun lagi-lagi bel apartemen Alister berbunyi.


"Kak? apa kau punya janji dengan seseorang? " Tanya Aleena


Alister menggelengkan kepalanya "Coba aku lihat mungkin asisten ku" Ucap Alister yang berjalan ke arah pintu.


"Baiklah" Ucap Aleena yang akhirnya tidak jadi mengacak-acak rambut Erlan, dia lupa dan memilih memakan cake yang Erlan berikan.


"Ini sangat enak, di mana kau membelinya? " Tanya Aleena.


"Aku membuatnya sendiri" Ucap Erlan


"Benarkah?, kalau begitu kapan-kapan ajari aku membuatnya, ini sangat enak"


"Tidak masalah, aku senang kau menyukainya dan ingin belajar membuatnya" Ucap Erlan yang wajah nya tanpa sadar terlihat sangat bahagia menatap Aleena yang lahap memakan cakenya.


Alister menelan ludahnya dengan kasar saat melihat siapa yang berada di depan pintu apartemen nya, Alister hanya bisa memperlihatkan barisan rapi gigi putihnya.

__ADS_1


__ADS_2