Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 155


__ADS_3

"Oh kalau begitu jawab pertanyaan ku kenapa kau mau menolong Aleena, siapa kau sebenarnya, apakah kau punya motif tersembunyi?" Ucap Rocky bertanya begitu banyak


"Om kau bertanya terlalu banyak" Ucap Aleena lirih Rocky hanya diam saja dan fokus menatap ke arah Rei tatapan yang begitu mendominasi bahkan membuat Rei sedikit gemetaran.


"Saya tidak memiliki maksud apapun, hanya saja nona ini mengingatkan ku kepada adik ku " Ucapan Rei itu mengingatkan Aleena tentang janjinya untuk membebaskan adik adik Rei.


Rocky terlihat tidak percaya pada Rei tatapan Rocky yang mengintimidasi tidak berubah. "Jika kau bohong aku akan membunuhmu".


" Om mungkin dia tidak bohong malah aku hampir lupa dengan adik Rei, bisakah anak buah kak Alister membebaskan mereka" Ucapan Aleena yang benar-benar lupa alasan Rei berbalik membantunya.


"He kau sangat percaya padanya ya" Ucapan Rocky itu terdengar seperti pacar yang sedang cemburu.


"Ooom" Aleena mencoba menenangkan Rocky agar tidak berpikiran macam-macam dia mengelus lembut tangan Rocky.


"Apakah kau yakin adikmu masih hidup? " Tanya Rocky yang membuat Rei terdiam dan juga Aleena menatap Rocky karena tidak menyangka Rocky akan berbicara seperti itu.


"Om kenapa kau bertanya seperti itu jangan terlalu kekanak-kanakan" Ucap Aleena


"Aku hanya bertanya saja" Ucap Rocky


"Aku tidak tau, tapi firasat ku mengatakan adik ku masih hidup" Ucap Rei dengan suara bergetar dia terlihat benar-benar menyayangi adiknya mungkin saja dia masuk dunia gelap memang hanya karena adiknya yang di sandera.


Rocky melihat Rei benar-benar sangat peduli pada adiknya alhasil Rocky berhenti untuk mencurigai Rei sementara tapi dia tetap terus memantau Rei.


"Om bantu dia menemukan adiknya ya, hitunglah sebagai tanda terimakasih ku" Ucap Aleena memohon.


"Jangan memohon untuk nya, aku akan mencari adiknya tunggu hasilnya besok" Ucap Rocky memegang tangan Aleena menariknya untuk keluar " Kalau begitu istirahatlah kami tidak menganggu" Ucap Rocky langsung saja menarik Aleena membuat Aleena panik namun juga senang karena Rocky bisa se cemburu itu.


Aleena kemudian tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya pertanda dia sedang pamit kepada Rei.


Rei kagum melihat Rocky merasa ingin menjadi Rocky yang mampu melindungi orang yang dia sayang "Seandainya waktu itu aku bisa seperti nya, kau tidak akan menderita seperti ini adik ku" Ucap Rei menutup matanya teringat adik adiknya yang entah di mana.

__ADS_1


Waktu berlalu sangat cepat malam sudah datang Aleena juga sudah kembali dengan Arion dan Rocky ke apartemen Rocky.


Sedangkan Andreas dan nenek Angel kini berada di rumah Erlan bersama dengan Alister, Elin akan bersiap untuk pergi ke keluarga Mars untuk melakukan pengobatan khusus dari nenek Angel dan Andreas.


"Nenek apa tidak masalah jika membawa Elin pulang ke rumah? tidakkah kita berangkat saja dari rumah sakit" Alister terlihat sangat khawatir dengan keadaan Elin.


"Kau terlalu takut, kekasihmu itu tak selemah yang kau pikirkan lagi pula tubuhnya sudah baik aku dan nenek juga sudah memberikan obat pereda sakit pada lukanya dokter yang menanganinya juga sudah setuju, lagi pula kau sendiri yang meminta kami untuk merawatnya tapi kenapa sekarang kau jadi yang meragukan kami hah" Andreas sangat kesal mendengar protes alister itu bagaimanapun demi Alister dia meninggalkan anak dan istrinya untuk pertama kali dengan jarak yang jauh.


"Andreas tenanglah" Ucap nenek Angel.


Alister merasa tidak enak hati setelah melihat Andreas yang terlihat kesal dengan pertanyaan bodohnya, harusnya dia percaya dan yakin dengan keputusan Andreas dan Angel "Sorry aku hanya merasa takut saja" Ucap Alister kepada Andreas.


"Sudahlah" Ucap Andreas yang mulai membenarkan duduknya di ruang tamu Erlan


Erlan kembali setelah mengantarkan Elin ke kamarnya "Kenapa harus kembali ke apartemen mu kenapa tidak ke apartemen ku" Ucap Alister.


"Om tua kau jangan lupa kau masih belum menjadi suaminya jadi jangan sampai pikiran tuamu itu merusak adik ku" Ucap Erlan.


"Ha apa-apaan pikiran tua apa maksud nya itu" Ucap Alister kesal.


"Nak Erlan kami akan pulang dan bersiap untuk pergi besok, jika terjadi sesuatu dengan nak Elin jangan sungkan untuk menelepon" Ucap nenek Angel.


"Nenek bagaimana jika kau menginap di sini, lagi pula kita pergi masih besok malam benar bukan? " Tanya Andreas.


"Ya besok kami masih ada urusan " Ucap Erlan yang di ikuti anggukan dari Alister.


"Baiklah aku akan menginap di sini kalau begitu" Ucap nenek Angel tersenyum.


"Baiklah aku juga akan menginap" Ucap Alister dengan tidak tau malunya.


"Ha om tua, pulang kau tidak di Terima di sini siapa yang tau nanti kau tengah malam menyelinap ke kamar adik ku pulang sana" Ucap Erlan yang mengusir Alister.

__ADS_1


"Tidak aku mau menginap di sini" Ucap Alister bersikukuh dan berdiri dari duduknya


"Tidak boleh! " Erlan segera mendorong keluar Alister di ikuti dengan Andreas yang pamit kepada Angel.


Alister sudah sampai di pintu keluar "Aku mau menginap! " Ucap Alister yang ingin membalas dorongan Erlan.


"Berisik sekali kau bisa tidur di luar kalau tidak mau pulang" Ucap Andreas membantu Erlan menarik Alister dan menutup pintu.


"Dokter kau sangat kejam" Ucap Alister lemas.


"Sudahlah biarkan dia kakak beradik bersama lagi pula lusa dia akan di tinggal adiknya" Ucap Andreas menenangkan Alister.


"Sudahlah" Ucap Alister menyerah.


Di apartemen Rocky, Rocky, Aleena dan Arion sedang makan malam, saat ini Arion tengah menusuk-nusukan garpu nya pada makanannya karena melihat pemandangan di depannya. "Kalian berdua bisakah berhenti bermesraan di depanku! " Ucap Arion yang semakin geram dengan tingkah Rocky yang dengan terang-terangan menyuapi Aleena.


"Ha kami tidak bermesraan aku cuma menyuapi Aleena saja, dia masih sakit kau tau bukan" Jawab Rocky sembari memainkan alisnya naik turun.


"Kau terlihat mencari kesempatan dalam kemalangan" Ucap Arion.


"Seperti kau tidak pernah"


"Sialan kau membuatku tak nafsu makan" Arion meletakkan makan malamnya.


"Kak kau mau kemana" Ucap Aleena yang sedari tadi diam tiba-tiba merasa tidak enak karena kakaknya makan tidak habis.


"Aku juga ingin makan yang lain" Jawaban Arion itu membuat Aleena bingung.


"Apa maksudnya om dia mau makan yang lain tapi malah masuk kamar? " Pertanyaan Aleena itu membuat Rocky menutup wajahnya.


"Apa kau sangat ingin tau? " Rocky memasang wajah yang membuat Aleena semakin penasaran.

__ADS_1


"Hmm hmm aku ingin tau" Ucap Aleena penuh dengan rasa penasaran.


"Aku akan memberitahu mu jika kau mencium ku" Ucap Rocky pada Aleena membuat Aleena menggembungkan pipinya.


__ADS_2