
Rocky mengirim pesan lagi membuat Aleena tambah melebarkan senyumnya sampai handphone Aleena berbunyi lagi dan terlihat Rocky mengirim foto selfie nya dengan tangan melambangkan hati membuat hati Aleena merasa berbunga-bunga dan tersenyum sumringah "Dasar" Gerutunya Aleena namun dia tersenyum dan memeluk handphone nya.
Aleena benar-benar di buat berbunga-bunga oleh Rocky sampai akhirnya Aleena menghela nafasnya mencoba membalas pesan Rocky, Aleena membalas pesan Rocky dengan foto selfie nya di atas tempat tidur dengan pose menutup mata dan terlihat begitu menggoda membuat Rocky yang sedang minum tersedak saat melihat foto itu.
"Ukhuk... ukhuk.. kenapa wanita ku begitu menggoda" Gumam lirih Rocky setelah terbatuk karena terkejut melihat foto Aleena.
"Kau mengatakan sesuatu, kenapa sampai tersedak apa yang sedang kau lihat" Ucap Dion penasaran ingin mengintip isi handphone Rocky namun Rocky segera menyembunyikan nya.
"Tidak ada apa-apa" Ucap Rocky segera mematikan layarnya.
"Ck! dia pasti sedang chat mesra dengan adik ku, ingat Rocky kau harus bertahan sampai papa memberikan mu izin kau jangan main cicil mencicil apa kau mengerti" Ucap Aric yang sedikit sudah terpengaruh alkohol.
"Aku tidak suka mencicil aku lebih suka beli kontan langsung buka segel" Jawab Rocky membuat Arion mengetuk kepala Rocky. "Aduh, apa yang kau lakukan" Ucap Rocky.
"Kau pikir adik ku ini mobil hah sembarangan! " Ucap Arion
"Ck aku hanya bercanda, sudahlah aku ke kamar mandi sebentar" Ucap Rocky yang memilih berjalan ke toilet untung ruang VIP toiletnya tentu ada di dalam.
Rocky mengunci pintunya dari dalam dan bersiap untuk menelepon dia tentu saja menekan nomor Aleena tak lama menunggu Aleena langsung mengangkat telepon Rocky.
"Sayang apa kau sedang menggodaku" Ucap Rocky langsung setelah telepon nya di angkat.
"Siapa yang sedang menggoda mu om"
"Jangan nakal atau aku tidak bisa menahan lagi"
"Siapa yang nakal aku hanya membalas foto mu saja huh" Ucap Aleena tak Terima di tuduh sedang menggoda.
"Baiklah aku tau calon istriku ini tidak nakal kalau begitu jadi calon istri baik cepat tidur dan istirahat kau pasti lelah selamat tidur sayangku"
"Good night" Ucap singkat Aleena sembari menunggu Rocky mematikan telepon nya namun sudah di tunggu lama Rocky tak kunjung mematikan handphone nya membuat Aleena penasaran.
"Om kenapa kau tidak mematikan teleponan nya"
"Kau melupakan sesuatu calon istri" Ucap Rocky manja
__ADS_1
"Hah melupakan apa om"
"K I S S " Eja Rocky.
"Ha tidak mau "
"Kenapa, apa kau ingin melakukan nya secara langsung sayang aku bisa pulang sekarang juga meninggalkan kedua kakakmu dan sahabat ku" Ucap Rocky memelas.
"Huh tidak mau" Aleena masih menjawab yang sama.
"Baiklah aku akan mematikan telepon nya dan pulang" Ucap Rocky serius namun sebelum Rocky sempat mematikan teleponnya.
"Muach muach Muaaaccccchhhhhh" Aleena segera mematikan teleponnya setelah memberikan ciuman virtual itu membuat Rocky malu sendiri akan permintaan kekanak-kanakan nya.
"Dia begitu menggemaskan" Ucap Rocky yang tidak bisa menahan sumringah di wajahnya.
******
Setelah makan malam bersama Natan di antar ke kamar nya oleh Robby Natan segera membersihkan dirinya dan mulai merapikan baju-baju nya mumpung dia merasa seger setelah selesai dia segera mengambil handphone nya dan menghidupkan nya.
Natan berbaring di ranjangnya sembari bersiap untuk melihat handphone nya ternyata sudah ada puluhan pesan dari Letty untuk nya.
"Bagaimana aku bisa tidur kau belum mengabari ku" Ucap Letty yang suaranya terdengar seperti menangis.
"Kau menangis sayang"
"Tidak siapa yang menangis aku tidak" Elak Letty yang sebenarnya dia benar-benar menangis tangisan lega karena telah mendengar suara kekasihnya itu.
"Jangan khawatir aku baik-baik di sini sayang" Ucap Natan berusaha meyakinkan Letty.
"Ya aku tau" Ucap Letty
Mereka berdua mengobrol banyak hal saling bercerita apa yang terjadi hari ini sampai keduanya tertidur dengan keadaan telepon masih tersambung.
****
__ADS_1
Pagi menyapa Disa membangunkan Letty karena hari sudah pagi Disa juga sudah membuatkan sarapan untuk Letty. Disa tak lupa mengetuk pintu sebelum masuk meski pintu kamar Letty tidak di kunci. "Letty ayo bangun hari sudah pagi, aku ingat kau ingin mencari bartender lagi untuk pengganti sementara Rocky apa kau lupa? " Tanya Disa sembari membuka tirai kamar Letty agar cahaya bisa masuk ke dalam kamar.
Cahaya pagi itu menerobos jendela masuk menghangatkan wajah Letty yang akhirnya terbangun, dia terkejut sudah pagi dia segera memeriksa handphone nya sesuai dugaannya handphone nya mati. "Hah mati" Gerutunya
"Bagaimana bisa mati" Tanya Disa
"Semalam kami tertidur saat berbicara di telepon" Ucap Letty.
"Syukur lah Natan sudah memberikan mu kabar jadi hari ini pasti semuanya berjalan lancar" Ucap Disa.
"Hmm tentu saja, hari ini ada tiga pelamar yang sudah berpengalaman akan datang apa kau ikut untuk sesi wawancara? " Tanya Letty.
"Emm aku ikut, tapi Letty setelah ini bisakah kau ikut aku" Ucap Disa
"Hmm ikut kemana? " Tanya Letty
"Kau akan tau nanti, sekarang kita sarapan dan bersiap untuk melihat calon bartender mu apakah dia akan sedingin Rocky hahaha" Ucap Disa dengan mengubah wajah nya seperti Rocky saat pertama kali datang melamar.
"Hahaha wajah dingin itu sangat mirip dengannya waktu itu" Ucap Letty mengikuti candaan Disa.
Mereka segera sarapan dan bersiap untuk berangkat, hari ini Disa yang menyetir mereka segera berangkat ke bar milik Letty di perjalanan Letty tak lupa mengirim kabar pada Natan yang mungkin di sana masih tidur.
Setelah sampai mereka membuka bar bersiap untuk menguji beberapa pelamar.
Tiga orang berpengalaman dalam meracik minuman itu sudah datang, Letty mewawancarai dan juga mencoba hasil racikan mereka, setelah wawancara dan praktik selesai mereka bertiga di suruh kembali dan Letty akan mengabari mereka untuk hasilnya nanti.
Setelah mereka bertiga pergi "Bagaimana menurutmu Disa" Tanya Letty.
Memberikan biodata mereka, Disa mengambil satu biodata dan di berikan pada Letty "Aku rasa wajah dan skill nya tidak buruk tidak kalah dengan Rocky dia juga sedikit misterius" Ucap Disa.
"Galan ya aku sependapat denganmu, bagaimana jika menerima dia saja" Letty ternyata memiliki pilihan yang sama dengan sahabat nya, meski mereka memiliki bisnis yang berbeda tapi pandangan mereka untuk orang berbakat tidak bisa di ragukan. "Baiklah aku akan memberikan hasilnya pada mereka sekarang" Ucap Letty berkutat dengan laptop nya memberikan jawaban atas lamaran mereka lewat e-mail.
Letty sudah menyelesaikan pekerjaannya "Aku sudah selesai" Ucap Letty.
"Kalau begitu temani aku ya" Ucap Disa yang wajahnya sedikit tidak bersemangat.
__ADS_1
"Jika aku bertanya kemana apa kau akan menjawab kali ini" Tanya Letty yang seperti nya sudah menebak mereka akan kemana
"Tentu tidak" Ucap Disa dengan memaksakan senyumnya.