Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 148


__ADS_3

Rocky menekan nomor Aleena kemudian meletakkan handphone nya di telinga terdengar suara dering ponsel yang tidak di angkat di seberang sana "Nomornya aktif tapi kenapa tidak di angkat" Ucap Rocky yang berasal khawatir karena Aleena tidak menjawab telepon nya.


Rocky terus mencoba menghubungi nomor Aleena berkali-kali namun tetap saja tidak di angkat hal itu membuat Rocky menjadi sangat panik, Rocky bahkan menekan handphone nya begitu kasar karena merasa cemas.


"Kau harus tenang, lihat di mana posisi Aleena" Ucap Arion mengingatkan Rocky tentang hal utama saat seseorang masih bisa di hubungi namun tidak di angkat, tentu saja melihat GPS di handphone Rocky, Rocky tentu sudah mengatur itu.


Rocky mengerti dengan ucapan Arion kemudian segera melihat handphone nya "Masih di rumah sakit, ayo cari" Ucapan Rocky yang merasa sedikit lega dan bersemangat berharap Aleena hanya bosan dah berjalan-jalan di rumah sakit dan tidak terjadi sesuatu padanya.


Rocky dan Arion segera mencari Aleena melalui ponselnya, sedangkan Alister kembali masuk ke dalam kamar Elin untuk mengambil handphone nya.


Rocky dan Arion terus mencari keberadaan Aleena namun mereka sangat terkejut ketika hanya menemukan handphone Aleena di tong sampah "Sial! " Rocky menggenggam erat ponselnya dan mengambil ponsel Aleena yang ada di dalam tong sampah.


Arion yang melihat adiknya seperti nya dalam masalah mulai merasa khawatir dia menggenggam tangannya erat sampai handphone nya berbunyi , Arion melihat nama di layar handphone nya ternyata telepon dari Alister.


[Bagaimana apakah Aleena sudah bersama dengan kalian? ] Tanya Alister dari seberang.


[Tidak, handphone nya di buang di tong sampah] Mendengar ucapan Arion itu Alister menjadi geram dan khawatir kepada Aleena


[Apakah ini belum selesai, Aleena di culik lagi] Tanya Alister yang di dengar oleh Elin


[Sepertinya, musuh Aleena benar-benar bodoh] Ucap Arion sembari menutup telepon nya.


Rocky mengeratkan rahangnya dia seperti nya sangat marah saat ini melihat itu Arion mencoba menenangkan Rocky sebelum bertindak gegabah dan sia-sia , Rocky ingin segera berlari mencari Aleena namun di hentikan oleh Arion "Tunggu dulu Rocky kita kembali ke ruangan Alister" Ucap Arion sembari menepuk pundak Rocky

__ADS_1


Namun Rocky menepis tangan Arion dan menatap Arion tajam "Untuk apa kita kembali ke sana, sekarang yang harus kita lakukan adalah mencari Aleena, apa kau tidak merasa khawatir padanya kau itu kakaknya hah" Rocky mulai di butakan dengan keadaan dia tidak bisa berfikir jernih dan membentak Arion.


Arion merasa kesal mendengar ucapan Rocky itu dan memukul Rocky dengan kuat membuat ujung bibir Rocky mengeluarkan darah "Bodohkah kau! kau mau mencarinya kemana jika tidak memiliki petunjuk" Ucap Arion tak kalah keras membuat orang di rumah sakit yang lewat menatap mereka berdua.


Rocky terdiam dia kini mengerti apa yang Arion ucapkan.


Elin yang mendengar Alister berbicara kemudian bertanya "Apa maksud ucapan mu? apakah Aleena dalam bahaya lagi" Tanya Elin khawatir


Alister yang ingin menelepon mengurungkan niatnya dan menenangkan kekasihnya itu "Tenang Aleena akan baik-baik saja kau bantu dia dengan doa ya"Ucap Alister lembut sembari menepuk pucuk kepala Elin.


Mendengar ucapan kekasihnya itu Elin langsung memejamkan matanya dan berdoa ' Tuhan jangan biarkan apapun terjadi pada Aleena, bawa Aleena kembali pada kami tanpa kekurangan suatu apapun' Elin berdoa dengan sungguh-sungguh untuk sahabatnya itu.


Sedangkan Alister segera menghubungi Robby yang ada di apartemen karena bersiap-siap akan kembali besok bersama Natan.


" Elin kau tunggu di sini, anak buah ku akan segera datang kau jangan kemana-mana mengerti, aku akan membantu Rocky untuk menemukan Aleena " Ucap Alister yang mendapat anggukan dari Elin.


"Pergilah bawa Aleena kembali tanpa terluka sama sekali" Ucap Elin menatap memohon pada kekasihnya itu.


"Pasti" Ucap Alister yang melangkah keluar dari ruangan Elin.


"Robby utus beberapa orang untuk menjaga ruangan Elin, aku tidak ingin sampai terjadi hal yang tidak di inginkan padanya" Ucap Alister pada Robby di sela pekerjaan nya, Robby pintu bekerja begitu cepat dan mengirim pesan pada anak buah mereka dan langsung mendapatkan balasan, mereka sudah berangkat ke rumah sakit.


"Baik tuan, mereka sudah berangkat ke rumah sakit jangan khawatir" Ucap Robby yang tangannya tidak lantas diam, tangannya terus bergerak di depan komputer milik Alister itu.

__ADS_1


Alister keluar dan melihat Arion dan Rocky berjalan ke arahnya "Bagaimana kau sudah menemukan lokasi Aleena? " Tanya Arion yang sudah menebak apa yang di lakukan Alister tanpa di perintah.


Alister selalu saja merasa kagum pada Arion sang jenius sombong itu, dia selalu bisa menebak arah pikiran seseorang dengan mudah. "Robby sedang melacak nya " Jawab Alister.


Rocky merasa dia sangat tertinggal karena pelariannya menjadi bartender kepekaan dan kejernihan cara berfikir nya tidak seperti dulu itu membuatnya kecewa pada dirinya sendiri.


[Tuan aku sudah melihat rekaman CCTV, aku menemukan seorang laki-laki dengan masker membawa nona Aleena menggunakan kursi roda, dia membawanya ke parkiran] ucapan Robby yang di dengar oleh Alister kemudian Alister mengatakan nya kepada Rocky dan Arion.


Rocky teringat mobil yang membuatnya terhenti tadi "Sial" Teriak Rocky yang menyesali kenapa dia tidak mengejar mobil itu padahal dia sudah merasakan firasat yang tidak enak "Mobil tadi" Udah Rocky yang membuat Arion membulatkan matanya.


Tanpa menunggu aba-aba mereka segera berlari ke arah parkiran bersamaan [Cari tau kemana arah mobil itu pergi ] Ucap Alister pada Robby.


"Saya mengerti tuan" Ucap Robby yang terus menelusuri jejak mobil melewati CCTV yang berada di jalur rumah sakit.


"Biar aku yang membawa mobilnya" Ucap Arion yang melihat Rocky begitu emosi membuatnya takut Rocky tidak bisa mengemudi dengan baik.


Rocky tidak membantah apapun dia segera melemparkan kuncinya pada Arion mereka segera masuk, Arion mengemudikan mobilnya mengikuti mobil Alister yang di pandu oleh Robby.


Rocky mencengkram rambutnya dengan kuat dan mengacak-acak kasar rambutnya "Sial sial aku benar-benar bodoh" Rocky sangat kecewa pada dirinya.


"Hentikan menyalahkan dirimu sendiri untuk tidak akan menyelesaikan masalah" Ucap Arion yang mencoba membuat Rocky lebih fokus pada pencarian Aleena ketimbang terus menyalahkan dirinya sendiri.


Rocky menggenggam erat tangannya "Tidak akan aku biarkan orang yang menyentuh Aleena hidup" Ucap Rocky dengan wajah yang begitu serius.

__ADS_1


"Tentu saja, kita kirim dia ke neraka dengan menderita" Ucap Arion dengan wajah yang tak kalah serius.


__ADS_2