
Aleena berjalan keluar baru saja ingin mencoba keberuntungan sekali lagi dengan menelpon Elin, namun tak di sangka handphone Aleena berbunyi dan nama Elin bertengger di layarnya. "Halo Elin di mana kau? , Elin jaw-" Ucapan Aleena terhenti saat suara tawa terdengar di seberang sana, suara yang sangat familiar untuk Aleena.
[Aku menemukan mu, datang dan temui aku di tempat yang sudah aku siapkan untuk mu, ne Aleena kau akan menyukai pertunjukan yang aku buat bukan] orang itu mematikan telepon nya
"Sial! aku masih terlalu lemah menghadapi nya" Ucap Aleena itu kesal, dia melihat ke layar handphone nya dia segera berlari untuk mendapatkan taksi tempat nya terlalu jauh untuk Aleena mendapatkan taksi dia harus berlari sekuat tenaganya.
"Aleena di mana Aleena? " Tanya Rocky yang hanya mendapatkan gelengan dari semua orang. "Gadis bodoh itu! " Ucap Rocky yang tau pasti Aleena mungkin sudah pergi mencari Elin sendiri.
Baru ingin melangkah mengejar Aleena handphone Rocky berbunyi di sana nama Natan tertera di layar "Katakan"
"Rocky gawat Disa dan Letty menghilang" Ucapan Natan itu membuat Rocky semakin yakin ini berhubungan dengan Aleena.
"Aku mengerti tunggu Robby akan menjemput mu aku akan berikan lokasi kita bertemu" Ucap Rocky dan mematikan telepon nya.
"Ada apa Rocky? " Tanya Alister
"Disa dan Letty menghilang, kirim Robby dan anak buahmu menjemput Natan, aku sudah mengirim tempat kita bertemu pada Natan.
" Aku mengerti " Ucap Alister yang memulai mengoperasikan telepon nya dia terlihat sedang menelpon, sedangkan Rocky segera berlari.
"Susul aku di jalan besar" Ucap Rocky yang segera berlari keluar dari markas Erlan.
Erlan terdiam dia baru sadar levelnya dan Rocky sangat lah berbeda, Rocky terlihat sangat mengerti dengan dunia bawah yang dia geluti "Dia apakah sehebat ini? " Gumaman Erlan itu di dengar Alister setelah selesai menelepon.
"Dia bisa lebih gila lagi jika bersama partner nya atau juga bisa di bilang bosnya" Ucapan Alister itu membuat Erlan tercengang.
"Dia segila ini masih memiliki bos, aku yakin dia pasti lebih gila"
"Hmm kau benar , kerja keras mereka sudah di mulai dari kau yang masih main kelereng mereka sudah bermain dengan peluru" Ucapan Alister itu membuat Erlan terdiam dan sadar dia memang tidak bisa bersaing dengan Rocky dan seperti nya Erlan akan memilih mundur secara terhormat karena kalah dari orang yang lebih mampu darinya.
"Benar-benar mengerikan "
__ADS_1
"Jangan bahas lagi ayo berangkat" Ucap Alister.
"Aku tau" Erlan mengikuti langkah Alister begitu juga mode, mode sedari tadi diam karena melihat kehebatan Rocky dia sama halnya dengan bosnya merasa takjub dengan kekuatan Rocky.
Aleena berlari dan berhasil sampai di pinggir jalan raya dia berharap dia akan segera mendapatkan taksi, dan benar saja taksi segera lewat Aleena melambaikan tangannya taksi itu terhenti, Aleena akan masuk namun tangannya di tarik membuat tubuhnya mengikuti tarikan Itu Aleena melihat ke atas setelah tubuhnya membentur tubuh seseorang "Om" Ucap Aleena yang tau pasti siapa yang memeluk nya.
"Bodoh! kau punya aku kenapa ingin menyelesaikan nya sendiri! " Ucap Rocky yang membuat Aleena tidak tahan untuk menangis.
"Nona apakah jadi naik? " Tanya supir taksi.
Rocky merogoh kantungnya "Ambil ini dan pergilah"
"Tu.. tuan serius, terimakasih" Rocky melemparkan uang ke dalam mobil, supir taksi itu berasal bersyukur dan beruntung.
Sedangkan Aleena menangis sejadi-jadinya di pelukan Rocky "Om Elin di culik semua ini karena aku om" Ucap Aleena yang mulai menangis tersedu-sedu "Se.. semua salahku ini salahku aku membuat semua nya celaka salah ku salahku" Aleena terus menangis menyalahkan dirinya namun Rocky dengan Sabar terus memeluk Aleena mengusap pucuk kepala Aleena.
Aleena terus menangis tanpa sadar air mata Aleena itu membasahi baju Rocky namun Rocky tetap saja diam.
Sampai suara klakson mobil menghampiri mereka, Alister turun dari mobilnya dan menghampiri dua sejoli yang tengah berpelukan itu "Kalian bisa tidak bermesraan di tempat la-" Alister tidak jadi mengeluh melihat Aleena berusaha mengusap air matanya.
"Heh kenapa itu mobilku"
"Berisik cepat" Ucap Rocky yang benar-benar mendorong Alister pergi ke mobil Erlan.
"Baiklah" Ucap Alister uang segera pergi dan masuk ke mobil Erlan.
Rocky dengan jentel menutupi Aleena masuk mobil, dia tidak mau memperlihatkan sisi lemah Aleena pada orang lain, karena Rocky berfikiran sempit semua sisi Aleena hanya miliknya.
Aleena masih berusaha untuk menghentikan air matanya sedangkan Rocky mulai melajukan mobilnya mengikuti mobil mode yang berjalan di depannya.
"Aleena jangan menangis lagi, aku tidak tahan melihat nya" Ucap Rocky.
__ADS_1
"Ma.. maaf saja kalau aku jadi jelek karena menangis" Ucap Aleena yang berusaha menghapus air matanya.
"Kau sama sekali tidak jelek"
"Kau bohong om, kau bilang kau tidak tahan melihat ku menangis itu karena aku terlihat jelek kan"
"Tidak" Rocky menghentikan mobilnya membuat Aleena terkejut "Itu tidak tahan membuatku untuk menghibur mu"
"Menghibur k-" Aleena tidak menyelesaikan bicaranya karena bibirnya sudah di hisap habis oleh Rocky, perlakuan Rocky yang tiba-tiba itu membuat Aleena terkejut.
Rocky melepaskan ciumannya dengan lembut "Sekarang sudah tenang bukan" Ucapan Rocky itu seketika membuat Aleena menunduk entah malu atau apa, pokoknya hati Aleena benar-benar di buat tak karuan oleh bartender dingin itu.
Rocky kembali melajukan mobilnya dan tersenyum puas dan bangga dia benar-benar bisa membuat Aleena diam dan tenang.
Rocky menghentikan mobil nya ketika melihat mobil mode terhenti, Aleena melihat ke arah lain "Kak Natan? untuk apa dia di sini? " Tanya Aleena.
"Aleena yang hilang tidak hanya Elin seperti nya Disa dan Letty telah di culik dengan orang yang sama"
Aleena terkejut mendengar ucapan Rocky "Kenapa kau tidak mengatakan nya om"
"Tenanglah kita pasti bisa menyelamatkan mereka"
"Tidak biar aku saja, aku tau tempat nya om" Ucapan Aleena itu membuat kecurigaan Rocky semakin besar.
"Aleena katakan sejujurnya siapa yang melakukan ini semua" Rocky bertanya pada Aleena ubah memastikan semuanya.
"Aku tidak bisa, om biarkan aku menyelesaikan ini sendiri ku mohon" Ucap Aleena dengan wajah yang penuh harap.
"Tidak ini bukan masalah mu sendiri, masalah mu adalah masalahku Aleena jadi aku akan menyelesaikan bersamamu" Ucap Rocky tenang.
"Om, bisakah kau mempercayai ku"
__ADS_1
"Tidak! jika kau bisa menyelesaikan nya kau tidak akan lari darinya apakah alasan kau tidak mau pulang adalah dia" Ucapan Rocky itu seperti nya sangat benar.
"Om apa kau sudah tau semuanya! "Aleena menatap Rocky