
Pagi menyapa, Aleena segera mengerjapkan matanya dan perlahan-lahan membuka matanya. Aleena meregangkan tubuhnya saat Aleena meregangkan tangannya sesuatu menyentuh tangannya Aleena segera menolah ke arah tersebut, Aleena terkejut dan terduduk "Aaaaaaaaa aaaaaaaaaa" Teriak Aleena dengan kencang membuat seseorang di sampingnya perlahan bangun.
"Ada apa Aleena kenapa kau berteriak" Ucapan Rocky yang baru saja tidur belum lama.
"Ap.. apa yang kau lakukan di sini om? " Taya Aleena Yang terlihat panik
Rocky yang masih setengah sadar menjawab "Tidur, inikan kamarku"
"Ini kamarku om! kamarmu ada di sebelah apa kau lupa" Aleena melihat ke arah Rocky dan melihat baju Rocky masih lengkap, Aleena menghela nafasnya dia merasa tenang, dia dan Rocky pasti tidak melakukan hal yang tidak-tidak.
Tapi Aleena mencium bau sesuatu "Om kau mabuk? " Tanya Aleena saat sadar dia mencium bau alkohol di tubuh Rocky.
Rocky duduk dan memegang kepalanya yang terasa masih pusing, melihat Rocky yang terlihat masih pusing dan lemah Aleena segera turun dari ranjang dan mengambilkan segelas air "Ambilah om" Ucap Aleena menyodorkan air putih kepada Rocky. Rocky meminumnya sampai habis.
"Bagaimana apa sudah ingat kau di mana? " Tanya Aleena yang melihat Rocky sudah mulai sadar. Rocky membulatkan matanya ternyata perasaan semalam tentang kasur itu nyata.
Rocky buru-buru bangkit dari tempat tidur "Pelan-pelan om kau bisa jatu-" Belum sempat Aleena menyelesaikan kalimat nya Rocky sudah terjatuh dan wajahnya tepat mendarat di kedua gundukan kenyal itu.
"Kyaaaa " Aleena reflek mendorong Rocky saat wajah Rocky menyentuh benda sensitif nya.
Rocky terjatuh dan membentur tepi ranjang Aleena membuat punggung Rocky terasa perih "Apa kau tidak apa-apa om" Aleena ingin membantu Rocky namun Rocky tidak mau, Rocky memilih bangun sendiri dia tidak mau kecelakaan seperti tadi terjadi lagi.
"Apakah sakit, om aku.. aku tidak sengaja aku terkejut saat anu itu wajah itu mengenai itu anu" Aleena merasa gugup entah apa yang sekarang Aleena rasakan semua menjadi campur aduk.
Rocky menunjukan telapak tangannya "Cukup! aku juga salah jangan bahas lagi, aku akan pergi" Ucapan Rocky perlahan meninggalkan kamar Aleena.
__ADS_1
Setelah kepergian Rocky Aleena menenggelamkan wajahnya di bantal "Aleena kau melukainya dia bukannya sengaja, aku malah mendorong nya begitu kuat, bodoh sekali kau Aleena"Aleena menggerakkan kakinya di atas kasur dia merutuki tindakan nya.
Sedangkan Rocky yang baru saja masuk dalam kamarnya lalu duduk di tepi ranjang dan terbayang saat wajahnya menyentuh sesuatu yang lembut itu " Rocky apa yang kau pikirkan kau benar-benar mesum! " Rocky menutupi wajahnya dia bahkan tadi tidak berfikir untuk pergi dari benda lembut itu jika Aleena tidak mendorong nya "Kau benar-benar buruk Rocky" Rocky menjatuhkan badannya dan menatap langit-langit "Apa yang terjadi padaku" Rocky menghela nafas dan mencoba menutup matanya.
Aleena akhirnya menenangkan dirinya dan segera bangun, dia harus membuat sarapan untuk Rocky dan dirinya yang akan berangkat ke Universitas. Aleena segera mencuci mukanya dan berjalan ke arah dapur.
Saat Aleena tiba di dapur dia melihat seseorang yang berada di depan kulkas, dia melihat punggung itu bukan milik Rocky dengan cepat Aleena menarik orang itu dan memiting nya "Kau pencuri berani sekali mencuri di sini" Aleena mengunci tangan Natan dan membuat Natan kesakitan.
"Tu.. tunggu tunggu kau ini siapa kau salah paham lepaskan aku" Ucap Natan dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan kuncian Aleena.
"Bohong! kau jelas-jelas sedang mencuri makanan ku" Aleena mempererat kuncian nya membuat Natan semakin berasa Natan berteriak membuat Rocky mendengarnya dan keluar dari kamar.
"Ada apa ini? " Tanya Rocky melihat Aleena sedang mengunci Natan, namun dalam pandangan lain Rocky merasa Aleena seperti sedang memeluk Natan dari belakang membuat nya tidak suka "Lepaskan dia Aleena, dia teman ku" Ucap Rocky yang membuat Aleena langsung melepaskan Natan.
"Auu kau ini-" Natan yang ingin memaki Aleena tidak jadi melakukan nya setelah melihat wajah Aleena.
"Kalian saling kenal? " Rocky menatap mereka berdua tatapan Rocky terasa begitu tajam.
"Kenal" Ucap Natan dan Aleena secara bersamaan membuat Rocky semakin tidak suka.
"Oh" Jawaban dan tatapan dingin Rocky itu bisa-bisa membekukan keduanya.
"Dia pernah menjadi toure guide ku sekali, jadi bisa dikatakan kami saling kenal bukan" Ucap Aleena. Penjelasan Aleena itu entah mengapa membuat Rocky sedikit tenang.
"Oh hanya toure guide" Ucapan Rocky itu terdengar seperti meremehkan kalau Natan bukan termasuk kenalan.
__ADS_1
"Benar, Nona ini juga mengajak ku makan" Jawaban Natan itu membuat Rocky merasa sangat kesal. Rocky langsung menatap Aleena.
"Itu karena aku lapar dan kasihan kepadanya saja" Aleena langsung menjawab setelah di tatap Rocky seakan dia sedang menjelaskan kalau dia tidak berselingkuh 'Kenapa aku seperti merasa tertangkap basah selingkuh' Ucapan Aleena dalam hati.
"Oh hanya kasihan! " Jawaban Rocky lagi-lagi seperti mengejek Natan, dan perasaan itu hanya Rocky saja yang merasakan sedangkan Natan tidak merasakan nya, seperti ejekan yang percuma yang di lakukan Rocky.
"Tunggu dulu, jadi Aleena yang kau maksud waktu itu nona ini? " Natan melihat ke arah Rocky dan hanya mendapatkan wajah dingin dari Rocky.
"Panggil saja Aleena" Ucap Aleena ramah membuat Rocky tidak suka mendengar nya.
"Oh baiklah Aleena" Ucap Natan begitu santai dia tidak tahu sudah ada mata elang yang mengintainya.
"Rocky, apakah dia pacarmu? " Pertanyaan itu membuat keduanya terdiam, Rocky terlihat berfikir sedangkan Aleena terlihat begitu berharap
"Bukan" Jawaban Rocky itu membuat Aleena kecewa, dia pikir Rocky akan mengakuinya sebagai pacar toh tidak ada yang tau kalau mereka kerabat ternyata Rocky tidak melakukan itu, itu membuat Aleena kesal.
"Benar mana mungkin dia pacar ku, Om Rocky adalah sepupu ku " Jawaban Aleena itu entah mengapa membuat Rocky tidak suka dan kesal.
"Om? bagaimana sepupu bisa kau panggil om? " Tanya Natan bingung.
"Bukankah wajah nya terlihat seperti om om dingin, bukankah dia sangat pantas di panggil om" Ucap Aleena yang mendapat tawa dari Natan mereka berdua tertawa bersama.
pemandangan itu membuat Rocky benar-benar tidak suka dan ingin marah "Diam! wajah ku tidak setua itu, berhenti tertawa dan buat sarapan sana! " Ucap Rocky dengan wajah yang terlihat begitu marah, bahkan Aleena dan Natan tidak berani bersuara lagi
Aleena segera mengambil sesuatu dari kulkas "Bolehkan aku membantu mu memasak" Tanya Natan
__ADS_1
"Bole-" Sebelum Aleena menyelesaikan kata-katanya Rocky sudah lebih dulu berucap.
"Kau bersihkan kamar mandi di kamarku! sekarang" Ucap Rocky yang terlihat masih kesal wajah datar dan mata tajam itu, Natan mana berani menolak, dengan terpaksa Natan segera pergi ke kamar mandi Rocky untuk membersihkan nya.