
"Ya aku, apa kau terkejut" Ucap wanita itu dengan tatapan yang ingin sekali membunuh Aleena.
"Ya aku sadiki terkejut, aku pikir itu semua di lakukan oleh Mia" Ucap Aleena menatap tajam wanita itu.
"Tentu saja Mia yang melakukan nya aku hanya meminjam tangannya saja, sekarang tangannya sudah tidak berguna jadi aku akan menguburnya bersamamu" Wanita itu menyeret Mayat Mia keluar dari mobil.
Aleena membulatkan matanya dia tidak menyangka tentang apa yang dia lihatnya "Dia itu sahabat mu Silvia apa kau iblis! " Teriak Aleena yang tidak menyangka orang yang terlihat lemah lembut namin hatinya begitu bengis mengalahkan seorang iblis.
"Dia yang memberikan aku racun setiap saat Mengompori ku untuk mencelakai mu, aku tentu saja hanya membalikan kompor itu dan membuat dia yang terbakar apa aku salah" Ucap Silvia dengan wajah tanpa rasa bersalah.
"Kau benar-benar gila"
"Ya aku gila aku gila karena Rocky yang tadinya mau memandangku kini bahkan tidak mau mengakui kehadiran ku, aku harus membunuhmu agar dia kembali seperti dulu dia itu milik ku apa kau tau bartender dingin itu milik ku, siapa kau berani-beraninya dekat dan mendapatkan perhatian nya kau wanita jalan* kau harus mati!! " Teriak Silvia penuh dengan emosi mengingat perlakuan dingin Rocky terhadapnya di toko roti sepupu nya itu.
"Hahaha lucu sekali, apa kau pikir jika aku mati om Rocky akan memilih wanita seperti mu, tidak akan"
"Berisik diam kau wanita jalan* kau tidak pantas berbicara kau pantas mati dan temui raja neraka! bersama Mia kalian berdua sama saja ingin merebut Rocky milik ku" Teriak Silvia yang semakin penuh dengan emosi dan keinginan untuk melenyapkan Aleena.
"Harusnya kau yang bersiap berbicara dengan raja neraka" Ucap Aleena dengan yakin tatapan nya yang tak kenal takut membuat Silvia semakin membenci Aleena.
"Pukul dia sampai kehilangan separuh nyawanya" Ucap Silvia memberikan perintah.
"Baik nona, pukul dia" Ucap orang yang di panggil bos itu.
Aleena terus berontak dengan kedua tangannya yang di pegangin oleh orang bertubuh besar itu.
Rei yang melihat Aleena mati-matian ingin lepas membuat Rei juga tidak tinggal diam Rei ikut memberontak dan berhasil lepas, dia berlari ke arah Aleena membuat Rei yang terlebih dulu habis di pukuli.
__ADS_1
"Rei" Teriak Aleena yang tak tega dengan orang yang baru mengenalnya dan langsung membelanya sampai seperti itu, Aleena memberontak dan berhasil lepas dia segera memukul orang yang memeranginya tadi namun tenaganya sudah lumayan terkuras.
"Hahaha kalian tidak akan bisa lepas dariku! " Teriak Silvia "Bunuh mereka berdu-" Teriak Silvia itu Terhenti saat sorot lampu mobil mengarah kepada mereka.
Rocky langsung keluar dari mobil dan berlari dan di ikuti Alister dan Arion.
"Lepaskan Aleena" Teriakan Rocky membuat semua orang menatap ke arah Rocky membuat Aleena yang hampir di pukul itu tidak jadi di pukul, Aleena mencoba menyelamatkan Rei.
Rocky melihat Aleena yang penuh luka pukul itu menjadi murka, Rocky melirik ke arah Silvia dia sedikit terkejut melihat Silvia ada di sana dengan Mia yang terkapar di bawahnya, sepertinya Rocky juga tidak menyangka dalam di balik ini semua adalah Silvia.
"Kalian berani sekali menyentuh adik ku! " Teriak Arion yang siap mengamuk tanpa ba-bi-bu. Arion segera membantai mereka semua di ikuti dengan Alister dan Rocky, Rocky terlebih dulu menolong Aleena membawanya ke tepi "Kau di sini dulu"
"Om tolong bawa dia kemari dia telah menolongku " Ucap Aleena melihat ke arah Rei meski Rocky sedikit tidak rela Aleena meminta doa menyelamatkan laki-laki lain tapi Rocky menyamping kan rasa cemburunya melihat laki-laki itu penuh dengan luka.
Mereka bertiga benar-benar menggila, mereka membuat cacat lawan-lawan mereka mereka tidak memperdulikan apapun lagi.
Arion dan Rocky kembali bertarung bersama dengan mudah mengalahkan musuhnya, Alister mengikuti alur pertempuran mereka membuat tiga Monster itu tak tak terkalahkan.
"Heh wanita kau ingin melawan ku kau benar-benar punya nyali" Ucap orang yang di panggil bos itu.
Aleena tidak takut meski tubuh lawanya tiga kali lipat lebih besar darinya Aleena tetap berdiri tegak tak gentar. Rei yang sedikit sadar kemudian memperingati Aleena "Kau pergilah dia bukan lawanm-u" Rei di injak tepat di perutnya oleh orang yang di panggil bos itu.
"Lepaskan kakimu darinya! " Aleena menyerang bos itu dengan tendangan memutarnya dia berhasil membuat bos itu mengangkat kakinya dari Rei dan sedikit terpojok mundur.
"Jangan diam saja habisi wanita itu" Teriak Silvia
"Tenang saja nona, tapi ingat menambah bayaran ku"
__ADS_1
"Akan aku berikan sepuluh kali lipat jika kau berhasil membunuh nya " Ucap Silvia yang sudah sangat dendam dengan Aleena apalagi melihat Rocky menggendong Aleena begitu lembut dan malah memandang jijik terhadapnya.
"Baik nona" Bos itu langsung memberikan tendangan nya pada Aleena namun Aleena berhasil menghindar.
Bos itu tidak langsung diam dia terus menghujani Aleena dengan serangannya sampai dia berhasil menendang Aleena sampai terpental namun Rocky berhasil menangkapnya.
Arion dan Alister di belakang Rocky menatap tajam pada bosnya, bos itu melihat semua anak buahnya sudah jatuh terkapar.
"Berani sekali kau menyentuh adik kesayangan ku! " Arion terlihat sangat sangat marah, tiga laki-laki itu langsung menyerang bersamaan bos itu, bos itu tidak tau tuan putri Aleena memiliki banyak pawang.
Aleena tidak tinggal diam dia mengejar Silvia yang akan kabur " Mau kemana kau? "
Silvia ternyata tidak datang dengan tangan kosong saat aleena sudah mendekat Silvia menodongkan pistol di tangannya ke arah kepala Aleena.
"Aleena" Teriak Rocky, Arion dan Asisten bersamaan.
"Kau berani, turunkan pistol mu " Teriak Arion lagi.
"Kau siapa? diam aku hanya ingin bicara kepada Rocky, Rocky apakah selama ini sedikitpun kau tidak pernah memandang ku" Tanya Silvia yang tidak memandang Rocky namun terus memandang Aleena dengan bidikan pistolnya tepat di kepala Aleena.
"Tidak, kau hanya salah paham"
"Salah paham apa, kau menerima pemberian ku di depan semua orang bukankah itu pertanda kau tertarik pada ku hanya karena wanita licik ini datang kau langsung melupakan ku bukan, aku tau kau menyukaiku bukan jika dia menghilang kau pasti akan kembali padaku bukan, katakan itu Rocky. "
"Tidak, ada Aleena atau tidak aku tidak pernah memandang mu hanya namamu sama dengan orang di masa lalu ku, dan sekarang aku sudah memiliki masa depan tidak lagi terbelenggu masa lalu bodoh" Rocky menatap Aleena
"Tidak kau bohong" Silvia ingin menarik pelatuknya namun kalah cepat dengan Aleena yang merebut pistol itu dan membalikan keadaan
__ADS_1
"Aleena" Rocky segera memeluk Aleena dari belakang sedangkan Alister berlari dan menangkap Silvia.
"Apa yang harus kita lakukan padanya? " Tanya Alister