
Pagi menyapa Disa ingin membangunkan Letty namun ternyata Letty sudah bangun terlebih dahulu "Kau sudah bangun? " Tanya Disa membuat Letty menengok ke arahnya.
Letty tersenyum matanya berbinar-binar terlihat begitu bahagia "Hmm mm" Letty mengangguk riang.
"Apakah ada hal baik terjadi? kau terlihat sangat bahagia? " Disa merasa heran dengan tingkah Letty.
"Hehe, hehe, hehe" Letty hanya tertawa kecil membuat Disa kesal.
"Jangan terus tertawa dan senyum, kau membuatku kesal! apakah ini tentang Natan? " Letty tanpa sadar langsung mengangguk, membuat mata Disa terbuka lebar "Apakah dia mengungkapkan perasaan nya padamu? ". Letty mengangguk lagi " Jadi bagaimana dengan kesempatan yang tuan Alister berikan? " Tanya disa Terus menerus.
"Dia menerimanya, dia mengatakan untuk menunggunya pantas " Ucapan Letty Itu kini yang membuat Disa mengangguk dia lega meski Natan mengungkapkan isi hatinya, dia masih menerima kesempatan yang Alister berikan, sebagai sahabat Letty dan juga teman Natan dia berharap mereka memiliki masa depan yang cerah.
"Bagus, untung saja otaknya masih berfungsi"
"Apa maksud mu? " Letty seperti nya tidak Terima Disa mengejek Rocky.
"Apakah kau marah, ayo yo sepasang kekasih ini benar-benar membuatku iri, kapan bunga ku ini akan mekar" Ucap Disa kesal.
"Suatu saat pasti"
"Ya ya aku tau, kalau begitu ayo segera memasak atau kekasihmu Itu akan kelaparan" Ucap Disa sembari berjalan keluar hingga lupa untuk membasuh wajahnya.
Disa dan Letty segera membuat sarapan untuk mereka berempat bagaimanapun kali ini mereka berhutang budi pada Alister jadi akan berusaha untuk membuat makanan yang enak tapi "Apakah tidak ada yang lain hanya ada telur dan daun bawang, benar-benar merusak rencana saja" Ucap Disa yang mendapat anggukan dari Letty.
"Ya sudah bagaimana jika membuat nasi goreng saja, nasi goreng Disa lezat juga" Ucap Letty menyemangati Disa.
"Aku mengerti" Letty membuat nasi goreng yang dia bisa.
Pelan-pelan Natan bangun dan menuju dapur untuk minum "Ka.. kau mau minum" Letty dengan cepat menuangkan air putih untuk Natan.
__ADS_1
"Terimakasih" Natan tersenyum senang dia benar-benar senang hal semalam bukanlah mimpi, dia bersyukur dia mengungkapkan perasaan nya membuatnya bisa merasakan hal indah seperti pagi ini sebelum dia pergi bersama Alister.
"Huh, kalian berdua membuatku silau! menyebalkan" Disa segera menyelesaikan masakannya dia tidak ingin jiwa jomblonya terus meronta seperti ini.
"Ada apa ini, sepagi ini sudah ramai" Ucap Alister
"Tidak ada, hanya ada new couple" Ucap Disa yang langsung di mengerti oleh Alister
"Oh syukurlah, selamat selamat" Alister segera mengambil minumnya dan duduk di kursi makan.
Natan mengikuti Alister dan duduk di sampingnya sedangkan Letty tentu saja membantu Disa.
"Nah tuan Alister, aku sudah siap untuk mengikuti mu" Ucap mantap Natan tanpa ragu.
"Benarkah? kalau begitu mulai besok tinggal-lah bersama Robby, dia akan mengajarimu banyak hal jadi jangan buang waktu"
"Jika tidak mau tidak usah" Jawab Alister.
"Te.. tentu mau mau" Ucap Natan bersemangat, lagi pula semakin cepat dia berhasil semakin cepat juga dia akan layak untuk Letty.
Letty dan Disa mendengar ucapan Alister dan Natan, Disa melihat Letty meski terlihat sedih namun ekspresi nya juga terlihat tidak sabar dan bahagia "Kau harus bersabar, sampai saat itu kau harus meyakinkan kedua orang tuamu agar tidak menjodohkan mu lagi" Disa mengangkat bahunya.
"Aku tau itu, aku sudah bilang pada ibuku dia akan membantu membereskan ayahku" Ucap Letty tersenyum bangga.
"Apa? ternyata kau juga bergerak sangat cepat"
"Tentu saja, karena aku tidak akan menikah kalau tidak dengan Natan" Ucap Letty malu-malu namun cukup lantang membuat Natan mendengar nya dan Ekspresi mereka kini sama persih wajahnya merah bak tomat matang.
'Dia tidak akan menikah kalau bukan denganku, senangnya saking senangnya aku ingin melompat, gawat gawat' Ucap Natan dalam hati.
__ADS_1
****
Aleena menerima paket itu dan membawanya masuk, kotak yang cukup besar, Aleena membuka kotak itu matanya membuat sempurna, dia terduduk di lantai.
Rocky keluar kamar dan melihat Aleena terduduk di lantai dan berlari menghampiri Aleena "Aleena ada apa? " Tanya Rocky yang melihat wajah pucat Aleena.
Rocky melihat isi dalam kotak "E.. erick? tidak mungkin" Rocky mengambil catatan di dalam kardus itu. "Aku menemukan mu" Rocky membaca tulisan itu. "Aleena" Rocky melihat ke arah Aleena wajahnya benar-benar semakin pucat "Aleena kau tidak apa-apa kan, kau tenanglah aku akan membuangnya sekarang kau duduk dulu " Rocky membopong Aleena ke sofa mengambilkan nya minum untuk Aleena "Minumlah"
Aleena meminumnya dia mencoba untuk tenang namun tidak bisa. "Aleena apa kau tau siapa yang mengirimnya? " Pertanyaan Rocky itu sia-sia seperti nya Aleena sedang dalam dunianya sendiri.
Saat ini yang bisa Rocky lakukan hanya membereskan potongan tubuh Erick yang ada di kotak itu.
Rocky melihat ke arah Aleena tatapan Aleena yang kosong membuatnya khawatir, dia tidak bisa meninggalkan Aleena sendiri dan juga tidak bisa terus membiarkan jenasah erick berada di apartemen nya.
Rocky akhirnya mengirim pesan pada Alister menyuruhnya untuk kemari tentu saja sendiri atau bersama Robby tidak boleh melibatkan Letty dan Disa, sedangkan Natan belum. sepenuhnya tau dunia mereka seperti nya belum saat nya dia melihat hal yang seperti ini.
Rocky kembali duduk di samping Aleena dia memeluk Aleena, namun Aleena reflek mendorong Rocky "Kenapa? apa kau benar-benar tau siapa yang mengirimkan ini? apakah tuan penadah itu? " Ucap Rocky menatap Aleena, Aleena masih enggan menatap Rocky.
"Ja.. jangan mendekat atau kau akan celaka" Ucap Aleena banyak hal yang di pikirkan Aleena sekarang.
"He! " Rocky mendengar itu malah kembali memeluk Aleena dan pelukannya kali ini sangat erat.
"Lepaskan aku om! apa kau tidak dengar jangan mendekat atau kau akan celaka". Tanpa sadar Aleena berteriak dan menangis.
" He! kau pikir aku ini siapa? mencelakai ku butuh sembilan nyawa untuk melakukannya, apa kau meragukan-ku! " Ucapan Rocky itu tidak bisa di jawab oleh Aleena.
"Jika aku lemah! mana pantas aku bersanding dengan putri satu-satunya tuan muda sombong dan mana sudi penguasa sombong mengakui ku jika aku ini lemah! Aleena percayalah padaku aku tidak akan celaka, begitupun dengan aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu mengerti" Rocky melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Aleena, dua pasang mata kini saling menatap satu sama lain "Jadi ceritakan semuanya padaku, sebenarnya siapa yang melakukan ini? kau mengetahuinya bukan? " Aleena terdiam dia tidak berbicara apapun.
"Kau diam? apa kau ingin aku mencari tahu sendiri? baiklah aku mengerti" Rocky melangkahkan kakinya pergi namun tiba-tiba Aleena menarik ujung baju Rocky.
__ADS_1