
Pagi menyapa Natan bangun begitu pagi, dia menatap ponselnya yang baterainya sebentar lagi mencapai batasnya, dia segera mengetik pesan untuk kekasihnya sebelum handphonenya mati dia bergegas mengucapkan selamat pagi dan juga semangatnya untuk kekasihnya yang jauh di sana.
Setelah Itu Natan segera bangun dan mandi dia bersiap untuk membantu sesuatu bagaimanapun Natan merasa tinggal di rumah orang tidak bisa berpangku tangan tentu harus ringan tangan membantu di luar pelatihan.
Natan sudah selesai mandi dia memilih pakaian yang casual dan segera keluar saat ini Natan berjalan ke arah dapur melihat Nyonya Tina sedang memasak, Natan menengok kiri kanan dan tidak ada siapapun yang membantu 'Apakah rumah sebesar ini tidak ada pembantu' Ucap Natan dalam hati yang berjalan menghampiri Tina.
"Natan kau sudah bangun? " Tanya Tina.
"Iya buk saya sudah, apa ada yang perlu saya bantu" Tanya Natan dengan pengucapan yang belibet Natan terlihat sangat gugup belum terbiasa.
"Hahaha apakah nak Natan bisa membantu di dapur" Tanya Tina yang masih memotong sayuran.
"Sedikit bu, oh iya bu rumah sebesar ini apakah tidak ada yang membantu" Natan akhirnya bertanya tentang apa yang ada di benaknya.
"Hahaha apa nak Natan sedang bercanda tentu saja ada hanya saja mereka datang nanti karena mereka sudah berkeluarga tentu datang setelah mengurusi keluarga nya dulu" Jawab bijak Nyonya Tina.
Natan mengangguk dia kagum dengan orang tua alister yang begitu pengertian kepada bawahan mereka.
Natan segera mencuci tangannya dan membantu apa yang bisa dia bantu untuk menyiapkan sarapan sampai akhirnya Tuan Kenzo di ikuti dengan Robby berjalan ke arah dapur.
"Natan ikut aku" Ucap Tuan Kenzo.
"Baik Tuan, nyo.. eh bu maaf saya hanya bisa membantu sampai sini maaf" Ucap sopan Natan yang tidak enak karena harus pergi sebelum selesai membantu Tina.
__ADS_1
Kenzo dan Robby berjalan lebih dulu di ikuti dengan Natan yang habis cuci tangan dengan terburu-buru.
Mereka bertiga berjalan ke taman belakang Natan begitu takjub dengan luasnya taman belakang rumah Kenzo itu, sampai Kenzo menghentikan kakinya. "Natan kau lari bersama Robby setelah itu lakukan pemanasan" Ucap Kenzo dengan wajah serius.
"Baik Tuan" Ucap Natan.
Natan mengelilingi tempat luas itu Natan belum bisa mengimbangi lari dari Robby yang meski sudah berumur namun staminanya sangat bagus.
Setelah melakukan pemanasan Natan bersiap untuk berlatih tanding dengan Robby dengan berkelahi Kenzo ingin melihat kemampuan Natan.
Natan terus di uji dia sangat kesulitan untuk mengimbangi Robby bahkan Natan belum bisa mendaratkan pukulannya pada Robby tapi Natan tidak menyerah dia terus berusaha berfikir dan mencari celah dan akhirnya berhasil mendaratkan pukulannya ke wajah Robby membuat Kenzo menarik ujung bibirnya.
*****
Orang pertama yang bangun tentu saja orang yang masih di landa asmara yaitu Rocky bunyi handphonenya membangunkannya baru saja dia ingin mengangkat teleponnya namun teleponnya sudah mati Rocky mengerjapkan matanya dan melihat nama kekasihnya berada di panggilan tidak terjawab dan melihat riwayat panggilan yang puluhan Rocky akhirnya terbangun dengan panik. "Dia pasti marah" Ucap Rocky tyang merasa bersalah.
Rocky akhirnya menekan nomor kekasihnya itu dan coba menghubungi nya namun kali ini giliran Aleena yang tidak mengangkat teleponnya "Gawat dia pasti benar-benar marah" Ucap Rocky lagi yang sudah beberapa kali mencoba menelepon namun terus tidak di angkat oleh Aleena. "Bagaimana ini" Rocky mengacak rambutnya di segera bangun dan meninggalkan para papa muda yang masih terlelap itu. "Tunggu apa aku harus membangunkan mereka, ah masa bodo aku harus segera pulang" Ucap Rocky yang mengurungkan niatnya yang ingin membangunkan para papa muda.
Rocky bahkan tidak mencuci mukanya dia segera mengambil mobil dan melaju pulang.
Arion mulai mengerjapkan matanya dia melihat sekeliling dan juga handphonenya terlihat istrinya sudah menghubungi nya, namun Olivia hanya menelpon untuk membangunkan Arion Olivia tentu tidak marah karena Arion sudah meminta izin dengannya. "Hallo sayang, aku sudah bangun aku akan segera pulang" Lapor Arion kepasa istrinya yang mendapat balasan suara lembut dari Olivia membuat Arion langsung terbangun dan ingin segera pulang melihat istrinya.
Arion mematikan teleponnya satu persatu para papa muda sudah terbangun mereka semua langsung mengecek handphone masing-masing dan memberikan kabar pada pasangan mereka.
__ADS_1
Sampai mereka berempat sadar bahwa Rocky sudah tidak ada "Dia sudah menghilang" Ucap Arion, Aric, Dion dan juga Rafael bersama-sama.
"Sudahlah kita pulang dengan mobilku, aku akan segera mandi dan menjemput istri tercinta ku di hotel dan pulang ke rumah mami dan papi" Ucap Aric.
Mereka semua kembali ke rumah Rayyan menggunakan mobil milik Aric. Dion dan Rafael hanya akan ada di negara itu sampai nanti sore, sore mereka akan kembali pada istrinya masing-masing.
Rocky melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia berusaha menghubungi Aleena namun tetap tidak di angkat membuat Rocky semakin panik dan overthinking.
Rocky akhirnya memarkirkan mobilnya di depan rumah dia bergegas keluar dan berlari masuk dalam pikirannya dia ingin langsung bertemu dengan Aleena dan menjelaskan bahwa dia hanya minum dan tertidur dengan para papa muda dan tidak berbuat macam-macam, sepertinya dalam pikiran Rocky merasa Aleena mungkin marah karena berpikir yang tidak tidak tentang dirinya yang tidak pulang semalaman.
Rocky langsung berlari menuju kamar Aleena berharap filling nya tidak salah kalau Aleena masih berada di dalam kamar.
Rocky berlari tanpa memperdulikan kanan kiri kali ini di benaknya hanya ingin segera ke kamar Aleena dan bertemu dengan Aleena memeluknya dan menjelaskan se jelas-jelas nya.
Rocky akhirnya sudah melihat pintu kamar Aleena di depan mata tanpa ragu dan berfikir panjang dia langsung masuk dan "Aaaaaaaaaaaaaaaaa" Suara Aleena menjerit terdengar membuat Rocky segera mendekat ke arah Aleena dan menutup mulut Aleena dengan tangannya.
"Sa.. sayang jan.. jangan berteriak lagi ak.. aku tidak melihat apapun" Ucap Rocky yang menutup mulut Aleena dengan menutup matanya sekalian.
Aleena berusaha berbicara dengan mulut terbungkam "epsknaku hmmm emmm" Suaranya tidak terdengar jelas
"Ba.. baik aku lepaskan tapi kau jangan berteriak lagi ok" Ucap Rocky perlahan melepaskan tangannya.
"Om Rocky kau mesum! " Ucap Aleena dengan suara meninggi.
__ADS_1
"A.. aku tidak tau kau selesai mandi ini juga salahmu kenapa kau tidak mengunci pintu mu, bagaimana jika ada yang masuk" Ucap Rocky yang malah ikut kesal.