Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 87


__ADS_3

"Kau benar, tapi Aleena jika Rocky tidak bisa melepaskan belenggu nya apa yang akan kau lakukan, apa kau benar-benar akan melepaskan nya? " Tanya Alister penuh dengan penasaran.


"Untuk itu? " Aleena terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan yang Alister ajukan itu. "Untuk itu biar waktu yang menjawab waktunya".


" Aku mengerti, jadi sekarang kita mau kemana? " Tanya Alister.


"Lebih baik pergi dari sini" Ucap Aleena yang mendapat anggukan dari Alister.


Alhasil mereka segera turun ke parkiran namun mereka tidak menduga Rocky sudah berada di tempat parkir itu, lagi dan lagi dia berjalan menuju Aleena namun kali ini Alister lah yang berdiri merentangkan tangannya untuk melarang Rocky mendekati Aleena.


"Minggir! " Teriak Rocky dengan mata tajam menatap ke arah Alister, Alister sedikit merasa takut dia pernah melihat tatapan setajam itu dulu, namun Alister berusaha untuk tetap berdiri dan melindungi Aleena.


"Rocky berhenti! jangan memaksa Aleena lagi, biarkan dia tinggal bersamaku kak Arion juga sudah memberikan hak menjaganya kepadaku!" Alister berharap nama Arion bisa dia pakai untuk sementara.


Mendengar nama Arion orang yang pernah dia ikuti dia sayang dia hargai dia hormati membuatnya sedikit segan untuk meneruskan mendekati Aleena, namun hatinya sangat sakit melihat Aleena yang enggan melihat nya di hati Rocky, Rocky ingin sekali menggendong nya dan membawanya pulang untuk hidup bersama dia lagi.


"Aleena masuk ke dalam mobil" Alister sengaja menelepon asisten nya saat dia berlari di tangga untuk menyusulnya ke hotel dan pasukan sekali saat mereka turun, mobil Alister sudah terparkir di sana bersama tangan kanan nya.


Aleena mengangguk dan kemudian masuk ke dalam mobil yang Alister tunjuk, asisten Alister juga sudah sigap membukakan pintu karena asisten itu langsung keluar saat melihat tuannya di dekati seseorang dengan tatapan membunuh.


"Rocky, aku tidak ingin berebut wanita denganmu tapi ini adalah amanah dari Aleena kecil dia adalah tunangan ku! jadi lebih baik kau mundur"


"Dia tidak mencintai mu! " Ucap Rocky dengan yakin mata yang penuh percaya diri.


"Cinta bisa di bangun seiring waktu! dia bukan kau yang tidak bisa melupakan cinta masa lalu! bahkan jika dia sangat mencintaimu aku tidak akan menyerah" Ucapan Alister itu sangat menusuk Rocky.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi! dia tidak akan pernah melupakan ku! "


"Kau yakin? kau bahkan tidak bisa memilih Aleena atau masa lalu mu! apa kau pikir kau akan menang? yang selalu ada akan menggeser dia yang menduakan nya! " Alister menarik ujung bibirnya kata-kata Alister sangat menusuk jantung Rocky.


Alister memberikan alamat apartemen nya "Aku tidak akan menghalangi mu untuk bertemu dengannya karena aku yakin yang yang mendapat restu dan selalu ada pada akhirnya akan menang jua" Alister sengaja memberikan alamat apartemen nya, tentu saja untuk membuat Rocky memperjuangkan Aleena karena sebenarnya Alister memang tidak ada perasaan apapun pada Aleena kecuali sebagai adik kecil saja.


Alister beranjak pergi namun Rocky menahan bbahu Alister dengan cengkraman nya yang sangat kuat "Berani kau menyentuhnya! aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri tidak perduli Arion atau paman Rayyan sekalipun menghalangi! aku akan membunuhmu jika kau merampas kesucian nya! " Tatapan Rocky benar-benar tatapan seorang pembunuh bahkan cengkraman nya mungkin sudah membuat memar bahu Alister.


"Aku bukan pengecut! aku tidak akan melakukan hal seperti itu! " Ucap Alister dengan balik menatap Rocky. Rocky melepaskan cengkraman di bahu Alister.


Rocky menatap kepergian mobil Alister dia menekan dadanya yang terasa begitu sakit, namun Rocky tidak mau egois.


Sepertinya pikirannya mulai terbuka tentang perasaan nya, terutama kepada Aleena gadis kecil yang mampu menggoda nya.


"Tidak ada, aku akan berganti pakaian " Ucap Alister dia tersadar dia memakai kemeja yang sedikit robek dan terbuka.


Aleena menutup matanya saat Alister mengganti pakaiannya "Kenapa menutup mata? " Tanya Alister.


"Huh aku tidak mau menodai mata ku ini ya" Ucap Aleena bercanda.


"Hahaha mata mu sudah ternoda separuhnya bukan, kau bahkan yang membuka pakaian ku" Ledek Alister


"I.. itu berisik! apa yang Om Rocky katakan padamu? " Tanya Aleena penasaran dia tanpa sengaja memanggil Rocky dengan sebutan kesayangan nya yah bagaimanapun hatinya masih di tempat ini Rocky sepenuhnya.


"Rahasia" Ucap Alister sembari memainkan alisnya

__ADS_1


"Apa? katakan apa kau ingin aku merobek pakaian mu kak! kau jangan lupa aku ini putri siapa? " Ucap Aleena berbangga diri tentu saja Alister tau jika Aleena sedang mode serius dia bisa sehebat kakak dan papanya.


"Dia hanya mengatakan kalau kau tidak akan berhenti menyukainya dan" Ucap Alister sengaja di hentikan agar membuat Aleena penasaran.


"Huh dia sangat percaya diri! dan apa apa yang dia katakan, dia sudah mirip dengan kak Arion sangat percaya diri! " Aleena sedikit kesal namun juga senang Rocky sudah sedikit kembali memiliki kepercayaan diri.


"Tapi itu nyatanya bukan, aku rasa dia benar kau tidak akan bisa mencintai yang lain" Ledek Alister


"Berisik berisik lupakan itu, katakan dia mengatakan apa lagi? " Aleena sangat penasaran dengan kata yang tak di lanjut kan Alister itu.


"Dan dia mengatakan akan membunuhku dengan kedua tangannya jika aku menyentuhmu! " mendengar ucapan Alister itu hati Aleena merasa sangat senang ternyata om Rocky nya yang dingin itu sangat peduli padanya, meski Aleena kecewa Rocky sangat susah melepaskan belenggu masa lalunya.


"Be.. benarkah dia mengatakan itu " Aleena tanpa sadar tersenyum senyum sendiri hingga melupakan rasa marahnya.


"Ck! baru mendengar perkataan seperti itu sudah luluh, bagaimana mau membuatnya melupakan masa lalunya jika kau terlalu mudah untuk di dapatkan, laki-laki itu suka tantangan semakin sulit wanita itu di dapatkan dia akan semakin tergila-gila" Ucap Alister


"Hah! siapa yang luluh apa matamu buta kak, aku ini sedang kesal" Aleena segera merubah ekspresi nya.


Setelah kepergian mobil Alister Rocky segera kembali ke apartemen nya, dia segera masuk ke kamarnya hal pertama yang dia lakukan adalah mengumpulkan semua barang yang berkaitan dengan Silvia termasuk foto Silvia yang dia simpan.


Di sisi lain


Erlan terus berkutat dengan komputer nya, dia mencocokkan gambar Alister dengan berbagai data, Erlan mulai menemukan jalan. dia berhasil menemukan data-data dari Alister.


Dia kemudian menelusuri lebih dalam lagi, dan menemukan tentang keluarga Wijaya, Erlan tidak berhenti di sana. Banyak hal yang Erlan temukan sampai dia terdiam dan membulatkan mata ketika membaca sesuatu yang membuat nya terkejut bukan kepalang.

__ADS_1


__ADS_2