
Alister terkejut mendapat pesan dari Rocky itu, ekspresi Alister itu di tangkap oleh Disa "Tuan Alister apa kau baik-baik saja? kenapa wajahmu pucat? " Tanya Disa pada Alister.
Alister terdiam sejenak dan mencoba mengubah ekspresi nya "Tidak ada hanya harus kembali ke kantor, kalian bisa pulang sendiri bukan? Natan kau juga harus segera berkemas jika sudah selesai hubungi aku, Robby akan menjemput mu" Ucap Alister.
"Aku mengerti".
" Kalian akan di antar klub Robby, aku pergi dulu"Ucap Alister yang bergegas pergi membuat semua menjadi khawatir namun mereka sadar mereka tidak bisa melakukan apapun untuk membantu.
"Sepertinya sangat darurat? " Ucap Letty.
"Hmm aku juga berfikir seperti itu, wajahnya sampai seperti itu" Ucap Natan menambahi Letty dan mendapat anggukan dari Letty dan Disa.
****
"Kau diam? apa kau ingin aku mencari tahu sendiri? baiklah aku mengerti" Rocky melangkahkan kakinya pergi namun tiba-tiba Aleena menarik ujung baju Rocky.
"Jangan cari tau om! " Aleena berdiri dari duduknya dan melepaskan tangannya dari baju Rocky "Aku akan menyelesaikan semuanya, jangan khawatir" Aleena menatap Rocky dengan senyum yang di paksakan.
Ekspresi itu membuat Rocky kesal dan sedih Rocky tidak mau membiarkan Aleena sendiri Rocky memeluk Aleena dari belakang "Tidak, aku akan menyelesaikan nya denganmu! " Ucapan Rocky membuat Aleena tenang tapi seperti nya itu tidak membuat hati Aleena terketuk.
Aleena menggelengkan kepalanya "Percayalah padaku om, aku akan menyelesaikan nya beri aku waktu" Ucap Aleena perlahan melepaskan pelukan Rocky dan berjalan masuk.
Rocky mengeratkan tangannya "Kau curang! kenapa hanya kau saja yang bisa ikut campur masa lalu ku dan aku tidak! kau curang Aleena biarkan aku juga membantumu" Ucap Rocky kesal namun kekesalannya itu tersirat penyesalan dan kesedihan.
Penyesalan karena dia tidak tau masa lalu Aleena sedikitpun kesedihan karena dia tidak bisa membuat Aleena percaya akan dirinya "Aleena aku tidak akan membiarkan mu melakukan nya sendiri! " Ucap Rocky yang segera berlari mengambil handphone nya.
Di kamar tidur Aleena mengambil handphone lamanya, melihat sudah banyak pesan masuk di handphone nya, Aleena tiba-tiba teringat pesan yang masuk saat pertama kali dia datang ke negara ini.
Isi pesan: kemanapun kau pergi aku akan menemukan mu, karena hati kita terhubung.
Aleena menggelengkan kepalanya, dia menatap ponselnya dan membaca beberapa pesan, satu pesan membuat tangannya bergetar dan wajahnya memucat.
__ADS_1
Isi pesan: Tidak ada yang boleh berada di sisimu selain aku! jika ada mereka harus bertemu raja neraka!.
"Tidak, tidak boleh membahayakan siapapun tidak tidak boleh" Ucap Aleena berulang seperti nya ini adalah alasan kenapa Aleena tidak ingin kembali ke negara nya.
Rocky menelepon Arion.
"He masih ingat untuk menelepon! " Suara itu membuat Rocky mengingat kenangan nya sudah lama dia tidak mendengar suara sepupu sekaligus bosnya itu.
"Berisik, bukan saatnya untuk reuni! nah Arion apakah kau tau Aleena sebelumnya berhubungan dengan siapa? " Tanya Rocky
"Tidak tau" Ucap Arion singkat seperti biasanya.
"Kau memang tak berguna" Ucap savage Rocky.
"Heh! kau sudah berani memaki ku! Aleena tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun dia hanya menyukaimu! bodoh" Arion kesal dan mematikan telepon nya.
Rocky terdiam dia tidak tau apa yang dia rasakan sekarang, senang lega atau bingung, dia tidak mengerti.
Dan jawaban Olivia pun sama dengan Arion tidak ada laki-laki yang pernah dekat dengan Aleena atau Aleena bercerita tentang percintaan pada Olivia, Rocky benar-benar bingung harus percaya atau tidak.
"Apakah dia penguntit? pengagum rahasia kah yang melakukan nya? tapi Aleena seperti nya mengetahui nya, Aaakkk kkkk khh hhhh" Rocky mengacak rambutnya dengan kasar.
Bel berbunyi, Rocky membuka pintu apartemen nya, Rocky memperlihatkan wajah Murung nya. "Yach, kau terlihat sangat suram" Ucap Alister.
"Berisik, cepat bereskan ini, bakar atau terserah lenyapkan buktinya aku tidak mau terjadi masalah " Ucap Rocky melihat ke arah kotak.
Alister memastikan isi dalam kotak apakah dia benar membaca pesan Rocky atau tidak, saat Alister membuka dia memundurkan wajahnya dan menutup kembali kotaknya "Wah apa kau yang melakukan nya ini sangat kejam memotongnya kecil-kecil benar-benar sadis" Ucap Alister.
"Apakah wajah ku akan seburuk ini jika aku yang melakukan nya! bodoh kah kau! " Ucap Rocky kesal pada Alister dan memukul kepala Alister.
"Hmm apakah Erlan itu yang melakukan nya? tapi dia menyukaimu Aleena dia tidak mungkin melakukan hal seperti ini"
__ADS_1
"Kau mau mati ya! " Ucap Rocky yang semakin kesal saat Alister mengatakan tentang Erlan yang menyukai Aleena.
"Huh kau ini dasar pencemburu! " Ucap Alister.
"Berisik! sekali kau ini bereskan mayatnya sekarang! " Ucap Rocky
"Ya, ya anak buah ku sudah ada di depan tenang saja"Benar saja tak butuh waktu lama anak buah Alister sudah datang dan mengerti apa yang harus dia lakukan.
" Huh, Siapa sebenarnya yang melakukan ini! " Ucap Rocky yang memijat kepalanya.
"Kenapa tidak bertanya pada Aleena? " Tanya Alister.
"Dia tidak mau memberitahukannya, aku juga sudah bertanya pada Olivia dan Arion mereka bilang Aleena tidak pernah berhubungan dengan laki-laki, dia tidak memiliki pacar atau mantan pacar, apakah dia seorang pengagum rahasia? tapi seperti nya Aleena tau pelakunya, akhhhh hhh aku benar-benar tidak ada ide" Ucap Rocky yang semakin kesal pada dirinya yang tidak bisa berfikir jernih.
"Kalau begitu cukup kita cari tau sendiri saja bukan! kau masih bisa melakukan nya bukan jenius hacker"
"Tentu saja, kau pikir aku ini siapa?!, kalau begitu suruh anak buah mu untuk mengirimkan semua
alatnya ke apartemen ini" Ucap Rocky.
"Kenapa? kenapa tidak kau yang pergi di perusahaan ku semua alat sangat lengkap"
"Huh kau ini bodoh ya! jika aku meninggalkan Aleena siapa yang akan menjaga nya" Ucap Rocky
"Kau ini sangat dingin dengan orang lain tapi sangat peduli dengan kekasih kecil mu itu"
"Berisik cepat lakukan! huh" Ucap Rocky
"Ya ya aku akan memberitahu Robby" Ucap Alister yang langsung mengirim pesan pada Robby.
Namun tak selang lama setelah Alister mengirim pesan handphone nya berbunyi matanya terlihat malas setelah melihat nama yang ada di handphone nya, namun dia terpaksa mengangkat nya "Selamat pag-" Alister tidak menyelesaikan kalimatnya saat suara di seberang mulai terdengar di telinganya, Alister terdiam sejenak "Jangan bercanda! " Ucap Alister
__ADS_1