Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 85


__ADS_3

Kali ini Natan dan Letty hanya berdua saja di dalam kamar rawat Natan, karena hari sudah semakin siang jadi Natan harus kembali ke kamarnya.


Disa pergi untuk membeli makan dan akhirnya mereka tinggal berdua saja di temani sebuah keheningan yang panjang.


"Ekhm apa kau sudah merasa lebih baik? " Tanya Letty kepada Natan.


"Su.. sudah lebih baik bos" Ucap Natan yang terlihat sangat canggung dengan Letty.


"Kenapa hanya aku saja yang tidak kau panggil namanya? apa aku begitu tidak pantas menjadi temanmu? " Ucap Letty lirih namun masih terdengar oleh Natan, Natan sendiri juga bingung dengan dirinya.


Dia semakin merasa canggung dengan Letty, karena Natan sudah menyadari perasaannya dengan Letty, namun dia tahu batasannya jadi dia berhenti untuk meneruskan perasaan nya itu. "Apakah boleh bos" Ucap Natan dengan senyum yang dia paksakan.


"Memangnya aku pernah melarang" Ucap Letty sedikit menantikan Natan memanggil namanya.


"Baiklah, aku akan memanggilmu bos hehe" Natan membuat senyum Letty yang penuh harap itu sirna begitu saja. Letty terlihat menghela nafasnya kecewa "Letty jangan marah" Ucap Natan dengan senyuman di wajahnya, entah mengapa Letty melihat Natan kali ini begitu tampan tidak seperti biasanya.


"Seterusnya panggil saja Nam-" Letty tidak menyelesaikan kalimat nya karena Disa sudah masuk dengan membawa banyak kantung makanan di tangannya.


"Hallo everybody, apa kalian sudah lapar aku membawa banyak makanan untuk kita makan" Ucap Disa yang hanya di sambut keheningan.


"Kau tadi mau bilang apa bos? " Tanya Natan yang memanggil Letty kembali dengan sebutan bos.


"Tidak.. tidak ada aku tidak mau bilang apa-apa" Ucap Letty yang sudah merasa canggung karena kedatangan Disa, tapi dia juga terlihat sangat kecewa karena Natan lagi-lagi memanggilnya bos.

__ADS_1


Disa merasa bahwa dirinya datang di saat yang tidak tepat 'Apa aku jadi pengganggu, haruskah aku putar balik' Ucap Disa dalam hati. "Apa aku mengganggu kalian? " Tanya Disa to the poin.


"Tidak sama sekali, kau lama aku sangat lapar" Ucap Natan yang berusaha tidak terjadi apa-apa, padahal dia sangat deg degan saat memanggil nama Letty tanpa embel embel bos.


"Benarkah, ayo kita makan, kau mau makan apa? aku membawa banyak makanan yang enak" Ucap Disa yang mengeluarkan makan yang dia beli.


Letty kembali merasa terasingkan saat Disa hadir, baru kali ini di sepanjang hidupnya Letty merasa tidak ingin ada Disa di sekitarnya, namun lettu segera menggelengkan kepalanya 'Ada apa denganku? kenapa aku bisa berfikir seperti ini, Letty sadarlah apa yang kau pikirkan' Ucap Letty dalam hati.


Disa melihat Letty yang diam saja segera memanggilnya "Letty ayo pilih aku membelikan makanan kesukaan mu juga, lihat aku harus mengantri untuk cake ini" Ucap Disa memperlihatkan cake kesukaan Letty.


Letty tersenyum dan memeluk sahabat nya itu "Terimakasih kalau begitu aku tidak akan sungkan untuk memakannya" Ucap Letty


******


Amarah sudah memuncak karena Alister dengan berani membawa Aleena tengah hari bolong ke kamar hotel.


Rocky semakin ingin meledak ketika melihat baju Alister yang setengah terbuka memperlihatkan roti sobeknya meski tak seketara milik Rocky. "Brengs*k apa yang sedang kau lakukan dengan Aleena! " Rocky segera menarik berdiri Alister yang terkejut dengan kedatangan Rocky yang penuh dengan Amarah mencengkram kemejanya itu.


"Kak Rocky apa yang kau lakukan lepaskan kak Alister! " Ucap Aleena dengan suara sedikit meninggi.


Rocky hanya melirik Aleena namun lirikan sangat amat tajam dan menakutkan, membuat Aleena sampai tidak bisa menelan ludahnya sendiri, baru kali ini dia melihat Rocky semarah ini bahkan dia terlihat sebelas dua belas dengan kakaknya ketika sedang marah.


"Lepaskan aku! " Alister kali ini memilih melawan karena dia juga sudah tau situasi nya dia di sini berperan menjadi tunangan palsu Aleena dia tidak boleh diam saja jika Rocky menindas nya.

__ADS_1


"Melepaskan mu! jangan mimpi bajingan seperti kau aku tidak akan melepaskan nya! katakan apa yang ingin kau lakukan kepada Aleena" Ucap Rocky penuh dengan emosi cengkraman nya bahkan hampir membuat sobek kemeja terbuka yang Alister pakai.


"Hah apa maksud mu! " Awalnya Alister tidak mengerti arah pembicaraan Rocky namun saat tatapan Rocky semakin tajam menatapnya dia akhirnya sadar.


'Apakah dia salah paham tentang kemejaku yang terbuka ini? ' Tanya Alister dalam hati, namun ini kesempatan untuk membuat Rocky semakin dalam dan sadar kalau dia sangat menyukai Aleena "Heh! apa urusan mu? aku adalah tunangan nya aku dan Aleena melakukan olahraga sedikit bukan urusan mu" Ucap Alister dengan berani.


Aleena semakin sulit menelan ludahnya ketika Alister mengatakan hal itu, dia khawatir saat melihat wajah Rocky semakin memerah karena marah."berengs*k berani sekali kau! bajingan sialan!! Bugh.. " Satu pukulan berhasil mendapatkan sempurna ke wajah Alister namun kali ini Alister tidak tinggal diam.


Dia juga mengarahkan satu pukulan nya pada Rocky "Berisik sekali kau! siapa kau berani ikut campur dengan urusan ku dan Aleena dia wanitaku! tidak ada urusan nya denganmu" Mendengar kata wanitaku yang terlontar dari mulut Alister Rocky semakin menggila.


Dia mengusap ujung bibirnya dan bersiap untuk menghabisi Alister "Berani sekali kau Menyebutnya wanita mu! " Rocky segera berlari memberikan tinjuannya namun berhasil di tangkis oleh Alister, Alister terus bertahan sampai dia sedikit lengah satu pukulan berhasil memukul perutnya yang tadi sudah memar.


"Sial! " Alister hampir terjatuh karena pukulan yang berhasil mendarat di perutnya itu.


"Kak Rocky hentikan!! apa yang kau lakukan" Ucap Aleena yang berlari membantu Alister yang terlihat menahan sakit, pukulan Rocky seperti nya bukan main-main dia benar-benar memakai tenaganya. "Kau tidak apa-apa kak? " Tanya Aleena yang sudah berada di dekat Alister.


Alister tersenyum begitu manis "Aku baik-baik saja, jangan khawatir" Ucap Alister sengaja memperlihatkan kemesraan pada Rocky.


Rocky semakin tersulut emosi dia berjalan ke arah Alister, Aleena dengan sigap berjalan di depan Alister dan merentangkan tangannya,"Jangan sakiti kak Alister! " Teriak Aleena


"Bagus sekali baru beberapa jam kau memakaikan cincin padanya! kau sudah sangat mencintai nya! hah lucu sekali" Ucapan Rocky yang sangat emosi karena sikap Aleena yang terlihat sangat peduli dengan Rocky.


"Kau bukan siapa-siapa ku! terserah ku mencinta siapapun! " Teriak Aleena yang sudah kesal karena sikap Rocky.

__ADS_1


Rocky sudah semakin dekat dengan Aleena dia menarik tangan Aleena membuat Aleena jatuh di pelukan Rocky, dengan lirih Rocky berbisik "Apa benar kau mencintai nya? biarkan tubuhmu yang menjawab nya " Ucapan Rocky itu membuat Aleena bingung sejenak sampai bibir yang terasa panas itu menyentuh bibir Aleena dengan begitu lembut, Aleena membulatkan matanya begitupula dengan Alister.


__ADS_2