
"Aku adalah ayah dari Alister namaku Kenzo Wijaya" Ucapan Kenzo itu membuat Natan tidak bisa untuk tidak membulatkan matanya."Hahaha melihat ekspresi mu seperti nya dia tidak memberitahukan nya padamu"
"Mem.. memberitahu apa tuan? " Tanya Natan penasaran bercampur takut dan gugup.
"Memberitahu kalau selama kau dalam masa pelatihan kau akan tinggal di sini, selain itu kau juga akan merangkap menjadi bodyguard pribadiku" Ucapan Kenzo itu mampu membuat Natan membulatkan mata bahkan kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri.
Natan menjadi semakin gugup "Tu.. tuan tidak salah mengatakan ini? sa.. saya ini sangat tidak berpengalaman dalam hal seperti berkelahi menjadi bodyguard itu seperti akan melukai anda sendiri" Ucap Natan yang benar-benar tidak percaya diri dengan kemampuannya dalam Berkelahi melindungi diri sendiri saja baru dia pelajari apalagi melindungi orang lain.
"Heh, bukankah anak ku sudah memilihmu! kenapa aku tidak percaya dengan pilihan anak ku" Ucap Kenzo menatap Natan.
'Ba..bagaimana ini mungkinkah aku bisa pe..pelatihan ini apakah aku benar-benar bisa melewatinya' Ucap Natan dalam hati dan kemudian Natan melirik ke arah Robby seakan minta persetujuan pada Robby dan mendapatkan anggukan kecil dari Robby dan juga senyuman yang menguatkan hati Natan.
"Ji.. jika be.. begitu mohon bimbingan nya tuan Kenzo" Ucap Natan sembari menundukkan kepalanya.
"Hahaha bagus bagus memang semangat anak muda itu beda " Ucap Kenzo tertawa puas, sepertinya Kenzo juga melihat potensi dari Natan sama seperti Alister.
Karena kedepannya Natan akan menggantikan tempat Robby sudah sewajarnya Kenzo mengetahui semua sikap dan sifat Natan agar Kenzo tidak ragu membiarkan Natan berada di sisi anak laki-laki nya itu.
"Kalau begitu ayo kalian berdua masuk istriku sudah menunggu kalian berdua " Ucap Kenzo yang terlebih dulu jalan masuk ke dalam.
"Baik tuan" Jawab Natan dan juga Robby.
****
Rocky merasa kesulitan menelan makanan yang bahkan sekarang terasa hambar di mulutnya, pikiran nya kini di penuhi dengan tatapan Rayyan yang tidak bisa dia artikan, begitupula dengan Aleena dia merasakan hal yang sama setelah papanya menanyakan hal tadi di ruang kerjanya.
'Papa apa dia tidak akan merestui kami' Ucap Aleena dalam hati bersamaan dengan Rocky yang sedang berfikir dalam diamnya.
__ADS_1
'Apakah paman tidak akan memberikan kami restu?' sekarang pikiran Rocky terisi penuh dengan pertanyaan itu
Mereka semua sudah selesai makan, Rocky makan dengan rasa pahit di lidahnya dia benar-benar kesulitan untuk makan kali ini.
Meskipun dia sudah meyakinkan dan memantapkan hatinya namun kegelisahan tak bisa di hindarinya apalagi hari ini tatapan Rayyan yang begitu tidak bisa di artikan membuat Rocky semakin gugup di buatnya.
"Rocky" Suara Rayyan yang terdengar berat itu memanggil nama Rocky membuat Rocky langsung menyahut dengan cepat.
Semua orang di meja makan juga memperhatikan Rayyan tak terkecuali si kembar dan juga Amara si cantik yang bermarga mars itu.
"Iya paman" Ucap Rocky mencoba untuk tenang
"Ikut dengan ku" Ucap Rayyan di ikuti dengan dia yang mulai beranjak dari kursinya.
Aleena menggenggam tangan Rocky seakan mencoba untuk menenangkan kekasihnya itu, Rocky pun tersenyum saat merasakan tangan dingin kekasihnya yang mencoba menghangatkan tangannya.
Perlahan Rocky dan Aleena melepaskan genggaman tangan mereka di ikuti dengan Rocky yang mulai berdiri dari tempatnya dan meninggalkan perlahan.
Olivia dan Arion tidak berkomentar apa-apa di benak mereka berdua kini hanya bisa mendoakan keselamatan Rocky dan juga semoga sang papa merestui Aleena dan Rocky.
"Paman" Sapa gadis kecil nan manis di belakang Rocky itu membuat Rocky menengok ke arahnya.
"Ay ya" Ucap Rocky yang memutar badannya dan melihat gadis secantik ibunya itu menatapnya.
"Selamat datang paman, Amara sudah menantikan kedatangan paman dan semangat" Ucap gadis itu sembari memeluk pamannya sepertinya gadis itu memiliki rasa familiar terhadap Rocky tidak seperti kedua adiknya yang dari kecil tidak pernah bertemu dengan Rocky.
Rocky dan semua orang tersenyum melihat tingkah Amara yang biasanya enggan dekat dengan orang baru namun tiba-tiba memeluk Rocky begitu saja, itu membuat Olivia tersenyum senang.
__ADS_1
"Hmm aku pulang, Amara kau sudah besar ya terimakasih untuk semangatnya" Ucap Rocky.
"Hmm sama-sama" Ucap Amara yang seakan tau apa yang terjadi sepertinya Amara tumbuh tidak seperti kedua orang tuanya yang kurang peka akan perasaan seseorang.
Rocky melirik sedikit ke arah Aleena yang mengepalkan tangannya dan mengangkatnya sedikit untuk memberikan Rocky semangat.
Rocky akhirnya berjalan menuju ruang kerja Rayyan, Rocky kini sudah berdiri di depan ruang kerja Rayyan dengan hati-hati Rocky mengetuk pintu di depannya itu.
"Masuk" Jawaban singkat itu mampu membuat kegugupan yang sempat hilang itu muncul kembali.
Rocky membuka pintu kemudian masuk, saat Rocky masuk langsung terlihat wajah serius seorang pewaris kedua tahta tuan muda sombong itu. "Duduklah" Hari ini untuk pertama kali Rocky takut dengan suara pamannya itu.
Rocky duduk di kursi tepat di depan Rayyan , Rayyan mengangkat gelas yang ada di depannya dan menenggak minuman nya itu. "Kau tau kenapa aku memanggilmu ke sini? "
"Tentu paman" Jawab Rocky yang tidak ragu sekalipun.
"Kau seperti nya sangat yakin alasan kenapa aku memanggilmu ke sini, tapi semua juga sudah menebak tentang ini, nah Rocky apa kau tau hubungan mu dengan Aleena itu apa? "
"Tentu saja dia adalah wanita yang akan ku nikahi" Jawab tegas Rocky.
"Bukankah dia sepupu mu" Pernyataan Rayyan itu membuat Rocky sejenak berfikir.
"Kami hanya sepupu jauh, bukankah tidak masalah itu juga tidak akan membuat cacat keturunan kami, lagi pula paman aku dan Aleena bukan benar-benar sepupu kau tau itu"
"Ya aku tentu tau, tapi Rocky tante mu benar-benar menganggap mu keponakan nya" Jawaban Rayyan itu membuat Rocky benar-benar takut kali ini, sang paman sudah membawa nama istrinya Rocky takut jika Rayyan benar-benar tidak bisa mengubah status keponakan menjadi menantu.
"Ak.. aku tau paman aku sangat bersyukur tentang memiliki keluarga seperti kalian tapi aku sebenarnya hanya orang luar tapi kali ini berbeda paman, izinkan aku menikahi putri mu dan membuat tante menganggap ku sebagai menantu apa itu tidak boleh" Jawabnya Rocky itu membuat Rayyan sedikit menyeringai membuat Rocky benar-benar tidak bisa mengartikan tentang itu apakah Rayyan setuju atau tidak dengan perkataannya.
__ADS_1
"Kau sangat berani mengatakan itu, apa kau yakin kami akan menerima mu sebagai menantu? "