
Natan melihatnya dan benar saja itu bom menitan yang tersisa tinggal berapa detik "Ini gila" Ucap Natan yang segera melempar nya menjauh dia menutupi kedua tubuh wanita di depannya dengan tubuhnya yang membelakangi bom dan benar saja Booooouuuummm. suara ledakan terdengar untung saja halaman Disa sangat luas dan Boomnya hanya memiliki daya ledak kecil, jadi tidak ada korban jiwa.
"Kalian baik-baik saja? " Tanya Natan kepada dia orang yang dia dekap itu, Disa dan Letty mengangguk secara bersamaan.
"Bagaimana denganmu? " Ucap Disa dan Letty bersamaan.
"Aku baik-baik saja" Ucap Natan yang segera melepaskan dekapannya dari dua wanita cantik itu.
"Syukurlah" Ucap Letty yang mendapat anggukan dari Disa.
"Letty, papa mu harus tau tentang ini, orang ini sudah gila dia bahkan berkali-kali ingin mencelakai mu"
"Apa yang bisa papa perbuat, dia hanya akan mengurung ku, atau membuatku menikah dengan orang yang bisa menjagaku dan dia orang nya bukankah itu yang orang itu mau, kita tidak punya bukti jika dia yang melakukan ini semua" Jawaban Letty sangat masuk akal.
"Lalu apa yang akan kau lakukan? kau tidak akan benar-benar menyerahkan diri padanya bukan? " Pertanyaan disa itu tak dapat langsung di jawab oleh Letty.
Letty menggelengkan kepalanya "Aku tidak tau, mungkin saja jika aku bertemu dengannya baik-baik kami bisa bernegosiasi" Ucap Letty.
"Tidak" Ucap Natan dan Disa bersamaan
"Dia menyuruhmu datang sendiri, itu sangat berbahaya" Ucap Natan dengan nada yang terdengar begitu khawatir.
Letty cukup senang Natan mengkhawatirkan nya seperti itu, tapi dia seperti nya sudah memiliki tekat, dia tidak ingin orang-orang di sekitar nya terluka jadi seperti nya Letty akan memilih bernegosiasi dengan orang yang bener kali ingin mencelakai nya itu.
"Benar Letty, hentikan pikiran mu untuk menemuinya sendiri! aku tidak mau kau dalam bahaya " Seperti yang di harapkan dari sahabat kecil, Disa dengan mudah menebak jalan pikiran Letty.
"Disa, lalu apa yang harus aku lakukan? melihat kalian satu persatu terluka, aku tidak ingin membahayakan siapapun" Menatap Natan dia tidak bisa membayangkan ada di posisi yang sama saat melihat Natan terbaring lemah tak berdaya, kenangan itu membuat Letty takut.
"Itu, kita bisa minta tolong pada Rocky" Ucap Natan yang ingat Rocky sudah berapa kali menyelamatkan nya dan Letty.
__ADS_1
"Rocky? apakah dia bisa menghadapi orang gila ini? " Letty ragu bagaimanapun Rocky hanya seorang bartender dingin di bar nya, sedangkan yang mereka hadapi ini adalah orang gila yang dengan mudahnya mencelakai dan mengambil nyawa seseorang.
"Jangan khawatir, aku yakin padanya dia pasti bisa dan memiliki solusi untuk ini" Ucap Natan meyakinkan Letty.
"Aku setuju pada Natan, untuk minta bantuan pada Rocky" Ucap Disa menimpali dan membuat Letty mengangguk pasrah.
****
Alister menelan ludahnya dengan kasar saat melihat siapa yang berada di depan pintu apartemen nya, Alister hanya bisa memperlihatkan barisan rapi gigi putihnya. "Ka.. kau di sini? " Tanya Alister.
"Ya, di mana Aleena" Ucap dingin Rocky ya orang yang mampu membuat Alister kesusahan menelan ludahnya adalah Rocky.
"Di.. dia ada di dala-" Alister belum selesai melanjutkan kata-kata nya tiba-tiba Rocky sudah menerobos masuk begitu saja ke dalam Apartemen Alister.
Rocky menatap Alister tajam saat melihat Erlan sudah duduk di samping Aleena, Alister menepuk jidat nya dia tau dia dalam masalah karena sudah membiarkan laki-laki lain menemani Aleena makan. "Apakah ada tunangan yang membiarkan tunangannya sendiri makan dengan laki-laki lain? " Tatapan mata Rocky itu seakan ingin mencabik-cabik Alister.
Aleena menatap kearah suara yang sangat dia kenal "Kak Rocky? " Aleena menatap Rocky dan kemudian menundukkan mukanya teringat bayangan semalam saat dia menampar wajah Rocky.
"Bukan urusan mu, tapi aku akan memberitahu mu, aku akan membawa sepupuku pergi" Ucapan Rocky itu membuat Aleena sangat sakit batinnya sangat hancur saat Rocky menyebutnya sepupu.
"Heh! sudah sadar akan posisi rupanya" Ucap Erlan menyendir Rocky.
"Kau juga harusnya sadar sepupu ku sudah memiliki tunangan, apa pantas anda begitu dekat dengan wanita yang sudah bertunangan" Ucap Rocky sembari meremas tangannya sendiri menyembunyikan amarahnya.
Kali ini Rocky lebih bisa berfikir dengan jernih layaknya Rocky di masa muda.
Hati Aleena semakin tercekik saat Rocky mengatakan dirinya wanita yang sudah bertunangan.
Erlan tidak bisa menjawab perkataan Rocky, Rocky berjalan ke arah Aleena menarik Aleena untuk mengikuti langkahnya, Aleena tidak mau namun Rocky sedikit memaksa dan menggenggam tangan Aleena erat "Sepupuku ikut aku" Perkataan Rocky itu membuat mata Aleena tanpa sadar sudah berkaca-kaca hatinya sangat tidak Terima mendengar kata-kata itu, perasaan yang sama yang Rocky rasakan saat Aleena terus memanggilnya kak.
__ADS_1
"Tidak mau ka.. kak, aku mau di sini" Ucap Aleena berusaha melepaskan genggaman Rocky tapi tidak bisa.
"Untuk apa disini? tunangan mu itu ada urusan penting" Ucapan Rocky itu membuat Alister bingung.
"Urusan? " Gumam Alister yang masih terdengar oleh Rocky.
"Benar kau bisa mengecek HP mu sekarang juga" Ucap Rocky yang membuat Alister mencari handphone nya yang berada di meja.
Alister membaca pesan yang ada di handphone nya "Mati aku" Ucap Alister yang terlihat sangat sulit menelan ludahnya sendiri bak ludahnya berubah menjadi biji kedongdong.
"Sekarang ikut! atau kah kau mau menemani laki-laki lain ini? " Rocky menatap tajam Aleena tatapan yang Aleena sendiri menjadi takut melihat nya dia seperti melihat kakaknya di masa lalu yang belum menikah dengan Olivia.
Rocky menarik Aleena dan Aleena hanya bisa mengikuti Rocky, "Tunggu" Ucap Erlan yang menarik tangan Aleena adegan dejavu ini membuat Rocky menyeringai.
"Kali ini kau tidak bisa menang!, lepaskan tangan nya atau aku akan mengacaukan semua milikmu! " Tatapan Rocky itu benar-benar tajam membuat Erlan yang tadinya menggenggam erat tangan Aleena tiba-tiba gentar dan melepaskan tangan Aleena begitu saja tanpa sadar.
"Pilihan yang tepat" Ucap Rocky yang segera membawa Aleena melangkah keluar dari apartemen Alister.
Aleena sudah masuk kedalam mobil Rocky, suasana sangat canggung dan mencekam terlihat Rocky sangat serius.
"Kau mau membawaku kemana kak? aku gak mau balik ke apartemen mu lag-" Aleena tidak bisa melanjutkan kata-kata nya tiba-tiba Rocky menciumnya begitu dalam, Rocky menyeruput dan membuat lidahnya berdansa di dalam mulut Aleena.
Rocky memperdalam ciumannya sangat dalam dan membuat Aleena hampir terlena, ciuman penuh emosi namun di penuhi rasa cinta, ciuman penuh kemarahan namun begitu hangat, entahlah ciuman itu sangat bergair*h sampai membuat Aleena susah bernafas Rocky menyadari itu dan menyudahi ciuman itu "Hentikan panggilan kak mu! aku tidak menyukainya! " Rocky mencium aroma Aleena kembali dengan ganas membuat Aleena tidak bisa berkata-kata lagi.
Aleena berusaha menolak tapi hati dan pikiran nya sangat menikmati permainan Rocky, Aleena lagi-lagi hampir kehabisan nafas karena ciuman Rocky itu, Aleena memukul-mukul dada Rocky berharap Rocky menyukai ciuman itu, benar saja Rocky menyudahi ciuman nya dan menyeringai "Ini hukuman untuk meninggalkan ku, aku juga punya hukuman untuk tamparan mu semalam" Ucap Rocky yang akhirnya melajukan mobilnya.
Aleena dengan susah menelan ludahnya 'Hukuman? ' Ucapnya dalam hati.
#Maaf ya kak beberapa hari ini tidak up, karena kondisi badan aku yang lagi gak enak, terimakasih yang sudah mau menunggu dengan sabar.
__ADS_1
jangan lupa like, komen rate bintang lima dan giftnya untuk penyemangat aku menulis. Terimakasih yang tidak sungkan memberikan tips terimakasih banyak😇