Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 55


__ADS_3

Aleena berhenti sebentar setelah keluar dari toko itu "Aku pikir kenapa tidak ramai, kue ini enak namun harganya sangat mahal" keluh Aleena "Tidak masalah Aleena, setelah kau memiliki handphone lamamu kembali kau akan kembali jadi nona kaya keluarga aditama hehehe" Aleena menghibur dirinya sendiri dan mulai berjalan menyebrang namun saat ingin melangkah tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


Aleena terkejut dan reflek menyiku perut seseorang yang memeluknya dari belakang "Au" Suara itu terdengar familiar saat Aleena berbalik dia melihat om kesayangan nya berada di belakang nya".


"Om?, bagaimana bisa kau menemukanku, eh maksud ku untuk apa kau mencari ku" Aleena berbalik arah menatap Rocky yang sudah mundur karena tersiku oleh Aleena, Aleena tidak bersikap ramah dia seperti nya masih marah kepada Rocky.


Namun tidak sesuai dengan yang Aleena pikirkan, Aleena pikir Rocky akan ikut marah apalagi dia sengaja mematikan handphone nya tapi yang terjadi, Rocky memeluk Aleena erat dan hangat membuat Aleena tidak bisa berkata-kata lagi, gemuruh jantung Rocky terdengar jelas saat Aleena berada di dekapan laki-laki yang sudah berkepala tiga itu.


'Apakah dia sedang gelisah? apakah itu karena aku? ' Aleena sedikit tersenyum dengan dugaan dugaan yang dia duga sendiri.


Cukup lama Rocky memeluk Aleena di depan umum, tiba-tiba Aleena tersadar bahwa dirinya masih kesal dengan om nya dan mendorong Rocky, namun Rocky tidak bergeming masih memeluknya dan berucap lirih 'Jangan tinggalkan aku' Kalimat itu terdengar begitu sendu, membuat Aleena tidak bisa berkata-kata lagi, dia merasakan sekali kesedihan yang terkandung dalam tiga kata itu.


Rocky melepaskan secara perlahan pelukan nya dan menatap dalam Aleena "Maafkan aku" Ucapan sederhana namun terdengar begitu tulus itu mampu menggoyangkan iman Aleena, Aleena tidak bisa terus marah pada bartender yang sudah menjerat hatinya itu."Tentang ciuman itu aku juga tidak mengerti kenapa aku melakukan nya maafkan aku" Ucap Rocky lagi yang membuat Aleena menghela nafas.


"Kau menjadi bartender hingga menjadi bodoh" Ucap Aleena tersenyum dan berjalan meninggalkan Rocky yang masih bertanya-tanya apa arti ucapan Aleena itu.


"Tunggu, apa maksud ucapan mu itu, siapa yang bodoh" Ucap Rocky yang terlihat mulai lega Aleena bersikap biasa kembali.


Aleena berhenti dari langkahnya setelah menyebrang "Kau sangat bodoh om, aku-" Suara Aleena terhalang mobil yang lewat Rocky juga tidak bisa membaca gerak bibir Aleena karena tertutup mobil yang lewat "mu" Hanya kalimat terakhir itu yang mampu Rocky dengar.


"Tunggu, apa yang baru saja kau katakan ulang sekali lagi" Ucap Rocky saat dirinya juga berhasil menyebrang.


"Tidak mau wle" Ucap Aleena yang terus berjalan meninggalkan Rocky di belakang nya.


"Apa aku-mu apa apa yang kau katakan" Ucap Rocky terlihat sangat penasaran


"Aku tidak mau katakan wle" Aleena masih mengejek Rocky, perasaan hangat bersama Aleena semakin di rasa oleh Rocky, Rocky mulai takut Aleena pergi dari sisi-Nya, namun Rocky masih takut untuk melepaskan masa lalunya.

__ADS_1


Aleena sudah sampai di toko handphone yang memperbaiki handphone nya, namun handphone nya masih perlu waktu untuk pulih kembali, dia pulang dengan keadaan kecewa namun juga senang karena mendapat pelukan dari cinta pertama nya semasa kecil.


Aleena sudah duduk di mobil Rocky, suasana sedikit hening sampai bunyi handphone Rocky memecah keheningan di dalam mobil itu [Hallo] Ucap Rocky santai


[Cepat kembali, kau harus bekerja jika kau tak datang akan ada ratusan wanita yang menghancurkan bar milik ku, apa kau mau aku bangkrut dan semua orang kehilangan pekerjaan nya! ] keluh Letty dari seberang handphone.


Rocky hanya menghela nafas dan menutup telepon nya. Aleena menatap ke arah Rocky seakan bertanya siapa yang menelepon mu.


"Aku harus kembali ke bar" Ucap Rocky memberikan jawaban tatapan mata Aleena itu.


"Aku ikut, bolehkan om aku ikut" Ucap Aleena yang terlihat bersemangat


"Tidak" Ucap Rocky yang ingat Aleena mabuk dan di antar pulang oleh Erlan, bagaimana jika Aleena nanti mabuk dan dia sedang bekerja.


"Ayolah om aku hanya ingin melihat tempat kerjamu"


"He, apakah om takut aku di goda oleh para laki-laki tampan? " Aleena memainkan alisnya menggoda om Rocky dengan sengaja.


"Tidak, aku hanya tidak ingin repot menjelaskan pada orang tua dan kakak sombong mu kalau terjadi apa-apa padamu? " jawaban Rocky itu membuat Aleena tidak bersemangat.


"Hanya mereka biar saja aku yang handle, om tenang aja ok" Aleena memaksakan senyumnya.


"Tidak boleh, aku antar kau ke apartemen" Ucap Rocky.


"Hmm menyebalkan om Rocky tidak seru" Aleena benar-benar ingin ke bar tempat Rocky bekerja. Aleena menggembung kan pipinya sepanjang jalan.


hingga mereka sudah sampai di area parkir apartemen, Aleena ingin turun namun tiba-tiba tangannya di tahan oleh Rocky Aleena melihat ke arah Rocky.

__ADS_1


"Ambil ini" Rocky memberikan handphone nya.


"Untuk apa kau sudah membelikannya satu untuk ku"


"Telepon mama mu, jika kau merindukan nya" Rocky ternyata sudah melepaskan status di blokir ke setiap nomor keluarga aditama, membuat Aleena tersenyum senang.


"Baiklah terimakasih om" Ucap Aleena yang terlihat sangat bahagia sehingga memberikan tanda hati dengan tangannya, membuat Rocky tersenyum diam-diam.


Aleena segera bergegas masuk ke dalam apartemen Rocky, sedangkan Rocky hanya senyum senyum sendiri mengingat tingkah imut Aleena.


Aleena mendudukkan dirinya di kamar, dia manatap handphone Rocky dan dia baru menyadari nya, dia mengambil handphone yang Rocky belikan "Apakah ini couple? " Aleena merasa gembira dan senyum-senyum sendiri melihat jenis dan bentuk handphone nya yang sama persis dengan milik Rocky.


Sedangkan Rocky bergegas ke bar, benar saja bar sudah di penuhi dengan puluhan hampir seratus pelanggan wanita bahkan ada yang berasal dari luar kota hanya untuk melihat Rocky.


"Rocky selamat bekerja dengan ekstra, kasian sekali adik Aleena harus sendirian di apartemen, haruskan aku pulang cepat untuk menemaninya" Ucapan Natan itu langsung mendapatkan ketukan di Kepala nya ketukan dari kepalan tangan Rocky yang cukup keras.


Membuat Natan mengaduh dan mengusap kepalanya. "Hei ini sakit aku hanya bercanda, kau ini benar-benar sister komplek"


"Berisik! " Ucap Rocky


Natan terus menggangu Rocky mengganti baju sampai Natan menyadari "Kau tidak membawa handphone? " Tanya Natan.


"Di bawa Aleena" Ucapan Rocky itu membuat Natan patah hati.


"Tunggu kalian ini apakah pasangan berkedok sepupu, hei katakan" Ucapan Natan tidak di dengar Rocky. Natan mengambil handphone nya untuk melakukan sesuatu.


Saat Rocky keluar dari ruangan tiba-tiba Letty menabraknya membuat Rocky dengan reflek menangkapnya.

__ADS_1


Aleena baru saja ingin menelepon mamanya namun tiba-tiba ada pesan yang masuk "Natan" Aleena membaca nama yang ada di layar handphone


__ADS_2