
Aleena memutar badannya dia yang tadinya ingin masuk ke bar itu akhirnya mengendurkan niatnya.
Aleena berlari tanpa melihat sehingga menabrak seseorang yang baru saja keluar dari mobil.
"Maaf" Ucap Aleena.
"Tidak masalah, aku juga sedang terburu-buru jadi tidak melihat dengan baik" Ucap wanita itu.
Mereka saling memaafkan, setelah itu Aleena memutuskan untuk mencari taksi dan kembali.
Aleena kini tengah duduk di dalam taksi dia mengingat kembali bagaimana dia berusaha mendapatkan uang dan menemukan bar tempat Rocky bekerja.
FLASHBACK ON
Aleena yang baru saja ingat bahwa tidak memiliki uang dan tidak tau bar tempat Rocky bekerja akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemen.
Aleena bergegas masuk ke dalam kamarnya, dia mencari beberapa benda berharga yang bisa dia jual.
Aleena memilih satu buah anting yang memiliki permata meskipun ukuran nya tidak besar.
Setelah memilih barang mana yang dia mau jual Aleena harus mencari taksi yang mau mengantarnya terlebih dulu dan menerima bayaran setelah Aleena berhasil menjual antingnya itu.
Aleena mencoba menjelaskan ke beberapa taksi namun banyak supir taksi yang menganggap nya penipu dan mengira Aleena sebagai salah satu anggota perampok yang ingin menjarah.
"Sulit sekali mendapatkan taksi yang mau percaya, apa tampang ku ini mirip perampok seperti nya semua sangat waspada" Aleena bergumam dengan dirinya sendiri.
Aleena masih mencoba mencari taksi dan akhirnya dia mendapatkan taksi yang mau mengantarkan nya ke tempat penggadaian atau tempat jual beli perhiasan yang masih buka di malam hari.
"Pak kenapa kau menolong ku? padahal aku sudah mencari banyak taksi tapi semua orang menolak ku, seperti nya mereka semua salah sangka padaku" Ucap Aleena yang mencoba memecah suasana di antara dia dan supir taksi yang umurnya bahkan lebih tua dari ayahnya
"Nona memang agak sedikit mencurigakan, sebab nona menggunakan rambut palsu, tapi bapak melihat dari mata nona, nona tidak berniat jahat" Jelas supir itu yang membuat Aleena mengangguk mengerti.
Supir taksi itu mengantarkan Aleena ke tempat yang jauh dari keramaian, dari yang Aleena lihat tempat itu mungkin tempat jual beli barang curian.
"Maaf Nona, bapak hanya tau tempat ini yang selalu buka sampai tengah malam" Ucap sopir itu yang merasa tidak enak malah mengantarkan Aleena ke tempat seperti itu.
__ADS_1
"Tidak masalah pak, bapak tolong tunggu sebentar di sini" Aleena tentu tidak merasa takut melihat tempat itu, supir itu sedikit terkejut karena keberanian Aleena yang malah memintanya untuk tinggal bukannya menemani nya.
Sebelum supir taksi itu menjawab Aleena dengan santai nya masuk ke tempat yang harus melewati gang yang cukup panjang, tempatnya sedikit tersembunyi mungkin untuk mengelabui pihak berwajib.
Aleena yang sedari kecil sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu tentu saja merasa santai saat melewati gang remang-remang itu.
Aleena melihat toko di sisi kanan dari ujung lorong itu "Ah ini tokonya" Ucap Aleena yang segera melangkah masuk.
Terlihat Laki-laki yang cukup tampan berjaga di sana, Aleena dan laki-laki itu saling melihat satu sama lain.
"Ada apa kau datang kemari? " Tanya laki-laki itu tanpa basa-basi.
Aleena menjawab dengan tenang "Aku ingin menjual ini" Ucap Aleena sembari memperlihatkan anting yang dia bawa.
"Hoo, coba aku lihat" Laki-laki yang memiliki aura cukup kuat itu mendekat ke arah Aleena untuk mengambil anting-anting tersebut
Laki-laki itu melihat dengan seksama permata yang ada di anting itu, meski kecil laki-laki itu tau kualitas nya sangat baik "Kau pencuri kecil yang hebat, bagaimana bisa mendapatkan barang sebagus ini" Ucap nya yang masih memperhatikan permata itu.
"Ha pencuri! apakah matamu buta! gadis secantik aku dari mana ada tampang pencuri" Ucap Aleena kesal karena ucapan laki-laki di depannya itu.
"Ini milik ku! "
"Hahaha selain mencuri kau juga pandai menipu" Ucap laki-laki itu tertawa cukup keras.
'Laki-laki ini sangat menyebalkan! ' Gumam Aleena kesal "Kau ini terus bicara omong kosong, kau mau beli atau tidak! " Ucap Aleena
"Tentu saja, karena ini barang curian aku bisa memberikan mu harga" Laki-laki itu menunjukan tangan yang membentuk angka 5.
"Hah 50 juta kau gila ini permata yang bagus ini barang bagus bagaimana kau hanya memberiku harga segitu" Aleena sangat kesal
"Kau sepertinya salah paham nona pencuri? "
"Ah lalu apa maksud mu lima ratus juta itu terlalu banyak kau akan rugi" Ucap Aleena.
"Kau benar-benar salah paham, aku hanya akan memberimu harga 5 juta" Ucap laki-laki itu yang membuat Aleena benar-benar terkejut.
__ADS_1
"Kau benar-benar tidak waras! kembalikan antingku lima juta kau benar-benar gila" Aleena tidak habis pikir anting yang harga aslinya setara dengan seratus juta itu hanya di tawar dengan harga lima juta.
"Nona anting mu ini asli namun sayang kau tidak memiliki surat kepemilikan nya bukan, ini menjatuhkan harga jualnya"
"Kau kira aku ini siapa? gadis kemarin sore yang bisa kau tipu! berikan aku lima puluh juta aku akan berikan antingnya padamu! "
"Kau ini pemeras sekali nona pencuri"
"Kau ini sedari tadi memanggilku nona pencuri aku ini bukan pencuri sialan! " Ucap Aleena.
"Baiklah, aku tidak bisa memberimu uang sebanyak itu, aku hanya memiliki uang 20juta, sebagai gantinya kau bisa memilih barang yang ada di sini, semua barang di sini masih sangat bagus" Ucap laki-laki penadah itu.
Aleena dari tadi tidak memperhatikan banyaknya benda yang di pajang di sana, Aleena dengan malas melihat lihat benda yang ada di sana, matanya melihat sesuatu yang sangat familiar "Handphone ku" Ucap Aleena yang menemukan handphone nya dan meyakini tempat yang dia datangi adalah tempat pendahulu barang curian.
"Aku mau handphone itu, itu milik ku"
"Oh handphone ini sangat mahal seperti nya kau pulang tidak perlu membawa uang nona pencuri"
"Kau ingin memeras ku, handphone ini tidak setara dengan anting milik ku" Ucap Aleena yang akhirnya tidak bisa menahan diri.
Dia berjalan dan mengangkat kerah baju laki-laki yang ada di depan nya itu, laki-laki itu terkejut dengan kekuatan Aleena dan tatapan Aleena yang berubah menjadi sangat tajam.
"Kau pikir kau siapa bisa memonopoli ku! " Aleena yang di besarkan dengan keras oleh papanya tentu tidak mudah untuk di tindas.
Setelah lama bernegosiasi Aleena hasilnya mendapatkan handphone nya kembali dan juga uang sepuluh juta saja.
Setelah Aleena keluar...
"Gadis yang menarik, sayang sekali aku lupa menanyakan namanya" Ucap laki-laki penadah itu.
"Sial aku tidak akan mau kembali ke tempat ini lagi, dia benar-benar lelaki yang pelit dan menyebalkan "
FLASBACK OFF.
"Ah sial sekali setelah aku menjual antingku, aku malah harus melihat kebohongan nya, tapi kenapa aku harus marah? Aleena bukankah misi mu adalah menemukan orang yang mampu menghapus belenggu masa lalu om Rocky, kalau dia benar pacarnya bukankah itu bagus? " Ucapan yang Aleena ucapkan sendiri itu entah mengapa seakan menjadi belati yang menancap di hatinya, terasa sakit saat Aleena mengatakan itu apa lagi mengingat adegan yang barusan dia lihat.
__ADS_1