Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 82


__ADS_3

Disa dan Natan banyak bercanda dan mendapat perhatian lebih dari Letty yang masih berada di belakang mengamati mereka di balik tembok yang tak jauh dari bangku taman itu.


"Nah Disa, saat aku keluar bisakah kita menjenguk ibu dan adik-adik ku? " Tanya Natan serius.


"Tentu saja boleh, aku akan membawamu bertemu dengan mereka, jangan khawatir sekarang tugasmu adalah sembuh ok" Disa tersenyum sangat manis dan di balas senyum oleh Natan.


Melihat pemandangan itu membuat perasaan Letty tidak enak, ada rasa tidak rela Natan tertawa dan tersenyum dengan wanita lain meskipun itu Disa 'Ada apa denganku kenapa aku merasa sangat kesal' Letty menggelengkan kepalanya sedikit menekan dadanya yang terasa ngilu karena melihat pemandangan yang terlihat bahagia itu.


Disa tiba-tiba memberikan kelingking nya kepada Natan itu mampu membuat Natan tertawa lepas "Apa? " Katanya sambil tertawa.


"Janji kelingking, ini akan membuatmu ingat akan janjiku hehe" Disa memperlihatkan barisan giginya yang rapi.


"Apa kau anak sekolah dasar" Natan mengatakan itu namun dia malah menautkan kelingking nya yang membuat Disa berdecak.


"Ck! dasar kau sendiri mau menanggapi permainan anak sekolah dasar ini! " Ucap Disa.


Keakraban yang mereka tunjukkan semakin membuat Letty tidak bisa menahan diri dan berjalan cepat ke arah mereka "Ekhm! apa yang sedang kalian lakukan" Ucap Letty dengan nada sedikit terdengar tinggi dan tidak suka, membuat Disa mengernyitkan dahi, bagaimanapun Disa adalah sahabat Letty dari kecil dia tau mood Letty sedang tidak baik.


Mendengar suara Letty dengan reflek Natan segera menarik kelingking nya, Disa menanggapi Letty dengan santai "Aku sedang melakukan janji kelingking seperti yang kita lakukan, aku berjanji pada Natan jika dia sembuh akan membawanya bertemu keluarga nya" Disa mencoba tersenyum meskipun dia merasa ada sesuatu perasaan aneh yang menyelimuti mereka.


"Oh, ajak aku sekali, aku juga ingin bertemu keluarga mu" Menatap Natan dengan tatapan serius, membuat Disa sedikit curiga tentang sikap Letty ke Natan yang tiba-tiba agak berubah.


"U.. untuk apa bos? " Jawab gugup Natan pertanyaan yang terdengar sederhana bagi orang lain, namun tidak bagi Natan.


"Apa aku harus ada alasan untuk bertemu dengan mereka? " Tatapan Letty semakin serius membuat Natan semakin tertekan.


"Tidak tidak harus, bos bisa menemuinya kapan saja toh rumah yang mereka tempati milik bos" Natan menunjukan barisan giginya itu senyumnya terasa canggung.

__ADS_1


Suasana terasa semakin kaku di antara Natan dan Letty "Hei kalian kenapa berdebat untuk hal ini, kita akan pergi sama-sama menemui ibu dan adik Natan, adik mu sangat cantik tidak mirip seperti mu" Ledek Disa agar suasana mencair.


"Sialan! dia cantik itu berkat kakaknya yang tampan ini" Ucap Natan yang menimpali candaan Disa.


Mereka berdua bercanda dan Letty merasa terasingkan dengan sikap Natan yang malah semakin kaku terhadapnya.


Disa melihat kemurungan di wajah Letty, membuat dirinya ingin bertanya namun Disa akan bertanya saat mereka berdua saja.


*****


"Permainan? kau pikir hati adalah permainan kak kau benar-benar" Tut.. tut.. suara panggilan terputus membuat Aleena semakin kesal "Kak Arion! apa yang harus aku lakukan" Aleena malah merasa kebingungan sendiri dengan note dari kakak nya itu..


Rocky tidak sabar hanya mendengar sedikit suara Aleena alhasil Rocky membuka pintu tanpa permisi.


"Om apa yang kau lakukan di kamarku? kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu? " Tanya Aleena saat mendengar suara pintu terbuka.


"Kau tidak perlu tau apa isi note itu kak, itu bukan urusan mu" Ucap Aleena yang meremas note itu.


"Aku perlu tau! apa yang Arion katakan di dalam note" Ucap Rocky yang benar-benar penasaran dia ingin note itu benar-benar sesuai dengan apa yang ada di pikiran nya.


"Tidak usah! kau tidak perlu tau kak" Ucap Aleena yang sangat tidak ingin Rocky tau, mungkin Aleena memiliki pertimbangan sendiri untuk itu.


"Aku ingin tau berikan" Rocky sudah semakin dekat dengan Aleena dan ingin mengambil note yang masih Aleena remas itu.


"Jika aku berikan apa yang akan kau lakukan tentang note ini, apa kau akan mematuhi note yang kak Arion berikan kak Rocky, bagaimanapun kau adalah sepupu ku" Ucapan Aleena itu terdengar ambigu di telinga Rocky membuat Rocky semakin penasaran.


"Jika itu hal baik aku akan mematuhinya" Ucap Rocky dengan yakin.

__ADS_1


"Baiklah ini hal baik, aku harap kak Rocky mematuhinya" Ucap Aleena yang sangat kesal dan tidak puas dengan Jawaban Rocky.


Aleena memberikan note itu pada Rocky kemudian berlari keluar.


Di luar Erlan berteriak saat adiknya mengatakan apa yang dia baca dalam note itu dan menatap tajam Alister yang tidak tau apa-apa.


"Ada apa? kenapa kau menatapku seperti itu setelah dia berbisik padamu! " Ucap Alister yang membalas tatapan Erlan yang seakan mencoba mengintimidasi Alister.


"Kau ini apakah laki-laki berengs*k! " Ucap Erlan tiba-tiba mengangkat kerah baju Alister membuat Alister semakin tak mengerti.


"Tunggu dulu ada apa ini? apa kau sudah gila? " Alister benar-benar bingung di buat oleh sikap Erlan.


Aleena keluar dan melihat Erlan sedang mengangkat kerah Alister "Tuan penadah apa yang kau lakukan pada kak Alister lepaskan dia" Ucap Aleena sedikit meninggi membuat Erlan mau tak mau melepaskan cengkraman pada kerah kemeja Alister.


"Aleena apa kau akan setuju dengan note aneh itu? " Ucap Erlan yang sangat penasaran dengan jawaban Aleena.


"Note aneh? Ale sebenarnya apa isi note itu kenapa pemuda ini tiba-tiba menyerang ku? apakah note itu menyuruhmu bertunangan denganku hahaha? " Alister tertawa dengan candaan yang di buatnya namun semua orang di ruangan itu terdiam membatu seakan candaannya itu memang benar adanya. "Kenapa diam aku hanya bercanda" Ucap Alister.


Aleena mengambil kotak cincin itu dan memberikannya pada Alister di dalam cincin itu ada dua simbol huruf A di dalamnya Seketika membuat mata Alister membulat sempurna "Apa..apa maksud nya? " Tanya Alister yang sebenarnya tau arah dari cincin itu namun dia sendiri masih sok dan tidak menerima arti nya.


"Alister kau jangan pura-pura bodoh! " Suara Rocky terdengar sangat kerah penuh penekanan dan Amarah membuat Alister menelan ludahnya secara kasar.


"Hei bro tunggu dulu jelaskan padaku apa yang terjadi jangan membuatku bingung" Ucap Alister.


"Jangan berpura-pura lagi! kau mencari Aleena karena sudah tau tentang hal ini bukan! " Ucap Rocky yang melempar Nite yang di tulis oleh Arion itu.


Alister mengambil note yang di lempar jatuh tepat di bawahnya Alister membaca Note yang Arion tulis dan mampu membuatnya tidak bisa bernafas sejenak karena melihat tatapan tajam Rocky yang seakan-akan ingin Mencabik-cabik nya.

__ADS_1


__ADS_2