Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 135


__ADS_3

Disa sampai di ruangan Letty dia langsung menghela nafas dan duduk di kursi yang tersedia "Huh bodohnya aku" Maki Disa pada dirinya sendiri yang membuat Letty dan Natan yang mendengar menatap ke arah Disa.


"Ada apa Disa? " Tanya Letty pada sahabat nya.


Disa hanya terdengar menghela nafas berkali-kali, membuat Letty dan Natan saling pandang dan juga mengernyitkan dahi.


"Disa apa kau masih sakit? kalau begitu biarkan Natan mengurus perawatan mu kembali" Ucap Letty yang mendapat gelengan kepala dari Disa.


Disa mengacak rambutnya dan menutupi wajahnya "Kau kesurupan? " Pertanyaan Natan itu berhasil membuat satu bantal melayang ke wajahnya.


"Sialan kau pikir aku ini wadah setan! " Ucap. Disa kesal membuat Letty tertawa Dan Natan hanya diam dan mengambil bantal yang terjatuh di dekatnya.


"Lalu kenapa kau bertingkah seperti itu? " Tanya Natan yang mendapat anggukan dari kekasihnya.


"Ak.. aku bertemu dengannya" Ucap Disa terbata-bata.


"Bertemu dengan siapa? " Tanya Letty penasaran dia tidak pernah melihat sahabat nya yang cantik itu terlihat bingung tak karuan karena bertemu dengan orang.


"Tunggu apa kau bertemu dengan tuan Erlan itu? " Tebakan Natan benar-benar tepat ucapan Natan itu berhasil mengembalikan frustasi Disa yang berbuat kasar terhadap penyelamat nya meski dia tidak bermaksud mengatakan hal hal yang membuat Erlan salah paham dengan sifatnya.


Disa dengan perlahan membanggakan kepala nya.


"Lalu kenapa kau harus bingung bertemu dengannya kau bukannya sudah berencana untuk berterimakasih padanya" Ucap Letty yang mendengar sendiri Disa mengatakan akan berterimakasih pada penyelamat nya.


"Hah aku sudah mengatakan nya" Ucap Disa lemas.


"Lalu kenapa kau jadi tidak karuan seperti ini? bukankah sudah sesuai dengan rencana nya" Pertanyaan Letty benar-benar membuat Disa merasa bodoh dia malah mengatakan Tuan aneh pada penyelamat nya sendiri itu membuatnya frustasi.

__ADS_1


"Akhhhh semuanya terjadi begitu cepat aku tidak sengaja malah mengatakan dia aneh, aku rasa dia akan membenciku" Ucapan Disa itu membuat Natan dan Letty saling pandang dan tersenyum mereka seakan mengerti sesuatu di balik perkataan Disa.


"Lalu kenapa kalau dia membencimu? yang penting kau sudah berterimakasih" Ucapan Letty itu memang benar tapi entah kenapa hatinya tidak ingin Erlan membencinya.


"Sudahlah jangan bahas lagi biarkan aku tidur di ruang VVIP ini, menyebalkan hari ini hari yang menyebalkan" Gerutu Disa yang memilih merebahkan tubuhnya sofa yang memang berada di ruangan Letty.


"Sayang apa kau berfikiran sama denganku? " Bisik Letty pada Natan yang mengangguk kecil.


"Seperti nya seperti itu" Jawaban Natan itu membuat Letty tersenyum.


"Haruskah kita membantu Disa untuk mendekati tuan Erlan itu? " Letty terlihat bersemangat untuk mendapatkan pasangan buat sahabat nya itu.


"Itu tidak mudah tuan Erlan pernah menyukai Aleena jadi aku rasa kita jangan terlalu berharap dan ikut campur" Jawab Natan bijak yang mendapatkan anggukan dari Letty namun wajahnya terlihat kecewa, dia merasa Erlan bukan lelaki yang jahat juga di pastikan bisa menjaga sahabatnya itu, tapi setelah mendengar perkataan Natan Letty jadi sedikit berfikir kalau Disa tidak akan mungkin menang bersaing dalam bayangan Aleena gadis yang di akui Letty begitu hebat.


"Sudahlah lupakan saja masalah ini, sekarang waktunya kau untuk tidur kau sudah menunda terus waktu istirahat mu sayang" Natan mengecup kening Letty membuat Letty tersenyum dan mulai memejamkan matanya seperti perintah kekasihnya itu. "selamat beristirahat" Natan mengusap pipi Letty dan kembali mencium kening Letty membuat Letty berangkat tidur dengan perasaan sangat gembira karena perhatian dari Natan kekasihnya itu


****


Rocky menggelengkan kepalanya jika itu Dion seperti nya tidak akan membuat Arion menunggu seperti ini "Siapa yang kau tunggu? " Tanya Rocky yang tentu saja tidak mendapat jawaban dari Arion.


Tak lama setelah ada pemberitahuan pesawat mendarat dua orang berjalan melangkah ke arah Arion Rocky dan Aleena yang sedang mengobrol.


Tiba-tiba suara yang begitu familiar memanggil Rocky "Rocky" Panggil nya lembut panggilan yang selalu Rocky rindukan namun harus dia tahan karena keegoisan masa lalunya.


Rocky menengok ke arah suara tanpa sadar air mata sudah mengalir saat dia mendengar namanya di panggil, Rocky berlari dan memeluk wanita tua yang masih terlihat bugar itu "Nenek kenapa kau kemari? " Ucapan itu tak sesuai dengan hati Rocky yang merasa sangat bahagia sekarang karena bisa berjumpa dengan orang tua kedua yang merawatnya sejak kecil.


"Tentu saja karena merindukan cucu nakal ku" Ucap Nenek Angel nenek dari Arion dan juga Rocky

__ADS_1


"Nenek maafkan aku" Ucap Rocky yang masih enggan melepaskan pelukannya pada sang nenek.


"Tidak perlu minta maaf, jadikan semuanya sebagai pelajaran hidupmu agar kau bergerak maju ok" Ucap Nenek angel sembari mengusap punggung cucu yang dia rindukan.


"Aku mengerti nek" Ucap Rocky melepaskan pelukan nya dari sang nenek.


"Sepertinya tidak ada yang menyambut kedatangan ku" Ucap laki-laki yang berada di belakang nenek angel.


"Kak Andreas kenapa kau ikut? "


"Aku di panggil paksa kemari, jadi terpaksa meninggalkan istriku" Ucapan Andreas itu bakal dejavu membuat Aleena tertawa.


"Kau malah tertawa, aku benar-benar harus meninggalkan malaikat besar dan juga malaikat kecil ku di sana" Ucap Andreas menggerutu.


Rocky tertawa dia tidak menyangka bertahun-tahun tak bertemu dengan Andreas, Andreas kini terlihat banyak bicara tidak seperti dulu sangat cool di mata Rocky. "Kau banyak berubah" Ucap Rocky kepada Andreas.


"Sudahlah ayo pergi, jangan jadikan Bandara ini sebagai tempat reuni" Ucapan Arion masih seperti dulu sangat menusuk.


Aleena menganggu dia langsung menggandeng neneknya itu "Nenek aku merindukan mu" Bisik Aleena sembari berjalan.


"Nenek juga sangat merindukan mu sayang" Ucap nenek Angel


"Nenek apakah nenek akan tinggal lama di sini? " Tanya Aleena yang mendapatkan celengan dari neneknya.


"Nenek di sini tidak hanya menemui Rocky nenek dan Andreas mendapatkan pekerjaan di sini" Ucap nenek angel membuat Aleena mengernyitkan dahinya.


"Pekerjaan? pekerjaan apa yang membuat nenek mau datang ke negara orang seperti ini"

__ADS_1


"Haha kau ini alasan utama nenek tentu bukan pekerjaan ini tapi Rocky, nenek benar-benar merindukan nya untuk pekerjaan itu hanya kebetulan saja lagi pula yang meminta itu bukan orang lain" Jelas nenek angel.


"Bukan orang lain? jadi siapa orang yang meminta nenek dan kak Andreas datang kemari? " Tanya Aleena yang hanya mendapatkan senyuman dari sang nenek "Nenek beritahu aku siapa itu? "


__ADS_2