
Alister tidak perduli dengan usaha Elin dia segera menutup pintu mobil dan berputar menuju kursi pengemudi.
"Tuan buka pintu nya! " Ucap Elin yang tidak di dengar oleh Alister yang langsung melajukan mobilnya tanpa melihat ke arah Elin. "Tuan anda melakukan ini sama saja anda telah melakukan penculikan! saya bisa melaporkan anda" Ancam Elin.
Alister menyeringai "Melaporkan ku? apa kau tega? " Jawaban Alister Itu membuat Elin sendiri mulai bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia tega.
Namun Elin segera menepis itu 'Apa yang aku pikirkan dia ingin menculik ku kenapa aku harus berfikir tega atau tidak, Elin ada apa dengan dirimu " Ucap Elin dalam hati yang merasa sedang di bodohi oleh Alister.
"Te.. tentu saja tega, Tuan turunkan aku sekarang! aku mau keluar" Ucap Elin terlihat wajahnya yang begitu serius.
Alister menjawab dengan santainya "Ini jalan tol tidak boleh berhenti sembarangan" Ucap Alister yang terus saja membuat Trik untuk menarik ulur waktu agar Elin tidak turun dari mobilnya.
"Oh benarkah? " Jawab lugu Elin yang bisa membuat Alister tersenyum melihat keluguan Elin yang begitu imut di mata Alister.
"Jadi diam dan duduk dengan tenang" Ucap Alister.
Beberapa saat Elin duduk dan diam sesuai dengan ucapan Alister sampai akhirnya Elin menyadari mereka tidak sedang berada di jalan tol "Tunggu tuan kau membodohi ku! berhenti sekarang berhenti" Ucap Elin memaksa.
"Baiklah-baiklah, aku akan menuruti perkataan mu" Ucap Alister yang tiba-tiba berbelok dan menghentikan mobilnya.
Alister turun dan membukakan pintu untuk Elin, Elin dan menghela nafasnya, pantas saja Alister langsung menyetujui permintaan nya untuk turun dan Berhenti karena memang mereka sudah sampai di apartemen Alister. "Aku tidak mau turun! tuan aku ingin pulang" Ucap Elin
"Kau tidak boleh pulang sebelum dokter memeriksa mu" Ucapan Alister itu membuat Elin bingung.
"Dokter? kau bahkan tidak membawaku ke rumah sakit bagaimana bisa ada dokter" Ucap Elin heran dengan Alister.
"Aku sudah meminta dokter pribadi ku yang berada di negara ini untuk kemari dan memeriksa , ayo turunlah! aku juga ingin berbicara dengan mu" Ucap Alister.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan, antar saja aku kembali atau aku pulang naik taksi" Ucap Elin
__ADS_1
"Kau sedang sakit, tidak boleh naik taksi sendiri" Ucap Alister.
"Itu bukan urusan tuan" Ucap Elin
"Itu akan jadi urusan ku jika terjadi apa-apa denganmu, ayo turun" Alister menyuruh Elin turun.
Elin turun dan ingin berjalan pergi namun tanpa ba-bi-bu Alister membawa elin dalam gendongannya dan membawanya masuk ke dalam lift "Jangan bergerak atau kau akan jatuh" Ucapan Alister itu mampu membuat Elin tenang di dalam gendongan Alister yang membuatnya bak putri kerjaan.
Alister dan Elin sudah sampai di apartemen Alister, dokter yang di minta Alister belum tiba, Alister menatap Elin dalam "Elin kau pasti sudah mendengar kata-kata ku bukan? "
"Aku tidak mendengar nya" Jawab singkat Elin
"Aku tau kau mendengar nya, aku tidak ingin kau salah paha-" Belum selesai berkata Elin sudah memotong.
"Sudahlah tuan Alister aku sudah tau, aku juga sudah mengatakan aku tau kehidupan laki-laki kaya seperti mu bermain wanita adalah hal biasa, tapi tolong mundur dan jangan mempermainkan ku" Ucap Elin
"Tidak ada! aku tidak tuli " Ucapan Elin itu membuat Alister yakin Elin benar-benar mendengar nya.
"Jangan memotong ucapan ku, dengar aku mengatakan seperti itu agar papamu berhenti membuatmu jadi bahan tawar menawar, Elin kau gadis pintar dan cantik aku menghormati mu, aku tidak mau kau di manfaatkan papamu kedepannya, aku ingin kau menemui ku bukan karena permintaan papamu, aku mau kau menemui ku karena kemauan mu sendiri" Ucapan Alister itu tidak bisa di jawab oleh Elin dia tertegun dengan alasan di balik Alister mengatakan hal menyakitkan itu.
****
Rocky menatap Aleena yang tidur pulas di mobil, Rocky tidak tega untuk membangunkan nya alhasil dia hanya bisa menggendongnya membawanya masuk ke apartemen agar dia bisa tidur di ranjangnya yang empuk.
Rocky berhasil membawa Aleena naik dengan lift tanpa membangunkan Aleena, mungkin Aleena kelelahan lelah badan dan pikiran. Mungkin saat ini hati Aleena sudah sangat lega karena orang yang dia cintai sedari kecil sudah membuka hatinya dengan lebar untuk nya.
Rocky terus menatap wajah cantik Aleena saat tertidur itu "Dia sangat manis" Ucap Rocky yang terpana dengan wajah yang ada di hadapan nya itu.
Saat di depan pintu apartemen Rocky kesulitan membuka pintu dan membuat Aleena terbangun "Kak ada apa? " Tanya Aleena.
__ADS_1
"Ah maaf kau jadi terbangun " Ucap Rocky yang membuat Aleena tersadar dia berada di gendongan Rocky.
"Ah maaf, ak.. aku " Ucap Aleena melompat turun dari gendongan Rocky.
"Pelan-pelan kau baru saja bangun dasar gadis nakal" Ucap Rocky memegangi Aleena agar tidak jatuh.
"Om kau memanggilku apa? aku ini mana ada nakal" Ucap Aleena tidak Terima, dia menggembungkan pipinya.
"Tidak nakal? coba kau hitung berapa kali kau mencoba pergi meninggalkan apartemen ini? " Tanya Rocky mengingatkan Aleena.
"Huh itu salahmu, siapa suruh kau tidak bisa melupakan masa lal-" Rocky menutup mulut Aleena dengan jarinya.
"Baiklah itu salahku, aku minta maaf gadis nakal aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ku" Ucap Rocky tersenyum.
"Apa kau yakin dengan itu om? " Tanya Aleena menatap Rocky dengan tatapan serius.
"Aku janji" Rocky mendekat kan wajahnya membuat Aleena memejamkan mata.
Rocky tertawa sembari mengusap mata Aleena karena ada kotoran, tawa Rocky membuat Aleena membuka matanya "Dasar gadis nakal apa yang kau pikirkan kenapa kau menutup matamu, apa kau pikir aku akan menciumm-" Ucapan Rocky berhenti saat Aleena membungkam mulut Rocky.
"Hah siapa? si. siapa yang berfikir begitu ak.. aku tidak berfikir seperti it-" Kini ucapan Aleena yang tidak terselesaikan karena Rocky melepaskan tangan Aleena dari bibirnya dan berbalik membuat bibirnya membungkam bibir Aleena.
Aleena kali ini tidak terkejut dia bahkan terlihat sangat menikmatinya sampai-sampai dia tidak sadar tangannya merangkul manja ke leher Rocky yang membuat Rocky semakin bersemangat.
Tubuh Rocky benar-benar jujur dia bisa kehilangan akal di hadapan Aleena namun Rocky segera menyudahi ciumannya saat benda pusaka yang hampir mengeras itu.
"A.. ayo kita masuk" Ucap Rocky yang membuat Aleena mengangguk malu-malu, karena dia juga sangat menikmati ciuman kali ini, bahkan ada pikiran kotor yang melintas di pikiran Aleena berharap Rocky melakukan hal lebih tapi Aleena segera menepis pikiran itu.
Saat pintu apartemen di buka dan Aleena masuk, Aleena terkejut dengan pemandangan yang dia lihat, apartemen dengan suasana baru dengan beberapa fotonya di pajang di sana "Om apa kau yang melakukan nya? " Tanya Aleena
__ADS_1