Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 104


__ADS_3

"Apa kalian lihat-lihat! " Ucap Rocky menatap mereka bertiga dengan tatapan dingin membuat Letty dan Disa memilih untuk segera pergi ke dapur sedangkan Natan di tahan oleh Rocky "Kau mau kemana" Rocky berdiri dan menarik kerah belakang baju Natan.


"I.. ikut ke dapur" Ucap Natan menengok ke arah Rocky dengan memamerkan gigi rapinya.


"Tidak! ikut denganku" Ucap Rocky menarik Natan untuk mengikuti langkah kakinya.


"Ki.. kita mau kemana? " Tanya Natan yang masih berjalan mundur mengikuti Rocky.


Rocky melepaskan tangannya dari kerah baju Natan dan menatap serius ke arah Natan"Melanjutkan latihan mu! "


"Tidak-tidak kau hanya ingin menyiksaku" Ucap Natan yang tidak mau mengikuti Rocky.


"Terserah tetaplah jadi pecundang dan nanti malam kau hanya bisa melihat tanpa melakukan apapun" Ucapan sarkas Rocky itu membuat Natan menghentikan langkahnya.


'Benar kata Rocky nanti malam, aku tidak bisa hanya diam saja' Mendengar ucapan Rocky itu Natan bertekad untuk memperkuat tubuhnya meski tak akan sehebat Rocky namun setidaknya dia bisa membatu Letty sedikit.


Rocky menyeringai, lalu berjalan mengikuti Natan. mereka berjalan menuju mobil Rocky.


Rocky kembali membawa Natan ke taman yang sama, Natan melakukan aktivas yang sama dengan yang tadi malam, dia berkeliling dua puluh putaran, dan sepuluh putaran terkahir kaki terikat dengan ban.


Sebenarnya kaki Natan sudah terasa sakit dari semalam dan di tambah lagi dia belum memakan apapun pelatihan pagi ini terasa lebih berat dari pada semalam, namun perkataan Rocky menjadi semangat untuk Natan yang tidak mau jadi pecundang nanti malam dia juga ingin sedikit berkontribusi menyelamatkan Letty.


Natan sudah menyelesaikan pelatihan nya dia benar-benar kelelahan dan akhirnya hanya bisa tertidur di rute larinya dengan ban masih berada di kakinya.


"Ambil" Ucap Rocky yang datang dengan air di tangannya, Natan segera bangun dan meminumnya, Rocky melepaskan ban di kaki Natan dan kemudian memasang nya kembali. "Kita lanjutkan pelatihan nya nanti setelah kembali dan makan" Ucapan Rocky itu membuat Natan kembali merebahkan tubuhnya.


Rocky tidak menghiraukan itu dia langsung masuk mobil "Ingin pulang atau tidak! " Ucapan Rocky itu tidak terlalu terdengar karena Rocky sudah menyalakan mesin mobilnya.


"Rocky kau kejam sekali" Ucap Natan yang segera bangun berjalan dan duduk di samping Rocky sebelum Rocky meninggalkan dia sendiri.


Di sisi lain

__ADS_1


"Kak ada yang bisa aku bantu? " Tanya Aleena malu-malu karena kejadian tadi pagi.


Letty dan Disa melihat ke arah Aleena Disa tersenyum "Tidak usah kau istirahat saja, aku tau kau lelah" Goda Letty yang membuat Aleena semakin merasa malu.


"Tidak.. tidak aku tidak lelah aku dan Om Rocky tidak melakukan apapun" Ucapan Aleena seperti nya tidak di percaya oleh keduanya.


"Benarkah? " Tanya Disa yang melihat ke arah leher Aleena yang penuh dengan tanda kepemilikan milik Rocky.


Aleena mengikuti mata Disa dan Letty yang mengarah pada leher nya "Ini tidak seperti yang kak Disa dan kak Letty pikirkan, om Rocky itu huh" Gerutu Aleena pelan.


Letty tiba-tiba terdiam dan tanpa sadar memegangi lehernya seperti nya ada yang sedang dia bayangkan, Letty segera menggelengkan kepalanya membuyarkan isi pikiran nya yang tiba-tiba terpikir bagaimana jika Natan memberikan tanda seperti itu di leher nya "Disa lebih baik berhenti bicara ayo selesaikan sebelum mereka kembali" Ucap Letty.


"Heh kau bahkan tidak menyelesaikan potongan wortel mu" Jawab Disa yang membuat Letty menggembungkan pipinya.


"Maaf saja aku tidak jago masak" Ucap Letty kesal.


Aleena ikut tertawa melihat persahabatan mereka berdua namun sekian detik wajah kecewa terlihat di sela ekspresi senyum itu dan Disa melihat nya.


"Kau baik-baik saja Aleena? " Tanya Disa yang khawatir dengan ekspresi sedetik itu.


Natan dan Rocky sudah kembali begitupun dengan masakan yang sudah tersaji rapi di atas meja.


"Kalian sudah kembali? baguslah" Ucap Letty mata Letty tiba-tiba tertuju pada Natan yang terlihat lemah dan tak berdaya. "Ada apa denganmu? " Tanya Letty yang terlihat sangat mengkhawatirkan Natan.


Mendengar suara Letty Natan segera bersikap biasa dia tidak mau terlihat lemah di hadapan Letty "Tidak aku baik-baik saja bos" Ucap Natan yang berlagak kuat dan duduk di meja makan.


"Natan kau sangat berkeringat dan bau, kau lebih baik mandi dulu aku tidak tahan mencium baunya" Ucap Disa, kata-kata nya benar-benar menusuk dan menjatuhkan citra yang dia buat Natan agar terlihat keren di mata Letty.


"aku juga akan membersihkan diri dulu" Ucap Rocky yang masuk dulu ke dalam kamar.


Natan dengan enggan juga ikut masuk dan mengambil handuk dia menggunakan kamar mandi umum yang ada.

__ADS_1


Natan dan Rocky sudah membersihkan tubuhnya, mereka semua siap ubah makan pagi bersama.


Rocky masih diam saja tidak mengambil apapun matanya hanya menuju ke arah Aleena "Kenapa om tidak makan? " Tanya Aleena yang mendapati jawaban dengan Rocky yang menadahkan piringnya ke arah Aleena.


Aleena mengerti om tersayang nya itu ingin dia mengambilkan untuk nya "Baiklah om Rocky mau apa, nasi goreng? "


"Apapun asal kau yang ambilkan" Jawaban Rocky itu datar namun begitu hangat membuat ketiga rekannya tidak menyangka ada rocky yang bersifat manja seperti ini.


Aleena terlihat tersipu mendengar jawaban Rocky dan dengan hati-hati mengambilkan nasi goreng untuk Rocky.


Semua orang benar-benar kaget dengan sifat Rocky yang semakin berubah di hadapan Aleena.


Makan pagi di warnai dengan tiga pasang mata yang ternoda dan iri karena kemesraan pasangan baru itu.


"Kak kalian mandi dulu aku yang akan membereskan kali ini" Ucap Aleena yang tidak enak karena hari ini tidak membantu banyak saat membuat sarapan.


"Tidak kita bersihkan sama-sam-" Ucapan Letty di potong oleh Rocky.


"Tidak perlu, aku yang akan membantu" Ucap Rocky yang dengan cepat mengambil piring kotor dan membantu Aleena.


"Kalau begitu aku juga akan memban-" Tatapan tajam Rocky menghentikan kalimat Natan yang mengerti tatapan Rocky yang seakan mengatakan jika dia membantu dia akan mati.


"Tidak perlu! kau pergi saja beli beberapa minuman kaleng! " Natan tentu saja langsung memberikan hormatnya dan pergi dengan cepat untuk membeli minuman kaleng yang di minta Rocky.


"Sepertinya kita hanya bisa pergi, ayo Letty kita membersihkan diri" Ucap Disana yang mendorong Letty berjalan masuk ke dalam kamar Aleena.


Kini hanya menyisakan Aleena dan Rocky, Aleena terlihat sudah mulai mencuci dan Rocky membereskan semua yang tersisa di atas meja dan menaruhnya di depan Aleena.


Aleena terlihat sibuk mencuci namun tiba-tiba tangan besar Rocky itu memeluk pinggang ramping Aleena "Om ap.. apa yang kau lakukan? " Tanya Aleena.


"Tidak ada hanya rindu saja" Aleena terkejut dengan jawaban Rocky itu, Rocky hanya keluar beberapa puluh menit saja bagaimana dia bisa mengatakan itu.

__ADS_1


"Om aku ini tidak masuk akal" Ucap Aleena yang membuat Rocky meraih wajah Aleena untuk menengok ke atas dan melihatnya.


"Kau yang membuat ku jadi tidak masuk akal" Ucapan Rocky itu di akhiri dengan ciuman yang mendarat di bibir Aleena, Rocky benar-benar sudah kecanduan akan manisnya bibir Aleena.


__ADS_2